Akhir
dari Penantianku *Part 20
RAC, SIS, & Dea berjalan kearah mading. Mereka membaca
tugas yg diberikan oleh Pak Dito.
“Oh,
kita disuruh cari nama2 ilmiah hewan & tumbuhan. Minimal 20 hewan & 20
tumbuhan. Dikasih penjelasannya juga” jelas Cakka
“Oh
gitu. Yaudah, kapan kita mau ngerjainnya?” Tanya Via
“Gimana
klu hari Minggu, dirumahnya Ify. Gimana, Fy. Lo setuju?” Tanya Shilla
“Emm,
oke. Gue setuju. Jam berapa?” Tanya Ify
“Jam
9 pagi aja. Gimana?” usul Alvin
“Oke
klu gitu” jawab RAC(minus Alvin), SIS, & Dea.
***
#Hari
Minggu
Jam
menunjukkan pukul 8 pagi. Ify mulai sibuk menyiapkan makanan serta minuman
untuk teman2nya yg akan datang kerumah.
“Temen2
lo jadi dateng kesini, kak?” Tanya Bagas yg sudah berada dibelakang Ify.
“Iya”
sahut Ify pendek.
“Mama
papa mana?” Tanya Ify saat menyadari keadaan rumahnya yg sepi.
“Mereka
lgi keluar kota. Ada urusan katanya. Perginya dari tadi subuh, sebelum lo
bangun” jawab Bagas sambil duduk diatas sofa sambil memainkan PSP hitamnya
“Kok
lo tau?” Tanya Ify lagi
“Tadi
subuh gue kebangun. Terus gue ngeliat mama papa yg bawa koper gitu. Pas gue
Tanya, katanya mau ke Medan. Mungkin agak lama” jawab Bagas lagi
“Ish,
mereka gitu mulu. Baru aja pulang, eh berangkat lagi” dumel Ify pelan
“Napa
lo gak bangunin gue?” Tanya Ify kesal
“Lo
tidurnya nyenyak bget. Gak tega gue bangunin elo” sahut Bagas.
Ify
menghela nafas lelah, lalu duduk disamping Bagas.
“Gue
kangen sama mama & papa” lirih Ify sambil memandang foto keluarga yg
tergantung didinding ruang tamunya. Foto itu berukuran cukup besar, yg
dibingkai dg figura berwarna gold. Foto itu diambil saat Ify masih berumur 13
tahun.
Bagas
menyimpan PSPnya, lalu mengikuti arah
pandangan Ify. Bagas tersenyum miris.
“Sama,
kak. Gue kadang iri sama temen2 gue yg diantar-jemput mama papanya. Tapi gue
sadar, kak. Gue gak boleh egois. Mama papa sibuk itu buat cari uang. Dimana
uang itu juga bakalan membiayai hidup kita” ujar Bagas.
Ify
menoleh kearah Bagas, lalu mengacak rambut Bagas.
“Btw,
Chelsea apa kabar, Gas?” Tanya Ify bermaksud menggoda Bagas.
*FLASHBACK*
Beberapa
hari yg lalu, Ify tidak sengaja melihat HP Bagas yg terletak di meja kecil
Ruang Keluarga. Dan Ify melihat HP itu bergetar tanda ada pesan masuk. Secara
diam-diam Ify mengambil HP Bagas, lalu membuka pesan itu. Pesan itu dari
Chelsea, adik kelas Bagas.
--
From
: Chelsea Agatha
Malam juga kak
Bagas :)
Chelsea lgi
duduk2 aja nih
Kak Bagas
sendiri lgi apa?
--
Ify mengernyitkan dahinya. Lalu Ify membuka kotak masuk
pesan Bagas. Ify melongo saat melihat pesan masuk Bagas yg rata2 dari Chelsea.
Ify beralih membuka kotak terkirim di HP Bagas, & kembali menganga saat
melihat hanya ada nama ‘Chelsea Agatha’ disitu.
“Ckckck.
Ternyata adek gue udh punya gebetan” gumam Ify sambil terkikik geli. Lalu ia
kembali menyimpan HP Bagas ditempat semula. Ify berjalan kearah kamarnya. Saat
Ify memasuki kamar, ia mendengar Bagas yg berteriak memarahinya.
“KAK
IFYYYYY!!!! LO BUKA SMS GUE YA?? AWAS LO!! INI PRIVACY GUEEE!! LO KEPO BANGET
SIH JADI ORANG! IH SUMPAH, KESEL GUE SAMA ELO!” teriak Bagas kesal.
Ify
yg mendengarnya langsung tertawa ngakak. Lucu juga tuh anak klu lgi marah,
pikir Ify. Ify mengambil I-Phone nya, lalu mengirim SMS ke Bagas. Ify kembali
tertawa saat mendengar teriakan Bagas yg ia yakini telah membuka pesan darinya.
“KAK
IFYYY!! ELAH, LO RESE BANGET SIHHH!?”
Ify
kembali membaca kotak terkirimnya,
--
To
: Bagas My Bro
Chelsea siapa,
gas?
Gebetan lo ya?
Adek gue udah
besaaarrrr :P
Tembak aja,
gas!
Gue ada dipihak
lo, kok!
--
Ify kembali tertawa saat mendengar Bagas yg terus
mencak-mencak tak jelas dibawah akibat ulahnya.
*FLASHBACK END*
Ify
melihat Bagas yg terlihat salting.
“Kenapa,
gas? Tembak ajaa!! Ntar klu diambil orang, nyaho lo” ujar Ify
“Yee,
gue lgi nunggu waktu yg tepat. Urusin aja hubungan lo sama kak Rio!” kesal
Bagas. Lalu Bagas beranjak pergi ke kamarnya takut Ify malah semakin
menggodanya.
Ify
terkekeh melihat tingkah Bagas.
‘Ting
tong*anggap aja suara bel rumah._.v*’. Ify berlari kecil kearah pintu rumahnya.
Ify
membuka pintu rumahnya, & melihat Dea yg sedang tersenyum kearahnya.
“Hai,
De! Ayo masuk..” ujar Ify sambil membuka pintunya lebih lebar agar Dea bisa
masuk.
“Iya,
Fy. Makasih” ujar Dea sambil memasuki rumah Ify.
“Duduk,
De” suruh Ify. Dea mengangguk, lalu duduk di sofa ruang tamu Ify
“Wiihh,
ternyata lo udh nyiapin makan & minum buat gue sm yg lain” ujar Dea
diakhiri kekehannya
“Hehe,
tadi gue gak ada kerjaan. Dripda ribet, mending gue siapin dritadi aja” sahut
Ify
“Lo
datengnya awal bget, De? Masih jam setengah 9 ini” Tanya Ify
“Iya
nih, Fy. Gue sekalian berangkat bareng mama. Soalnya mama mau pergi, &
kebetulan satu arah dg rumah lo” jawab Dea.
“Ohh”
sahut Ify. Lalu keduanya mulai membicarakan tugas, & membagi-bagi tugasnya.
Kurang
lebih 30 menit kemudian, RAC, Via, & Shilla telah berkumpul.
“Oke,
kita mulai bahas aja. Tadi, gue & Dea sempet bahas duluan tentang tugas
ini. Gue & Dea mutusin, buat bagi2 tugas ini, supaya kita nggak kewalahan”
Ify membuka pembicaraan. RAC, SIS(minus Ify), & Dea mendengarkan.
“Alvin
& Via cari nama ilmiah dari tumbuhan, Cakka & Shilla cari nama ilmiah
dari hewan, Gue & Dea cari penjelasannya, Rio yg ngumpulin semuanya &
disatuin jadi makalah. Dirumah gue ada WiFi nya. Jadi kalian gak perlu ribet
bawa modem” jelas Ify.
“Ada
yg mau protes/gak setuju?” Tanya Ify. Tak ada yg menjawab
“Oke,
kita mulai sekarang aja. Cakka, Via, & Rio bawa laptop kan?” Tanya Ify
memastikan. Cakka, Via & Rio mengangguk.
Setelah
memastikan semuanya mulai bekerja, Ify mengambil notebook-nya yg berada dibawah
meja ruang tamu.
“Lo
bawa buku Biologi kan, De?” Tanya ify
“Bawa
kok, Fy” sahut Dea sambil melihatkan 2 buku Biologi.
Ify
mengangguk, lalu membuka laptopnya. Sambil menunggu CakShill & AlVia
memperlihatkan hasilnya, Ify membuat design untuk sampul makalahnya. Dea yg
berada disamping Ify, hanya memerhatikan Ify.
“Lo
lgi ngapain, Yo?” Tanya Ify sambil melirik Rio yg sedang sibuk.
“Gue
lgi buat kata pengantarnya. Lo sendiri?” jawab+Tanya Rio balik
“Lgi
buat sampul makalah” jawab Ify. Rio hanya menanggapinya dg anggukan.
Dari
ekor matanya, Ify melihat Dea yg terus menatap Rio dg tatapan-Ify kaget-
penyesalan.
‘Dea
kenapa?’
‘Apa
yg disesali oleh Dea?’
‘Apa
masalalunya dg Rio?’
Berbagai
pertanyaan muncul di benak Ify. Ify menggeleng pelan, itu bukan urusannya. Ify
kembali focus dg layar notebook-nya.
‘Maafin
gue, Yo. Andai aja gue bisa mutar waktu, gue gak bakal ngelakuin kesalahan ke
elo. Gue benar-benar menyesal.. Gue minta maaf, Yo. Gue pengen minta maaf ke
elo, tapi gue msih belum berani. Gue takut, klu waktu gue bakalan habis’ batin
Dea miris. Lalu ia kembali menatap Ify yg sedang focus dg notebook-nya. Ia
memperhatikan wajah Ify. Cantik, itu yg berada di pikirannya tentang Ify.
‘Mungkin
Ify yg terbaik buat lo, Yo’ batin Dea lagi. Tiba-tiba, Dea memegang kepalanya
yg sakit.
“Aww”
erang Dea tertahan
“Lo
kenapa, De?” Tanya Ify cemas karna ia mendengar Dea yg mengerang kesakitan.
“Gue
gpp kok, Fy” sahut Dea lemah.
“De,
muka lo pucet bget!” kaget Via
“Iya,
De. Mending lo pu- Yaampun Dea! Lo mimisan!!” histeris Shilla. Shilla segera
berlari kearah Dea, lalu mengelap hidung Dea dg tissue. Shilla merupakan
anggota PMR. Ia sudah cukup terbiasa menangani hal seperti ini.
“Udah,
gue gpp kok. Palingan Cuma kecapean aja” ujar Dea sambil mengambil tissue yg
Shilla berikan.
“Mending
lo pulang aja, De. Lo istirahat dirumah lo. Biar gue minta tolong sopir gue
buat nganterin lo pulang” ujar Ify
“Nggak,
Fy. Masa lo semua pada kerja, sedangkan gue Cuma diem doing dirumah? Nggak, gue
nggak mau pulang” tolak Dea
“De,
gue gpp. Toh Cuma buat sampulnya doang” ujar Ify.
“Yaudah,
sopir gue udh nunggu lo tuh didepan. Lo pulang, gih!” suruh Ify. Dea mengangguk
kecil
“Thanks,
Fy” ujar Dea tulus
Ify
tersenyum, lalu mengangguk. “Urwel”
Setelah
Dea pergi, Ify kembali menekuni aktivitasnya bersama yg lain. Awalnya mereka
mengira, klu ada sesuatu dg Dea, Tpi mereka menepis semua itu.
Ify
merasa ada seseorang yg duduk disampingnya. Ify menoleh, & mendapati Rio yg
sedang mengetik.
“Lo
ngapain duduk disitu?” Tanya Ify bingung
“Loh,
memangnya kenapa? Kan gak ada tulisan ‘DILARANG DUDUK’ ” sahut Rio kalem. Ify
mendengus kesal, lalu membiarkan saja.
***
#ToBeContinued:)
Maap ngarettttt u,u
Kemarin sibuk bgettt. Udah
gitu, kan mau lebaran, jadi gue bantu2 ortu T_T
Btw, minal aidin wal
faidzin yaa:)
Maaf klu ada salah baik
disengaja maupun nggak:)
Tetap baca seluruh karya
gue yaa!!^^
Thankyuu{}
Author - @Karima_NM

0 komentar:
Posting Komentar