Senin, 05 Januari 2015

Still Loving You : Welcome to the New School!

Diposting oleh Nad di 05.10 0 komentar
HALLLOOOOOOOO!!!
Maap ngaret pake BEGETE. Maklum, gue udah kelas 9 :3 hehe
Tugas numpukpukpukpukkkk!!!
Jadi, semua cerbung & cerpen gue pada belum dilanjuttt -,-
Maap banget yak. Buat cerbung ADP, gue usahain bakal dilanjut secepatnya ;)
Lagi buntu ide soalnyaaa u.u
ENJOY! (:


Still Loving You : Welcome to the New School!

Perkenalan tokoh.
1. Ashilla Nayyara
Shilla panggilannya. Cukup banyak yang mengenal gadis ini. Gadis ini dikenal dengan pribadi yang baik, ramah, ceria & supel. Gadis ini baru saja masuk ke SMA Global Indonesia.

2. Pricilla Allena
Gadis ini akrab disapa Pricill/Icil. Gadis ini merupakan kakak dari Shilla. Umur gadis ini lebih tua 4 tahun dari Shilla. Gadis ini kuliah di salah satu Universitas swasta, yaitu Global University (yang berada 1 komplek dengan sekolah Shilla, SMA Global Indonesia). Gadis ini dikenal sebagai sosok yang ramah, dewasa, & perhatian.

3. Naify Calyssa
Ify. Begitulah orang memanggilnya. Gadis ini merupakan sahabat Shilla. Ia sudah bersahabat dengan Shilla sejak kelas 7 SMP. Gadis ini merupakan sosok yang ceria, ramah, & cukup dewasa. Ia bersekolah di SMA Global Indonesia, sama seperti Shilla.

4. Fero Alwando
Pemuda ini akrab disapa Fero. Fero merupakan kekasih Pricill semenjak 1 tahun yang lalu. Fero adalah sosok yang dewasa, penyayang, & ramah. Fero kuliah semester 4 di Universitas yang sama dengan Pricill, Global University.
***

          Shilla menatap dirinya sekali lagi didepan cermin. Dengan mulut yang terbuka, Shilla memegang ikatan rambutnya. Rambutnya diikat kepang 2. Omaigat! Gue udah kayak anak cupu aja, batin Shilla. Kaos kaki kanan berwarna kuning, & kaos kaki kiri berwarna pink. Rompi terbuat dari karung, serta tas selempang dari kantong kresek hitam. Tak lupa, kacamata ber-frame cokelat membingkai mata bulatnya. Membuatnya wajahnya terkesan imut, namun tampak cupu bagi sang empunya.
Gue lebih mirip gembel daripada anak sekolah.’ Batin Shilla kesal. Shilla keluar dari kamarnya, dan berjalan menuruni tangga sambil menghentakkan kaki. Dengan wajah yang ditekuk 7x, Shilla duduk disamping Pricill yang sedang memakan sarapannya.
“Uhuk uhukk” Pricill terbatuk saat melihat penampilan Shilla. “HAHAHAHAHAHAHA”, Shilla semakin menekuk wajahnya saat mendengar tawa Pricill yang membahana(?). ‘Untung gak ada mama & papa.’ Batin Shilla lagi.
“Udah deh, kak. Jangan ketawain mulu. Ini kerjaan senior nyuruh gue berpenampilan kayak GEMBEL gini.” Jutek Shilla sambil menekan kata yang di capslock.
Pricill mencoba menghentikan tawanya. Setelah tawanya mereda, ia menoleh kearah Shilla yang sedang memakan roti disampingnya. “Sorry sorry. Maklum, gue baru pertama kali ngeliat spesies gembel kayak lo,” ujar Pricill kalem yang membuat Shilla mencak-mencak.
“Ah, udah ah. Jadi males gue sarapan. Cepetan makannya, kak Icil! Jangan lemot-lemot!” Ujar Shilla sambil berjalan ke halaman rumah. Sambil tertawa, Pricill berjalan mengikuti Shilla yang sudah memasuki Yaris merah milik Pricill. Pricill memasuki kursi kemudi, dan mulai menjalankan mobil.

        #SMA GLOBAL INDONESIA
Sesampainya di depan pintu gerbang SMAGIND(SMA Global Indonesia), Shilla segera keluar dari mobil.
“Thanks, kak Icil,” ujar Shilla.
Pricill mengangguk, “You’re welcome, say. Lo pulang jam berapa nanti?” Tanya Pricill.
“Jam 11,” jawab Shilla.
“Oh, oke. Nanti gue jemput. Bye! Have fun ya di sekolah baru.” Ujar Pricill dan menjalankan mobilnya meninggalkan SMAGIND.
Shilla menghembuskan nafas pelan, dan menatap pintu gerbang SMAGIND yang menjulang tinggi. ‘Gak gue nyangka bisa masuk sekolah ini.’ Batin Shilla. Shilla berjalan memasuki SMAGIND.
“CIILLAAA! TUNGGUIN GUE!!” teriak seseorang dari arah belakang Shilla.
Shilla menoleh, dan mendapati Ify yang sedang berlari kecil menghampirinya. Ia menatap Ify yang tampilannya hampir sama dengan dirinya.
Ify memakai rompi dari karung, tas selempang dari kantong kresek putih, kaos kaki kiri berwarna biru muda, kaos kaki kanan berwarna toska, dan tak lupa kacamata ber-frame besar membingkai matanya yang bening. Membuat wajahnya tampak bukan seperti anak SMA, melainkan seperti anak SD. Satu lagi, Ify terbiasa memanggila Shilla dengan sebutan ‘Cilla’.
“Hallo, Fy! Lo imut banget, deh, pake kacamata itu.” Sapa Shilla disertai pujiannya yang membuat Ify tertawa.
“Biasa aja kali, Cil. Gue malah ngerasa kayak anak cupuuu. Elo tuh yang imut,” balas Ify.
“Hadohhh. Daripada kita tengkar siapa yang paling imut, mending kita langsung ke lapangan aja. 5 menit lagi kita bakal ngumpul.” Usul Shilla yang langsung disetujui oleh Ify.
“Cil, kok gue ngerasa ada yang kurang sama elo, ya?” Tanya Ify sambil melihat Shilla dari atas sampai bawah.
“Apaan, Fy?” Tanya Shilla bingung.
Ify menjentikkan jarinya. “Nah, gue inget! Kalung yang sering lo pake itu mana? Yang kata elo, itu kalung pemberian dari Ra.. Ra.. Ragi… Raga. Nah, iya Raga! Mana tuh kalung?” Tanya Ify dan semoat mengingat-ingat nama pemuda yang –bisa dibilang- cinta pertama Shilla.
“Ada, kok. Gue simpen di rumah.” Jawab Shilla.
“Tumben? Biasanya lo pake terus tuh kalung,”
“Lagi pengen aja, Ifyy.. Lo kok hari ini bawel banget, sih? Udah, deh. Yang penting, kalung itu gak ilang.” Jawab Shilla-lagi- disertai cubitan gemasnya di pipi Ify.
Ify menggerutu. “Iya iya.”
Shilla terkekeh. Lalu keduanya mulai memasuki lapangan SMAGIND yang sangat luas, mencari teman-teman SMP keduanya yang mungkin juga memasuki SMA elite itu.
***
----
SKIP BENTAR! :3
Halloo! Author mau minta tolong nihh
Buat yang baca, tolong promosiin cerbung2 ini secara besar-besaran dongg
Terserah, deh. Mau promosiin di Facebook/twitter
Ntar yang beruntung, Author bakal kasih 1 cerpen bonus buat orang itu;)
Alur ceritanya bisa di request, couple utamanya bisa di request, pokoknya akan Author buatin sesuai requestnya :)
Tapi hanya untuk 2 orang ya?
Jadi, masing-masing request 1 cerita
Semakin banyak yang baca cerita2 Author,
semakin semangat juga Author lanjutin ceritanya;)
Facebook Author – Karima Nada Medina (http://facebook.com/karima.n.medina)
Twitter Author - @Karima_NM
Yang mau nanya-nanya, bisa di Ask.fm – ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Terimakasihhhh :**
----
Seluruh peserta MOS sudah berkumpul di lapangan SMAGIND. Hingga akhirnya, pengurus OSIS SMAGIND berkumpul & bersiap untuk memperkenalkan diri masing-masing.
“Harap tenang!” ujar seorang pemuda berkulit sawo matang. Siswi MOS langsung berteriak riuh saat melihat pemuda itu. Sedangkan Shilla hanya melengos saat melihat pemuda itu sedang menebarkan senyumnya, ‘Sok-sok tebar pesona. Cuih’ batin Shilla. Jujur saja. Shilla tidak menyukai cowok yang suka tebar pesona. Kesannya kayak playboy-menurutnya-.
“Aaaa gilaaa. Ganteng bangettttt” histeris Ify yang berada disamping Shilla.
Shilla mendelik sebal. “Fy, please, deh. Lo jangan ikutan norak.” Ujar Shilla dingin.
Ify merengut, “Cilla mah gituuu. Ini berdasarkan fakta, Cil. Kakak OSIS itu tuh ganteng bangett. Tapi gue Cuma kagum, sih. Bukan alay kayak mereka,” ujar Ify sambil menunjuk beberapa siswi didekat mereka yang sibuk memfoto Cakka. Shilla melongo melihatnya. Sedetik kemudian, Shilla menggeleng-gelengkan kepalanya & memilih untuk diam.
“Oke. Kenalin, nama kakak, Cakka Farandyarga. Cukup panggil ‘Kak Cakka’. Kakak ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2. Kakak harap, kalian bisa betah sekolah di SMAGIND, dan kalian bisa mempertahankan prestasi-prestasi yang telah SMAGIND capai.” Cakka-pemuda tadi- menatap barisan-barisan peserta MOS, hingga pandangannya tak sengaja menatap Shilla yang sedang mencibir. ‘Kenapa gue ngerasa pernah kenal sama tuh cewek, ya?’ batin Cakka. Sedetik kemudian, Cakka mengangkat bahu acuh.
“Sekian perkenalan dari kakak, kita lanjutkan ke anak OSIS yang lain.” Ujar Cakka mengakhiri perkenalan darinya.
Gantian seorang pemuda yang tampak lebih tinggi dari Cakka, dengan kulit hitam manis. Sebelum berbicara, pemuda itu sempat tersenyum & memperlihat sepasang gingsulnya. “Hallo, guys! Nama kakak, Mario Revanditya. Panggil aja ‘Kak Rio’. Kakak wakil ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2, sama seperti kak Cakka. Harapan kakak, kalian bisa belajar lebih baik lagi di SMAGIND, jangan sampai kalian mengecawakan orang tua kalian yang sudah mempercayai sekolah ini sebagai tempat kalian menuntut ilmu.” Ujar Rio. Sama seperti Cakka, siswi MOS langsung bertepuk tangan riuh. Bahkan, ada beberapa siswi yang berteriak histeris.
“OMG!! Kak Rio gak kalah ganteng, deh, sama kak Cakka..” ujar Ify.
Shilla memutar kedua bola matanya gemas. “Ifyy.. Please, deh.” Ujar Shilla yang hanya dibalas cengiran oleh Ify. Beberapa OSIS sudah memperkenalkan dirinya.
“Ya, sekian perkenalan dari OSIS SMAGIND, sekarang silahkan kalian memasuki kelas yang sudah ditentukan. Daftar kelas, bisa kalian lihat di beberapa mading yang berada di sekitar SMAGIND. Terima kasih.” Setelah berucap seperti itu, Cakka & pengurus OSIS lainnya segera berpencar kearah kelas-kelas. Begitupun dengan peserta MOS. Mereka segera mencari mading dan mulai memasuki kelas masing-masing.
***
Shilla dan Ify berjalan beriringan kearah kelas X-3 yang merupakan kelas keduanya selama MOS & selama keduanya berada dikelas X. “Fy, kok gue ngerasa gak asing pas ngeliat wajah kak Cakka, ya?” Tanya Shilla.
“Mungkin lo pernah ketemu sama dia, maybe? Ntah itu di mall, taman, atau tempat-tempat lainnya.” tebak Ify.
“Ya, maybe.” Sahut Shilla. Saat keduanya sampai di kelas X-3, keduanya segera duduk di bangku urutan kedua dari depan(?). Keduanya duduk sambil menunggu pengurus OSIS yang akan menjadi tentor di kelasnya.
Sekitar 15 menit kemudian, tampak 3 orang pengurus OSIS memasuki kelas X-3. Yaitu Cakka, Rio, & Sivia(sepupu Ify).
“Selamat pagi, guys!” sapa Via ceria.
“PAGI JUGA, KAK!” sahut penghuni(?) kelas X-3 kompak.
“Untuk hari ini, kegiatan kita Cuma perkenalan tentang SMAGIND, kok. Di hari kedua, kita bakal keliling SMAGIND buat ngeliat fasilitas-fasilitas apa aja yang ada di SMAGIND sekaligus demo ekskul. Dan di hari terakhir, akan ada upacara penutupan.” Jelas Rio. Beberapa siswi terus berbisik-bisik melihat Rio & Cakka yang sedari tadi terus tersenyum. Bukan berniat untuk tebar pesona, tapi keduanya memang terkenal sebagai sosok yang murah senyum.
“Oke, kakak bakal jelasin sekilas sejarah berdirinya SMAGIND. Blablablabla” Sivia terus berceloteh mengenai sejarah singkat SMAGIND. Seluruh penghuni kelas X-3 ikut menyimak.
“Jadi gitu, dek. Makanya SMAGIND didirikan.” Sivia mengakhiri ceritanya dan dibalas anggukan paham oleh siswa X-3.
“Untuk sekarang, kalian diperbolehkan istirahat selama 30 menit. Kalian bisa ke cafetaria yang berada didekat taman belakang, atau kalian juga boleh berkeliling SMAGIND untuk melihat ruangan-ruangan yang ada.” Ujar Cakka. Setelah berkata seperti itu, Cakka, Rio & Sivia keluar dari kelas X-3. Sebelum keluar, Cakka sempat melirik Shilla yang sedang tersenyum saat beberapa temannya mengajak berkenalan. ‘Senyum itu…’ batin Cakka tertegun. Tak mau ambil pusing, Cakka langsung mengejar Rio & Sivia yang berada beberapa langkah didepannya.
***
          “Aduhhh. Ify kemana, sih?! Masa iya dia tega banget ninggalin gue sendirian di kelas?! Elahh gak setia kawan!” gerutu Shilla sambil berjalan tergesa-gesa mencari Ify. Bayangkan saja. Saat Shilla sedang memasukkan rompi karungnya ke dalam tas, ia sudah tak melihat Ify disampingnya.
Saat melewati tikungan, ‘BRUK’. Shilla menabrak seseorang. “Awww. Ya Allah.. Siapa, sih, yang nabrak gue? Jalan gak pake mata kali ya?” dumel gadis ini sambil mengurut pergelangan kaki kirinya yang sedikit sakit.
“Dimana-mana, orang jalan itu pake kaki. Bukannya pake mata,” komentar orang yang menabrak Shilla.
Shilla menggeram kesal. Ia mendongak menatap orang yang menabraknya. Seketika matanya terbelalak saat melihat siapa yang menabraknya. “KAK CAKKA?!” kaget Shilla. Setelah merasa pergelangan kakinya sudah tidak sakit lagi, Shilla langsung berdiri berhadapan dengan Cakka-orang yang menabraknya-.
“HEH! Lo gak bisa minta maaf? Lo nabrak gue dan gue jatoh. Seenggaknya, lo bantuin gue berdiri kek!” omel Shilla sambil berkacak pinggang.
“Penting buat gue?” sahut Cakka datar. Setelah itu, Cakka pergi meninggalkan Shilla yang sedang melongo.
“Omaigat,” lirih Shilla pelan. “Kenapa gue bisa ketemu sama cowok sok cool & gak punya hati kayak dia?” ujar Shilla dengan pandangan memelas.
“Ah, bodo amat. Aish, kenapa mood gue jelek banget, sih? Ck,” Shilla menghentakkan kakinya lalu berbalik arah menuju cafeteria sekolahnya.
***
Ify sedang memakan chicken pourridge-nya. Perutnya sudah benar-benar lapar. Pasalnya, ia tidak makan sejak kemarin malam. Ya, memang salahnya sendiri. Tapi ia melakukan hal itu bukan karena tanpa alasan. Ia kemarin malam sibuk membuat tas dari kantong kresek & rompi karung yang akan ia gunakan.
“Haduh, Cilla pasti marah sama gue. Soalnya gue ninggalin dia sendiri di kelas. Tapi ‘kan gue laper banget. Makanya gue ninggalin dia di kelas,” gumam Ify kepada dirinya sendiri.
“Tapi salah Cilla juga. Gue tadi udah manggil-manggil nama dia, eh dianya gak nanggepin,” gerutu Ify.
“IFYYY!! LO KENAPA NINGGALIN GUE??” teriak seseorang dari arah pintu masuk cafetaria. Ify menutup mulutnya kaget. Tamatlah sudah…
Shilla duduk dihadapan Ify dengan tatapan murka. “IFY! Lo kenapa ninggalin gue sendirian di kelas? Haduhh, gue bingung cari lo kemana-mana. Ish, tadi ada insiden pas gue nyariin elo. ARGH! Mood gue ANCUR! Omaigattt, today is my bad day ever!” ujar Shilla menggebu-gebu.
Ify menatap Shilla tanpa kedip. Ia menjauhkan mangkuk pourridge-nya yang sudah kosong. Ia menyesap teh hangatnya sedikit, lalu menempelkan punggung tangannya ke kening Shilla.
Shilla mengernyit heran. “Lo kenapa, sih, Fy?” tanya Shilla.
“Gakpapa. Gue takut lo kesambet aja,” sahut Ify kalem.
“Ya kagak lah, Fy-_-” ujar Shilla.
“Btw, lo nggak sarapan, Cil?” tanya Ify.
“Nggak, deh, Fy. Tadi gue udah sarapan di rumah.”
“Oh, yaudah. Balik ke kelas, yuk!” ajak Ify yang hanya dibalas anggukan oleh Shilla.

--TO BE CONTINUED—


HUAAAA!! Jelek banget ya hasilnya? T_T
Thanks buat yg udah baca^^
Keep read my stories ya;)

Byeee:*

I Found My Love at Manado City (Part 2 - END)

Diposting oleh Nad di 04.31 0 komentar
Ini dia part-2 nyaaa^^ hihi
Maaf kalau udah nunggu lama :((
Harap maklum, author udah kelas 9..
Jadi terlalu sibuk dengan tugas yang makin numpuk u.u

Twitter- @Karima_NM
***

I Found My Love at Manado city -Part 2-

BLINK sudah berada di Pantai Malalayang. Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. BLINK kemudian berjalan kearah tenda tempat mereka pemotretan sebelumnya.

“Fy, katanya, Rio & keluarganya mau kesini kan? Tapi kenapa belum dateng?” tnya Pricill

“Ini masih pagi, Cill. Paling jam 9an mereka baru kesini” jawab Ify

“Ciee calon mertua mau dateng” goda Via

“Udah ah. Berisik. Mending kita langsung ke lokasi” ujar Ify. Ify berjalan duluan keluar tenda. Via, Pricill, & Febby terkikik karna berhasil membuat Ify kesal.

BLINK photoshoot dipinggir pantai. Air yg jernih menjadi background pemotretan mereka. BLINK mulai mengambil pose masing2.
***
Pemuda ini memasuki pintu masuk pantai bersama keluarganya.

“Akhirnya kita bisa liburan juga, Yo” ujar seorang wanita

“Iya, ma” sahut Rio -pemuda tadi-. Pandangan Rio tertuju kearah 4 orang gadis yg sedang berpose layaknya model.

“Yo, itu bukannya BLINK ya?” tnya papa Zeth

“Iya” sahut Rio singkat

“Yaudah, kita samperin aja yuk!” ajak kak Acel. Lalu papa Zeth, mama Manda, Rio, & kak Acel berjalan mendekati BLINK. Tepat saat mereka mulai mendekat, BLINK sedang beristirahat.
***
BLINK duduk dibawah pohon kelapa. Mereka lgi break. Tinggal sekali lgi berganti baju, pemotretan mereka selesai. Merasa ada yg mendekati mereka, BLINK langsung menoleh.

“Eh, ada tante Manda sama om Zeth” kaget Ify. Ify mencium punggung tangan tante Manda  & om Zeth.

“Ini Ify yg pernah ngiringin Rio nyanyi di Grand Final IC dulu ya?” tnya om Zeth memastikan. Ify tersenyum lalu mengangguk.

“Wah, kamu sudah gede rupanya. Makin cantik juga” puji om Zeth. Ify hnya tersenyum malu.

“Hai, om!” sapa personil BLINK lainnya.

“Hai juga” sahut om Zeth. Lalu pandanganya tertuju kearah Via.

“Kamu alumni Idola Cilik juga, kan? Idola Cilik berapa?” tnya om Zeth ke Via.

“Iya om. Aku alumni Idola Cilik 1. Sama kyk Ify” jawab Via.

“BLINK!! WAKTUNYA GANTI BAJU!!” teriak salah satu crew.

“IYA” teriak BLINK juga

“Yaudah. Om, tante, kak, Yo, kita mau ganti baju dulu ya. Bye” pamit Pricill. BLINK kemudian berlari kecil ke tenda.

“Mereka cantik2 ya, Yo? Apalagi Ify” komentar papa Zeth

“Hmm” dehem Rio. Om Zeth, tante Manda, & kak Acel hanya terkekeh. Kemudian, mereka menghampar tikar dibawah pohon yg rindang, & duduk sambil melihat pemandangan pantai yg indah. Kemudian, pandangan mereka teralih ke arah 4 orang gadis cantik yg sedang pemotretan. Lokasi pemotretan keempat gadis itu, tak jauh dari tempat Rio & keluarganya duduk.
Rio memperhatikan salah satu personil BLINK yg sedang berpose bersama teman-temannya. ‘Cantik’ batin Rio.

“Yaaampun, Yo.. Ify cantik banget ya??” Tanya tante Manda

Rio hanya tersenyum menanggapinya.

“Yo, liat tuh. Ify kyk model professional ya? Posenya ituloh.. Keren” ujar kak Acel. Rio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
1 jam kemudian, BLINK selesai photoshoot. Keempatnya juga sudah mengganti bajunya dg baju yg mereka pakai saat datang ke pantai ini. Keempatnya menghampiri Rio & keluarganya yg sedang makan.

“Hai om, tante, Yo, Cel!” sapa Febby

“Eh, kalian ternyata. Udah selesai?” Tanya tante Manda

“Udah tante” jawab Via

“Oh gitu. Yaudah, gabung yuk! Kebetulan tante ada bawa piring lebih buat kalian” ujar tante Manda

“Gak usah tante. Aduh, kita jadi ngerepotin tante & om nih” tolak Ify halus

“Gpp, Fy. Ayo, makan juga. Maaf makanannya sederhana banget” suruh om Zeth. BLINK pun ikut duduk, & mengambil piring masing2. BLINK mengambil nasi, ayam goreng & sayur bening yg dibawa oleh keluarga Rio.

“Wahh.. Masakan tante enak banget” puji Ify sambil mengunyah makanannya

“Hahaha, makasih, Fy” jawab tante Manda

“Oiya, kalian gak pergi bareng orang tua kalian?” tnya om Zeth yg sudah selesai makan.

“Nggak, om. Sebenernya mama-mama kita mau ikut. Tapi kita nolak. Sekalian belajar mandiri juga, om” jawab Febby mewakili personil BLINK lainnya.

Om Zeth mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Yo, Cel, kalian udah selesai makannya?” Tanya tante Manda

“Udah, Ma. Kita main dulu ya!” pamit Rio. Rio & kak Acel berlari ke pinggir pantai.

“Iya” sahut tante Manda. Tante Manda memandang BLINK yg sudah selesai makan.

“Kalian makannya juga udah selesai?” Tanya tante Manda

“Udah tante” jawab Ify

“Gak main-main dulu?” Tanya om Zeth. Ify meminta persetujuan ke personil BLINK yg lain. Via, Pricill, & Febby mengangguk.

“Yaudah tante. Kita main dulu” pamit Ify. BLINK menyimpan tasnya, lalu berjalan ke pinggiran pantai.

“Waahhh.. Gue rasanya gak mau pulang dari pantai iniiii. Keren bget tau gak??” pekik Pricill tertahan

“Iya, Cill. Klu disuruh tinggal disini, gue bakalan mau bangettt” sahut Via. Ify & Febby hanya tertawa melihat tingkah kedua temannya. Lalu, pandangan Ify tertuju ke arah Rio yg sedang bermain air bersama Kak Acel. Rio tertawa lepas saat melihat baju Acel yg basah karna terjatuh. Sesekali Ify tertawa kecil melihat tingkah Rio yg seperti anak-anak.
Febby, Via & Pricill mengikuti arah pandangan Ify. Ketiganya tersenyum nakal. Lalu..

“AAAAA!!!” teriak Ify saat tangannya ditarik secara tiba-tiba oleh Febby, Via & Pricill.

BYURRRR! Ify diceburkan ke pantai oleh Febby, Via & Pricill. Ketiganya tertawa puas saat melihat baju Ify yg basah.

Ify berdiri, lalu menatap ketiga personil BLINK lainnya dg tatapan yg tajam.

“Guys, kyknya kita harus… KABUR!!” komando Febby. Febby, Via & Pricill berlari menjauhi Ify yg mengejar mereka.

Rio yg melihat itu dari kejauhan, ikut tertawa. Kak Acel mengikuti arah pandangan Rio.

“Ciee ngeliatin Ify..” goda kak Acel. Rio tersentak,

“Apaan sih. Nggak” elak Rio. Kak Acel hanya terkikik melihat wajah kesal Rio.

BYURRRR! Ify berhasil menceburkan Pricill & Via. Febby yg melihatnya dari jauh, langsung tertawa terpingkal-pingkal. Ify, Pricill & Via menoleh kearah Febby yg masih tertawa. Ketiganya membisikkan sebuah rencana. Lalu ketiganya berhigh-five. Ketiganya kembali menoleh kearah Febby, & memperlihatkan senyum evil masing-masing.

“Upss” ujar Febby. Febby langsung berlari saat melihat Ify, Via & Pricill yg mengejarnya.

“FEBBY!! JANGAN LARIII” teriak Via

“FEBBYYYY!! BERENTI GAK!” teriak Pricill juga

“FEBBYYY!! AWAS LO YA!” teriak Ify. Tante Manda & om Zeth yg melihat itu dari pinggir, ikut tertawa.

BYUURRR!! Akhirnya Ify, Pricill & Via berhasil menceburkan Febby.

“Yeayy! Berhasil!!” pekik Ify, Pricill & Via. Ketiganya kembali berhigh-five.

“Yaah.. Basah” ujar Febby.

“Hahahaha” tawa Rio & kak Acel pecah. Keduanya daritadi memperhatikan BLINK yg kejar-kejaran seperti anak TK

“Kok ketawa?” bingung Pricill

“Abisnya kalian kayak anak TK tau gak? Kejar2an gitu” ujar Rio disela-sela tawanya

“Yee.. Biasa aja lagi” kesal Ify

“Ciee Ify marah..” ejek Rio. Ify mendengus. Rio kemudian menciprat-cipratkan air ke arah Ify.

“RIOO!!” teriak Ify kesal. Ify segera mengejar Rio yg sudah berlari menjauhi Ify. Terdengar suara tawa Rio yg membuat Ify semakin kesal.

“Yaudah, guys. Gue mandi dulu” pamit Acel yg diangguki oleh Febby, Pricill & Via. Lalu ketiganya ikut bermain-main air.

“Hh Rio hh udahan dongg. Hh ini capek hh banget” ujar Ify sambil mencoba mengatur nafasnya. Rio berlari kecil mendekati Ify.

“Payah lo” ejek Rio. Ify hanya mendelik.

“Balik, yuk. Temen2 lo kyknya udah mau mandi tuh” ajak Rio. Ify mengangguk. Keduanya berjalan beriringan kearah Febby, Pricill & Via yg sedang bersiap-siap untuk mandi.

“Kejar2annya udah puas, neng?” sindir Via

“Udah, kok” sahut Ify kalem.

“Udah. Jangan ribut. Sekarang, kalian ambil baju ganti masing2, terus kita ke kamar mandi umum yg gak jauh dari sini” Febby menengahi. Personil BLINK yg lain mengangguk, lalu berjalan mengikuti Febby. Untung saja ini bukan waktu liburan. Jadi, mereka tak perlu takut untuk dikejar fans masing2.
***
Hampir 1 jam kemudian(lama banget?-_-v), BLINK selesai membersihkan diri. Keempatnya berjalan kearah Rio & keluarganya yg sedang siap2 untuk pulang. Terlihat Rio & Acel yg sudah selesai membersihkan diri.

“Tante juga udh mau pulang ya?” Tanya Febby

“Eh, iya. Kalian juga?” Tanya tante Manda balik.

“Iya tante” sahut Ify

“Kalian pulang dgn siapa?” Tanya om Zeth

“Kita dijemput sama mobil management, om. Tuh, mobilnya baru aja nyampe” jawab Via sambil menunjuk mobil Alphard yg baru saja memasuki tempat parkir.

“Oh gitu, yaudah. Tante duluan ya sayang” pamit tante Manda.

“Iya, tan. Hati-hati” ujar Prissy.

Rio & Ify saling pandang. Keduanya saling melempar senyum.

“Duluan, Fy” pamit Rio. Ify hanya mengangguk menanggapinya. Keluarga Rio memasuki mobil yg terparkir tak jauh dari tempat mereka duduk tadi.
BLINK berjalan kearah mobil Alphard yg sudah menunggu keempatnya.

BLINK sibuk packing. Karna lusa, mereka akan kembali ke Jakarta.

“Guys, besok kita free kan?” Tanya Pricill

“Iya. Besok enaknya ngapain ya?” bingung Febby

“Kita istirahat aja. Kita buka kado2 dari Blinkstar” usul Ify sambil menunjuk beberapa tumpukan kado yg Blinkstar berikan untuk mereka.

“Oke oke. Gue setuju” sahut Pricill antusias.

“Sekarang udh malem, mending kita tidur aja” usul Febby yg diangguki oleh personil BLINK lainnya. Keempatnya merebahkan badan di kasur masing-masing, lalu memejamkan mata..
***
#Keesokan Harinya
BLINK sudah fresh di pagi ini. Keempatnya baru saja selesai sarapan. Lalu keempatnya duduk di lantai, & mengambil kado2 dari Blinkstar. Keempatnya sibuk membuka kado2 itu.

“Yaampun.. Lucu bgettt” komentar Ify saat membuka sebuah kado yg ternyata berisikan headset & tas kecil bergambar Domo.

“AAAA!! GUE DAPET KANVAS MINIII !! YEEEYY” teriak Via saking senengnya

“Waahh boneka Stitch!!” girang Pricill. “Ada baju Minnie mouse jugaaa!!” lanjut Pricill.

“Wow.. Lucu bget gelang & kalungnyaaa” ujar Febby saat melihat isi kado yg berupa gelang & kalung yg terbuat dri kerang. Keempatnya kembali sibuk membuka kado. Berbagai komentar keluar dri mulut personil BLINK. Hingga 30 menit kemudian, keempatnya selesai membuka seluruh kado. Berbagai aksesoris & barang2 lainnya sudah berada di tangan mereka.

“Masukin ke dalam koper aja. Supaya gak ribet” usul Ify

“Oke” sahut personil BLINK yg lain.

“Guys, besok pesawat kita take off jam berapa?” Tanya Pricill

“Jam 07.35, Cill” sahut Via

“Berarti jam 7 kita udah stay di bandara, dong!” komentar Febby yg dibalas anggukan oleh yg lainnya.

“Buat hari ini, kita pakai buat istirahat aja. Supaya nyampe Jakarta, kita gak tepar” usul Ify yg kembali dibalas anggukan oleh personil BLINK yg lain.

Keempatnya mulai sibuk dg aktivitas masing2. Ify & Febby yg sedang membuka account twitter masing2, Pricill yg sedang mendengar lagu, & Via yg sedang menggambar di kanvas mini yg Blinkstar berikan.
***
          “Besok kita balik ke Jakarta, Ma?” Tanya Rio

Mama Manda mengangguk, “Iya”

“Kak Acel gak ikut?” Tanya Rio lagi

“Nggak, Yo” jawab kak Acel

“Berarti yg ke Jakarta Cuma Rio, mama, & papa?” Tanya Rio lagi *Yaampuunn-_-

“Iya Mario sayanggg” gemas mama Manda

“Pesawat kita take off-nya jam 7 ya?” Tanya mama Manda ke papa Zeth

“Tepatnya jam 07.35” ralat papa Zeth

“Kamu udh packing, Yo?” Tanya mama Manda ke Rio yg sedang asik memainkan HPnya

“Udah kok, Ma” sahut Rio

“Yasudah. Klu begitu, jam 6/jam setengah 7, kita sudah berangkat ke bandara” ujar mama Manda yg langsung disetujui oleh Rio & camer gue, eh, maksudnya om Zeth*digebukin RiSE se-Indonesia*
***
Pagi ini, BLINK sudah sibuk membereskan beberapa perlengkapan mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 06.10. Mobil jemputan mereka sudah sampai. Keempatnya berjalan menuju lobby hotel. Kemudian berjalan ke parkiran dan memasuki mobil Alphard yang akan mengantar mereka ke bandara.

“Huftt. Rasanya baru aja kemarin kita sampai di Manado. Eh, sekarang udah pulang aja” ujar Pricill

“Iya, Cill. Rasanya cepet banget” sahut Via

“Udah. Yang penting suatu saat kita bisa balik lagi kesini” nasihat Febby

“Bener apa kata Febby. Yang jelas, kita harus bersyukur karna udah menghibur Blinkstar Manado” lanjut Ify. Pricill & Via hanya mengangguk lemas.
***
Rio serta tante Manda & om Zeth telah sampai di bandara. Ketiganya berjalan kearah ruang tunggu. Saat Rio mencari tempat duduk, matanya memicing saat melihat seorang gadis bersama ketiga temannya yang sedang tertawa. Rio berjalan menghampiri keempat gadis itu. Tante Manda & om Zeth hanya mengikuti Rio dari belakang. Karena kebetulan, disamping keempat gadis itu terdapat 3 bangku yang masih kosong.

“Ify?” panggil Rio kearah seorang gadis. Gadis yang memakai baju tak berlengan berwarna toska & celana jeans hitam selutut langsung menolehkan wajahnya saat mendengar namanya disebut. Mata gadis itu melebar saat melihat siapa yang dipanggilnya.

“Rio? Lo juga pulang ke Jakarta hari ini?” Tanya Ify yang dibalas anggukan oleh Rio. Ify mengalihkan pandangannya kearah tante Manda & om Zeth yang berada dibelakang Rio. “Eh, ada tante & om juga. Silahkan duduk om, tan, Yo,” ujar Ify sambil mempersilahkan duduk.

“Lo naik pesawat yang sama dengan kita juga, Yo?” Tanya Pricill

“Iya, Cill” jawab Rio. BLINK beserta Rio, tante Manda & om Zeth berbincang-bincang. Setelah kurang lebih 20 menit kemudian, pengumuman bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off terdengar. Mereka membawa barang masing-masing, dan segera menaiki bus menuju pesawat tujuan.
***
#Didalam Pesawat
Ify duduk didekat jendela pesawat. Ia mendapat tiket yang terpisah dengan personil BLINK lainnya. Pricill, Febby & Via mendapat tempat duduk didepan Ify. Ify memejamkan matanya sejenak. Rasa kantuk menderanya. Ya, tadi malam ia baru bisa tidur jam 02.00. Ify membuka matanya saat ia merasa ada seseorang yang duduk disebelahnya. Ify melihat Rio yang sedang memainkan HPnya. Ify memang sudah tau kalau Rio & tante Manda akan duduk disampingnya. Sedangkan om Zeth mendapat tempat duduk dibelakangnya.

Rio melirik Ify yang kembali memejamkan matanya. Kemudian Rio tersenyum kecil saat melihat wajah polos Ify yang sepertinya sudah tertidur. Beberapa menit kemudian, pesawat mulai take off. Setelah pesawat sudah mengudara & stabil, para pramugari mulai berjalan menawarkan barang / camilan. Rio membeli sebotol softdrink.

“Yo, Ify lagi ngapain? Kok daritadi gak ada suaranya?” tanya mama Manda.

Rio melirik Ify. “Ify tidur, Ma.” jawab Rio.

“Ah, dia pasti kelelahan.” gumam mama Manda.

Sedangkan Rio hanya tersenyum kecil sambil memerhatikan wajah Ify. Tak berapa lama kemudian, Rio ikut tertidur.
***
          #Sesampainya di Jakarta
BLINK & keluarga Rio turun bersamaan. Berjalan menuju parkiran.

“THE IFYYY!!” pekik seorang anak laki-laki.

Ify menoleh, dan langsung berlari menuju anak itu. “Khalif! Yaampun.. Teteh kangenn” ujar Ify sambil memeluk Khalif-adiknya-

“Khalif juga kangen teteh,” sahut Khalif.

“Mama gak dipeluk, neng?” tanya mama Gina-mama Ify- yang sudah berada disamping Ify. Ify melepas pelukannya dengan Khalif, lalu beralih memeluk sang mama.

“Haduh, neng. Kmu kayanya agak gemukan pulang dari Manado.” komentar mama Gina. Ify hanya terkekeh mendengar komentar mamanya.

“Hallo tante-tante semuaaaa” sapa Ify saat melihat mama Febby, mama Via & mama Pricill yang juga menjemput anak-anaknya.

“Hallo juga, Fy.” sahut ketiganya kompak.

Mama Gina memerhatikan Rio, tante Manda & om Zeth yang sedang menunggu taksi.

“Neng, itu siapa ya? Kok kayanya mama kenal?” tanya mama Gina sambil menunjuk Rio.

Ify mengikuti arah tunjukan mama Gina. “Oh, itu Rio sama mama & papanya, Ma. Yang dulu Ify ada duet sama dia di Grand Final IC 3,” jawab Ify.

“Oh, yang juara 2 itu ya?” tanya mama Gina.

Ify mengangguk. Ify melihat mama Gina yang berjalan mendekati Rio. Ify segera memegang tangan Khalif, dan membawanya mengikuti mama Gina. “Guys, duluan ya,” pamit Ify ke personil BLINK yang lain.

“Hati-hati, neng.” sahut Via mewakili yang lain.

“Oke, Ia. Lo juga ya. Salam buat Keona & Kelana!” ujar Ify yang dibalas anggukan oleh Via.

“Rio ya?” tanya mama Gina saat sudah berada disamping Rio. Rio, tante Manda & om Zeth sontak menoleh.

“Iya, tan. Tante Gina ya?” tanya Rio balik. Mama Gina mengangguk.

Rio menyalami tangan mama Gina. “Apa kabar, tan?” tanya Rio.

“Baik kok, Yo. Kamu sendiri apa kabar?”

“Baik juga kok, tan.” Jawab Rio.

Mama Gina beralih menyalami orang tua Rio.

“MAMA!” panggil Khalif sambil memeluk mama Gina.

“Anaknya, Bu?” Tanya tante Manda.

“Iya. Ini anak bungsu saya. Namanya Khalif. Khalif, salim, gih”

Khalif menyalami Rio, tante Manda & om Zeth secara bergantian.

“Ganteng ya, Bu.” Puji tante Manda.

“Makasih,” sahut mama Gina sambil terkekeh.

“Khalif! Aduhh.. Teteh khawatir tau nggak? Tiba-tiba aja ngilang pas teteh lagi beli air. Untung kamu gak ilang,” omel Ify saat sudah berada disamping mama Gina.

“Hahaha. Udahlah, Fy. Yang penting Khalifnya gak ilang, kan?” tanya Rio membela Khaluf. Ify hanya mendengus karena masih sedikit kesal dengan adiknya itu. Ify memerhatikan Rio & Khalif yang sudah akrab. Keduanya asyik bercanda. Tak jarang, Khalif tertawa lepas saat mendengar ucapan-ucapan Rio.

“Yaudah. Saya duluan ya Bu, Pak.” pamit mama Gina.

“Iya, Bu.” Sahut om Zeth.

“Khalif, pulang yuk?” ajak mama Gina.

“Khalif masih mau cerita-cerita sama kak Rio, Ma~” rengek Khalif.

“Kita harus pulang, sayang. Kamu gak kasian liat teteh baru pulang?” bujuk mama Gina.

Khalif akhirnya mengangguk. “Kak Rio, Khalif pulang dulu ya. Ntar kakak main ke rumah Khalif, dong… Supaya Khalif bisa cerita-cerita lagi.” rayu Khalif. Rio & Ify terkekeh mendengarnya.

“Oke, Khalif. Nanti kalau ada waktu, kakak main ke rumah Khalif.” Ujar Rio.

“Emangnya lo tau rumah gue, Yo?” Tanya Ify bingung.

“Ya taulah, Teh. Tadi Khalif kasih tau kak Rio” ujar Khalif. Rio mencubit pipi Khalif gemas.

“Yaudah. Yuk, Ma” ajak Ify. Mama Gina mengangguk lalu membantu Ify membawa tas jinjingnya setelah berpamitan dengan orang tua Rio.

“Tante, Om, Ify duluan, ya. Yo, gue duluan” pamit Ify

“Hati-hati, sayang” sahut tante Manda. Ify mengangguk. Tangan kirinya menarik sebuah koper, sedangkan tangan kanannya memegang tangan Khalif. Setelah Ify pergi, Rio menyetop taksi. Rio & om Zeth memasukkan barang-barang yang mereka bawa ke bagasi mobil, dan memasuki taksi.
***
Ify berjalan menyusuri Pantai Anyer. Ya, semenjak Ify pulang dari Manado, Ify & keluarga memutuskan untuk berlibur ke Anyer. Ify sekeluarga juga memutuskan untuk menginap di Hotel yang berada didekat pantai Anyer. Seperti hari ini. Ify sedang berjalan-jalan di pinggiran pantai. Sambil sesekali berfoto dengan latar lautan luas.

“Ify?” panggil seseorang dari arah belakang Ify, yang mau tak mau membuat Ify menoleh.

“Rio?” kaget Ify. “Lo juga ada disini?” lanjut Ify saat mengetahui bahwa Rio-lah yang memanggilnya tadi.

“Iya, gue kebetulan lagi main kesini. Bisa dibilang lagi refreshing,” jawab Rio sambil berjalan sejajar dengan Ify.

Ify melirik jam tangannya, jam 17.35. “Yo, gue balik ke hotel dulu, ya? Udh sore,” pamit Ify. Saat Ify berbalik hendak meninggalkan Rio, Rio langsung menarik lengan Ify pelan.

Ify mengernyit heran. “Kenapa?” tanyanya.

“Lo gak mau liat sunset?” Tanya Rio balik.

Ify menepuk keningnya. “Aduh iya. Lupa gue. Kan tadi niatnya mau liat sunset yak?-_-” gumam Ify membuat Rio terkekeh.

Hening sampai beberapa menit kemudian. Rio & Ify duduk bersebelahan di pinggir pantai. Ify menundukkan kepala, saat ia merasa kalau Rio terus memerhatikannya daritadi.

“Fy, lihat tuh!” ujar Rio antusias sambil menunjuk kearah ujung lautan. Dimana matahri mulai tenggelam ke peraduannya, ditemani gradasi warna jingga yang sangat indah.

“Awesome,” gumam Ify lirih.

Rio tersenyum. Lalu ia menghembuskan nafas pelan, & menolehkan wajahnya ke Ify. Tangannya memegang kedua bahu Ify, membuat Ify menoleh sepenuhnya ke arah Rio.

“Kenapa, Yo?” Tanya Ify bingung.

Rio kembali menarik nafas panjang. Membuat jantung Ify berdebar tak karuan.

“Fy, gue bukan cowok yang romantis, seperti cowok-cowok yang mungkin lo baca di novel. Dan gue juga bukan cowok sempurna, yang selalu bisa bahagiain elo. Tapi, gue akan berusaha untuk selalu membuat lo bahagia, bangga, & merasa nyaman tiap lo berada di samping gue,” Rio kembali menghela nafas. Ify merasakan kegugupan Rio. Tangan Rio beralih menggenggam tangan Ify.

“Gue tau lo suka sunset. Maka, dihadapan sunset ini, gue mau ungkapin perasaan gue,” Rio kembali menggantung kalimatnya. Rio mencari kalimat yang cocok untuk ia ucapkan. Ify merasakan tangan Rio yang dingin. “Alyssa Saufika Umari, apakah lo mau jadi pacar gue? Gue tau ini terlalu mengejutkan buat lo. Tapi, gue bener-bener sayang sama lo.” Rio memandang Ify penuh harap. Ify terdiam. Tak sanggup untuk berujar apapun. Lidahnya terasa kelu.

“So?” Tanya Rio memastikan. Ia mengeratkan genggaman tangannya kepada Ify.

Ify menarik nafas panjang. “Ini emang sangat mengejutkan buat gue. Tapi..” Ify menggantungkan kalimatnya. Membuat Rio harap-harap cemas. Ify tersenyum, “Tapi gue akan mencoba untuk selalu ada disamping elo, nemenin elo. Sampai lo udh gak butuhin gue lagi, & sampai lo memutuskan untuk ninggalin gue.” Lanjut Ify.

Rio membelalakkan matanya. “Ja-jadi?”

“Gue mau jadi pacar lo, Mario.” Jelas Ify yang membuat dada Rio mengahangat mendengarnya. Dengan sekali tarikan, Ify sudah berada dalam pelukan Rio.

“Thanks, Fy. Aku akan mencoba menjadi yang terbaik buat kamu,” ujar Rio.

“I love you, Alyssa,”

“I love you too, Mario.”


--THE END—


Akhirnyaaaahhh!!
WOW! Susah payah cari ide buat endingnya, dan seperti inilah jadinya-,-
Maaf klu kecewa banget sama Ending cerita ini:(

Komentarnya jangan lupa ya!^^
 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos