Sabtu, 16 Agustus 2014

Akhir dari Penantianku *Part 20

Diposting oleh Nad di 00.33
Akhir dari Penantianku *Part 20

          RAC, SIS, & Dea berjalan kearah mading. Mereka membaca tugas yg diberikan oleh Pak Dito.

“Oh, kita disuruh cari nama2 ilmiah hewan & tumbuhan. Minimal 20 hewan & 20 tumbuhan. Dikasih penjelasannya juga” jelas Cakka

“Oh gitu. Yaudah, kapan kita mau ngerjainnya?” Tanya Via

“Gimana klu hari Minggu, dirumahnya Ify. Gimana, Fy. Lo setuju?” Tanya Shilla

“Emm, oke. Gue setuju. Jam berapa?” Tanya Ify

“Jam 9 pagi aja. Gimana?” usul Alvin

“Oke klu gitu” jawab RAC(minus Alvin), SIS, & Dea.
***
#Hari Minggu
Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Ify mulai sibuk menyiapkan makanan serta minuman untuk teman2nya yg akan datang kerumah.

“Temen2 lo jadi dateng kesini, kak?” Tanya Bagas yg sudah berada dibelakang Ify.

“Iya” sahut Ify pendek.

“Mama papa mana?” Tanya Ify saat menyadari keadaan rumahnya yg sepi.

“Mereka lgi keluar kota. Ada urusan katanya. Perginya dari tadi subuh, sebelum lo bangun” jawab Bagas sambil duduk diatas sofa sambil memainkan PSP hitamnya

“Kok lo tau?” Tanya Ify lagi

“Tadi subuh gue kebangun. Terus gue ngeliat mama papa yg bawa koper gitu. Pas gue Tanya, katanya mau ke Medan. Mungkin agak lama” jawab Bagas lagi

“Ish, mereka gitu mulu. Baru aja pulang, eh berangkat lagi” dumel Ify pelan

“Napa lo gak bangunin gue?” Tanya Ify kesal

“Lo tidurnya nyenyak bget. Gak tega gue bangunin elo” sahut Bagas.

Ify menghela nafas lelah, lalu duduk disamping Bagas.

“Gue kangen sama mama & papa” lirih Ify sambil memandang foto keluarga yg tergantung didinding ruang tamunya. Foto itu berukuran cukup besar, yg dibingkai dg figura berwarna gold. Foto itu diambil saat Ify masih berumur 13 tahun.

Bagas menyimpan PSPnya, lalu  mengikuti arah pandangan Ify. Bagas tersenyum miris.

“Sama, kak. Gue kadang iri sama temen2 gue yg diantar-jemput mama papanya. Tapi gue sadar, kak. Gue gak boleh egois. Mama papa sibuk itu buat cari uang. Dimana uang itu juga bakalan membiayai hidup kita” ujar Bagas.

Ify menoleh kearah Bagas, lalu mengacak rambut Bagas.

“Btw, Chelsea apa kabar, Gas?” Tanya Ify bermaksud menggoda Bagas.

*FLASHBACK*
Beberapa hari yg lalu, Ify tidak sengaja melihat HP Bagas yg terletak di meja kecil Ruang Keluarga. Dan Ify melihat HP itu bergetar tanda ada pesan masuk. Secara diam-diam Ify mengambil HP Bagas, lalu membuka pesan itu. Pesan itu dari Chelsea, adik kelas Bagas.
--
From : Chelsea Agatha
Malam juga kak Bagas :)
Chelsea lgi duduk2 aja nih
Kak Bagas sendiri lgi apa?
--
          Ify mengernyitkan dahinya. Lalu Ify membuka kotak masuk pesan Bagas. Ify melongo saat melihat pesan masuk Bagas yg rata2 dari Chelsea. Ify beralih membuka kotak terkirim di HP Bagas, & kembali menganga saat melihat hanya ada nama ‘Chelsea Agatha’ disitu.

“Ckckck. Ternyata adek gue udh punya gebetan” gumam Ify sambil terkikik geli. Lalu ia kembali menyimpan HP Bagas ditempat semula. Ify berjalan kearah kamarnya. Saat Ify memasuki kamar, ia mendengar Bagas yg berteriak memarahinya.

“KAK IFYYYYY!!!! LO BUKA SMS GUE YA?? AWAS LO!! INI PRIVACY GUEEE!! LO KEPO BANGET SIH JADI ORANG! IH SUMPAH, KESEL GUE SAMA ELO!” teriak Bagas kesal.

Ify yg mendengarnya langsung tertawa ngakak. Lucu juga tuh anak klu lgi marah, pikir Ify. Ify mengambil I-Phone nya, lalu mengirim SMS ke Bagas. Ify kembali tertawa saat mendengar teriakan Bagas yg ia yakini telah membuka pesan darinya.

“KAK IFYYY!! ELAH, LO RESE BANGET SIHHH!?”

Ify kembali membaca kotak terkirimnya,
--
To : Bagas My Bro
Chelsea siapa, gas?
Gebetan lo ya?
Adek gue udah besaaarrrr :P
Tembak aja, gas!
Gue ada dipihak lo, kok!
--

          Ify kembali tertawa saat mendengar Bagas yg terus mencak-mencak tak jelas dibawah akibat ulahnya.
*FLASHBACK END*

Ify melihat Bagas yg terlihat salting.

“Kenapa, gas? Tembak ajaa!! Ntar klu diambil orang, nyaho lo” ujar Ify

“Yee, gue lgi nunggu waktu yg tepat. Urusin aja hubungan lo sama kak Rio!” kesal Bagas. Lalu Bagas beranjak pergi ke kamarnya takut Ify malah semakin menggodanya.

Ify terkekeh melihat tingkah Bagas.

‘Ting tong*anggap aja suara bel rumah._.v*’. Ify berlari kecil kearah pintu rumahnya.

Ify membuka pintu rumahnya, & melihat Dea yg sedang tersenyum kearahnya.

“Hai, De! Ayo masuk..” ujar Ify sambil membuka pintunya lebih lebar agar Dea bisa masuk.

“Iya, Fy. Makasih” ujar Dea sambil memasuki rumah Ify.

“Duduk, De” suruh Ify. Dea mengangguk, lalu duduk di sofa ruang tamu Ify

“Wiihh, ternyata lo udh nyiapin makan & minum buat gue sm yg lain” ujar Dea diakhiri kekehannya

“Hehe, tadi gue gak ada kerjaan. Dripda ribet, mending gue siapin dritadi aja” sahut Ify

“Lo datengnya awal bget, De? Masih jam setengah 9 ini” Tanya Ify

“Iya nih, Fy. Gue sekalian berangkat bareng mama. Soalnya mama mau pergi, & kebetulan satu arah dg rumah lo” jawab Dea.

“Ohh” sahut Ify. Lalu keduanya mulai membicarakan tugas, & membagi-bagi tugasnya.


Kurang lebih 30 menit kemudian, RAC, Via, & Shilla telah berkumpul.

“Oke, kita mulai bahas aja. Tadi, gue & Dea sempet bahas duluan tentang tugas ini. Gue & Dea mutusin, buat bagi2 tugas ini, supaya kita nggak kewalahan” Ify membuka pembicaraan. RAC, SIS(minus Ify), & Dea mendengarkan.

“Alvin & Via cari nama ilmiah dari tumbuhan, Cakka & Shilla cari nama ilmiah dari hewan, Gue & Dea cari penjelasannya, Rio yg ngumpulin semuanya & disatuin jadi makalah. Dirumah gue ada WiFi nya. Jadi kalian gak perlu ribet bawa modem” jelas Ify.

“Ada yg mau protes/gak setuju?” Tanya Ify. Tak ada yg menjawab

“Oke, kita mulai sekarang aja. Cakka, Via, & Rio bawa laptop kan?” Tanya Ify memastikan. Cakka, Via & Rio mengangguk.

Setelah memastikan semuanya mulai bekerja, Ify mengambil notebook-nya yg berada dibawah meja ruang tamu.

“Lo bawa buku Biologi kan, De?” Tanya ify

“Bawa kok, Fy” sahut Dea sambil melihatkan 2 buku Biologi.

Ify mengangguk, lalu membuka laptopnya. Sambil menunggu CakShill & AlVia memperlihatkan hasilnya, Ify membuat design untuk sampul makalahnya. Dea yg berada disamping Ify, hanya memerhatikan Ify.

“Lo lgi ngapain, Yo?” Tanya Ify sambil melirik Rio yg sedang sibuk.

“Gue lgi buat kata pengantarnya. Lo sendiri?” jawab+Tanya Rio balik

“Lgi buat sampul makalah” jawab Ify. Rio hanya menanggapinya dg anggukan.

Dari ekor matanya, Ify melihat Dea yg terus menatap Rio dg tatapan-Ify kaget- penyesalan.

‘Dea kenapa?’

‘Apa yg disesali oleh Dea?’

‘Apa masalalunya dg Rio?’

Berbagai pertanyaan muncul di benak Ify. Ify menggeleng pelan, itu bukan urusannya. Ify kembali focus dg layar notebook-nya.

‘Maafin gue, Yo. Andai aja gue bisa mutar waktu, gue gak bakal ngelakuin kesalahan ke elo. Gue benar-benar menyesal.. Gue minta maaf, Yo. Gue pengen minta maaf ke elo, tapi gue msih belum berani. Gue takut, klu waktu gue bakalan habis’ batin Dea miris. Lalu ia kembali menatap Ify yg sedang focus dg notebook-nya. Ia memperhatikan wajah Ify. Cantik, itu yg berada di pikirannya tentang Ify.

‘Mungkin Ify yg terbaik buat lo, Yo’ batin Dea lagi. Tiba-tiba, Dea memegang kepalanya yg sakit.

“Aww” erang Dea tertahan

“Lo kenapa, De?” Tanya Ify cemas karna ia mendengar Dea yg mengerang kesakitan.

“Gue gpp kok, Fy” sahut Dea lemah.

“De, muka lo pucet bget!” kaget Via

“Iya, De. Mending lo pu- Yaampun Dea! Lo mimisan!!” histeris Shilla. Shilla segera berlari kearah Dea, lalu mengelap hidung Dea dg tissue. Shilla merupakan anggota PMR. Ia sudah cukup terbiasa menangani hal seperti ini.

“Udah, gue gpp kok. Palingan Cuma kecapean aja” ujar Dea sambil mengambil tissue yg Shilla berikan.

“Mending lo pulang aja, De. Lo istirahat dirumah lo. Biar gue minta tolong sopir gue buat nganterin lo pulang” ujar Ify

“Nggak, Fy. Masa lo semua pada kerja, sedangkan gue Cuma diem doing dirumah? Nggak, gue nggak mau pulang” tolak Dea

“De, gue gpp. Toh Cuma buat sampulnya doang” ujar Ify.

“Yaudah, sopir gue udh nunggu lo tuh didepan. Lo pulang, gih!” suruh Ify. Dea mengangguk kecil

“Thanks, Fy” ujar Dea tulus

Ify tersenyum, lalu mengangguk. “Urwel”

Setelah Dea pergi, Ify kembali menekuni aktivitasnya bersama yg lain. Awalnya mereka mengira, klu ada sesuatu dg Dea, Tpi mereka menepis semua itu.
Ify merasa ada seseorang yg duduk disampingnya. Ify menoleh, & mendapati Rio yg sedang mengetik.

“Lo ngapain duduk disitu?” Tanya Ify bingung

“Loh, memangnya kenapa? Kan gak ada tulisan ‘DILARANG DUDUK’ ” sahut Rio kalem. Ify mendengus kesal, lalu membiarkan saja.
***
#ToBeContinued:)
Maap ngarettttt u,u
Kemarin sibuk bgettt. Udah gitu, kan mau lebaran, jadi gue bantu2 ortu T_T
Btw, minal aidin wal faidzin yaa:)
Maaf klu ada salah baik disengaja maupun nggak:)
Tetap baca seluruh karya gue yaa!!^^
Thankyuu{}


Author - @Karima_NM

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos