Akhir
dari Penantianku *Part 19
Bel masuk sudah berbunyi. Bu Rika memasuki kelas XI-2
bersama seorang gadis yg sepertinya siswi baru. RAC & SIS terkejut melihat
siswi itu.
“Pagi anak-anak” sapa Bu Rika
“Pagi,
bu” sahut murid-murid
“Hari
ini kalian kedatangan teman baru. Nak, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Bu
Rika. Gadis itu mengangguk.
“Hai,
guys! Kenalin, nama gue Dea Christa. Panggil aja gue Dea. Gue pindahan dari SMA
Harapan Jaya, Medan. Semoga kita bisa menjadi temen dekat yaa!” ujar Dea.
“Yasudah.
Dea, silahkan kamu duduk dibelakang Ify” suruh Bu Rika. Dea sedikit kaget, lalu
memandang kearah Via & Ify. Dea tersenyum kaku, lalu berjalan kearah bangku
kosong dibelakang Ify. Dea semakin kaget saat melihat Rio, Alvin, Cakka, &
Shilla yg juga berada dikelas itu. Dea berdiri didekat kursi Via & Ify.
“Hai,
apa kabar?” sapa Dea
“Bukan
urusan lo!” ketus Via. Ify menyikut Via pelan, lalu melototkan matanya. Via mendengus
sebal.
“Baik
kok, De. Lo sendiri apa kabarnya? Kayaknya kita udah lama bget gak ketemu ya”
jawab Ify ramah. Via & Shilla yg berada didekat Ify, langsung melongo
melihat reaksi Ify.
“Syukur
deh klu gitu. Gue juga baik, kok” balas Dea. Kemudian, Dea duduk dibangkunya,
& mengikuti pelajaran Bu Rika dg tertib.
***
#Istirahat
SIS
& RAC sedang menunggu pesanan mereka di kantin.
“Hai.
Gue boleh gabung?” tnya Dea sambil membawa nampan berisi semangkuk bakso &
segelas es jeruk.
“Ng-”
“Boleh
kok, De. Duduk aja” jawab Ify. Shilla melengos karna ucapan dipotong oleh Ify.
RAC & Shilla hnya diam.
“Thanks”
ujar Dea sambil duduk disamping Ify.
“Hai
Yo, Kka, Vin, apa kabar?” Tanya Dea
“Baik”
jawab Rio ketus. Dea tersenyum kecut menanggapi jawaban Rio. Hening. Pesanan
RAC & SIS datang. Mereka makan dalam diam. Tak ada yg angkat bicara.
“Hening
bget, sih? Hahaha. Kyk kita baru ketemu aja” ujar Ify memecah keheningan.
Yg lain hnya tersenyum kaku. Tak lama kemudian, bel
masuk berbunyi. RAC, SIS, & Dea bergegas ke kelas.
#Di
Kelas
“Anak-anak,
hri ini ibu ada keperluan. Jdi, untuk pelajaran hri ini, kalian bebas. Ibu
permisi dulu” pamit Bu Tika, guru geografi.
“YEAYYY!!”
suara sorak-sorai kelas XI-2 terdengar.
Ify
sedikit bingung melihat Rio yg sedari tadi hanya diam. Ify memutuskan untuk
mendekati Rio.
“Yo?”
panggil Rio yg sudah berada disamping Rio
Rio
terlonjak, “Hah? Ada apa, Fy?” Tanya Rio
Ify
mendengus, “Lo tuh yg kenapaaa?? Lo kenapa dritdi diem aja?” Tanya Ify balik
“Gue?
Gue gk kenapa-napa, kok” elak Rio
Ify
menarik tangan Rio, lalu membawanya keluar kelas.
“Fy,
Fy, Fy, kita mau kemana?” Tanya Rio bingung.
“Ke
taman belakang” jawab Ify.
RAC
minus Rio, & SIS minus Ify mengerutkan keningnya saat melihat RiFy keluar
dri kelas.
“Rio
sm Ify mau kemana, tuh?” tnya Cakka
“Gak
tau. Tpi biarin aja” jawab Shilla
“Iya.
Biarin aja lah mereka” sahut Via santai yg dibalas anggukan oleh Alvin.
“Yaudah”
ujar Cakka.
Dea
yg melihat Rio & Ify keluar kelas, hanya tersenyum miris.
‘Gue
pengen minta maaf sama lo, Yo’ batin Dea.
***
#Di
Taman Belakang
Rio
& Ify duduk dibangku taman. Rio hnya diam.
“Yo,
lo kenapa, sih??” tnya Ify
“Gue
gk kenapa-napa, Fy..” jawab Rio
“Apa
ini gara-gara Dea?” telak. Rio terdiam mendengar tebakan Ify.
“Yo,
klo lo msih nganggep gue sahabat lo, tolong cerita sama gue” ujar Ify. Rio
masih diam.
“Yo,
pleasee” mohon Ify
Rio
menghela nafas panjang. “Fy, gue.. Gue capek, Fy. Gue kaget karna.. Karna Dea
balik lgi” jelas Rio
“Gue
udh ngelupain Dea, Fy. Gue udh bener2 lupain Dea. Tpi knpa dia dateng lgi, Fy?
Kenapaa?? Apa dia gak inget atas apa yg udh dia lakuin ke gue? Apa dia belum
puas udh buat gue terpuruk dulu??” tnya Rio histeris. Ify reflex memeluk Rio.
Membantu menenangkan Rio.
“Yo,
Dea pasti bermaksud baik..” hibur Ify
“…”
tak ada jawaban dari Rio
“Kenapa
gue bisa bilang Dea baik? Karene tiap gue liat mata Dea, disana ada ketulusan,
Yo. Dea gak bermaksud membuka luka lama dihati lo..” lanjut Ify
“…”
Rio msih tak bergeming
“Yo?”
panggil Ify lagi
“Hftt..
Oke, gue coba pikirin lagi” ujar Rio akhirnya
Ify
tersenyum lega, “Yaudah. Ke kelas, yuk!” ajak Ify. Rio mengangguk. Mereka
berjalan ke kelas.
***
RiFy
telah sampai dikelas. Kelas terdengar sangat rebut. RAC minus Rio, SIS minus
Ify, & Dea menatap RiFy yg memasuki kelas.
“Kalian
drimna?” Tanya Cakka
“Kepo
lo, Kka” jawab Rio
“Yaelah.
Gue serius, woy! Lo berdua drimana?” ulang Cakka
“Haduh,
Kka. Biarin aja. Mungkin mereka lgi fallin’ in love” goda Shilla
“Apaan,
sih! Kita dari taman belakang” jawab Ify menutupi rasa saltingnya. Sedangkan
Rio hnya menggaruk2 kepalanya yg tidak gatal.
“Ciee
salting” goda Via. Ify memelototi Via yg sudah terkikik melihat wajah Ify yg
mulai memerah. Dea ikut tertawa melihat RAC & SIS. Rasa bersalah
melandanya. Ia sangat-sangat bersalah karna pernah memperlakukan Ify secara
kurang baik. Ia bersalah, karna ia pernah merebut kebersamaan Rio & Ify.
Dan ia berjanji, akan menebus semua kesalahannya sebelum…
“De,
mau ikut ke kantin gak?” tnya Ify membuyarkan lamunan Dea. Dea mengangguk
kecil, lalu berjalan berdampingan dg Ify.
#Kantin
RAC,
SIS, & Dea mengambil tempat duduk yg berada di pojok kanan kantin.
“Emm,
guys. Gue mau pesen makanan dulu. Kalian mau pesen apa?” tnya Dea hati-hati
“Samain
aja, De” jawab Ify. Dea mengangguk, lalu beranjak ketempat pemesanan yg cukup
jauh dri tempatnya duduk.
Via
& Shilla mengalihkan tatapannya ke arah Ify. Ify yg merasa sedang
diperhatikan, langsung menoleh kea rah Via & Shilla. Ify mengernyit heran,
“Ada
apa?” tnyanya
“Lo
terlalu baik” ujar Shilla
“Loh,
emangnya knpa?” tnya Ify bingung
“Ify..
Dia udh ngerebut Rio dri elo. Apa lo msih gak kesel sama dia?” tnya Via
berbisik
Ify
terkekeh, “Yaampun, Vi. Itu udh lama bget. Lupain aja” sahutnya santai
“Tpi,
Fy-”
“Apa
salahnya kita kasi kesempatan kedua buat Dea? Gue yakin, Dea yg sekarang udh
berubah” ujar Ify. Shilla memanyunkan bibirnya karna Ify yg memotong ucapannya.
RAC yg semulanya sibuk memainkan gadget, langsung menoleh ke Ify.
“Maksud
lo, Fy?” tnya Alvin
Ify
menghela nafas, “Maksud gue, gak selama-lamanya kita gak maafin Dea. Kasian
dia. Tuhan aja mau memaafkan kesalahan hambanya kan? Masa kita nggak? Dea udh
berubah, Dea-”
“Tpi
itu bisa jdi hnya topeng dia, kan?” potong Cakka
“Kka,
gue ngeliat Dea dri matanya. Mata gak bisa bohong, Kka. Gue liat, di mata Dea
itu ada ketulusan, yg dibelakangnya terdapat rasa bersalah yg sangat dalam”
sahut Ify. RAC & SIS minus Ify terdiam. Mencerna setiap kata yg Ify
ucapkan.
“Jadi
kita harus gmna?” tnya Alvin
“Jangan
diemin Dea terus. Mau gmnapun juga, Dea ank baru disini. Cuma kita yg dia
kenal. Jangan balas dia dg sikap dingin & ketus kalian” jawab Ify
Via
membuka mulutnya untuk melucurkan protes
“Vi,
gue Tanya sama lo. Gmna rasanya kalo lo ada di posisi Dea?” tnya ify. SKAK. Via
terdiam.
“Jadi
gue mohon ke kalian. Ubah sikap kalian ke Dea” ujar Ify yg dibalas anggukan
pasrah dari teman2nya. Ify tersenyum lega.
“Hai.
Nih, gue bawain roti bakar sama jus buat kalian” ujar Dea sambil membawa nampan
berisi pesanannya.
“Thanks,
De” ujar Via & Shilla bersamaan. Dea sempat terkejut, sedetik kemudian ia
tersenyum lalu mengangguk.
“Gue
udh bayarin. Anggap aja gue lgi traktir kalian” ujar Dea sambil mulai memakan
rotinya
“Oke, De. Makasih yaa:)” sahut Ify. Mereka pun memakan
roti bakar yg sudah dipesan Dea. Setelah selesai makan, ketujuhnya kembali
kekelas. Karna, 15 menit lgi bel pergantian jam berbunyi. Mereka berlari-lari
kecil karna jarak antara kantin & kelas mereka yg cukup jauh.
RAC,
SIS, & Dea segera duduk dibangkunya masing-masing. Dan tepat saat mereka
duduk, bel pergantian jam berbunyi. Semua sibuk mengeluarkan buku Biologi. Pak
Dito, guru Biologi, memasuki kelas.
“Siang
anak-anak” sapa Pak Dito
“Siang
pak” sahut murid-murid
“Hari
ini saya akan membagi kelompok. 1 kelompok berisi 7 orang. Karena dikelas ini
ada 31 orang, jadi ada 3 orang yg saya masukkan kekelompok 1, 2, & 3.”
“….
Kelompok 4: Ashilla Zahrantiara, Alvin Jonathan, Alyssa Saufika, Cakka Kawekas,
Dea Christa, Mario Stevaditya, & Sivia Azizah. Tugas sudah saya tempel di
mading. Tugas dikumpulkan bulan depan. Untuk saat ini, silahkan kalian ke
mading, lalu diskusikan tentang tugas kelompok kalian. Saya tinggal dulu, karna
saya ada urusan. permisi” ujar pak Dito
“Ckckck.
Kyknya hri ini kita kebanyakan free-nya ya?” tnya Cakka
“Yaa
begitulah” sahut Rio. Kemudian mereka segera ke mading untuk melihat apa tugas
mereka.
***
#ToBeContinued;)
Huaaa akhirnya selesai
jugaa >,<
Maap ngaret. Soalnya
kemarin sibuk UKK T_T
Trims yg udh baca;)
Author : @Karima_NM (Ini
uname baru author:3)
See yaaa!!!!
