Kamis, 26 Juni 2014

Akhir dari Penantianku *Part 19

Diposting oleh Nad di 05.21 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 19

          Bel masuk sudah berbunyi. Bu Rika memasuki kelas XI-2 bersama seorang gadis yg sepertinya siswi baru. RAC & SIS terkejut melihat siswi itu.
          “Pagi anak-anak” sapa Bu Rika

“Pagi, bu” sahut murid-murid

“Hari ini kalian kedatangan teman baru. Nak, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Bu Rika. Gadis itu mengangguk.

“Hai, guys! Kenalin, nama gue Dea Christa. Panggil aja gue Dea. Gue pindahan dari SMA Harapan Jaya, Medan. Semoga kita bisa menjadi temen dekat yaa!” ujar Dea.

“Yasudah. Dea, silahkan kamu duduk dibelakang Ify” suruh Bu Rika. Dea sedikit kaget, lalu memandang kearah Via & Ify. Dea tersenyum kaku, lalu berjalan kearah bangku kosong dibelakang Ify. Dea semakin kaget saat melihat Rio, Alvin, Cakka, & Shilla yg juga berada dikelas itu. Dea berdiri didekat kursi Via & Ify.

“Hai, apa kabar?” sapa Dea

“Bukan urusan lo!” ketus Via. Ify menyikut Via pelan, lalu melototkan matanya. Via mendengus sebal.

“Baik kok, De. Lo sendiri apa kabarnya? Kayaknya kita udah lama bget gak ketemu ya” jawab Ify ramah. Via & Shilla yg berada didekat Ify, langsung melongo melihat reaksi Ify.

“Syukur deh klu gitu. Gue juga baik, kok” balas Dea. Kemudian, Dea duduk dibangkunya, & mengikuti pelajaran Bu Rika dg tertib.
***
          #Istirahat
SIS & RAC sedang menunggu pesanan mereka di kantin.

“Hai. Gue boleh gabung?” tnya Dea sambil membawa nampan berisi semangkuk bakso & segelas es jeruk.

“Ng-”

“Boleh kok, De. Duduk aja” jawab Ify. Shilla melengos karna ucapan dipotong oleh Ify. RAC & Shilla hnya diam.

“Thanks” ujar Dea sambil duduk disamping Ify.

“Hai Yo, Kka, Vin, apa kabar?” Tanya Dea

“Baik” jawab Rio ketus. Dea tersenyum kecut menanggapi jawaban Rio. Hening. Pesanan RAC & SIS datang. Mereka makan dalam diam. Tak ada yg angkat bicara.

“Hening bget, sih? Hahaha. Kyk kita baru ketemu aja” ujar Ify memecah keheningan.

Yg lain hnya tersenyum kaku. Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. RAC, SIS, & Dea bergegas ke kelas.
#Di Kelas
“Anak-anak, hri ini ibu ada keperluan. Jdi, untuk pelajaran hri ini, kalian bebas. Ibu permisi dulu” pamit Bu Tika, guru geografi.

“YEAYYY!!” suara sorak-sorai kelas XI-2 terdengar.

Ify sedikit bingung melihat Rio yg sedari tadi hanya diam. Ify memutuskan untuk mendekati Rio.

“Yo?” panggil Rio yg sudah berada disamping Rio

Rio terlonjak, “Hah? Ada apa, Fy?” Tanya Rio

Ify mendengus, “Lo tuh yg kenapaaa?? Lo kenapa dritdi diem aja?” Tanya Ify balik

“Gue? Gue gk kenapa-napa, kok” elak Rio

Ify menarik tangan Rio, lalu membawanya keluar kelas.

“Fy, Fy, Fy, kita mau kemana?” Tanya Rio bingung.

“Ke taman belakang” jawab Ify.

RAC minus Rio, & SIS minus Ify mengerutkan keningnya saat melihat RiFy keluar dri kelas.

“Rio sm Ify mau kemana, tuh?” tnya Cakka

“Gak tau. Tpi biarin aja” jawab Shilla

“Iya. Biarin aja lah mereka” sahut Via santai yg dibalas anggukan oleh Alvin.

“Yaudah” ujar Cakka.

Dea yg melihat Rio & Ify keluar kelas, hanya tersenyum miris.

‘Gue pengen minta maaf sama lo, Yo’ batin Dea.
***
#Di Taman Belakang

Rio & Ify duduk dibangku taman. Rio hnya diam.

“Yo, lo kenapa, sih??” tnya Ify

“Gue gk kenapa-napa, Fy..” jawab Rio

“Apa ini gara-gara Dea?” telak. Rio terdiam mendengar tebakan Ify.

“Yo, klo lo msih nganggep gue sahabat lo, tolong cerita sama gue” ujar Ify. Rio masih diam.

“Yo, pleasee” mohon Ify

Rio menghela nafas panjang. “Fy, gue.. Gue capek, Fy. Gue kaget karna.. Karna Dea balik lgi” jelas Rio

“Gue udh ngelupain Dea, Fy. Gue udh bener2 lupain Dea. Tpi knpa dia dateng lgi, Fy? Kenapaa?? Apa dia gak inget atas apa yg udh dia lakuin ke gue? Apa dia belum puas udh buat gue terpuruk dulu??” tnya Rio histeris. Ify reflex memeluk Rio. Membantu menenangkan Rio.

“Yo, Dea pasti bermaksud baik..” hibur Ify

“…” tak ada jawaban dari Rio

“Kenapa gue bisa bilang Dea baik? Karene tiap gue liat mata Dea, disana ada ketulusan, Yo. Dea gak bermaksud membuka luka lama dihati lo..” lanjut Ify

“…” Rio msih tak bergeming

“Yo?” panggil Ify lagi

“Hftt.. Oke, gue coba pikirin lagi” ujar Rio akhirnya

Ify tersenyum lega, “Yaudah. Ke kelas, yuk!” ajak Ify. Rio mengangguk. Mereka berjalan ke kelas.
***
RiFy telah sampai dikelas. Kelas terdengar sangat rebut. RAC minus Rio, SIS minus Ify, & Dea menatap RiFy yg memasuki kelas.

“Kalian drimna?” Tanya Cakka

“Kepo lo, Kka” jawab Rio

“Yaelah. Gue serius, woy! Lo berdua drimana?” ulang Cakka

“Haduh, Kka. Biarin aja. Mungkin mereka lgi fallin’ in love” goda Shilla

“Apaan, sih! Kita dari taman belakang” jawab Ify menutupi rasa saltingnya. Sedangkan Rio hnya menggaruk2 kepalanya yg tidak gatal.

“Ciee salting” goda Via. Ify memelototi Via yg sudah terkikik melihat wajah Ify yg mulai memerah. Dea ikut tertawa melihat RAC & SIS. Rasa bersalah melandanya. Ia sangat-sangat bersalah karna pernah memperlakukan Ify secara kurang baik. Ia bersalah, karna ia pernah merebut kebersamaan Rio & Ify. Dan ia berjanji, akan menebus semua kesalahannya sebelum…

“De, mau ikut ke kantin gak?” tnya Ify membuyarkan lamunan Dea. Dea mengangguk kecil, lalu berjalan berdampingan dg Ify.

#Kantin
RAC, SIS, & Dea mengambil tempat duduk yg berada di pojok kanan kantin.

“Emm, guys. Gue mau pesen makanan dulu. Kalian mau pesen apa?” tnya Dea hati-hati

“Samain aja, De” jawab Ify. Dea mengangguk, lalu beranjak ketempat pemesanan yg cukup jauh dri tempatnya duduk.

Via & Shilla mengalihkan tatapannya ke arah Ify. Ify yg merasa sedang diperhatikan, langsung menoleh kea rah Via & Shilla. Ify mengernyit heran,

“Ada apa?” tnyanya

“Lo terlalu baik” ujar Shilla

“Loh, emangnya knpa?” tnya Ify bingung

“Ify.. Dia udh ngerebut Rio dri elo. Apa lo msih gak kesel sama dia?” tnya Via berbisik

Ify terkekeh, “Yaampun, Vi. Itu udh lama bget. Lupain aja” sahutnya santai

“Tpi, Fy-”

“Apa salahnya kita kasi kesempatan kedua buat Dea? Gue yakin, Dea yg sekarang udh berubah” ujar Ify. Shilla memanyunkan bibirnya karna Ify yg memotong ucapannya. RAC yg semulanya sibuk memainkan gadget, langsung menoleh ke Ify.

“Maksud lo, Fy?” tnya Alvin

Ify menghela nafas, “Maksud gue, gak selama-lamanya kita gak maafin Dea. Kasian dia. Tuhan aja mau memaafkan kesalahan hambanya kan? Masa kita nggak? Dea udh berubah, Dea-”

“Tpi itu bisa jdi hnya topeng dia, kan?” potong Cakka

“Kka, gue ngeliat Dea dri matanya. Mata gak bisa bohong, Kka. Gue liat, di mata Dea itu ada ketulusan, yg dibelakangnya terdapat rasa bersalah yg sangat dalam” sahut Ify. RAC & SIS minus Ify terdiam. Mencerna setiap kata yg Ify ucapkan.

“Jadi kita harus gmna?” tnya Alvin

“Jangan diemin Dea terus. Mau gmnapun juga, Dea ank baru disini. Cuma kita yg dia kenal. Jangan balas dia dg sikap dingin & ketus kalian” jawab Ify

Via membuka mulutnya untuk melucurkan protes

“Vi, gue Tanya sama lo. Gmna rasanya kalo lo ada di posisi Dea?” tnya ify. SKAK. Via terdiam.


“Jadi gue mohon ke kalian. Ubah sikap kalian ke Dea” ujar Ify yg dibalas anggukan pasrah dari teman2nya. Ify tersenyum lega.

“Hai. Nih, gue bawain roti bakar sama jus buat kalian” ujar Dea sambil membawa nampan berisi pesanannya.

“Thanks, De” ujar Via & Shilla bersamaan. Dea sempat terkejut, sedetik kemudian ia tersenyum lalu mengangguk.

“Gue udh bayarin. Anggap aja gue lgi traktir kalian” ujar Dea sambil mulai memakan rotinya

“Oke, De. Makasih yaa:)” sahut Ify. Mereka pun memakan roti bakar yg sudah dipesan Dea. Setelah selesai makan, ketujuhnya kembali kekelas. Karna, 15 menit lgi bel pergantian jam berbunyi. Mereka berlari-lari kecil karna jarak antara kantin & kelas mereka yg cukup jauh.
RAC, SIS, & Dea segera duduk dibangkunya masing-masing. Dan tepat saat mereka duduk, bel pergantian jam berbunyi. Semua sibuk mengeluarkan buku Biologi. Pak Dito, guru Biologi, memasuki kelas.

“Siang anak-anak” sapa Pak Dito

“Siang pak” sahut murid-murid

“Hari ini saya akan membagi kelompok. 1 kelompok berisi 7 orang. Karena dikelas ini ada 31 orang, jadi ada 3 orang yg saya masukkan kekelompok 1, 2, & 3.”

“…. Kelompok 4: Ashilla Zahrantiara, Alvin Jonathan, Alyssa Saufika, Cakka Kawekas, Dea Christa, Mario Stevaditya, & Sivia Azizah. Tugas sudah saya tempel di mading. Tugas dikumpulkan bulan depan. Untuk saat ini, silahkan kalian ke mading, lalu diskusikan tentang tugas kelompok kalian. Saya tinggal dulu, karna saya ada urusan. permisi” ujar pak Dito

“Ckckck. Kyknya hri ini kita kebanyakan free-nya ya?” tnya Cakka

“Yaa begitulah” sahut Rio. Kemudian mereka segera ke mading untuk melihat apa tugas mereka.
***
#ToBeContinued;)

Huaaa akhirnya selesai jugaa >,<
Maap ngaret. Soalnya kemarin sibuk UKK T_T
Trims yg udh baca;)

Author : @Karima_NM (Ini uname baru author:3)

See yaaa!!!!
 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos