Ini dia part-2 nyaaa^^ hihi
Maaf kalau udah nunggu lama :((
Harap maklum, author udah kelas 9..
Jadi terlalu sibuk dengan tugas yang makin numpuk u.u
Twitter- @Karima_NM
***
I
Found My Love at Manado city -Part 2-
BLINK
sudah berada di Pantai Malalayang. Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. BLINK
kemudian berjalan kearah tenda tempat mereka pemotretan sebelumnya.
“Fy,
katanya, Rio & keluarganya mau kesini kan? Tapi kenapa belum dateng?” tnya
Pricill
“Ini
masih pagi, Cill. Paling jam 9an mereka baru kesini” jawab Ify
“Ciee
calon mertua mau dateng” goda Via
“Udah
ah. Berisik. Mending kita langsung ke lokasi” ujar Ify. Ify berjalan duluan
keluar tenda. Via, Pricill, & Febby terkikik karna berhasil membuat Ify
kesal.
BLINK
photoshoot dipinggir pantai. Air yg jernih menjadi background pemotretan
mereka. BLINK mulai mengambil pose masing2.
***
Pemuda
ini memasuki pintu masuk pantai bersama keluarganya.
“Akhirnya
kita bisa liburan juga, Yo” ujar seorang wanita
“Iya,
ma” sahut Rio -pemuda tadi-. Pandangan Rio tertuju kearah 4 orang gadis yg
sedang berpose layaknya model.
“Yo,
itu bukannya BLINK ya?” tnya papa Zeth
“Iya”
sahut Rio singkat
“Yaudah,
kita samperin aja yuk!” ajak kak Acel. Lalu papa Zeth, mama Manda, Rio, &
kak Acel berjalan mendekati BLINK. Tepat saat mereka mulai mendekat, BLINK
sedang beristirahat.
***
BLINK
duduk dibawah pohon kelapa. Mereka lgi break. Tinggal sekali lgi berganti baju,
pemotretan mereka selesai. Merasa ada yg mendekati mereka, BLINK langsung
menoleh.
“Eh,
ada tante Manda sama om Zeth” kaget Ify. Ify mencium punggung tangan tante
Manda & om Zeth.
“Ini
Ify yg pernah ngiringin Rio nyanyi di Grand Final IC dulu ya?” tnya om Zeth
memastikan. Ify tersenyum lalu mengangguk.
“Wah,
kamu sudah gede rupanya. Makin cantik juga” puji om Zeth. Ify hnya tersenyum
malu.
“Hai,
om!” sapa personil BLINK lainnya.
“Hai
juga” sahut om Zeth. Lalu pandanganya tertuju kearah Via.
“Kamu
alumni Idola Cilik juga, kan? Idola Cilik berapa?” tnya om Zeth ke Via.
“Iya
om. Aku alumni Idola Cilik 1. Sama kyk Ify” jawab Via.
“BLINK!!
WAKTUNYA GANTI BAJU!!” teriak salah satu crew.
“IYA”
teriak BLINK juga
“Yaudah.
Om, tante, kak, Yo, kita mau ganti baju dulu ya. Bye” pamit Pricill. BLINK
kemudian berlari kecil ke tenda.
“Mereka
cantik2 ya, Yo? Apalagi Ify” komentar papa Zeth
“Hmm”
dehem Rio. Om Zeth, tante Manda, & kak Acel hanya terkekeh. Kemudian,
mereka menghampar tikar dibawah pohon yg rindang, & duduk sambil melihat
pemandangan pantai yg indah. Kemudian, pandangan mereka teralih ke arah 4 orang
gadis cantik yg sedang pemotretan. Lokasi pemotretan keempat gadis itu, tak
jauh dari tempat Rio & keluarganya duduk.
Rio
memperhatikan salah satu personil BLINK yg sedang berpose bersama
teman-temannya. ‘Cantik’ batin Rio.
“Yaaampun,
Yo.. Ify cantik banget ya??” Tanya tante Manda
Rio
hanya tersenyum menanggapinya.
“Yo,
liat tuh. Ify kyk model professional ya? Posenya ituloh.. Keren” ujar kak Acel.
Rio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
1
jam kemudian, BLINK selesai photoshoot. Keempatnya juga sudah mengganti bajunya
dg baju yg mereka pakai saat datang ke pantai ini. Keempatnya menghampiri Rio
& keluarganya yg sedang makan.
“Hai
om, tante, Yo, Cel!” sapa Febby
“Eh,
kalian ternyata. Udah selesai?” Tanya tante Manda
“Udah
tante” jawab Via
“Oh
gitu. Yaudah, gabung yuk! Kebetulan tante ada bawa piring lebih buat kalian”
ujar tante Manda
“Gak
usah tante. Aduh, kita jadi ngerepotin tante & om nih” tolak Ify halus
“Gpp,
Fy. Ayo, makan juga. Maaf makanannya sederhana banget” suruh om Zeth. BLINK pun
ikut duduk, & mengambil piring masing2. BLINK mengambil nasi, ayam goreng
& sayur bening yg dibawa oleh keluarga Rio.
“Wahh..
Masakan tante enak banget” puji Ify sambil mengunyah makanannya
“Hahaha,
makasih, Fy” jawab tante Manda
“Oiya,
kalian gak pergi bareng orang tua kalian?” tnya om Zeth yg sudah selesai makan.
“Nggak,
om. Sebenernya mama-mama kita mau ikut. Tapi kita nolak. Sekalian belajar
mandiri juga, om” jawab Febby mewakili personil BLINK lainnya.
Om
Zeth mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
“Yo,
Cel, kalian udah selesai makannya?” Tanya tante Manda
“Udah,
Ma. Kita main dulu ya!” pamit Rio. Rio & kak Acel berlari ke pinggir
pantai.
“Iya”
sahut tante Manda. Tante Manda memandang BLINK yg sudah selesai makan.
“Kalian
makannya juga udah selesai?” Tanya tante Manda
“Udah
tante” jawab Ify
“Gak
main-main dulu?” Tanya om Zeth. Ify meminta persetujuan ke personil BLINK yg
lain. Via, Pricill, & Febby mengangguk.
“Yaudah
tante. Kita main dulu” pamit Ify. BLINK menyimpan tasnya, lalu berjalan ke
pinggiran pantai.
“Waahhh..
Gue rasanya gak mau pulang dari pantai iniiii. Keren bget tau gak??” pekik
Pricill tertahan
“Iya,
Cill. Klu disuruh tinggal disini, gue bakalan mau bangettt” sahut Via. Ify
& Febby hanya tertawa melihat tingkah kedua temannya. Lalu, pandangan Ify
tertuju ke arah Rio yg sedang bermain air bersama Kak Acel. Rio tertawa lepas
saat melihat baju Acel yg basah karna terjatuh. Sesekali Ify tertawa kecil
melihat tingkah Rio yg seperti anak-anak.
Febby,
Via & Pricill mengikuti arah pandangan Ify. Ketiganya tersenyum nakal.
Lalu..
“AAAAA!!!”
teriak Ify saat tangannya ditarik secara tiba-tiba oleh Febby, Via &
Pricill.
BYURRRR!
Ify diceburkan ke pantai oleh Febby, Via & Pricill. Ketiganya tertawa puas
saat melihat baju Ify yg basah.
Ify
berdiri, lalu menatap ketiga personil BLINK lainnya dg tatapan yg tajam.
“Guys,
kyknya kita harus… KABUR!!” komando Febby. Febby, Via & Pricill berlari
menjauhi Ify yg mengejar mereka.
Rio
yg melihat itu dari kejauhan, ikut tertawa. Kak Acel mengikuti arah pandangan
Rio.
“Ciee
ngeliatin Ify..” goda kak Acel. Rio tersentak,
“Apaan
sih. Nggak” elak Rio. Kak Acel hanya terkikik melihat wajah kesal Rio.
BYURRRR!
Ify berhasil menceburkan Pricill & Via. Febby yg melihatnya dari jauh, langsung
tertawa terpingkal-pingkal. Ify, Pricill & Via menoleh kearah Febby yg
masih tertawa. Ketiganya membisikkan sebuah rencana. Lalu ketiganya
berhigh-five. Ketiganya kembali menoleh kearah Febby, & memperlihatkan
senyum evil masing-masing.
“Upss”
ujar Febby. Febby langsung berlari saat melihat Ify, Via & Pricill yg
mengejarnya.
“FEBBY!!
JANGAN LARIII” teriak Via
“FEBBYYYY!!
BERENTI GAK!” teriak Pricill juga
“FEBBYYY!!
AWAS LO YA!” teriak Ify. Tante Manda & om Zeth yg melihat itu dari pinggir,
ikut tertawa.
BYUURRR!!
Akhirnya Ify, Pricill & Via berhasil menceburkan Febby.
“Yeayy!
Berhasil!!” pekik Ify, Pricill & Via. Ketiganya kembali berhigh-five.
“Yaah..
Basah” ujar Febby.
“Hahahaha”
tawa Rio & kak Acel pecah. Keduanya daritadi memperhatikan BLINK yg
kejar-kejaran seperti anak TK
“Kok
ketawa?” bingung Pricill
“Abisnya
kalian kayak anak TK tau gak? Kejar2an gitu” ujar Rio disela-sela tawanya
“Yee..
Biasa aja lagi” kesal Ify
“Ciee
Ify marah..” ejek Rio. Ify mendengus. Rio kemudian menciprat-cipratkan air ke
arah Ify.
“RIOO!!”
teriak Ify kesal. Ify segera mengejar Rio yg sudah berlari menjauhi Ify.
Terdengar suara tawa Rio yg membuat Ify semakin kesal.
“Yaudah,
guys. Gue mandi dulu” pamit Acel yg diangguki oleh Febby, Pricill & Via.
Lalu ketiganya ikut bermain-main air.
“Hh
Rio hh udahan dongg. Hh ini capek hh banget” ujar Ify sambil mencoba mengatur
nafasnya. Rio berlari kecil mendekati Ify.
“Payah
lo” ejek Rio. Ify hanya mendelik.
“Balik,
yuk. Temen2 lo kyknya udah mau mandi tuh” ajak Rio. Ify mengangguk. Keduanya
berjalan beriringan kearah Febby, Pricill & Via yg sedang bersiap-siap
untuk mandi.
“Kejar2annya
udah puas, neng?” sindir Via
“Udah,
kok” sahut Ify kalem.
“Udah.
Jangan ribut. Sekarang, kalian ambil baju ganti masing2, terus kita ke kamar
mandi umum yg gak jauh dari sini” Febby menengahi. Personil BLINK yg lain
mengangguk, lalu berjalan mengikuti Febby. Untung saja ini bukan waktu liburan.
Jadi, mereka tak perlu takut untuk dikejar fans masing2.
***
Hampir
1 jam kemudian(lama banget?-_-v), BLINK selesai membersihkan diri. Keempatnya
berjalan kearah Rio & keluarganya yg sedang siap2 untuk pulang. Terlihat
Rio & Acel yg sudah selesai membersihkan diri.
“Tante
juga udh mau pulang ya?” Tanya Febby
“Eh,
iya. Kalian juga?” Tanya tante Manda balik.
“Iya
tante” sahut Ify
“Kalian
pulang dgn siapa?” Tanya om Zeth
“Kita
dijemput sama mobil management, om. Tuh, mobilnya baru aja nyampe” jawab Via
sambil menunjuk mobil Alphard yg baru saja memasuki tempat parkir.
“Oh
gitu, yaudah. Tante duluan ya sayang” pamit tante Manda.
“Iya,
tan. Hati-hati” ujar Prissy.
Rio
& Ify saling pandang. Keduanya saling melempar senyum.
“Duluan,
Fy” pamit Rio. Ify hanya mengangguk menanggapinya. Keluarga Rio memasuki mobil
yg terparkir tak jauh dari tempat mereka duduk tadi.
BLINK berjalan kearah mobil Alphard yg sudah menunggu
keempatnya.
BLINK
sibuk packing. Karna lusa, mereka akan kembali ke Jakarta.
“Guys,
besok kita free kan?” Tanya Pricill
“Iya.
Besok enaknya ngapain ya?” bingung Febby
“Kita
istirahat aja. Kita buka kado2 dari Blinkstar” usul Ify sambil menunjuk
beberapa tumpukan kado yg Blinkstar berikan untuk mereka.
“Oke
oke. Gue setuju” sahut Pricill antusias.
“Sekarang
udh malem, mending kita tidur aja” usul Febby yg diangguki oleh personil BLINK
lainnya. Keempatnya merebahkan badan di kasur masing-masing, lalu memejamkan
mata..
***
#Keesokan
Harinya
BLINK
sudah fresh di pagi ini. Keempatnya baru saja selesai sarapan. Lalu keempatnya
duduk di lantai, & mengambil kado2 dari Blinkstar. Keempatnya sibuk membuka
kado2 itu.
“Yaampun..
Lucu bgettt” komentar Ify saat membuka sebuah kado yg ternyata berisikan
headset & tas kecil bergambar Domo.
“AAAA!!
GUE DAPET KANVAS MINIII !! YEEEYY” teriak Via saking senengnya
“Waahh
boneka Stitch!!” girang Pricill. “Ada baju Minnie mouse jugaaa!!” lanjut
Pricill.
“Wow..
Lucu bget gelang & kalungnyaaa” ujar Febby saat melihat isi kado yg berupa
gelang & kalung yg terbuat dri kerang. Keempatnya kembali sibuk membuka
kado. Berbagai komentar keluar dri mulut personil BLINK. Hingga 30 menit
kemudian, keempatnya selesai membuka seluruh kado. Berbagai aksesoris &
barang2 lainnya sudah berada di tangan mereka.
“Masukin
ke dalam koper aja. Supaya gak ribet” usul Ify
“Oke”
sahut personil BLINK yg lain.
“Guys,
besok pesawat kita take off jam berapa?” Tanya Pricill
“Jam
07.35, Cill” sahut Via
“Berarti
jam 7 kita udah stay di bandara, dong!” komentar Febby yg dibalas anggukan oleh
yg lainnya.
“Buat
hari ini, kita pakai buat istirahat aja. Supaya nyampe Jakarta, kita gak tepar”
usul Ify yg kembali dibalas anggukan oleh personil BLINK yg lain.
Keempatnya
mulai sibuk dg aktivitas masing2. Ify & Febby yg sedang membuka account
twitter masing2, Pricill yg sedang mendengar lagu, & Via yg sedang
menggambar di kanvas mini yg Blinkstar berikan.
***
“Besok kita balik ke Jakarta, Ma?” Tanya Rio
Mama
Manda mengangguk, “Iya”
“Kak
Acel gak ikut?” Tanya Rio lagi
“Nggak,
Yo” jawab kak Acel
“Berarti
yg ke Jakarta Cuma Rio, mama, & papa?” Tanya Rio lagi *Yaampuunn-_-
“Iya
Mario sayanggg” gemas mama Manda
“Pesawat
kita take off-nya jam 7 ya?” Tanya mama Manda ke papa Zeth
“Tepatnya
jam 07.35” ralat papa Zeth
“Kamu
udh packing, Yo?” Tanya mama Manda ke Rio yg sedang asik memainkan HPnya
“Udah
kok, Ma” sahut Rio
“Yasudah.
Klu begitu, jam 6/jam setengah 7, kita sudah berangkat ke bandara” ujar mama
Manda yg langsung disetujui oleh Rio & camer gue, eh, maksudnya om
Zeth*digebukin RiSE se-Indonesia*
***
Pagi
ini, BLINK sudah sibuk membereskan beberapa perlengkapan mereka. Jam sudah
menunjukkan pukul 06.10. Mobil jemputan mereka sudah sampai. Keempatnya
berjalan menuju lobby hotel. Kemudian berjalan ke parkiran dan memasuki mobil
Alphard yang akan mengantar mereka ke bandara.
“Huftt.
Rasanya baru aja kemarin kita sampai di Manado. Eh, sekarang udah pulang aja”
ujar Pricill
“Iya,
Cill. Rasanya cepet banget” sahut Via
“Udah.
Yang penting suatu saat kita bisa balik lagi kesini” nasihat Febby
“Bener
apa kata Febby. Yang jelas, kita harus bersyukur karna udah menghibur Blinkstar
Manado” lanjut Ify. Pricill & Via hanya mengangguk lemas.
***
Rio
serta tante Manda & om Zeth telah sampai di bandara. Ketiganya berjalan
kearah ruang tunggu. Saat Rio mencari tempat duduk, matanya memicing saat
melihat seorang gadis bersama ketiga temannya yang sedang tertawa. Rio berjalan
menghampiri keempat gadis itu. Tante Manda & om Zeth hanya mengikuti Rio
dari belakang. Karena kebetulan, disamping keempat gadis itu terdapat 3 bangku
yang masih kosong.
“Ify?”
panggil Rio kearah seorang gadis. Gadis yang memakai baju tak berlengan
berwarna toska & celana jeans hitam selutut langsung menolehkan wajahnya
saat mendengar namanya disebut. Mata gadis itu melebar saat melihat siapa yang
dipanggilnya.
“Rio?
Lo juga pulang ke Jakarta hari ini?” Tanya Ify yang dibalas anggukan oleh Rio.
Ify mengalihkan pandangannya kearah tante Manda & om Zeth yang berada
dibelakang Rio. “Eh, ada tante & om juga. Silahkan duduk om, tan, Yo,” ujar
Ify sambil mempersilahkan duduk.
“Lo
naik pesawat yang sama dengan kita juga, Yo?” Tanya Pricill
“Iya,
Cill” jawab Rio. BLINK beserta Rio, tante Manda & om Zeth
berbincang-bincang. Setelah kurang lebih 20 menit kemudian, pengumuman bahwa
pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off terdengar. Mereka membawa
barang masing-masing, dan segera menaiki bus menuju pesawat tujuan.
***
#Didalam
Pesawat
Ify
duduk didekat jendela pesawat. Ia mendapat tiket yang terpisah dengan personil
BLINK lainnya. Pricill, Febby & Via mendapat tempat duduk didepan Ify. Ify
memejamkan matanya sejenak. Rasa kantuk menderanya. Ya, tadi malam ia baru bisa
tidur jam 02.00. Ify membuka matanya saat ia merasa ada seseorang yang duduk
disebelahnya. Ify melihat Rio yang sedang memainkan HPnya. Ify memang sudah tau
kalau Rio & tante Manda akan duduk disampingnya. Sedangkan om Zeth mendapat
tempat duduk dibelakangnya.
Rio
melirik Ify yang kembali memejamkan matanya. Kemudian Rio tersenyum kecil saat
melihat wajah polos Ify yang sepertinya sudah tertidur. Beberapa menit
kemudian, pesawat mulai take off. Setelah pesawat sudah mengudara &
stabil, para pramugari mulai berjalan menawarkan barang / camilan. Rio membeli
sebotol softdrink.
“Yo,
Ify lagi ngapain? Kok daritadi gak ada suaranya?” tanya mama Manda.
Rio
melirik Ify. “Ify tidur, Ma.” jawab Rio.
“Ah,
dia pasti kelelahan.” gumam mama Manda.
Sedangkan
Rio hanya tersenyum kecil sambil memerhatikan wajah Ify. Tak berapa lama
kemudian, Rio ikut tertidur.
***
#Sesampainya di Jakarta
BLINK
& keluarga Rio turun bersamaan. Berjalan menuju parkiran.
“THE
IFYYY!!” pekik seorang anak laki-laki.
Ify
menoleh, dan langsung berlari menuju anak itu. “Khalif! Yaampun.. Teteh
kangenn” ujar Ify sambil memeluk Khalif-adiknya-
“Khalif
juga kangen teteh,” sahut Khalif.
“Mama
gak dipeluk, neng?” tanya mama Gina-mama Ify- yang sudah berada disamping Ify.
Ify melepas pelukannya dengan Khalif, lalu beralih memeluk sang mama.
“Haduh,
neng. Kmu kayanya agak gemukan pulang dari Manado.” komentar mama Gina. Ify
hanya terkekeh mendengar komentar mamanya.
“Hallo
tante-tante semuaaaa” sapa Ify saat melihat mama Febby, mama Via & mama
Pricill yang juga menjemput anak-anaknya.
“Hallo
juga, Fy.” sahut ketiganya kompak.
Mama
Gina memerhatikan Rio, tante Manda & om Zeth yang sedang menunggu taksi.
“Neng,
itu siapa ya? Kok kayanya mama kenal?” tanya mama Gina sambil menunjuk Rio.
Ify
mengikuti arah tunjukan mama Gina. “Oh, itu Rio sama mama & papanya, Ma.
Yang dulu Ify ada duet sama dia di Grand Final IC 3,” jawab Ify.
“Oh,
yang juara 2 itu ya?” tanya mama Gina.
Ify
mengangguk. Ify melihat mama Gina yang berjalan mendekati Rio. Ify segera
memegang tangan Khalif, dan membawanya mengikuti mama Gina. “Guys, duluan ya,”
pamit Ify ke personil BLINK yang lain.
“Hati-hati,
neng.” sahut Via mewakili yang lain.
“Oke,
Ia. Lo juga ya. Salam buat Keona & Kelana!” ujar Ify yang dibalas anggukan
oleh Via.
“Rio
ya?” tanya mama Gina saat sudah berada disamping Rio. Rio, tante Manda & om
Zeth sontak menoleh.
“Iya,
tan. Tante Gina ya?” tanya Rio balik. Mama Gina mengangguk.
Rio
menyalami tangan mama Gina. “Apa kabar, tan?” tanya Rio.
“Baik
kok, Yo. Kamu sendiri apa kabar?”
“Baik
juga kok, tan.” Jawab Rio.
Mama
Gina beralih menyalami orang tua Rio.
“MAMA!”
panggil Khalif sambil memeluk mama Gina.
“Anaknya,
Bu?” Tanya tante Manda.
“Iya.
Ini anak bungsu saya. Namanya Khalif. Khalif, salim, gih”
Khalif
menyalami Rio, tante Manda & om Zeth secara bergantian.
“Ganteng
ya, Bu.” Puji tante Manda.
“Makasih,”
sahut mama Gina sambil terkekeh.
“Khalif!
Aduhh.. Teteh khawatir tau nggak? Tiba-tiba aja ngilang pas teteh lagi beli
air. Untung kamu gak ilang,” omel Ify saat sudah berada disamping mama Gina.
“Hahaha.
Udahlah, Fy. Yang penting Khalifnya gak ilang, kan?” tanya Rio membela Khaluf.
Ify hanya mendengus karena masih sedikit kesal dengan adiknya itu. Ify memerhatikan
Rio & Khalif yang sudah akrab. Keduanya asyik bercanda. Tak jarang, Khalif
tertawa lepas saat mendengar ucapan-ucapan Rio.
“Yaudah.
Saya duluan ya Bu, Pak.” pamit mama Gina.
“Iya,
Bu.” Sahut om Zeth.
“Khalif,
pulang yuk?” ajak mama Gina.
“Khalif
masih mau cerita-cerita sama kak Rio, Ma~” rengek Khalif.
“Kita
harus pulang, sayang. Kamu gak kasian liat teteh baru pulang?” bujuk mama Gina.
Khalif
akhirnya mengangguk. “Kak Rio, Khalif pulang dulu ya. Ntar kakak main ke rumah
Khalif, dong… Supaya Khalif bisa cerita-cerita lagi.” rayu Khalif. Rio &
Ify terkekeh mendengarnya.
“Oke,
Khalif. Nanti kalau ada waktu, kakak main ke rumah Khalif.” Ujar Rio.
“Emangnya
lo tau rumah gue, Yo?” Tanya Ify bingung.
“Ya
taulah, Teh. Tadi Khalif kasih tau kak Rio” ujar Khalif. Rio mencubit pipi
Khalif gemas.
“Yaudah.
Yuk, Ma” ajak Ify. Mama Gina mengangguk lalu membantu Ify membawa tas
jinjingnya setelah berpamitan dengan orang tua Rio.
“Tante,
Om, Ify duluan, ya. Yo, gue duluan” pamit Ify
“Hati-hati,
sayang” sahut tante Manda. Ify mengangguk. Tangan kirinya menarik sebuah koper,
sedangkan tangan kanannya memegang tangan Khalif. Setelah Ify pergi, Rio
menyetop taksi. Rio & om Zeth memasukkan barang-barang yang mereka bawa ke
bagasi mobil, dan memasuki taksi.
***
Ify
berjalan menyusuri Pantai Anyer. Ya, semenjak Ify pulang dari Manado, Ify &
keluarga memutuskan untuk berlibur ke Anyer. Ify sekeluarga juga memutuskan
untuk menginap di Hotel yang berada didekat pantai Anyer. Seperti hari ini. Ify
sedang berjalan-jalan di pinggiran pantai. Sambil sesekali berfoto dengan latar
lautan luas.
“Ify?”
panggil seseorang dari arah belakang Ify, yang mau tak mau membuat Ify menoleh.
“Rio?”
kaget Ify. “Lo juga ada disini?” lanjut Ify saat mengetahui bahwa Rio-lah yang
memanggilnya tadi.
“Iya,
gue kebetulan lagi main kesini. Bisa dibilang lagi refreshing,” jawab
Rio sambil berjalan sejajar dengan Ify.
Ify
melirik jam tangannya, jam 17.35. “Yo, gue balik ke hotel dulu, ya? Udh sore,”
pamit Ify. Saat Ify berbalik hendak meninggalkan Rio, Rio langsung menarik
lengan Ify pelan.
Ify
mengernyit heran. “Kenapa?” tanyanya.
“Lo
gak mau liat sunset?” Tanya Rio balik.
Ify
menepuk keningnya. “Aduh iya. Lupa gue. Kan tadi niatnya mau liat sunset
yak?-_-” gumam Ify membuat Rio terkekeh.
Hening
sampai beberapa menit kemudian. Rio & Ify duduk bersebelahan di pinggir
pantai. Ify menundukkan kepala, saat ia merasa kalau Rio terus memerhatikannya
daritadi.
“Fy,
lihat tuh!” ujar Rio antusias sambil menunjuk kearah ujung lautan. Dimana
matahri mulai tenggelam ke peraduannya, ditemani gradasi warna jingga yang
sangat indah.
“Awesome,”
gumam Ify lirih.
Rio
tersenyum. Lalu ia menghembuskan nafas pelan, & menolehkan wajahnya ke Ify.
Tangannya memegang kedua bahu Ify, membuat Ify menoleh sepenuhnya ke arah Rio.
“Kenapa,
Yo?” Tanya Ify bingung.
Rio
kembali menarik nafas panjang. Membuat jantung Ify berdebar tak karuan.
“Fy,
gue bukan cowok yang romantis, seperti cowok-cowok yang mungkin lo baca di
novel. Dan gue juga bukan cowok sempurna, yang selalu bisa bahagiain elo. Tapi,
gue akan berusaha untuk selalu membuat lo bahagia, bangga, & merasa nyaman
tiap lo berada di samping gue,” Rio kembali menghela nafas. Ify merasakan
kegugupan Rio. Tangan Rio beralih menggenggam tangan Ify.
“Gue
tau lo suka sunset. Maka, dihadapan sunset ini, gue mau ungkapin perasaan gue,”
Rio kembali menggantung kalimatnya. Rio mencari kalimat yang cocok untuk ia
ucapkan. Ify merasakan tangan Rio yang dingin. “Alyssa Saufika Umari, apakah lo
mau jadi pacar gue? Gue tau ini terlalu mengejutkan buat lo. Tapi, gue
bener-bener sayang sama lo.” Rio memandang Ify penuh harap. Ify terdiam. Tak
sanggup untuk berujar apapun. Lidahnya terasa kelu.
“So?”
Tanya Rio memastikan. Ia mengeratkan genggaman tangannya kepada Ify.
Ify
menarik nafas panjang. “Ini emang sangat mengejutkan buat gue. Tapi..” Ify
menggantungkan kalimatnya. Membuat Rio harap-harap cemas. Ify tersenyum, “Tapi
gue akan mencoba untuk selalu ada disamping elo, nemenin elo. Sampai lo udh gak
butuhin gue lagi, & sampai lo memutuskan untuk ninggalin gue.” Lanjut Ify.
Rio
membelalakkan matanya. “Ja-jadi?”
“Gue
mau jadi pacar lo, Mario.” Jelas Ify yang membuat dada Rio mengahangat
mendengarnya. Dengan sekali tarikan, Ify sudah berada dalam pelukan Rio.
“Thanks,
Fy. Aku akan mencoba menjadi yang terbaik buat kamu,” ujar Rio.
“I
love you, Alyssa,”
“I
love you too, Mario.”
--THE END—
Akhirnyaaaahhh!!
WOW! Susah payah cari ide buat endingnya, dan seperti
inilah jadinya-,-
Maaf klu kecewa banget sama Ending cerita ini:(
Komentarnya jangan lupa ya!^^

0 komentar:
Posting Komentar