Senin, 06 April 2015

Still Loving You : I Miss You (Part 3)

Diposting oleh Nad di 06.22 0 komentar
Halloooooo! Hari ini gue post 2 part sekaligus! ;)
Maaf baru bisa post sekarang.. Gue baru selesai UAS soalnya u,u
Just enjoy my stories yaaa


Still Loving You : I Miss You (Part 3)

Shilla berlari menuruni tangga rumahnya menuju ruang makan. Dengan cepat, ia memakan setengah dari roti bakar yang sudah Pricill siapkan untuknya. “Aduh, gara-gara Kak Icil berangkat pagi, nih. Jadi gak ada yang bangunin gue. Kesiangan deh,” dumel Shilla sambil memakai sepatunya. Sedetik kemudian, “AH! TAS GUEEEEE” pekiknya lalu kembali berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Beruntung, karena hari ini ia tak lagi memakai kostum2 aneh seperti saat MOS hari pertama.
“Huft, kalau gue lupa bawa nih tas, gak tau deh kabar gue nanti. Yakali nyampe sekolah malah gak bawa tas.” Ujar Shilla. Namun pandangannya tiba-tiba tertuju ke sebuah kalung yang terbuat dari emas putih, dengan liontin berbentuk bintang. Shilla berjalan mengambil kalung itu. “Raga, kamu dimana sekarang? You know? I really really miss you,
***
Shilla turun dari taksi, dan berjalan cepat memasuki gerbang sekolahnya. “Untung belum mas-”, “CILLAAAAAA!!” panggil Ify memotong gumaman Shilla. Shilla mendelik sebal, lalu menolehkan wajahnya kearah perpustakaan. Ia menatap Ify yang sedang berlari kecil kearahnya.
“Pagi, Cilla!” sapa Ify ceria. “Hm,” sahut Shilla pendek. “Tumben nyampenya siang?” Tanya Ify. “Tau tuh Kak Icil. Berangkatnya pagi banget. Gue aja sampe bangun kesiangan tau nggak? Gue bangunnya jam 06.10, yaampuunnn!! Demi apa gue bangun jam segitu?? Dengan keadaan Jakarta yang macetnya naudzubillah, gue bangun jam segitu? Belum lagi tadi hampir 10 menit gue nungguin taksi yang kosong. Alhasil, gue baru berangkat jam 06.40! Untung aja rumah gue nggak terlalu jauh dari sekolah, dan ada jalan pintasnya. Kalau nggak, mungkin udah jam 07.15 gue baru nyampe ke sekolah,” omel Shilla menggebu-gebu. Sedangkan Ify hanya melongo mendengar omelan Shilla. “Seharusnya lo lebih santai, Cil. Kan hari ini kita ngumpulnya jam setengah 8,” ujar Ify menenangkan Shilla. “Btw, kenapa lo gak bareng Kak Sivia aja? Dia sepupu lo, kan?” lanjut Ify.
“Ify sayangkuhh, rumah Kak Ia(panggilan Shilla ke Sivia) kan beda arah.. Pulang sekolah aja, gue beloknya ke kanan, dianya ke kiri. Itu sama aja gue ngerepotin dia. Lagipula, gue kan kesiangan. Dia pasti berangkat pagi,” jelas Shilla. Ify mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba, Iphone Shilla berbunyi. Panggilan masuk. Shilla merogoh sakunya, dan melihat siapa yang meneleponnya pagi-pagi.

Kak Icil’s calling

          Shilla langsung menerima panggilan itu.

Pricill  : Hallo, Shilla? Lo udah sampe di sekolah, kan? Gak ada barang lo yang ketinggalan, kan? Nggak ada yang lecet, kan? Lo udah sarapan, kan? Lo naik taksi? Sopirnya nggak ngapa-ngapain lo, kan, say?

Shilla  : Udah, dan gue dalam keadaan baik-baik aja.

Pricill  : Singkat banget jawabnya? Lo marah sama gue ya? Duh, maaf yaa. Soalnya-

Shilla  : Berisik lo. Bayangin, gue sampe bangun kesiangan tau nggak? Untung aja gue gak telat. Kalau sampe gue telat, gue gak bakal negur lo selama sebulan FULL!

Pricill  : WHAT? Duh, adikku Ashilla sayang, jangan gitu dong.. Ntar gue curhat sama siapa kalau gue lagi galau??

Shilla  : Ya itu derita lo. Gila aja, lo tau kan kalau gue masih belum bisa bangun awal? Masa iya lo tega ninggalin gue sendirian dirumah, pagi-pagi lagi.

Pricill  : Gini ya, Shill. Tadi pagi, gue mau ngumpulin tugas. Nah, tugas gue itu ternyata belum selesai. Sedangkan itu tugas dikerjainnya bareng temen gue. Jadilah gue berangkat pagi buat nyelesaiin tuh tugas. Deadline-nya itu hari ini..

Shilla  : Udah, deh. Gue badmood banget. Gue pulang jam 11, jemput gue nggak pake telat.

-Klik-

Shilla memutuskan sambungan teleponnya bersama Pricill. “Ckckck, sadis banget lo, Shill. Kak Pricill pasti uring-uringan, deh.” Decak Ify. “Biarin. Siapa suruh ninggalin gue pake nggak ada kabarnya segala?” omel Shilla. Ify hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah perbincangan singkat antara keduanya, pemberitahuan dari panitia MOS terdengar. Semua peserta MOS segera berkumpul ke lapangan utama untuk melaksanakan MOS hari kedua.
***
Waktu istirahat tiba. Sesekali Shilla menatap Ify yang sejak dimulainya MOS, hanya diam. Sampai beberapa kali, Ify ditegur oleh Rio & Sivia karena tidak memerhatikan.
“Py, lo kenapa? Kok jadi pendiem gini? Ada masalah?” Tanya Shilla. Ify menoleh kearah Shilla, lalu tersenyum kecil. “Gue gapapa kok, Shill. Gue Cuma lagi mikir aja,” jawab Ify. Shilla mengernyitkan keningnya, “Mikirin apa?”. “Gue kepikir aja sama tweet lo tadi malem. Apa iya gue harus move on dari Kak Rio? Lagipula, gue liat, Kak Acha itu orangnya baik banget. Nggak mungkin Kak Rio bakal ngelepasin dia begitu aja,” jawab Ify lirih. “Ya ampun, Fy. Gue tadi malem Cuma bercandaaa. Jangan dimasukin dalam hati. Bener kata lo. Masa lo baru aja maju perang, lo langsung mundur gitu aja? Sedangkan elo belum ngelakuin apa-apa buat ngejar Kak Rio. Please, jangan nyerah gitu aja,” mohon Shilla. Ify hanya tersenyum miris, “Bakal gue usahain,”
         
Shilla berjalan kearah gerbang sekolah dengan langkah gontai. Ia merasa kasihan dengan sahabatnya, Ify.
Ify bisa dibilang sangat susah untuk bisa menyukai seseorang. Dan jika Ify sudah menyayangi seseorang, pasti akan susah untuk membuatnya move on dari orang tersebut.
Shilla kembali menghela nafas. Ini salahnya! Padahal ia hanya bermaksud bercanda. Ia tak menyangka kalau Ify akan menganggapnya serius.
tin tin’, Shilla terkesiap saat mendengar suara klakson mobil dari arah depannyaa. Sang pengemudi mobil membuka kaca jendelanya, “Shilla, ayo masuk!” ajak sang pengemudi yang ternyata Pricill. Shilla mendengus, lalu memasuki mobil. Pricill segera menjalankan mobilnya.
“Kaget gue ngeliat elo, Kak,” ujar Shilla. Pricill mendelik, “Heh bocah, gue daritadi udah berenti didepan elo. Udah gue panggil-panggil, lo gak denger. Yaudah, gue bunyiin klakson. Makanya, jangan ngelamun,” balas Pricill. Shilla hanya diam, tak menanggapi ucapan Pricill.
***
SKIP BENTAR! :3
Halloo! Author mau minta tolong nihh
Buat yang baca, tolong promosiin cerbung2 ini secara besar-besaran dongg
Terserah, deh. Mau promosiin di Facebook/twitter
Ntar yang beruntung, Author bakal kasih 1 cerpen bonus buat orang itu;)
Alur ceritanya bisa di request, couple utamanya bisa di request, pokoknya akan Author buatin sesuai requestnya :)
Tapi hanya untuk 2 orang ya?
Jadi, masing-masing request 1 cerita
Semakin banyak yang baca cerita2 Author,
semakin semangat juga Author lanjutin ceritanya;)
Facebook Author – Karima Nada Medina (http://facebook.com/karima.n.medina)
Twitter Author - @Karima_NM
Yang mau nanya-nanya, bisa di Ask.fm – http://ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Terimakasihhhh :**
***
Ify menatap langit malam dari jendela kamarnya. Beberapa kali ia menghela nafas. Karena ntah mengapa, dadanya terasa sesak. Ia sangat ingin menangis saat itu juga! Tetapi air matanya sangat sulit untuk dikeluarkan.
“Kenapa nasib gue dalam hal ‘percintaan’ selalu mengenaskan, ya?” ucapnya pada diri sendiri. “Tiap gue lagi suka sama orang, pasti adaa aja halangannya,” sambungnya. Ify kembali menghela nafas. Kali ini, air matanya sudah berada di pelupuk mata. “Ify, lo nggak boleh nangis. Lo nggak boleh terlihat lemah!” ujar Ify menyemangati dirinya sendiri. Lalu tangannya beralih mengambil Iphone-nya, dan membuka aplikasi twitternya. Matanya mulai membaca tweet-tweet yang berada di beranda twitternya.

@MarioRvndtya : Malam luvvy @AchaVanessa {} How r u there? Miss u so bad :(

          Ify menghela nafas untuk yang ke-sekian kalinya. “Lo harus kuat, Fy! Kak Rio juga punya kehidupan sendiri. Lo harus inget itu!” ujar Ify mengingatkan dirinya sendiri. Kemudian matanya kembali membaca tweet yang lainnya.

@AchaVanessa : @MarioRvndtya Malam jugaaa luvvykuuuu:* I’m so fine here. Wht about u? I miss u so so so so bad too:’(

@AshillaNyyr : Obo obooo*KakIcilsaidkalauchatansamaKakFero:v* #poke @PrcllaA_ :p

@PrcllaA_ : @AshillaNyyr ASHILLAAA! Lo suka banget buka aib guee-_-

@AshillaNyyr : HA to the HA! @PrcllaA_

          Ify terkekeh membaca tweet kedua kakak-beradik itu. Dimana keduanya saling menyayangi, walaupun sering bertengkar karena hal-hal kecil sekalipun. “Lo beruntung banget punya kakak kayak Kak Pricill, Cil. Gue jadi sedikit envy sama lo. Dimana lo bisa curhat sama orang yang sangat sayang sama elo,” gumam Ify. “Tapi gue lebih bangga lagi punya sahabat kayak lo, Cil. Karena elo selalu ada disaat gue bener-bener butuh temen. Pas gue seneng, lo selalu ngedukung gue. Dan disaat gue sedih, lo selalu ada buat menghibur gue,” lanjutnya.

@MarioRvndtya : @AchaVanessa Syukur deh klu gtu:) Take care yourself in there ya luvvy{}

@AchaVanessa : @MarioRvndtya Okeey. Thanks yaa luvvy<3 Kamu juga :)

@KkaFndyarga : LoL Xd

@KkaFndyarga : @MarioRvndtya bagus banget lo ya. Pake pacaran di sosmed segala :@ Gue tau kok klu gue jomblo~

@MarioRvndtya : Gue ngakak bro =)) Makanya cari P-A-C-A-R :P @KkaFndyarga

@KkaFndyarga : Kampret lau Yo --“  @MarioRvndtya

          Ify tertawa sepuasnya membaca tweet Cakka & Rio. “Ya Allah, sempet-sempetnya mereka ejek-ejekan di sosmed kayak gini,”. Ify menatap lama layar ponselnya, lalu mulai mengetikkan sesuatu.

@IfyNCalyssa : Tau kok, kalau cinta itu gak harus saling memiliki. Cukup ngeliat ‘dia’ senyum, gue bisa ‘cukup’ bahagia :”) Paham maksud gue?

@PrcllaA_ : Gd nite uweee @FeroA_ <3<3 Nice dream yeaaaa :**

@FeroA_ : Gdnight too my uwe @PrcllaA_ Nice dream too sayang {} :*<3

@PrcllaA_ : @IfyNCalyssa neng ipy jangan galau terus yaa ;p wkkw

@IfyNCalyssa : @PrcllaA_ Gue galau grgr TL gue isinya orang pacaran semua kak *hiks

@PrcillaA_ : @IfyNCalyssa Hahahaha. Emng lo-nya nggak ada calon / gebetan gitu?

@IfyNCalyssa : @PrcllaA_ Ada sih. Tapi……. *sensor* :P

@PrcllaA_ : Tapi apaan fy? @IfyNCalyssa :/ Gue Tanya shilla aja yaaa :p

@IfyNCalyssa : Tanya aja coba :p Dia gak mungkin mau kasih tauuuu :PP @PrcllaA_

@AshillaNyyr : @PrcllaA_ @IfyNCalyssa Hoyhoy! Lo berdua ngapain ngomongin gue? Ngepens yaa? ;P Duh makaciii:**

@PrcllaA_ : Jijay gue shill @AshillaNyyr @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Geer banget dah ni anak-_- @AshillaNyyr @PrcllaA_

@AshillaNyyr : Woy kak! Lo lgi dikamar sebelah. Ngapain juga lo bales mention gue? -_-v @PrcllaA_

@PrcllaA_ : Eh, iya juga ya? Wadohh, mulai-mulai dah gue-_- @AshillaNyyr

          Ify tak menanggapi lagi mention dari 2 kakak beradik itu. Sesekali ia tertawa jika membayangkan ekspresi keduanya. “Hftt, thanks ya guys, karena kalian udah cukup menghibur gue malam ini,” ujarnya. Setelah me-log out dari akun twitternya, Ify memutuskan untuk tidur ke alam mimpi.
***
Shilla menatap langit malam diatasnya dari balkon kamar. Tiba-tiba saja cairan bening itu keluar dari kedua matanya. Sehingga membuat beberapa aliran sungai kecil di kedua pipi putihnya. Dengan cepat ia menghapus air matanya yang sempat keluar itu. “Raga, aku kangen kamu. Kamu dimana? Udah 11 tahun kita nggak ketemu. Kalau kamu ada di Jakarta, cari aku, Raga. Aku udah benar-benar kehilangan jejak kamu,” lirih gadis itu. Air matanya kembali keluar. Menandakan bahwa gadis itu benar-benar merindukan sosok ‘teman’ masa kecilnya.
Shilla menatap kalung yang tengah ia genggam. Diciumnya kalung itu cukup lama, lalu ia kembali menangis. Tidak, ia sebenarnya bukan gadis yang mudah menangis. Tapi entah kenapa, setiap ia mengingat Raga, ia selalu menumpahkan semua yang ia rasakan dengan air mata. Marah? Tidak. Benci? Tentu saja tidak. Kesal? Tidak sama sekali. Ia hanya merasa, bahwa ia MERINDUKAN Raga! Itu saja.
“Kapan kamu akan menemui aku, Raga? Kapan? Aku udah cukup capek nungguin kamu disini,” isaknya lagi. “Atau, apa kamu udah lupa sama aku? Apa kamu udah lupa sama kenangan-kenangan kita, sehingga kamu nggak mau cari aku?” sambungnya pilu. Isakannya semakin menjadi. Namun dengan cepat, ia menghentikan isakannya. Tangannya kembali menghapus air matanya yang mengalir sangat deras. Tetapi, setiap ia menghapus air mata itu, semakin deras pula cairan bening itu keluar. Membuat Shilla hanya bisa pasrah, dan membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Semalaman itu yang Shilla lakukan hanyalah Menangis.
          Pemuda ini menatap gelang mungil yang berada ditangannya saat ini. Matanya terus menatap langit tak berbintang. Sesekali ia menghela nafas pelan. Matanya teralih kearah gelang yang sejak tadi terus ia genggam. “Hallo, Ra. Kamu apa kabar? Aku harap, kamu selalu baik-baik aja,” pemuda itu menggantung ucapannya. Kemudian, pemuda itu tersenyum perih, “Kamu tau, Ra? Aku kangen kamu. Kangen sama kenangan-kenangan kita dulu,” ujarnya.
“Aku gak mungkin lupain kamu, Ra. Seorang gadis kecil yang polos pada saat itu,” pemuda tersebut mengambil nafas sejenak untuk menghilangkan sesak didadanya. “Tapi, aku yakin. Sekarang, kamu pasti tumbuh menjadi sosok gadis yang cantik & ramah. Seperti dulu, dan itu tidak akan berubah,” lanjutnya.

Meski kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat dihati

Pemuda itu bersenandung singkat. “Aku tau, Ra. Kamu pasti juga lagi memandang langit malam. Seperti kebiasaan kamu dulu, yang memang sangat suka memandang langit,” kemudian pemuda itu mencium gelang yang ia genggam tadi dengan lembut.
***
Shilla menatap pantulan dirinya di cermin. Akibat ia menangis semalaman, matanya jadi terlihat sembab. “Gak lagi, deh, gue nangis semalaman. Jera gue,” gerutunya sambil memakai kacamatanya. Setelah dirasa cukup, ia segera turun untuk sarapan bersama Pricill sang Kakak.

Di ruang makan, Shilla sempat merasa bingung saat melihat sang Kakak yang sedang makan terburu-buru sambil mengangkat telepon. Setelah Pricill menutup teleponnya, ia segera menghampiri sang Kakak. “Lo kenapa, Kak? Kayaknya sibuk banget, deh,” Tanya Shilla sambil mengoleskan selai cokelat ke rotinya.
Pricill memasang sepatunya dengan tergesa-gesa, “Pagi ini gue ada janji sama dosen. Jadi, gue harus berangkat pagi-pagi buat siapin artikel yang bakal gue jelasin,” jawab Pricill. Ya, Pricill merupakan salah satu anggota BEM di kampusnya saat ini. “Oh iya, gue berangkat duluan, ya. Gue udah telponin taksi buat elo. Ntar pas pulang sekolah, gue gak bisa jemput elo. Lo naik taksi aja ya,” lanjut Pricill cepat. Kakinya mulai melangkah untuk menaiki mobilnya. Namun, tiba-tiba ia berbalik kearah Shilla. Shilla mengernyit heran, “Kenapa lagi?” tanyanya. “Tadi, Mama nelpon gue. Katanya, mungkin hari ini pulang. Dan kalau sempat, Mama & Papa yang bakal jemput lo. Tunggu aja kabarnya nanti,” jawab Pricill sambil memasuki mobilnya. “Gue duluan. Bye! Jangan lupa sarapan,” ujarnya. Setelah itu, mobilnya melaju meninggalkann halaman rumah.
Shilla menggeleng-gelengkan kepalanya. “Untung Kak Pricill gak merhatiin mata gue. Kalau dia ngeliat, kena amuk deh gue-_-” gumamnya pelan. Shilla mulai memakan rotinya.
***
Setelah upacara penutupan MOS selesai, Ify segera menarik tangan Shilla menuju taman sekolah yang cukup sepi di pagi itu. “Mata lo kenapa? Kok bengkak gitu?” tanyanya to the point. “Tadi malem gue begadang,” jawab Shilla singkat. Ify menyipitkan matanya, “Nggak bakat boong lo kalau sama gue. Kalau lo begadang, palingan Cuma ada lingkaran item di kantung mata lo, Cil. Lo pasti abis nangis semalaman, kan? Dan itu PASTI gara-gara Raga. Iya, kan?” pasti Ify sambil menekan kata ‘pasti’. Shilla menghela nafas, lalu mengangguk pelan.
Ify menghembuskan nafasnya, lalu duduk disamping Shilla. “Cil, kalau lo jodoh sama Raga, lo pasti bakal dipertemukan, kok. Cepat, ataupun lambat,” hibur Ify. Shilla hanya menunduk. “Gue yakin. Raga pasti lagi nyariin lo sekarang. Jangan berpikiran negatif dulu. Raga gak mungkin lupain kenangan kalian gitu aja. Itu pasti sangat membekas diingatan dia,” ujar Ify. “Ditambah lagi, orang tua kalian itu bersahabat. Suatu saat, pasti kalian bakal bertemu lagi. Percaya sama gue,” hibur Ify lagi. Perlahan Shilla mulai tersenyum, ia menatap Ify, lalu memeluk sahabatnya itu. “Thanks ya, Fy. Semoga ‘doi’ juga peka sama lo, dan bisa bales perasaan lo,”



-To Be Continued-

Still Loving You : New Rival (Part 2)

Diposting oleh Nad di 06.17 0 komentar
Still Loving You : New Rival (Part 2)

Shilla berjalan ke arah gerbang SMAGIND. Sesekali ia menghentakkan kakinya kesal, karena Ify kembali meninggalkannya sendirian dikelas. Shilla menundukkan kepalanya sambil mengumpat Ify yang selalu seperti itu.
BRUK’, lagi-lagi Shilla menabrak seseorang. “Ya Allah.. Kenapa hari ini gue nabrak orang mulu, sih?” dumel Shilla sambil mengurut pergelangan kaki kirinya yang kembali sakit.
“Heh! Lo hobinya nabrak orang ya?” Tanya seorang pemuda yang Shilla tabrak tadi. Shilla mendongakkan kepalanya, matanya kontan melebar melihat siapa yang menabraknya. “KAK CAKKA! Duh, gue sial mulu tiap ketemu lo!” pekik Shilla sambil mencoba berdiri.
Cakka-orang yang menabrak Shilla- mendelikkan matanya. “Berisik banget lo. Misi!” perintah Cakka sambil mendorong Shilla & berjalan menjauhi gadis itu yang sedang melngo.
“Ya Allah.. Kayaknya dia niat banget, deh, kalau lagi marahin gue,” ujar Shilla pelan. “Kaki gue sakitttt..” rengek Shilla ke dirinya sendiri. Shilla mengalihkan pandangannya ke arah depan gerbang. Saat melihat mobil yaris milik Pricill, Shilla langsung berjalan tertatih dan memasuki mobil itu.

“Kenapa lo? Kok mukanya kayak kesel gitu? Terus, kaki lo kenapa?” Tanya Pricill setelah Shilla menaiki mobil. Sambil menjalankan mobilnya, sesekali Pricill melirik Shilla. “Biasa lah, kak. Ada senior yang songong banget. Gue nabrak dia 2x tadi. Dan lo tau? Kaki kiri gue ini jadi sakit, Kak! Apes banget gue hari ini tiap ketemu sama tuh senior,” cerita Shilla menggebu-gebu membuat Pricill terkekeh. “Seniornya cewe/cowok?” Tanya Pricill lagi. “Cowok,” jawab Shilla jutek membuat Pricill tertawa pelan. “Hati-hati loh, Shill. Banyak orang bilang, benci & cinta itu cuma dipisahkan oleh satu garis tipis. Yang intinya, cinta & benci itu gak jauh bedanya. Sekarang boleh aja lo gak suka sama dia. Tapi masa depan siapa yang tau? Kali aja, kan, lo bisa suka atau malah cinta sama tuh cowok?” ujar Pricill sambil cekikikan saat melihat wajah kesal Shilla. “Gue suka sama dia? Amit-amit!”
***
Cakka memasuki sebuah café tempat semua pengurus OSIS SMAGIND berkumpul untuk mengadakan rapat. Waktu yang menunjukkan pukul 19.20, tak membuat mereka merasa lelah.
“Malam, guys! Sorry gue telat. Tadi lagi buat proposal hari pertama MOS,” ujar Cakka sambil duduk disamping Sivia. “Nggak apa-apa kali, Kka. Btw, lo udah ketemu adek sepupu gue belum?” Tanya Sivia. “Yang mana, Siv?” Tanya Cakka heran. “Namanya Nashilla. Kalau nggak salah, yang tadi gak sengaja nabrak lo pas lo mau ke Ruang OSIS,” jelas Sivia. “Oh, si cewek judes itu?” Tanya Cakka memastikan. Sivia mengerutkan keningnya. “Judes?” tanyanya. “Iya, Siv. Ah elah, dia ngomong ke gue judes banget. Mukanya juga jutek,” ujar Cakka. Sivia melongo, namun langsung tertawa keras. “Ya Allah, Kka. Gue lupa bilang soal itu. Shilla itu kalau baru kenal sama orang, emang keliatan jutek. Yaa 11-12 sama gue lah. Tapi sebenernya, Shilla itu orangnya asik, kok. Baik, ramah, ceria & supel juga,” Sivia berhenti bicara sebentar lalu kembali melanjutkan, “Tapi ya gitu. Kalau dia baru kenal sama cowok, pasti kesannya jutek+judes banget. Malah beda kalau baru kenal sama cewek. Kalau kenalan sama cewek, dia kesannya baik bangett. Ramah pula. Jadi, lo sabar aja ya ngadepin Shilla. HAHAHAHA,” ujar Sivia ditutup dengan tawanya.
“Udah ah. Jangan bahas tuh cewek singa. Sekarang, kita bagi tugas buat besok.” Cakka mulai membuka rapat untuk MOS hari ke-2.
***
Shilla berbaring di kasur sambil memainkan Iphone-nya. “Ya Allah.. Kenapa sekarang gue bosen banget ya?” gumam Shilla. “Buka twitter aja, deh. Udah lama gak log in,” lanjutnya. Setelah me-log in account twitternya, Shilla membaca tweet-tweet yang bertebaran di berandanya.

@IfyNCalyssa : Ampun deh, hidup gue kayak di sinetron aja-_-

@IfyNCalyssa : Huaaaaa ternyata ‘dia’ itu follower gueeee!!^^

@IfyNCalyssa : Tapi ‘dia’ udah punya pacar ternyata:’( hiks. Ngenes amat idup gueee

@IfyNCalyssa : Oohh… Beda sekolah ternyata :D Berarti LDR dong? #yaiyalah --“

Shilla terkekeh membaca tweet dari salah satu sahabatnya itu. “Pasti ‘dia’ yang Ify maksud itu Kak Rio,” ujar Shilla. “Tenang aja, Fy. Kalau Kak Rio jodoh lo, dia pasti peka sama lo, kok.” Lanjut Shilla. Shilla lanjut membaca tweet2 lainnya.

@MarioRvndtya : Hallo luvvy @AchaVanessa! Kangen kamu bangett{} Cepet balik ke Jakarta yaa:* Lafyu<3

          Shilla melebarkan matanya. “KAK RIO FOLLOWING GUE?!” kaget Shilla. “Acha? Apa itu pacarnya Kak Rio?” Tanya Shilla ke dirinya sendiri. Lalu Shilla meng-klik account tersebut, dan mulai menge-stalk.

Vanessa Rishya
@AchaVanessa
Canberra, Australia

            Shilla membulatkan mulutnya. “Sekarang lagi di Aussie ternyata. Pantesan gak pernah liat,” gumamnya pelan. Shilla melanjutkan aksi stalkingnya.

@AchaVanessa : Aku kangen kamu jugaa luvvykuu @MarioRvndtya {} Doain aja aku cepet pulang yaa;”) Lafyutuu luvvy<3

@AchaVanessa : Kangen Indonesia…… kangen kamu juga luvvykuu{}{}

@AchaVanessa : I just wanna say I love you & I miss you, Luvvy :’)

@AchaVanessa : I want to kill u @AdelLaurent XD Crazy u -_-

@AchaVanessa : Luvvy, u know what I think now? I really really MISS u, honey :” Miss miss miss u so much!

          “Kayaknya yang namanya Acha ini seumuran sama Kak Rio, deh. Etapi gatau juga, sih-_-” gumam Shilla. Shilla akhirnya memutuskan untuk kembali membaca tweet2 yang berada di berandanya.

@IfyNCalyssa : Oh, pacarnya seumuran sama ‘dia’ toh :’D

@KkaFndyarga : Where r u?

          Shilla memicingkan matanya. “@KkaFndyarga? Kok nggak asing ya?” Tanya Shilla. Shilla kemudian meng-klik account tersebut.

Cakka
@KkaFndyarga
Jekardah

          “WHAT?! KAK CAKKA JUGA FOLLOWING GUE? DEMI APA NEW RIVAL GUE JADI FOLLOWING GUE??” pekik Shilla sangking kagetnya.
          “NASHILLA! Jangan berisik bisa nggak? Gue nggak bisa fokus ngerjain tugas, nih! Ah, lo mah ribut terus kerjaannya!” kesal Pricill yang berada di depan pintu kamar Shilla. Shilla memberengut, “Iya, Kak. Gue kaget tadii” balas Shilla.
Shilla kembali memerhatikan tweet Cakka barusan. “Where are you? Dia lagi cari siapa coba?” tanyanya. “Ah, udah ah. Mending gue mentionan sama my babe Ify aje.” Lanjutnya.

@IfyNCalyssa : Patah hati gue :”
                
@AshillaNyyr : Alay lo :P RT @IfyNCalyssa : Patah hati gue :”

@IfyNCalyssa : Ribut ah lo, Cil-_- RT @AshillaNyyr : Alay lo :P RT @IfyNCalyssa : Patah hati gue :”

@AshillaNyyr : Biarin :P Abisan, lo mikirin cowok terus -_- Move on kek! :D @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Baru juga gue maju perang, masa mundur duluan?-_- RT @AshillaNyyr : Biarin :P Abisan, lo mikirin cowok terus -_- Move on kek! :D

@AshillaNyyr : Yaudah, deh. Udah malem nih. Gue tidur dulu yak? Byeee Ipyyyy @IfyNCalyssa :P wkwkwk

          Shilla terkekeh membayangkan ekspresi Ify saat membaca mentionnya. “Haduh, mending gue tidur aja deh.”
***
Ify melotot membaca mention Shilla terhadapnya. “Ya Allah, Cilla… Setelah lo puas ejekin gue, lo langsung tidur aja? Dasar, sahabat macam apa ini?” kesal Ify.

@IfyNCalyssa : Ogitu ya.. Setelah lo gangguin gue, lo langsung tidur gitu aja. Bagus banget lo @AshillaNyyr -_-

@IfyNCalyssa : But, have a nice dream ya sayangkuuhh @AshillaNyyr :D Haha

@IfyNCalyssa : Yahh, nggak ada temen mentionan lagi gue :’( Hiks

@MarioRvndtya : Mention! :D RT @IfyNCalyssa : Yahh, nggak ada temen mentionan lagi gue :’( Hiks

          Ify langsung berteriak histeris saat melihat notifikasinya. “Alhamdulillah! Kak Rio nge-mention gueee”. “Huft, tapi gue tetep harus inget. Kak Rio udah punya pacar. Jangan sampe gue di cap sebagai PHO.” Ujar Ify mengingatkan dirinya sendiri.

@IfyNCalyssa : Hehe, ada kak rio ternyata @MarioRvndtya :B

@MarioRvndtya : Kenapa belum tidur dek? Drtdi gue liat tweet lo, kayaknya lagi galau ya? :P @IfyNCalyssa

          ‘Iya, gue galau karena elo, Kak.’ Ucap Ify dalam hati.

@IfyNCalyssa : Duh, ketauan XD @MarioRvndtya

          Sambil menunggu balasan mention dari Rio, Ify membuka notifikasinya. Ternyata ada 2 notifikasi yang masuk.

@AchaVanessa : Follback ya @IfyNCalyssa :) Salam kenal!^^

Cakka, Vanessa Rishya followed you

@KkaFndyarga : Follback dek @IfyNCalyssa. Thanks before
                                      
@IfyNCalyssa : Done :) RT @AchaVanessa : Follback ya @IfyNCalyssa :) Salam kenal!^^

@IfyNCalyssa : Done kak (y) RT @KkaFndyarga : Follback dek @IfyNCalyssa. Thanks before

          Ify sedikit kaget saat melihat Acha-pacar Rio- yang ternyata mem-follow­nya di twitter. “Duh, kira-kira pacarnya Kak Rio marah gak ya, pas tau kalau gue mentionan sama Kak Rio?” bimbang Ify.

@AchaVanessa : Thanks ya;) Intro boleh? @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Urwelcome^^ Boleh, dong! Ify Calyssa, g10, 14 y.o otw(?) 15 y.o, Jakarta :) Introback? @AchaVanessa

@AchaVanessa : Vanessa Rishya, 16 y.o, Canberra:) Tpi asli Indonesia kokk. Hanya aja lgi ikut papa yg ditugasin disini :B

          “Pantes aja kayaknya Kak Rio sayang banget sama Kak Acha. Ternyata Kak Acha orangnya baik, ramah, & enak diajak ngobrol juga.” Gumam Ify.

@IfyNCalyssa : Eh, ternyata lebih tua:D Hehe, maaf yah @AchaVanessa. Oh, jadi ntar balik ke Indonesia lagi dong?

@AchaVanessa : Gapapa kok dek ;) Iya, pasti bakal balik ke Indonesia lagi. Tpi nggak tau kapan:” @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Oh.. Btw, jangan pake embel2 ‘dek’ ya kak? Panggil ‘Ify’ aja:B hehe @AchaVanessa

@AchaVanessa : Gitu ya? Duh, maaf ya.. Seneng banget bisa punya temen baru dari Indonesia:B @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Never mind kak;) Sama dong! :D Tpi bedanya, aku seneng karna punya temen baru dari Aussie :)) @AchaVanessa

@AchaVanessa : Hihi. Nice to meet you yaah :) @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Nice to meet you too kak @AchaVanessa ^^ Aku tidur dulu ya kak! Besok mau sekolah soalnya :3

@AchaVanessa : Eh, oke deh. Nice dream ya dek{} @IfyNCalyssa

@IfyNCalyssa : Sipp, makasih kak @AchaVanessa {}

          “Hm, Kak Rio gak bales mention guee u,u” ujar Ify. “But, I have one fact again of Acha. Dia orangnya penyayang.”


-To Be Continued-

Senin, 05 Januari 2015

Still Loving You : Welcome to the New School!

Diposting oleh Nad di 05.10 0 komentar
HALLLOOOOOOOO!!!
Maap ngaret pake BEGETE. Maklum, gue udah kelas 9 :3 hehe
Tugas numpukpukpukpukkkk!!!
Jadi, semua cerbung & cerpen gue pada belum dilanjuttt -,-
Maap banget yak. Buat cerbung ADP, gue usahain bakal dilanjut secepatnya ;)
Lagi buntu ide soalnyaaa u.u
ENJOY! (:


Still Loving You : Welcome to the New School!

Perkenalan tokoh.
1. Ashilla Nayyara
Shilla panggilannya. Cukup banyak yang mengenal gadis ini. Gadis ini dikenal dengan pribadi yang baik, ramah, ceria & supel. Gadis ini baru saja masuk ke SMA Global Indonesia.

2. Pricilla Allena
Gadis ini akrab disapa Pricill/Icil. Gadis ini merupakan kakak dari Shilla. Umur gadis ini lebih tua 4 tahun dari Shilla. Gadis ini kuliah di salah satu Universitas swasta, yaitu Global University (yang berada 1 komplek dengan sekolah Shilla, SMA Global Indonesia). Gadis ini dikenal sebagai sosok yang ramah, dewasa, & perhatian.

3. Naify Calyssa
Ify. Begitulah orang memanggilnya. Gadis ini merupakan sahabat Shilla. Ia sudah bersahabat dengan Shilla sejak kelas 7 SMP. Gadis ini merupakan sosok yang ceria, ramah, & cukup dewasa. Ia bersekolah di SMA Global Indonesia, sama seperti Shilla.

4. Fero Alwando
Pemuda ini akrab disapa Fero. Fero merupakan kekasih Pricill semenjak 1 tahun yang lalu. Fero adalah sosok yang dewasa, penyayang, & ramah. Fero kuliah semester 4 di Universitas yang sama dengan Pricill, Global University.
***

          Shilla menatap dirinya sekali lagi didepan cermin. Dengan mulut yang terbuka, Shilla memegang ikatan rambutnya. Rambutnya diikat kepang 2. Omaigat! Gue udah kayak anak cupu aja, batin Shilla. Kaos kaki kanan berwarna kuning, & kaos kaki kiri berwarna pink. Rompi terbuat dari karung, serta tas selempang dari kantong kresek hitam. Tak lupa, kacamata ber-frame cokelat membingkai mata bulatnya. Membuatnya wajahnya terkesan imut, namun tampak cupu bagi sang empunya.
Gue lebih mirip gembel daripada anak sekolah.’ Batin Shilla kesal. Shilla keluar dari kamarnya, dan berjalan menuruni tangga sambil menghentakkan kaki. Dengan wajah yang ditekuk 7x, Shilla duduk disamping Pricill yang sedang memakan sarapannya.
“Uhuk uhukk” Pricill terbatuk saat melihat penampilan Shilla. “HAHAHAHAHAHAHA”, Shilla semakin menekuk wajahnya saat mendengar tawa Pricill yang membahana(?). ‘Untung gak ada mama & papa.’ Batin Shilla lagi.
“Udah deh, kak. Jangan ketawain mulu. Ini kerjaan senior nyuruh gue berpenampilan kayak GEMBEL gini.” Jutek Shilla sambil menekan kata yang di capslock.
Pricill mencoba menghentikan tawanya. Setelah tawanya mereda, ia menoleh kearah Shilla yang sedang memakan roti disampingnya. “Sorry sorry. Maklum, gue baru pertama kali ngeliat spesies gembel kayak lo,” ujar Pricill kalem yang membuat Shilla mencak-mencak.
“Ah, udah ah. Jadi males gue sarapan. Cepetan makannya, kak Icil! Jangan lemot-lemot!” Ujar Shilla sambil berjalan ke halaman rumah. Sambil tertawa, Pricill berjalan mengikuti Shilla yang sudah memasuki Yaris merah milik Pricill. Pricill memasuki kursi kemudi, dan mulai menjalankan mobil.

        #SMA GLOBAL INDONESIA
Sesampainya di depan pintu gerbang SMAGIND(SMA Global Indonesia), Shilla segera keluar dari mobil.
“Thanks, kak Icil,” ujar Shilla.
Pricill mengangguk, “You’re welcome, say. Lo pulang jam berapa nanti?” Tanya Pricill.
“Jam 11,” jawab Shilla.
“Oh, oke. Nanti gue jemput. Bye! Have fun ya di sekolah baru.” Ujar Pricill dan menjalankan mobilnya meninggalkan SMAGIND.
Shilla menghembuskan nafas pelan, dan menatap pintu gerbang SMAGIND yang menjulang tinggi. ‘Gak gue nyangka bisa masuk sekolah ini.’ Batin Shilla. Shilla berjalan memasuki SMAGIND.
“CIILLAAA! TUNGGUIN GUE!!” teriak seseorang dari arah belakang Shilla.
Shilla menoleh, dan mendapati Ify yang sedang berlari kecil menghampirinya. Ia menatap Ify yang tampilannya hampir sama dengan dirinya.
Ify memakai rompi dari karung, tas selempang dari kantong kresek putih, kaos kaki kiri berwarna biru muda, kaos kaki kanan berwarna toska, dan tak lupa kacamata ber-frame besar membingkai matanya yang bening. Membuat wajahnya tampak bukan seperti anak SMA, melainkan seperti anak SD. Satu lagi, Ify terbiasa memanggila Shilla dengan sebutan ‘Cilla’.
“Hallo, Fy! Lo imut banget, deh, pake kacamata itu.” Sapa Shilla disertai pujiannya yang membuat Ify tertawa.
“Biasa aja kali, Cil. Gue malah ngerasa kayak anak cupuuu. Elo tuh yang imut,” balas Ify.
“Hadohhh. Daripada kita tengkar siapa yang paling imut, mending kita langsung ke lapangan aja. 5 menit lagi kita bakal ngumpul.” Usul Shilla yang langsung disetujui oleh Ify.
“Cil, kok gue ngerasa ada yang kurang sama elo, ya?” Tanya Ify sambil melihat Shilla dari atas sampai bawah.
“Apaan, Fy?” Tanya Shilla bingung.
Ify menjentikkan jarinya. “Nah, gue inget! Kalung yang sering lo pake itu mana? Yang kata elo, itu kalung pemberian dari Ra.. Ra.. Ragi… Raga. Nah, iya Raga! Mana tuh kalung?” Tanya Ify dan semoat mengingat-ingat nama pemuda yang –bisa dibilang- cinta pertama Shilla.
“Ada, kok. Gue simpen di rumah.” Jawab Shilla.
“Tumben? Biasanya lo pake terus tuh kalung,”
“Lagi pengen aja, Ifyy.. Lo kok hari ini bawel banget, sih? Udah, deh. Yang penting, kalung itu gak ilang.” Jawab Shilla-lagi- disertai cubitan gemasnya di pipi Ify.
Ify menggerutu. “Iya iya.”
Shilla terkekeh. Lalu keduanya mulai memasuki lapangan SMAGIND yang sangat luas, mencari teman-teman SMP keduanya yang mungkin juga memasuki SMA elite itu.
***
----
SKIP BENTAR! :3
Halloo! Author mau minta tolong nihh
Buat yang baca, tolong promosiin cerbung2 ini secara besar-besaran dongg
Terserah, deh. Mau promosiin di Facebook/twitter
Ntar yang beruntung, Author bakal kasih 1 cerpen bonus buat orang itu;)
Alur ceritanya bisa di request, couple utamanya bisa di request, pokoknya akan Author buatin sesuai requestnya :)
Tapi hanya untuk 2 orang ya?
Jadi, masing-masing request 1 cerita
Semakin banyak yang baca cerita2 Author,
semakin semangat juga Author lanjutin ceritanya;)
Facebook Author – Karima Nada Medina (http://facebook.com/karima.n.medina)
Twitter Author - @Karima_NM
Yang mau nanya-nanya, bisa di Ask.fm – ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Terimakasihhhh :**
----
Seluruh peserta MOS sudah berkumpul di lapangan SMAGIND. Hingga akhirnya, pengurus OSIS SMAGIND berkumpul & bersiap untuk memperkenalkan diri masing-masing.
“Harap tenang!” ujar seorang pemuda berkulit sawo matang. Siswi MOS langsung berteriak riuh saat melihat pemuda itu. Sedangkan Shilla hanya melengos saat melihat pemuda itu sedang menebarkan senyumnya, ‘Sok-sok tebar pesona. Cuih’ batin Shilla. Jujur saja. Shilla tidak menyukai cowok yang suka tebar pesona. Kesannya kayak playboy-menurutnya-.
“Aaaa gilaaa. Ganteng bangettttt” histeris Ify yang berada disamping Shilla.
Shilla mendelik sebal. “Fy, please, deh. Lo jangan ikutan norak.” Ujar Shilla dingin.
Ify merengut, “Cilla mah gituuu. Ini berdasarkan fakta, Cil. Kakak OSIS itu tuh ganteng bangett. Tapi gue Cuma kagum, sih. Bukan alay kayak mereka,” ujar Ify sambil menunjuk beberapa siswi didekat mereka yang sibuk memfoto Cakka. Shilla melongo melihatnya. Sedetik kemudian, Shilla menggeleng-gelengkan kepalanya & memilih untuk diam.
“Oke. Kenalin, nama kakak, Cakka Farandyarga. Cukup panggil ‘Kak Cakka’. Kakak ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2. Kakak harap, kalian bisa betah sekolah di SMAGIND, dan kalian bisa mempertahankan prestasi-prestasi yang telah SMAGIND capai.” Cakka-pemuda tadi- menatap barisan-barisan peserta MOS, hingga pandangannya tak sengaja menatap Shilla yang sedang mencibir. ‘Kenapa gue ngerasa pernah kenal sama tuh cewek, ya?’ batin Cakka. Sedetik kemudian, Cakka mengangkat bahu acuh.
“Sekian perkenalan dari kakak, kita lanjutkan ke anak OSIS yang lain.” Ujar Cakka mengakhiri perkenalan darinya.
Gantian seorang pemuda yang tampak lebih tinggi dari Cakka, dengan kulit hitam manis. Sebelum berbicara, pemuda itu sempat tersenyum & memperlihat sepasang gingsulnya. “Hallo, guys! Nama kakak, Mario Revanditya. Panggil aja ‘Kak Rio’. Kakak wakil ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2, sama seperti kak Cakka. Harapan kakak, kalian bisa belajar lebih baik lagi di SMAGIND, jangan sampai kalian mengecawakan orang tua kalian yang sudah mempercayai sekolah ini sebagai tempat kalian menuntut ilmu.” Ujar Rio. Sama seperti Cakka, siswi MOS langsung bertepuk tangan riuh. Bahkan, ada beberapa siswi yang berteriak histeris.
“OMG!! Kak Rio gak kalah ganteng, deh, sama kak Cakka..” ujar Ify.
Shilla memutar kedua bola matanya gemas. “Ifyy.. Please, deh.” Ujar Shilla yang hanya dibalas cengiran oleh Ify. Beberapa OSIS sudah memperkenalkan dirinya.
“Ya, sekian perkenalan dari OSIS SMAGIND, sekarang silahkan kalian memasuki kelas yang sudah ditentukan. Daftar kelas, bisa kalian lihat di beberapa mading yang berada di sekitar SMAGIND. Terima kasih.” Setelah berucap seperti itu, Cakka & pengurus OSIS lainnya segera berpencar kearah kelas-kelas. Begitupun dengan peserta MOS. Mereka segera mencari mading dan mulai memasuki kelas masing-masing.
***
Shilla dan Ify berjalan beriringan kearah kelas X-3 yang merupakan kelas keduanya selama MOS & selama keduanya berada dikelas X. “Fy, kok gue ngerasa gak asing pas ngeliat wajah kak Cakka, ya?” Tanya Shilla.
“Mungkin lo pernah ketemu sama dia, maybe? Ntah itu di mall, taman, atau tempat-tempat lainnya.” tebak Ify.
“Ya, maybe.” Sahut Shilla. Saat keduanya sampai di kelas X-3, keduanya segera duduk di bangku urutan kedua dari depan(?). Keduanya duduk sambil menunggu pengurus OSIS yang akan menjadi tentor di kelasnya.
Sekitar 15 menit kemudian, tampak 3 orang pengurus OSIS memasuki kelas X-3. Yaitu Cakka, Rio, & Sivia(sepupu Ify).
“Selamat pagi, guys!” sapa Via ceria.
“PAGI JUGA, KAK!” sahut penghuni(?) kelas X-3 kompak.
“Untuk hari ini, kegiatan kita Cuma perkenalan tentang SMAGIND, kok. Di hari kedua, kita bakal keliling SMAGIND buat ngeliat fasilitas-fasilitas apa aja yang ada di SMAGIND sekaligus demo ekskul. Dan di hari terakhir, akan ada upacara penutupan.” Jelas Rio. Beberapa siswi terus berbisik-bisik melihat Rio & Cakka yang sedari tadi terus tersenyum. Bukan berniat untuk tebar pesona, tapi keduanya memang terkenal sebagai sosok yang murah senyum.
“Oke, kakak bakal jelasin sekilas sejarah berdirinya SMAGIND. Blablablabla” Sivia terus berceloteh mengenai sejarah singkat SMAGIND. Seluruh penghuni kelas X-3 ikut menyimak.
“Jadi gitu, dek. Makanya SMAGIND didirikan.” Sivia mengakhiri ceritanya dan dibalas anggukan paham oleh siswa X-3.
“Untuk sekarang, kalian diperbolehkan istirahat selama 30 menit. Kalian bisa ke cafetaria yang berada didekat taman belakang, atau kalian juga boleh berkeliling SMAGIND untuk melihat ruangan-ruangan yang ada.” Ujar Cakka. Setelah berkata seperti itu, Cakka, Rio & Sivia keluar dari kelas X-3. Sebelum keluar, Cakka sempat melirik Shilla yang sedang tersenyum saat beberapa temannya mengajak berkenalan. ‘Senyum itu…’ batin Cakka tertegun. Tak mau ambil pusing, Cakka langsung mengejar Rio & Sivia yang berada beberapa langkah didepannya.
***
          “Aduhhh. Ify kemana, sih?! Masa iya dia tega banget ninggalin gue sendirian di kelas?! Elahh gak setia kawan!” gerutu Shilla sambil berjalan tergesa-gesa mencari Ify. Bayangkan saja. Saat Shilla sedang memasukkan rompi karungnya ke dalam tas, ia sudah tak melihat Ify disampingnya.
Saat melewati tikungan, ‘BRUK’. Shilla menabrak seseorang. “Awww. Ya Allah.. Siapa, sih, yang nabrak gue? Jalan gak pake mata kali ya?” dumel gadis ini sambil mengurut pergelangan kaki kirinya yang sedikit sakit.
“Dimana-mana, orang jalan itu pake kaki. Bukannya pake mata,” komentar orang yang menabrak Shilla.
Shilla menggeram kesal. Ia mendongak menatap orang yang menabraknya. Seketika matanya terbelalak saat melihat siapa yang menabraknya. “KAK CAKKA?!” kaget Shilla. Setelah merasa pergelangan kakinya sudah tidak sakit lagi, Shilla langsung berdiri berhadapan dengan Cakka-orang yang menabraknya-.
“HEH! Lo gak bisa minta maaf? Lo nabrak gue dan gue jatoh. Seenggaknya, lo bantuin gue berdiri kek!” omel Shilla sambil berkacak pinggang.
“Penting buat gue?” sahut Cakka datar. Setelah itu, Cakka pergi meninggalkan Shilla yang sedang melongo.
“Omaigat,” lirih Shilla pelan. “Kenapa gue bisa ketemu sama cowok sok cool & gak punya hati kayak dia?” ujar Shilla dengan pandangan memelas.
“Ah, bodo amat. Aish, kenapa mood gue jelek banget, sih? Ck,” Shilla menghentakkan kakinya lalu berbalik arah menuju cafeteria sekolahnya.
***
Ify sedang memakan chicken pourridge-nya. Perutnya sudah benar-benar lapar. Pasalnya, ia tidak makan sejak kemarin malam. Ya, memang salahnya sendiri. Tapi ia melakukan hal itu bukan karena tanpa alasan. Ia kemarin malam sibuk membuat tas dari kantong kresek & rompi karung yang akan ia gunakan.
“Haduh, Cilla pasti marah sama gue. Soalnya gue ninggalin dia sendiri di kelas. Tapi ‘kan gue laper banget. Makanya gue ninggalin dia di kelas,” gumam Ify kepada dirinya sendiri.
“Tapi salah Cilla juga. Gue tadi udah manggil-manggil nama dia, eh dianya gak nanggepin,” gerutu Ify.
“IFYYY!! LO KENAPA NINGGALIN GUE??” teriak seseorang dari arah pintu masuk cafetaria. Ify menutup mulutnya kaget. Tamatlah sudah…
Shilla duduk dihadapan Ify dengan tatapan murka. “IFY! Lo kenapa ninggalin gue sendirian di kelas? Haduhh, gue bingung cari lo kemana-mana. Ish, tadi ada insiden pas gue nyariin elo. ARGH! Mood gue ANCUR! Omaigattt, today is my bad day ever!” ujar Shilla menggebu-gebu.
Ify menatap Shilla tanpa kedip. Ia menjauhkan mangkuk pourridge-nya yang sudah kosong. Ia menyesap teh hangatnya sedikit, lalu menempelkan punggung tangannya ke kening Shilla.
Shilla mengernyit heran. “Lo kenapa, sih, Fy?” tanya Shilla.
“Gakpapa. Gue takut lo kesambet aja,” sahut Ify kalem.
“Ya kagak lah, Fy-_-” ujar Shilla.
“Btw, lo nggak sarapan, Cil?” tanya Ify.
“Nggak, deh, Fy. Tadi gue udah sarapan di rumah.”
“Oh, yaudah. Balik ke kelas, yuk!” ajak Ify yang hanya dibalas anggukan oleh Shilla.

--TO BE CONTINUED—


HUAAAA!! Jelek banget ya hasilnya? T_T
Thanks buat yg udah baca^^
Keep read my stories ya;)

Byeee:*
 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos