Minggu, 09 Maret 2014

Akhir dari Penantianku *Part 10

Diposting oleh Nad di 00.10
Akhir dari Penantianku *Part 10

          Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Seluruh peserta Kemah Alam sibuk bersiap-siap untuk games pertama mereka jam 10 nanti. Termasuk RAC & SIS. Mereka juga sedang bersiap-siap didalam tendanya.
          Setelah jam 08.00, seluruh peserta mulai mandi bergantian. Berbeda dg RAC & SIS. Seperti biasa. Mereka sllu mandi lebih awal dari yg lain. Alasannya sllu sama, yaitu ‘Ntar klo ngikutin apa kata panitia, malah desak-desakan mandinya. Mending mandi lebih awal! ’.
          RAC & SIS sedang sibuk dg aktivitasnya. Ada yg lg mainin gadget, rapihin barang-barangnya, melamun(?), dll:D.

“Haduhh.. Sumpah ya. Boring bget gueee… Mana masih 2 jam lagi acaranya” gerutu Via.

“Iya, vi. Boring bgett..” timpal Shilla.

“Udah deh. Jgan ngedumel-dumel gaje gini ah. Mending sekarang kita mikir, gimana caranya agar kita gak bosen…” ujar Ify. Kemudian, SIS mulai berfikir.

Via menjentikkan jarinya, “Gimana klo kita ke danau aja? Biasanya kan kalian sering kesana tuh” usulnya.

Shilla & Ify mengangguk setuju.

“yaudah yuk!” ajak via sambil menarik tangan Shilla & Ify.
***
#Danau
“hmm, sekarang kita ngapain nih?” tnya Shilla setelah sampai ditepi danau.

“Iya, kita ngapain nih sekarang?” tnya Ify juga

“Hmm, gimana klo kita ngeluarin semua uneg-uneg kita. Mau nggak?” usul Via

“Maksudnya?” tnya Ify bingung

“Gini, kalian keluarin semua perasaan kalian. Kan kalian jarang bget curhat ke gue. Apalagi tentang cwok. Ntar gue tnya kalian satu-satu!” jelas Via

Ify & Shilla Nampak berfikir. “Oke, gue setuju” tutur Shilla

“Gue juga” pasrah Ify. Ia tau, pasti ini rencana Via, agar mereka bisa lebih terbuka dgnnya.

Via tersenyum senang. Ternyata, rencananya berhasil.

“Oke, kita mulai dari Shilla” via mulai berbicara. Shilla mengangguk samar.

“Shill, apa lo masih sayang sama Cakka?” tnya via hati-hati.

Shilla menundukkan kepalanya.

“Ayolah, Shill. Kita ini sahabat lo… Apa gunanya lo punya sahabat klo lo gak mau cerita apa-apa ke kita?” bujuk Ify. Via menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Ify barusan.

Shilla menghela nafas, “Sebenernya, gue masih sayang bget sama Cakka. Tapi, tiap mengingat kejadian itu…” kata-kata Shilla terhenti karna air matanya sudah berbaris, siap akan turun kapan saja.

Ify & Via menghela nafas panjang. Lalu mereka merangkul Shilla.

“Kalo lo masih sayang sama Cakka, kenapa lo seperti PHP-in dia? Kadang lo deket bget sama dia, kyk ngasi harapan ke dia. Tapi kadang juga, lo tiba-tiba ngejauh dari dia. Kasian dia, Shill. Dia masih banyak berharap sama lo…” nasihat Ify. Shilla hanya menunduk.

“Selain itu, lo juga salah Shill. Ini semua nggak sepenuhnya salah Cakka. Seharusnya, waktu itu lo harus minta penjelasan dulu ke dia. Jangan mikir yg nggak nggak dulu. Lo juga mudah cemburuan. Lo kan tau klo Agni itu sahabatnya Cakka dari kecil…” nasihat Via juga.

“Tapi Vi, Fy. Cakka juga nggak terlalu terbuka sama gue. Dia jarang bget cerita tentang masalalunya ke gue. Yg gue tau, Agni itu sempat suka sama Cakka. Gak tau kapan, tapi itu yg gue tau.” Jelas Shilla.

“Shilla, mungkin itu emang kekurangannya Cakka. Dia gak terbuka sama pasangannya. Seenggaknya, lo yg ngebujuk dia supaya dia mau cerita ke elo. Nah, klo masalah Agni yg pernah suka sama cakka, itu emang bener. Waktu SD, Agni sempet suka sama Cakka. Dan Cakka tau itu, Cakka pernah bilang ke Agni, kalo mereka itu Cuma sahabat, gak lebih. Pas SMP, Cakka & Agni pisah. Beda sekolah gitu.. Dan Agni wktu itu sempet SMP di Jogja selama 1 tahun lebih. Eh, ternyata dia balik lagi. Walaupun beda sekolah, mereka ttp deket kok. Pas Agni pindah ke SMP Tunas Jaya(ngarang), dia ketemu sama cowok namanya Riko. Terus, Agni mulai ngerasa nyaman dg Riko. Dan akhirnya mereka jadian. Tapi, karna ada masalah, mereka sempet putus. Agni pengen bget balikan sama Riko, & akhirnya Cakka ngebantuin dia..” jelas Via panjang lebar.

“Cakka sempet ngerasa gak enak sama lo, karna saat dia ngebantuin Agni balikan sama Riko, dia jadi sering ninggalin lo. Cakka pernah bilang ke gue & Via, kalo Agni itu udah bener-bener ngilangin perasaannya ke cakka. Dan Agni juga tau kalo lo itu pacarnya Cakka. Agni setuju bget pas tau klo lo itu jadi pacarnya Cakka. Karna menurut dia, selain cantik lo itu juga baik. Dia bilang gtu, karna Cakka sering cerita tentang lo ke Agni. Cakka itu gak pernah ngelupain lo, Shill. Dia sayang bget sama lo…” Ify melanjutkan penjelasan Via.

Air mata Shilla menetes. Perasaan bersalah menjalar dihatinya, “Jadi, gue Cuma salah paham?” tnyanya yg dibalas anggukan oleh Ify & Via.

“kok kalian bisa tau semua tentang Cakka sih?” tnya Shilla sambil menatap kedua sahabatnya.

“Cakka udah cerita semuanya ke kita” jawab Via.

“maaf karna kita baru ngasi tau sekarang. Kita Cuma cari waktu yg tepat aja untuk cerita sama lo” lanjut Ify.

“Jadi gue harus gimana?” tnya Shilla bingung.

Ify & Via tersenyum lembut. “Cuma lo & hati lo yg bisa ngejawabnya” jawab Via. Shilla hanya mengangguk pelan.

“Next, gantian ify” Via menunjuk Ify. Shilla yg mendengar perkataan Via langsung menghapus air matanya. Kemudian ia menatap Ify, & mulai menyimak pertanyaan2 yg akan via lontarkan ke Ify.

“Maaf nih krna gue nanya kyk gini. Emm fy, gimana perasaan lo ke Rio?” tnya Via.

“Hfft, dulu perasaan itu mulai berkurang. Tapi, semenjak Rio balik lagi, perasaan gue juga balik lagi. Perasaan seneng, sakit, semuanya campur aduk. Senengnya, karna gue bisa ketemu lagi sama dia. Klo sakitnya, karna saat dia kembali, sama aja kyk dia yg ngebuka luka di hati gue yg udah sempat tertutup rapat…” jawab Ify, diakhir katanya terdengar sangat lirih. Suaranya mulai serak menahan tangis. Shilla yg berada disampingnya, reflex langsung merangkul Ify. Sedangkan Via yg berada didepannya, menggenggam lembut kedua tengan Ify. Bermaksud menguatkan.

“Fy, menurut gue, Rio udah mulai terjebak ke dalam pesonanya elo. Lo itu bisa membuat siapa aja yg ada disamping lo ngerasa nyaman saat ada didekat lo. Rio mulai ngerasain itu. Dia itu baru sadar klo lo itu berbeda dari cewek-cewek yg lain..” ujar Shilla. Via mengangguk.

“Gue yakin, klo penantian lo gak bakalan sia-sia” semangat Via sambil mengeratkan genggamannya. Ify tersenyum simpul, “Thanks” ujarnya yg dibalas anggukan oleh Via & Shilla.

Shilla melirik jam tangan putihnya. Jam 09.30.

“guys, balik ke tenda yuk! Udah jam setengah 10 nih, bentar lagi pasti udah disuruh ngumpul.” Ajak Shilla. SIS pun berjalan beriringan ke tenda.

Ya, persahabatan itu seperti sebuah keluarga yg sllu menguatkan. Walau mungkin tidak selamanya sllu ada masalah, dg kedewasaan pasti bisa menyelesaikan masalah itu.
Sahabat itu juga sangat berarti seperti keluarga. Karna, saat kita sedang suka maupun duka, sahabat & keluarga sllu ada disamping kita. Maka, bersyukurlah bagi kita yg memiliki sahabat. Karna peran sahabat itu mirip seperti keluarga.
Sahabat itu sllu mencoba untuk membuat kita sllu tersenyum & bahagia saat kita berada didekatnya. Sllu memberi nasihat saat kita punya masalah. Menenangkan saat kita sedang kesal, marah. Memberi bantuan disaat kita terjerembab masuk kedalam jurang yg sangaaaat dalam.
Sahabat jugalah yg sllu menguatkan, disaat kita rapuh. Memberikan kenyamanan & kehangatan, saat kita merasa lelah. Memberi keceriaan saat kita sedih. Dan terkadang sllu ada disaat kita membutuhkan tiang untuk bersadar, & tongkat untuk menopang kita berdiri.
Maka dari itu, jgan pernah sia-sia kan sahabatmu. Karena sahabat adalah orang terpenting kedua setelah keluarga, yg sllu memberikan supportnya untuk kita:) :’)
***
#ToBeContinued;)

Alhamdulillah selesai.. :)
Nge-post nya ngaret ya? Maaf ya buat para readers yg udah mau baca…
Soalnya kemaren aku ada Try Out(walaupun masih kelas 8.)..
Jadi, gue fokus ke TO dulu. Walaupun nilainya yaa gtu deh:D hehe
Thanks buat readers yg udah setia membaca cerbung ini:)
Big Love ‘n Big Hug for you all <3 <3 <3  {} {} {}

Byee:*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos