Minggu, 09 Maret 2014

Akhir dari Penantianku *Part 11

Diposting oleh Nad di 00.12
Akhir dari Penantianku *Part 11

#Di Tenda
          “Kalian darimana aja, sih? Kita tadi bingung nyariin kalian.” Tnya Rio setelah SIS sampai di lokasi perkemahan.
“Tadi kita dari danau. Maaf deh, karna tadi gaada bilang ke kalian” jwab Ify mewakili Via & Shilla.
RAC mengangguk-anggukkan kepalanya. “Oke gpp, kita maafin. Tapi lain kali, kalian klu mau kemana-mana, harus izin sama salah satu diantara kita dulu!” ingat Cakka.
SIS menganggukkan kepalanya. “Iyaaa cicaaaak:p” ujar Shilla sambil menjulurkan lidahnya ke Cakka. Cakka yg digituin hnya sedikit merasa aneh dg sikap Shilla yg tiba-tiba mulai bersahabat dengannya.
Cakka menoleh kearah Ify & Via, menatap mereka dg tatapan bertanya-tanya. Ify & Via hnya mengedipkan sebelah matanya. Dan Cakka tau apa maksudnya. Itu artinya, Shilla telah mengetahui kejadian yg sebenarnya. Lalu Cakka merogoh koceknya untuk mengambil HPnya. Kemudian ia mengetik pesan singkat untuk Ify & Via,
=======
To : Ify Alyssa , Via Azizah

Thx ya, karna kalian udh
jelasin semuanya ke
Shilla:)
Gue gatau hrus kyk
gmna kalo gaada kalian;)
Sekali lagi, Thx guys

Send
=======

HP Ify & Via bergetar. Pesan masuk. Mereka membuka pesan itu, lalu tersenyum. Mereka membalas pesan itu,

=======
-IFY-
To : Cakka Nuraga

Urwell, kka:)
Gue ngelakuin ini juga
buat kebaikan lo berdua.
Jadi, nyantai aja.
Itulah gunanya sahabat:)

Send
=======
-VIA-
To : Cakka N.

Samasama..
Nyantai aja kaliii;)

Send
=======

          Cakka hnya tersenyum saat membaca balasan SMS dari kedua sahabatnya itu. Ia benar-benar sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka. Ia berjanji, tak akan menyia-nyiakan sahabatnya itu.


          “Perhatian untuk seluruh peserta Kemah Alam XI-2 Global Nusantara, harap segera berkumpul di lapangan sekarang juga. Terimakasih” Pak Dave memanggil seluruh peserta Kemah Alam.
          Para peserta pun beramai-ramai pergi ke lapangan. Kemudian mereka berkumpul. Bu Ira memberi penjelasan,
          “Ini adalah games pertama kita. Games ini memerlukan kekompakan. Untuk 3 games, satu kelompok diwakilkan oleh 2 orang, 1 perempuan & 1 laki-laki yg berbeda. Kecuali games ke-4. Nnti, kalian akan menyusuri hutan, kalian harus mengikuti arah panah yg telah panitia buat, untuk kembali lagi kesini. Di hutan, kalian harus mencari 10 kertas berisikan soal-soal seputar pelajaran kita kemarin. Dan kalian juga hrus mengambil bendera berwarna biru sebanyak-banyaknya. Bendera disetiap kelompok, masing-masing ada 15. Yg terbanyak membawakan bendera, itu akan menjadi poin kalian. Begitupun dg jawaban kalian dari soal2 yg kami berikan. Pemenang dari seluruh games, akan diumumkan dihari terakhir kita disini. Kemungkinan, hari ini kita akan memainkan 4 games. Untuk kegiatan dihari terakhir kita besok, tunggu pengumuman saja. Baik, silahkan kalian pilih siapa yg mewakilkan kelompok kalian di games ini.”

          Seluruh peserta mulai memilih siapa yg akan mewakilkan kelompok mereka. Begitupun dg RAC & SIS.
          “Oke guys. Siapa yg mau wakilin kelompok kita?” tnya Via.
          “Terserah aja. Asalkan semuanya harus ikut disemua games. Jadinya, adil” jwab Cakka.
          “Yg pinter pelajaran PLH siapa?” tnya Shilla. Refleks, semuanya menoleh kearah Rio & Ify. Rio & Ify yg sedang sibuk dg gadget nya langsung kaget saat mendengar namanya disebut-sebut.
          “Ada apa?” tnya Ify yg sedikit bingung dg tatapan teman-temannya.
          “Kok ngeliatin gue sama Ify?” tnya Rio juga.
          “Yo, Fy, kalian wakilin kelompok kita ya??” bujuk Via dg suara & wajah yg memelas.
          “Iya Yo, Fy. Kalian kan paling pinter pelajaran PLH.. Yayaya???” bujuk Shilla juga.
          “Iiih, kok gue sih? Kalian kan juga pinter PLH” tolak Ify yg dibalas anggukan oleh Rio.
          Shilla & Via menatap Rio & Ify dg tatapan memohon. Ify merasa tak tega,
          “Yaudah deh. Gue mau, klo lo, Yo?” pasrah Ify. Rio hnya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Sedangkan Shilla & Via langsung berhigh five. Cakka & Alvin juga. Ify & Rio pun berjalan ketempat Bu Ira berada.

          “Bu, kami perwakilan dari kelompok 3” ujar Rio.
          Bu Ira mengangguk, “Siapa nama kalian?” tnyanya.
          “Alyssa & Mario, bu” jwab Ify sopan.
          “Oke, semua kelompok sudah memiliki perwakilannya masing-masing. Kita langsung mulai saja gamesnya. Semuanya langsung bergegas kearah yg telah ditentukan!” perintah Bu Ira.
          Peserta games langsung berpencar. Begitu juga dg Rio-Ify. Mereka berlari-lari kecil memasuki hutan.
          “Fy, clue kertas pertanyaan pertama apa?” tnya Rio.
          Ify langsung membuka kertas yg Bu Ira berikan tadi. “Hmm, di akar pohon.” Jwab Ify.
          Rio-Ify pun melihat ke setiap-setiap akar pohon yg mereka lewati.
          “Yo! Itu kyknya kertas pertanyaan yg pertama deh!” seru Ify.
          “Mana?” tnya Rio.
          “Itu, yg diantara akar pohon yg gede!” jwab ify.
          Mereka bergegas ke pohon itu. Mereka mengambil kertas tersebut, dan benar saja. Itu kertas soal yg pertama. Isi soal itu,
          ‘Apa nama pohon ini?(?)’
“Lo tau, Yo?” tnya Ify. Rio mengangguk, kemudian menuliskan jawabannya dikertas itu, lalu memasukkan kertas itu kedalam saku jaketnya. Baru saja 2 langkah mereka berjalan, mereka melihat bendera biru.
“Fy, itu ada bendera birunya! Ambil gih” suruh Rio. Ify pun mengangguk, lalu mengambil bendera itu.
***
#Di Tenda
          “Ya Allah.. Semoga Rio ama Ify bisa menang” doa Shilla.
          “Amiin..” balas yg lain.
          “Nanti games ke-2, syp yg mau ngewakilin?” tnya Cakka.
          “Gue ama Alvin aja deh ya” jwab Via.
          “Gimana, Vin?” tnya Cakka. Alvin mengangguk setuju. Kemudian, mereka sibuk bercanda & sesekali bertanya-tanya tentang RiFy ygsedang berjuang(?)
***
#Back to RiFy
          Kurang lebih, sudah hampir 20 menit RiFy menyusuri hutan. Mereka sudah menjawab 9 soal. Terkadang Rio yg menjawab soal, kadang juga ify. Mereka sangat kompak. Mereka juga sudah mendapat 12 bendera biru yg saat ini sedang Ify pegang.
          “Clue yg terakhir apa, Fy?” tnya Rio.
          Ify kembali membuka kertas, “Pohon” jwab Ify. “maksudnya apa ya?” lanjutnya.
          “mungkin disekitar pohon-pohon kali” jawab Rio cuek. Ify hnya mengangkat kedua bahunya. Tak lama,
          “Itu kyknya ada kertas deh, yo!” seru Ify.
          “Dimana?” tnya Rio.
          “Itu, dipohon depan itu loooh..” jwab Ify sambil menunjuk pohon yg ia maksud.
          Rio mengikuti arah yg Ify maksud, kemudian mereka berjalan kearah pohon yg tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
          Rio mengambil kertas itu. Isinya,
          ‘Sebutkan jenis pohon apa ini!’
          Rio mengernyitkan dahinya. Ia mengalihkan pandangannya ke Ify yg berada disampingnya, “Lo tau jawabannya?” tnyanya.
          Ify Nampak berfikir, lalu ia mengangguk. “Gue tau” ujarnya. Kemudian ia menuliskan jawabannya.
          “Yeaaay! Udah 10 soal!! Yuhuu” seru Ify girang. Rio hanya terkekeh melihat tingkah Ify.
          “Eh Fy, dibelakang pohon itu, ada bendera biru lagi tuh!” seru Ify sambil menunjuk pohon yg ada didepannya. Ify mengambil bendera itu.
          “Yeay! Ada 13 bendera!” serunya lagi.
          Kemudian mereka berlari kecil untuk kembali kelokasi tadi. Namun tiba-tiba,
          ‘BRUK!’ Ify terjatuh karna tersandung batu.
          ‘aww’ teriak Ify yg merasa kesakitan dibagian kakinya. Rio yg berada didepan Ify reflex menoleh kearah Ify yg berada dibelakangnya. “IFY!”, Rio berlari kearah Ify.
          “Lo gpp?” tnya Rio setelah ia berada didpan Ify.
          “Gpp kok” jwab Ify. Kemudian ia mencoba untuk berdiri, dibantu oleh Rio. Namun lagi-lagi, ‘Aww!’. Ify terjatuh.
          “Aduh, Yo. Kyknya kaki gue keseleo nihh..” lirih Ify. Air matanya mulai menetes.
          “Jgan nangis dongg” bujuk Rio sambil menghapus air mata Ify. Kemudian ia berjongkok membelakangi Ify. Ify mengernyit heran.
          “Naik!” suruh Rio.
          “Gue gpp kok” ujar ify.
          “Naik Ifyyy” suruh Rio lagi.
          Ify pun menuruti perintah Rio. Ia kemudian mengalungkan tangannya dileher Rio. Rio pun menggendong Ify dipunggungnya.
          “Makanya hati-hati.. Akhirnya jatoh kaan” omel Rio.
          Ify merengut, “Namanya juga kecelakaan” belanya.
          Rio pun hnya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanpa mereka sadari, jantung mereka berdetak berkali-kali lebih cepat dari biasanya. Ntah krna apa. Hnya mereka yg bisa menjawabnya.
***
#ToBeContinued;)

Part 11 selesaaaaiii:3
Alhamdulillah..
Makasih ya, buat para readers yg udh menyempatkan diri untuk membaca cerbung gue ini;)
Jgan lupa Follow : @KarimaMdna_ yaa;)

Byeee:*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos