Sabtu, 16 Agustus 2014

Still Loving You -PROLOG-

Diposting oleh Nad di 00.40
Haiii^^
Saya hadir membawa cerbung kedua saya:3
Awalnya mau post di facebook, tapi gak jadi:v
Semoga suka yaa;)
Maap klu banyak typo / ceritanya gaje-,-
Gue masih amatir soalnya:D
Oke, CEKIDOT~~

Still Loving You *Prolog

“Iih, Raga mana cih? Aku kan nungguinnya capek” gerutu seorang gadis kecil yg kira2 berumur 4 tahun

“Araa!! Maaf aku telat. Soalnya aku baru pulang sekolah” ujar seorang anak laki-laki yg kira2 berumur 5 tahun.

“Raga, Ara capek nih nungguin kamu” ambek Ara

“Aduh, aku minta maap ya, Ra” sesal Raga-anak tadi-

Ara mengangguk, “Mama kamu mana?” tnya Ara

“Mamaku ada di toko roti didepan situ tuhh” jawab Raga sambil menunjuk toko roti yg berada di depan taman. Ya, keduanya sedang berada di taman komplek.

“Waah.. Mamaku juga ada dicitu… Kecana bareng yuk!” ajak Ara. Raga mengangguk, lalu berjalan berdampingan dengan Ara.

“Hai tante Fani!” sapa Ara

“Hai juga sayangg” sahut tante Fani-mama Raga-

“Hai tante Sovie!” sapa Raga

“Hai juga, Raga” sahut tante Sovie-mama Ara-

“Kalian mau beli roti?” Tanya tante Fani

“Mau Ma/Mau tante” sahut Ara & Raga girang

“Yaudah, kalian pilih roti yg kalian mau, gih!” suruh tante Fani. Dengan senang hati, Ara & Raga mencari roti kesukaan masing-masing.

“Yaampun mbak Fani.. Gak usah, mbak. Aduh, jadi ngerepotin. Kamu kan udah beliin rotinya Ara. Masa punya aku juga dibeliin sih??” ujar tante Sovie. Tante Fani & Tante Sovie merupakan teman dekat dari kecil. Keduanya pernah satu komplek saat di Jogja dulu. Tapi, saat SMP, Fani pindah ke Jakarta. Dan akhirnya, Sovie juga pindah ke Jakarta untuk Kuliah. Saat menikah, Sovie pindah ke rumah yg telah dibeli oleh sang suami, yg ternyata tepat berada didepan rumah Fani.

“Gapapa,  Sov. Kan sekali-sekali” sahut tante Fani enteng

“Sekali-sekali apaan? Kamu udah sering bayarin barang2 aku” gemas tante Sovie

“Haha. Udah ah. Jangan dibahas lagi” ujar tante Fani

“Ma, Raga sm Ara beli roti ini” ujar Raga sambil memberikan 2 roti ke mamanya

“Oke sayangg..” sahut tante fani sambil mengambil 2 roti itu & membayarnya

“Nih rotinya” ujar tante Fani sambil memberikan 2 roti itu ke Ara & raga

“Makacih ya tante” ucap Ara

“Makasih ma” ucap Raga

“Yaudah, Ara main kerumah tante, yuk! Kamu juga ikut ya, Sov. Ada yg mau aku omongin” ajak tante fani. Lalu keempatnya berjalan kearah rumah Raga yg tak jauh dari toko roti itu.

#Rumah Raga
“Raga sama Ara main dulu yaa” suruh tante Fani yg dibalas anggukan semangat oleh Raga & Ara. Keduanya mulai bermain di teras rumah.

“Mbak Fani mau ngomongin apa?” Tanya Sovie

“Hftt, gini, Sov. Lusa, aku mau pindah ke Jogja. Mas Arga ada tugas disana. Mungkin selama beberapa tahun” jelas Fani

“Gitu ya, mbak? Lusa? Cepet bget perginya?” Tanya Sovie

“Iya, Sov. Aku juga baru dikasi tau tadi malam sama mas Arga” jawab Fani lemas

“Yaudah, mbak. Gak apa apa, kok. Mbak pergi aja. Suatu saat, kita pasti bakalan ketemu lagi, kok!” ujar Sovie sambil tersenyum lembut kearah Fani.

“Raga, kamu mau pergi ya?” Tanya Ara yg tak sengaja mendengar pembicaraan Fani & Sovie

“Iya, Ra. Lusa aku bakalan berangkat ke Jogja” jawab Raga

“Yaah.. Berarti Ara gak bica ketemu Raga lagi dongg” sedih Ara

“Nggak lah, Ra. Suatu saat kita bakalan ketemu lagi kok” hibur Raga.

Wajah Ara kembali berseri, “Raga janji??” Tanya Ara sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

“Janji!” sahut Raga mantap sambil membalas uluran kelingking Ara.

“Raga, Ara punya kenang-kenangan buat Raga” ujar Ara.

“Apaan, Ra?” Tanya Raga

“Nihh” ujar Ara sambil memberikan sebuah gelang

“Itu gelang kecayangan Ara. Ara beli itu waktu Ara liburan ke London bareng mama, papa, & kak Icil” lanjut Ara

Raga mengambil gelang itu, “Makasih, Ra. Aku juga ada kenang-kenangan. Nihh” ujar Raga sambil memberikan sebuah kalung ke Ara.

“Kalung?” bingung Ara

“Iya. Kalung ini adalah kalung pemberian dari almarhumah oma aku” jelas Raga

Ara mengambil kalung itu, “Makacih ya Raga.. Jangan pernah lupain aku”

“Pasti, Ra!”

Gadis ini menangis di balkon kamarnya. Kejadian 11 tahun lalu kembali berputar diotaknya.

“Raga.. Kamu dimana, sih? Aku kangen kamu” lirih gadis itu. Tangannya mengelus kalung yg tergantung di leher jenjangnya. Itu adalah kalung dari Raga.

“Apakah kamu masih di Jogja? Atau kamu udah pindah ke Jakarta lagi?” Tanya gadis itu ke dirinya sendiri.

“Shilla… Buka pintunya, kakak mau masuk” panggil seseorang dari depan pintu kamarnya

“Masuk aja, kak. Gak aku kunci” jawab Shilla-gadis tadi- setengah berteriak.

“Kamu kenapa?” Tanya Pricilla-Kakak Shilla- setelah menemukan(?) Shilla di balkon

Shilla menatap kalungnya.

“Raga lgi?” Tanya Pricilla memastikan

“Iya, kak” sahut Shilla

Pricilla merangkul Shilla dg hangat. “Udah, Shill. Jangan dipikirin terus. Klu lo jodoh sama Raga, lo pasti ketemu sama dia kok” hibur Pricilla yg sudah kembali berbicara lo-gue(?)

“Kak Icil, gue kangen sama Raga..” lirih Shilla. Ya, sedari kecil, Shilla terbiasa memanggil Pricilla dg panggilan ‘Kak Icil’

“Udah deh. Mendingan lo move on aja!” usul Pricilla

“Enak aja! Lo mah udah ada kak Fero. Lah gue?” tolak Shilla

“Heh! Kok kak Fero dibawa-bawa sih?” Tanya Pricilla kesal

“Gapapa lagii.. Mending lo urusin kuliah lo tuh!” ujar Shilla. Pricilla sekarang sudah semester 2 di UI jurusan Komunikasi.

“Ih, udah ah. Nyesel gue nemenin lo disini” ambek Pricilla sambil berjalan keluar kamar Shilla.

Shilla terkekeh, “Ada ada aja” gumamnya. Shilla kemudian memasuki kamarnya, & menutup pintu balkon. Mengingat hari yg semakin larut, Shilla memutuskan untuk tidur karna besok ia akan MOS di SMA barunya setelah sempat ikut test. Ya, Shilla baru saja lulus dari SMPnya. Dan besok, Shilla akan MOS di SMA Global Indonesia(maksa bget-_-).
***
          Seorang pemuda sedang menggenggam sebuah gelang berbahan emas putih. Ia telah menyimpan gelang itu 11 tahun lamanya.

“Ara, udh hampir 2 tahun aku balik ke Jakarta. Tapi aku belum nemuin kamu” ujar pemuda itu

“Kamu tau, Ra? Ternyata rumahku yg dulu udah dijual. Dan akhirnya, sekarang aku pindah. Saat aku kerumah kamu yg berada didepan rumah aku dulu, ternyata kamu juga pindah, Ra. Kamu kemana? Aku kangen sama kamu” ujar pemuda itu lagi. Kemudian ia mencium gelang yg tadi ia pegang.

“Semoga kita bisa ketemu lagi, Ra”

Prolognya selesaiii^^
Tunggu part 1-nya yapsss;)
Ntar part 1nya ada perkenalan tokoh. Tpi Cuma beberapa yaa:3
Ini cerbung selingan..
Oke, gue bocorin deh.
Yg bakalan gue masukin ke perkenalan tokoh itu pastinya Shilla, Pricilla. Terus ada Ify sama kak Fero juga:3
Semoga pada sukaaaa^^

Author - @Karima_NM

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos