HALLLOOOOOOOO!!!
Maap ngaret pake BEGETE. Maklum, gue udah kelas 9 :3 hehe
Tugas numpukpukpukpukkkk!!!
Jadi, semua cerbung & cerpen gue pada belum dilanjuttt -,-
Maap banget yak. Buat cerbung ADP, gue usahain bakal dilanjut secepatnya ;)
Lagi buntu ide soalnyaaa u.u
ENJOY! (:
Still Loving You : Welcome to the New School!
Perkenalan tokoh.
1. Ashilla Nayyara
Shilla panggilannya. Cukup banyak yang mengenal gadis ini. Gadis ini dikenal dengan pribadi yang baik, ramah, ceria & supel. Gadis ini baru saja masuk ke SMA Global Indonesia.
2. Pricilla Allena
Gadis ini akrab disapa Pricill/Icil. Gadis ini merupakan kakak dari Shilla. Umur gadis ini lebih tua 4 tahun dari Shilla. Gadis ini kuliah di salah satu Universitas swasta, yaitu Global University (yang berada 1 komplek dengan sekolah Shilla, SMA Global Indonesia). Gadis ini dikenal sebagai sosok yang ramah, dewasa, & perhatian.
3. Naify Calyssa
Ify. Begitulah orang memanggilnya. Gadis ini merupakan sahabat Shilla. Ia sudah bersahabat dengan Shilla sejak kelas 7 SMP. Gadis ini merupakan sosok yang ceria, ramah, & cukup dewasa. Ia bersekolah di SMA Global Indonesia, sama seperti Shilla.
4. Fero Alwando
Pemuda ini akrab disapa Fero. Fero merupakan kekasih Pricill semenjak 1 tahun yang lalu. Fero adalah sosok yang dewasa, penyayang, & ramah. Fero kuliah semester 4 di Universitas yang sama dengan Pricill, Global University.
***
Shilla menatap dirinya sekali lagi didepan cermin. Dengan mulut yang terbuka, Shilla memegang ikatan rambutnya. Rambutnya diikat kepang 2. Omaigat! Gue udah kayak anak cupu aja, batin Shilla. Kaos kaki kanan berwarna kuning, & kaos kaki kiri berwarna pink. Rompi terbuat dari karung, serta tas selempang dari kantong kresek hitam. Tak lupa, kacamata ber-frame cokelat membingkai mata bulatnya. Membuatnya wajahnya terkesan imut, namun tampak cupu bagi sang empunya.
‘Gue lebih mirip gembel daripada anak sekolah.’ Batin Shilla kesal. Shilla keluar dari kamarnya, dan berjalan menuruni tangga sambil menghentakkan kaki. Dengan wajah yang ditekuk 7x, Shilla duduk disamping Pricill yang sedang memakan sarapannya.
“Uhuk uhukk” Pricill terbatuk saat melihat penampilan Shilla. “HAHAHAHAHAHAHA”, Shilla semakin menekuk wajahnya saat mendengar tawa Pricill yang membahana(?). ‘Untung gak ada mama & papa.’ Batin Shilla lagi.
“Udah deh, kak. Jangan ketawain mulu. Ini kerjaan senior nyuruh gue berpenampilan kayak GEMBEL gini.” Jutek Shilla sambil menekan kata yang di capslock.
Pricill mencoba menghentikan tawanya. Setelah tawanya mereda, ia menoleh kearah Shilla yang sedang memakan roti disampingnya. “Sorry sorry. Maklum, gue baru pertama kali ngeliat spesies gembel kayak lo,” ujar Pricill kalem yang membuat Shilla mencak-mencak.
“Ah, udah ah. Jadi males gue sarapan. Cepetan makannya, kak Icil! Jangan lemot-lemot!” Ujar Shilla sambil berjalan ke halaman rumah. Sambil tertawa, Pricill berjalan mengikuti Shilla yang sudah memasuki Yaris merah milik Pricill. Pricill memasuki kursi kemudi, dan mulai menjalankan mobil.
#SMA GLOBAL INDONESIA
Sesampainya di depan pintu gerbang SMAGIND(SMA Global Indonesia), Shilla segera keluar dari mobil.
“Thanks, kak Icil,” ujar Shilla.
Pricill mengangguk, “You’re welcome, say. Lo pulang jam berapa nanti?” Tanya Pricill.
“Jam 11,” jawab Shilla.
“Oh, oke. Nanti gue jemput. Bye! Have fun ya di sekolah baru.” Ujar Pricill dan menjalankan mobilnya meninggalkan SMAGIND.
Shilla menghembuskan nafas pelan, dan menatap pintu gerbang SMAGIND yang menjulang tinggi. ‘Gak gue nyangka bisa masuk sekolah ini.’ Batin Shilla. Shilla berjalan memasuki SMAGIND.
“CIILLAAA! TUNGGUIN GUE!!” teriak seseorang dari arah belakang Shilla.
Shilla menoleh, dan mendapati Ify yang sedang berlari kecil menghampirinya. Ia menatap Ify yang tampilannya hampir sama dengan dirinya.
Ify memakai rompi dari karung, tas selempang dari kantong kresek putih, kaos kaki kiri berwarna biru muda, kaos kaki kanan berwarna toska, dan tak lupa kacamata ber-frame besar membingkai matanya yang bening. Membuat wajahnya tampak bukan seperti anak SMA, melainkan seperti anak SD. Satu lagi, Ify terbiasa memanggila Shilla dengan sebutan ‘Cilla’.
“Hallo, Fy! Lo imut banget, deh, pake kacamata itu.” Sapa Shilla disertai pujiannya yang membuat Ify tertawa.
“Biasa aja kali, Cil. Gue malah ngerasa kayak anak cupuuu. Elo tuh yang imut,” balas Ify.
“Hadohhh. Daripada kita tengkar siapa yang paling imut, mending kita langsung ke lapangan aja. 5 menit lagi kita bakal ngumpul.” Usul Shilla yang langsung disetujui oleh Ify.
“Cil, kok gue ngerasa ada yang kurang sama elo, ya?” Tanya Ify sambil melihat Shilla dari atas sampai bawah.
“Apaan, Fy?” Tanya Shilla bingung.
Ify menjentikkan jarinya. “Nah, gue inget! Kalung yang sering lo pake itu mana? Yang kata elo, itu kalung pemberian dari Ra.. Ra.. Ragi… Raga. Nah, iya Raga! Mana tuh kalung?” Tanya Ify dan semoat mengingat-ingat nama pemuda yang –bisa dibilang- cinta pertama Shilla.
“Ada, kok. Gue simpen di rumah.” Jawab Shilla.
“Tumben? Biasanya lo pake terus tuh kalung,”
“Lagi pengen aja, Ifyy.. Lo kok hari ini bawel banget, sih? Udah, deh. Yang penting, kalung itu gak ilang.” Jawab Shilla-lagi- disertai cubitan gemasnya di pipi Ify.
Ify menggerutu. “Iya iya.”
Shilla terkekeh. Lalu keduanya mulai memasuki lapangan SMAGIND yang sangat luas, mencari teman-teman SMP keduanya yang mungkin juga memasuki SMA elite itu.
***
----
SKIP BENTAR! :3
Halloo! Author mau minta tolong nihh
Buat yang baca, tolong promosiin cerbung2 ini secara besar-besaran dongg
Terserah, deh. Mau promosiin di Facebook/twitter
Ntar yang beruntung, Author bakal kasih 1 cerpen bonus buat orang itu;)
Alur ceritanya bisa di request, couple utamanya bisa di request, pokoknya akan Author buatin sesuai requestnya :)
Tapi hanya untuk 2 orang ya?
Jadi, masing-masing request 1 cerita
Semakin banyak yang baca cerita2 Author,
semakin semangat juga Author lanjutin ceritanya;)
Twitter Author - @Karima_NM
Yang mau nanya-nanya, bisa di Ask.fm – ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Terimakasihhhh :**
----
Seluruh peserta MOS sudah berkumpul di lapangan SMAGIND. Hingga akhirnya, pengurus OSIS SMAGIND berkumpul & bersiap untuk memperkenalkan diri masing-masing.
“Harap tenang!” ujar seorang pemuda berkulit sawo matang. Siswi MOS langsung berteriak riuh saat melihat pemuda itu. Sedangkan Shilla hanya melengos saat melihat pemuda itu sedang menebarkan senyumnya, ‘Sok-sok tebar pesona. Cuih’ batin Shilla. Jujur saja. Shilla tidak menyukai cowok yang suka tebar pesona. Kesannya kayak playboy-menurutnya-.
“Aaaa gilaaa. Ganteng bangettttt” histeris Ify yang berada disamping Shilla.
Shilla mendelik sebal. “Fy, please, deh. Lo jangan ikutan norak.” Ujar Shilla dingin.
Ify merengut, “Cilla mah gituuu. Ini berdasarkan fakta, Cil. Kakak OSIS itu tuh ganteng bangett. Tapi gue Cuma kagum, sih. Bukan alay kayak mereka,” ujar Ify sambil menunjuk beberapa siswi didekat mereka yang sibuk memfoto Cakka. Shilla melongo melihatnya. Sedetik kemudian, Shilla menggeleng-gelengkan kepalanya & memilih untuk diam.
“Oke. Kenalin, nama kakak, Cakka Farandyarga. Cukup panggil ‘Kak Cakka’. Kakak ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2. Kakak harap, kalian bisa betah sekolah di SMAGIND, dan kalian bisa mempertahankan prestasi-prestasi yang telah SMAGIND capai.” Cakka-pemuda tadi- menatap barisan-barisan peserta MOS, hingga pandangannya tak sengaja menatap Shilla yang sedang mencibir. ‘Kenapa gue ngerasa pernah kenal sama tuh cewek, ya?’ batin Cakka. Sedetik kemudian, Cakka mengangkat bahu acuh.
“Sekian perkenalan dari kakak, kita lanjutkan ke anak OSIS yang lain.” Ujar Cakka mengakhiri perkenalan darinya.
Gantian seorang pemuda yang tampak lebih tinggi dari Cakka, dengan kulit hitam manis. Sebelum berbicara, pemuda itu sempat tersenyum & memperlihat sepasang gingsulnya. “Hallo, guys! Nama kakak, Mario Revanditya. Panggil aja ‘Kak Rio’. Kakak wakil ketua OSIS SMAGIND, dan kakak kelas XI-IPA 2, sama seperti kak Cakka. Harapan kakak, kalian bisa belajar lebih baik lagi di SMAGIND, jangan sampai kalian mengecawakan orang tua kalian yang sudah mempercayai sekolah ini sebagai tempat kalian menuntut ilmu.” Ujar Rio. Sama seperti Cakka, siswi MOS langsung bertepuk tangan riuh. Bahkan, ada beberapa siswi yang berteriak histeris.
“OMG!! Kak Rio gak kalah ganteng, deh, sama kak Cakka..” ujar Ify.
Shilla memutar kedua bola matanya gemas. “Ifyy.. Please, deh.” Ujar Shilla yang hanya dibalas cengiran oleh Ify. Beberapa OSIS sudah memperkenalkan dirinya.
“Ya, sekian perkenalan dari OSIS SMAGIND, sekarang silahkan kalian memasuki kelas yang sudah ditentukan. Daftar kelas, bisa kalian lihat di beberapa mading yang berada di sekitar SMAGIND. Terima kasih.” Setelah berucap seperti itu, Cakka & pengurus OSIS lainnya segera berpencar kearah kelas-kelas. Begitupun dengan peserta MOS. Mereka segera mencari mading dan mulai memasuki kelas masing-masing.
***
Shilla dan Ify berjalan beriringan kearah kelas X-3 yang merupakan kelas keduanya selama MOS & selama keduanya berada dikelas X. “Fy, kok gue ngerasa gak asing pas ngeliat wajah kak Cakka, ya?” Tanya Shilla.
“Mungkin lo pernah ketemu sama dia, maybe? Ntah itu di mall, taman, atau tempat-tempat lainnya.” tebak Ify.
“Ya, maybe.” Sahut Shilla. Saat keduanya sampai di kelas X-3, keduanya segera duduk di bangku urutan kedua dari depan(?). Keduanya duduk sambil menunggu pengurus OSIS yang akan menjadi tentor di kelasnya.
Sekitar 15 menit kemudian, tampak 3 orang pengurus OSIS memasuki kelas X-3. Yaitu Cakka, Rio, & Sivia(sepupu Ify).
“Selamat pagi, guys!” sapa Via ceria.
“PAGI JUGA, KAK!” sahut penghuni(?) kelas X-3 kompak.
“Untuk hari ini, kegiatan kita Cuma perkenalan tentang SMAGIND, kok. Di hari kedua, kita bakal keliling SMAGIND buat ngeliat fasilitas-fasilitas apa aja yang ada di SMAGIND sekaligus demo ekskul. Dan di hari terakhir, akan ada upacara penutupan.” Jelas Rio. Beberapa siswi terus berbisik-bisik melihat Rio & Cakka yang sedari tadi terus tersenyum. Bukan berniat untuk tebar pesona, tapi keduanya memang terkenal sebagai sosok yang murah senyum.
“Oke, kakak bakal jelasin sekilas sejarah berdirinya SMAGIND. Blablablabla” Sivia terus berceloteh mengenai sejarah singkat SMAGIND. Seluruh penghuni kelas X-3 ikut menyimak.
“Jadi gitu, dek. Makanya SMAGIND didirikan.” Sivia mengakhiri ceritanya dan dibalas anggukan paham oleh siswa X-3.
“Untuk sekarang, kalian diperbolehkan istirahat selama 30 menit. Kalian bisa ke cafetaria yang berada didekat taman belakang, atau kalian juga boleh berkeliling SMAGIND untuk melihat ruangan-ruangan yang ada.” Ujar Cakka. Setelah berkata seperti itu, Cakka, Rio & Sivia keluar dari kelas X-3. Sebelum keluar, Cakka sempat melirik Shilla yang sedang tersenyum saat beberapa temannya mengajak berkenalan. ‘Senyum itu…’ batin Cakka tertegun. Tak mau ambil pusing, Cakka langsung mengejar Rio & Sivia yang berada beberapa langkah didepannya.
***
“Aduhhh. Ify kemana, sih?! Masa iya dia tega banget ninggalin gue sendirian di kelas?! Elahh gak setia kawan!” gerutu Shilla sambil berjalan tergesa-gesa mencari Ify. Bayangkan saja. Saat Shilla sedang memasukkan rompi karungnya ke dalam tas, ia sudah tak melihat Ify disampingnya.
Saat melewati tikungan, ‘BRUK’. Shilla menabrak seseorang. “Awww. Ya Allah.. Siapa, sih, yang nabrak gue? Jalan gak pake mata kali ya?” dumel gadis ini sambil mengurut pergelangan kaki kirinya yang sedikit sakit.
“Dimana-mana, orang jalan itu pake kaki. Bukannya pake mata,” komentar orang yang menabrak Shilla.
Shilla menggeram kesal. Ia mendongak menatap orang yang menabraknya. Seketika matanya terbelalak saat melihat siapa yang menabraknya. “KAK CAKKA?!” kaget Shilla. Setelah merasa pergelangan kakinya sudah tidak sakit lagi, Shilla langsung berdiri berhadapan dengan Cakka-orang yang menabraknya-.
“HEH! Lo gak bisa minta maaf? Lo nabrak gue dan gue jatoh. Seenggaknya, lo bantuin gue berdiri kek!” omel Shilla sambil berkacak pinggang.
“Penting buat gue?” sahut Cakka datar. Setelah itu, Cakka pergi meninggalkan Shilla yang sedang melongo.
“Omaigat,” lirih Shilla pelan. “Kenapa gue bisa ketemu sama cowok sok cool & gak punya hati kayak dia?” ujar Shilla dengan pandangan memelas.
“Ah, bodo amat. Aish, kenapa mood gue jelek banget, sih? Ck,” Shilla menghentakkan kakinya lalu berbalik arah menuju cafeteria sekolahnya.
***
Ify sedang memakan chicken pourridge-nya. Perutnya sudah benar-benar lapar. Pasalnya, ia tidak makan sejak kemarin malam. Ya, memang salahnya sendiri. Tapi ia melakukan hal itu bukan karena tanpa alasan. Ia kemarin malam sibuk membuat tas dari kantong kresek & rompi karung yang akan ia gunakan.
“Haduh, Cilla pasti marah sama gue. Soalnya gue ninggalin dia sendiri di kelas. Tapi ‘kan gue laper banget. Makanya gue ninggalin dia di kelas,” gumam Ify kepada dirinya sendiri.
“Tapi salah Cilla juga. Gue tadi udah manggil-manggil nama dia, eh dianya gak nanggepin,” gerutu Ify.
“IFYYY!! LO KENAPA NINGGALIN GUE??” teriak seseorang dari arah pintu masuk cafetaria. Ify menutup mulutnya kaget. Tamatlah sudah…
Shilla duduk dihadapan Ify dengan tatapan murka. “IFY! Lo kenapa ninggalin gue sendirian di kelas? Haduhh, gue bingung cari lo kemana-mana. Ish, tadi ada insiden pas gue nyariin elo. ARGH! Mood gue ANCUR! Omaigattt, today is my bad day ever!” ujar Shilla menggebu-gebu.
Ify menatap Shilla tanpa kedip. Ia menjauhkan mangkuk pourridge-nya yang sudah kosong. Ia menyesap teh hangatnya sedikit, lalu menempelkan punggung tangannya ke kening Shilla.
Shilla mengernyit heran. “Lo kenapa, sih, Fy?” tanya Shilla.
“Gakpapa. Gue takut lo kesambet aja,” sahut Ify kalem.
“Ya kagak lah, Fy-_-” ujar Shilla.
“Btw, lo nggak sarapan, Cil?” tanya Ify.
“Nggak, deh, Fy. Tadi gue udah sarapan di rumah.”
“Oh, yaudah. Balik ke kelas, yuk!” ajak Ify yang hanya dibalas anggukan oleh Shilla.
--TO BE CONTINUED—
HUAAAA!! Jelek banget ya hasilnya? T_T
Thanks buat yg udah baca^^
Keep read my stories ya;)
Byeee:*
