Akhir
dari Penantianku *Part 10
Waktu
menunjukkan pukul 07.00 pagi. Seluruh peserta Kemah Alam sibuk bersiap-siap
untuk games pertama mereka jam 10 nanti. Termasuk RAC & SIS. Mereka juga
sedang bersiap-siap didalam tendanya.
Setelah
jam 08.00, seluruh peserta mulai mandi bergantian. Berbeda dg RAC & SIS.
Seperti biasa. Mereka sllu mandi lebih awal dari yg lain. Alasannya sllu sama,
yaitu ‘Ntar klo ngikutin apa kata panitia, malah desak-desakan mandinya.
Mending mandi lebih awal! ’.
RAC
& SIS sedang sibuk dg aktivitasnya. Ada yg lg mainin gadget, rapihin
barang-barangnya, melamun(?), dll:D.
“Haduhh.. Sumpah ya. Boring bget
gueee… Mana masih 2 jam lagi acaranya” gerutu Via.
“Iya, vi. Boring bgett..” timpal
Shilla.
“Udah deh. Jgan ngedumel-dumel gaje
gini ah. Mending sekarang kita mikir, gimana caranya agar kita gak bosen…” ujar
Ify. Kemudian, SIS mulai berfikir.
Via menjentikkan jarinya, “Gimana klo
kita ke danau aja? Biasanya kan kalian sering kesana tuh” usulnya.
Shilla & Ify mengangguk setuju.
“yaudah yuk!” ajak via sambil menarik
tangan Shilla & Ify.
***
#Danau
“hmm, sekarang kita ngapain nih?” tnya
Shilla setelah sampai ditepi danau.
“Iya, kita ngapain nih sekarang?” tnya
Ify juga
“Hmm, gimana klo kita ngeluarin semua
uneg-uneg kita. Mau nggak?” usul Via
“Maksudnya?” tnya Ify bingung
“Gini, kalian keluarin semua perasaan
kalian. Kan kalian jarang bget curhat ke gue. Apalagi tentang cwok. Ntar gue
tnya kalian satu-satu!” jelas Via
Ify & Shilla Nampak berfikir.
“Oke, gue setuju” tutur Shilla
“Gue juga” pasrah Ify. Ia tau, pasti
ini rencana Via, agar mereka bisa lebih terbuka dgnnya.
Via tersenyum senang. Ternyata,
rencananya berhasil.
“Oke, kita mulai dari Shilla” via
mulai berbicara. Shilla mengangguk samar.
“Shill, apa lo masih sayang sama
Cakka?” tnya via hati-hati.
Shilla menundukkan kepalanya.
“Ayolah, Shill. Kita ini sahabat lo…
Apa gunanya lo punya sahabat klo lo gak mau cerita apa-apa ke kita?” bujuk Ify.
Via menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Ify barusan.
Shilla menghela nafas, “Sebenernya,
gue masih sayang bget sama Cakka. Tapi, tiap mengingat kejadian itu…” kata-kata
Shilla terhenti karna air matanya sudah berbaris, siap akan turun kapan saja.
Ify & Via menghela nafas panjang.
Lalu mereka merangkul Shilla.
“Kalo lo masih sayang sama Cakka,
kenapa lo seperti PHP-in dia? Kadang lo deket bget sama dia, kyk ngasi harapan
ke dia. Tapi kadang juga, lo tiba-tiba ngejauh dari dia. Kasian dia, Shill. Dia
masih banyak berharap sama lo…” nasihat Ify. Shilla hanya menunduk.
“Selain itu, lo juga salah Shill. Ini
semua nggak sepenuhnya salah Cakka. Seharusnya, waktu itu lo harus minta
penjelasan dulu ke dia. Jangan mikir yg nggak nggak dulu. Lo juga mudah
cemburuan. Lo kan tau klo Agni itu sahabatnya Cakka dari kecil…” nasihat Via
juga.
“Tapi Vi, Fy. Cakka juga nggak terlalu
terbuka sama gue. Dia jarang bget cerita tentang masalalunya ke gue. Yg gue
tau, Agni itu sempat suka sama Cakka. Gak tau kapan, tapi itu yg gue tau.”
Jelas Shilla.
“Shilla, mungkin itu emang
kekurangannya Cakka. Dia gak terbuka sama pasangannya. Seenggaknya, lo yg
ngebujuk dia supaya dia mau cerita ke elo. Nah, klo masalah Agni yg pernah suka
sama cakka, itu emang bener. Waktu SD, Agni sempet suka sama Cakka. Dan Cakka
tau itu, Cakka pernah bilang ke Agni, kalo mereka itu Cuma sahabat, gak lebih.
Pas SMP, Cakka & Agni pisah. Beda sekolah gitu.. Dan Agni wktu itu sempet
SMP di Jogja selama 1 tahun lebih. Eh, ternyata dia balik lagi. Walaupun beda
sekolah, mereka ttp deket kok. Pas Agni pindah ke SMP Tunas Jaya(ngarang), dia
ketemu sama cowok namanya Riko. Terus, Agni mulai ngerasa nyaman dg Riko. Dan
akhirnya mereka jadian. Tapi, karna ada masalah, mereka sempet putus. Agni
pengen bget balikan sama Riko, & akhirnya Cakka ngebantuin dia..” jelas Via
panjang lebar.
“Cakka sempet ngerasa gak enak sama
lo, karna saat dia ngebantuin Agni balikan sama Riko, dia jadi sering ninggalin
lo. Cakka pernah bilang ke gue & Via, kalo Agni itu udah bener-bener
ngilangin perasaannya ke cakka. Dan Agni juga tau kalo lo itu pacarnya Cakka.
Agni setuju bget pas tau klo lo itu jadi pacarnya Cakka. Karna menurut dia,
selain cantik lo itu juga baik. Dia bilang gtu, karna Cakka sering cerita
tentang lo ke Agni. Cakka itu gak pernah ngelupain lo, Shill. Dia sayang bget
sama lo…” Ify melanjutkan penjelasan Via.
Air mata Shilla menetes. Perasaan
bersalah menjalar dihatinya, “Jadi, gue Cuma salah paham?” tnyanya yg dibalas
anggukan oleh Ify & Via.
“kok kalian bisa tau semua tentang
Cakka sih?” tnya Shilla sambil menatap kedua sahabatnya.
“Cakka udah cerita semuanya ke kita”
jawab Via.
“maaf karna kita baru ngasi tau
sekarang. Kita Cuma cari waktu yg tepat aja untuk cerita sama lo” lanjut Ify.
“Jadi gue harus gimana?” tnya Shilla
bingung.
Ify & Via tersenyum lembut. “Cuma
lo & hati lo yg bisa ngejawabnya” jawab Via. Shilla hanya mengangguk pelan.
“Next, gantian ify” Via menunjuk Ify.
Shilla yg mendengar perkataan Via langsung menghapus air matanya. Kemudian ia
menatap Ify, & mulai menyimak pertanyaan2 yg akan via lontarkan ke Ify.
“Maaf nih krna gue nanya kyk gini. Emm
fy, gimana perasaan lo ke Rio?” tnya Via.
“Hfft, dulu perasaan itu mulai
berkurang. Tapi, semenjak Rio balik lagi, perasaan gue juga balik lagi.
Perasaan seneng, sakit, semuanya campur aduk. Senengnya, karna gue bisa ketemu
lagi sama dia. Klo sakitnya, karna saat dia kembali, sama aja kyk dia yg
ngebuka luka di hati gue yg udah sempat tertutup rapat…” jawab Ify, diakhir
katanya terdengar sangat lirih. Suaranya mulai serak menahan tangis. Shilla yg
berada disampingnya, reflex langsung merangkul Ify. Sedangkan Via yg berada
didepannya, menggenggam lembut kedua tengan Ify. Bermaksud menguatkan.
“Fy, menurut gue, Rio udah mulai
terjebak ke dalam pesonanya elo. Lo itu bisa membuat siapa aja yg ada disamping
lo ngerasa nyaman saat ada didekat lo. Rio mulai ngerasain itu. Dia itu baru
sadar klo lo itu berbeda dari cewek-cewek yg lain..” ujar Shilla. Via
mengangguk.
“Gue yakin, klo penantian lo gak
bakalan sia-sia” semangat Via sambil mengeratkan genggamannya. Ify tersenyum
simpul, “Thanks” ujarnya yg dibalas anggukan oleh Via & Shilla.
Shilla melirik jam tangan putihnya.
Jam 09.30.
“guys, balik ke tenda yuk! Udah jam
setengah 10 nih, bentar lagi pasti udah disuruh ngumpul.” Ajak Shilla. SIS pun
berjalan beriringan ke tenda.
Ya,
persahabatan itu seperti sebuah keluarga yg sllu menguatkan. Walau mungkin
tidak selamanya sllu ada masalah, dg kedewasaan pasti bisa menyelesaikan
masalah itu.
Sahabat
itu juga sangat berarti seperti keluarga. Karna, saat kita sedang suka maupun
duka, sahabat & keluarga sllu ada disamping kita. Maka, bersyukurlah bagi
kita yg memiliki sahabat. Karna peran sahabat itu mirip seperti keluarga.
Sahabat
itu sllu mencoba untuk membuat kita sllu tersenyum & bahagia saat kita
berada didekatnya. Sllu memberi nasihat saat kita punya masalah. Menenangkan
saat kita sedang kesal, marah. Memberi bantuan disaat kita terjerembab masuk
kedalam jurang yg sangaaaat dalam.
Sahabat
jugalah yg sllu menguatkan, disaat kita rapuh. Memberikan kenyamanan &
kehangatan, saat kita merasa lelah. Memberi keceriaan saat kita sedih. Dan
terkadang sllu ada disaat kita membutuhkan tiang untuk bersadar, & tongkat
untuk menopang kita berdiri.
Maka dari
itu, jgan pernah sia-sia kan sahabatmu. Karena sahabat adalah orang terpenting
kedua setelah keluarga, yg sllu memberikan supportnya untuk kita:) :’)
***
#ToBeContinued;)
Alhamdulillah selesai.. :)
Nge-post nya ngaret ya? Maaf ya buat
para readers yg udah mau baca…
Soalnya kemaren aku ada Try
Out(walaupun masih kelas 8.)..
Jadi, gue fokus ke TO dulu. Walaupun
nilainya yaa gtu deh:D hehe
Thanks buat readers yg udah
setia membaca cerbung ini:)
Big Love ‘n Big Hug for you all <3
<3 <3 {} {} {}
Byee:*

0 komentar:
Posting Komentar