Kamis, 27 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 9

Diposting oleh Nad di 20.51
Akhir dari Penantianku *Part 9

          Malam hari telah tiba. Bu Ira sudah memberikan pengumuman klu pesta api unggun dimulai jam 8 malam. Sekarang sudah jam 7 malam. Itu berarti, 1 jam lagi pesta itu akan dimulai. Kayu-kayu yg akan digunakan, telah disiapkan oleh pihak pengelola.
          Disetiap tenda siswa, telah dipasang lampu untuk penerangan dimalam hari. Lampu itu telah disediakan oleh pihak sekolah, & para siswa tinggal menyambungkan listrik dg lampu, dibantu dengan pihak pengelola & panitia.
          SIS saat ini sedang berada di dalam tendanya yg cukup besar. Mereka sedang bersantai-santai. Malam ini, mereka memakai baju yg simple.
          Ify memakai baju kaos berwarna ungu baby yg dibalut cardigan abu-abu, celana jeans hitam selutut, & sneakers hitam.
          Via memakai baju lengan panjang berwarna kuning, celana jeans abu-abu panjang, & sepatu berwarna kuning-putih.
          Shilla memakai baju tanpa lengan berwarna ungu-hitam, cardigan berwarna fuchsia, celana jeans selutut berwarna biru tua, & sneakers berwarna senada dg cardigannya.
          SIS memang membawa perlengkapan yg cukup banyak. Mereka membawa 1 tas ransel berukuran sedang, & tas lain yg berukuran lebih kecil untuk menyimpan cardigan, bbrp jenis sepatu simple, & gadget mereka.

          RAC juga sedang bersantai-santai didalam tenda. Alvin yg sedang mendengarkan lagu, Rio yg sedang SMSan bersama Difa(adiknya), & Cakka yg sedang bermain game di PSP miliknya. RAC juga memakai pakaian yg simple.
          Rio memakai baju kaos berwarna biru laut, jaket biru, celana jeans ketat berwarna hitam, & sepatu berwarna hitam-putih.
          Alvin memakai baju kaos putih yg dibalut kemeja kotak-kotak berwarna merah, celana jeans abu-abu, & sepatu abu abu-putih.
          Cakka memakai baju lengan panjang berwarna hijau, celana jeans biru, & sepatu abu-abu.
          RAC juga membawa perlengkapan yg cukup banyak. Namun tak sebanyak perlengkapan SIS. Mereka membawa tas yg berukuran cukup besar, & tas kecil untuk menyimpan gadget yg mereka bawa.

          Waktu menunjukkan pukul 19.45. Bu Ira sudah menyuruh para siswa untuk berkumpul dilapangan belakang lokasi perkemahan. Lapangan itu sangat luas, & sering digunakan untuk pesta api unggun/acara-acara outdoor lainnya.
          Setelah semua siswa berkumpul dilapangan, Bu Ira memberi pengarahan. “Baik anak-anak, untuk malam ini kita akan melaksanakan pesta api unggun dalam rangka Pembukaan Kemah Alam kelas XI-2. Nanti, saat dimalam terakhir kita disini, kita juga akan melaksanakan pesta api unggun. Namun api unggunnya tidak sebesar sekarang ini. Untuk games nya, kami pihak panitia membuat tema Pengetahuan di setiap games. Games akan dilaksanakan mulai besok, jam 10.00 pagi. Jadi, sebelum jam 10.00 pagi, kalian harus sudah siap, & harus sudah berkumpul di lapangan ini. Di kegiatan ini, kita tidak sepenuhnya Belajar. Tetapi juga sekaligus me-refreshing otak kalian yg terus diisi dg pelajaran2. Jadi, kegiatan kalian selama kurang lebih 3 hari ini, tidak terlalu padat. Baiklah, pesta Api Unggun untuk malam ini, saya buka”.
          Para siswa bertepuk tangan riuh. Kemudian Rio & Cakka mengambil gitarnya. Mereka pun bernyanyi bersama di sekeliling api unggun. Gelak tawa dari para siswa & guru pendamping terdengar. Mereka menyanyikan lagu-lagu yg ceria. Semua sangat menikmati acara itu. Satu jam kemudian, mereka memutuskan untuk membakar jagung yg telah disediakan.
          Wisata Perkemahan ini memang sangat lengkap. Pihak pengelola telah menyiapkan segala yg diperlukan. Wajar saja. Pemilik dari Wisata Perkemahan ini merupakan keluarga dari Kepala Sekolah Global Nusantara.
         
          RAC & SIS sedang asik membakar jagung. Mereka memutuskan untuk membuat jagung bakar pedas manis(Jadi ngiler ._.v wkwk).

“Seru juga ya acaranya” komentar Ify

“ya pastilah.. Klu nggak seru, gak mungkin pihak sekolah bakalan buat acara kayak beginian” balas Rio sambil memeletkan lidahnya ke Ify

Ify cemberut. “Gue kan Cuma komentar Riooo” kesalnya

Rio tertawa, ia menyimpan jagungnya yg baru setengah matang ke piring yg berada disampingnya. Lalu ia mencubit kedua pipi Ify dg gemas. “Gue Cuma bercanda kaliii” gemasnya sambil tertawa

Ify meringis. “Sakit tauu” kesalnya

Rio kembali tertawa. Kemudian ia melanjutkan membakar jagungnya. AlVia & CakShill yg melihat RiFy yg semakin dekat, ikut senang.

‘Gue seneng ngeliat kalian bisa deket kyk dulu lagi’ batin Via & Shilla kompak

          Jagung RAC & SIS telah matang, mereka memutuskan untuk berkumpul dibawah pohon yg tak jauh dari lokasi Pesta Api Unggun. Mereka memakan jagung itu.
          Setelah selesai memakan jagung, mereka pamit dg yg lain untuk duluan pulang ke tenda mereka. Di sekitar tenda, mereka sibuk dg kegiatan mereka masing-masing. Ify yg sibuk menyiapkan perlengkapan untuk besok, Shilla yg sibuk merapikan barang-barangnya, Via yg sibuk dg gadgetnya, Alvin yg sibuk dg PSP nya, Cakka yg sibuk membenahi segala peralatannya yg berantakan(Just story CL ._.v), & Rio yg sibuk dg baju-bajunya.

Saat jam 22.00 malam. Para guru pendamping menyuruh murid-muridnya untuk segera tidur. Murid-murid pun tidur.
***
Waktu menunjukkan pukul 01.45 malam. Namun, Ify masih belum tidur. Ralat. Bukan belum tidur. Tadi ia sempat tidur sebentar. Tetapi, ia terbangun lagi. Dan akhirnya, ia berada di tepi danau ini.
Ify sedang memain-mainkan air danau. Dan sesekali, ia melemparkan batu-batu kecil yg berada didekatnya kedanau. Ia mengingat-ingat segala kejadian yg terjadi dalam kehidupannya.
Salah satunya, masalah CakShill. Saat ini, ia sudah cukup bahagia melihat CakShill yg mulai dekat seperti dulu lagi.
Ify & Via sudah sering membujuk Shilla dg berbagai cara, agar mau memaafkan Cakka, dan mau balikan lagi sama Cakka. Tapi, Shilla sllu menjawab dg jawaban yg sama, “biar waktu aja yg jawab. Dan tolong biarin gue berfikir dulu untuk saat ini” itu yg sllu Shilla katakan.
Air mata Ify akhirnya menetes juga. Ia sangat sedih dg keadaan seperti sekarang ini. Cakka-Shilla yg terkadang dekat, namun secara tiba-tiba juga bisa kembali menjauh. Ditambah Rio yg kembali lagi kedalam hidupnya. Ini sudah cukup membuat Ify merasa lelah.
‘Sampai kapan ini semua akan berakhir? Gue udah cukup capek dg semua ini..’ lirih Ify disela tangisnya.
‘Gue & Via udah sllu mencoba untuk ngebujuk Shilla. Tapi sllu gagal.. Dan itu ngebuat gue mulai putus asa..’ lirih Ify lagi.
 ‘Gue pengen sahabat-sahabat gue bahagia. Gue rela nutupin semua kesedihan gue, & semua masalah gue, asalkan orang-orang yg gue sayang bisa bahagia..’ Ify terus berbicara sendiri. Bermaksud untuk mengurangi segala beban yg ia miliki.
‘Gue mau ngelakuin apa aja, asalkan semuanya bisa kembali lagi seperti dulu. Bisa bahagia lagi, & tenang lagi seperti dulu. Walaupun gue harus lupain dulu kesenangan gue, gue relaaaa bget. Asalkan semuanya bisa bahagia..’ lirih Ify, air matanya mengalir deras melewati pipi mulusnya.
 “Tapi gue harus yakin. Disetiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Dan gue harus bisa lewatin ini semua. Karena semua ini pasti akan ada akhirnya. Gue pasti bisa! Gue harus kuat! Gue gak boleh terus ngeluh kyk gini.” tekad Ify sambil menghapus air mata yg membasahi pipinya. Ia pun bersenandung kecil,

Pernah ku lelah, untuk melangkah
Menangis, dan terjatuh
Namun tak akan, aku menyerah
Melawan s’gala masalah
Tak berhenti tetap ku berdiri
Dengan sepenuh hati, dan terus tersenyum

Masalahku ini, kekuatanku kini
Masalah yang selalu datang, jadikan ku lebih tegar
::Bagas -  Bintang Kemenangan(Liriknya ada yg gue ubah;) Semoga pd suka yaJ)::

          “Ify?” tiba-tiba seseorang mengagetkan Ify.
***
          Rio terbangun dari tidurnya. Saat mencoba untuk tidur lagi, mata Rio tak bisa terpejam. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia memakai jaket biru miliknya. Saat baru keluar dari tendanya, Rio ditegur oleh seseorang.

“Rio? Mau kemana kamu? Kenapa jam segini belum tidur?” tnya Pak Dave

“Maaf pak. Saya tadi sudah tidur, tapi saya kebangun. Pas saya mau coba tidur lagi, malah gak bisa. Jadi, saya mutusin untuk jalan-jalan. Boleh kan pak?” jelas+tnya Rio.

Pak Dave berfikir sejenak. “Baiklah, saya izinkan kamu untuk jalan-jalan. Tapi ingat! Jgan jauh-jauh” ingat Pak Dave.

Rio menganggukkan kepalanya, “Baik pak. Kalau gitu, saya permisi dulu pak” pamit Rio.

Pak Dave mengangguk pertanda mengiyakan.

Rio memutuskan untuk pergi ke danau. Saat memasuki kawasan danau, Rio mendengar suara seorang gadis yg sedang bernyanyi. Rio mengikuti arah suara itu. Kemudian ia menemukan seorang gadis yg sedang duduk ditepi danau sendirian. Gadis itu sedang memainkan air danau.
Rio merasa tidak asing dengan gadis itu. Saat mendengar suara gadis itu bernyanyi, hatinya terasa sangat tenang. Ia memejamkan matanya. Ia mencerna lirik-lirik lagu yg dinyanyikan oleh gadis itu. Ia tau lagu itu. Ia juga tau, kalau beberapa lirik lagu itu diubah dg gadis itu. Dan entah mengapa, Rio merasa kalau lirik itu sangat nyata. Lirik itu seperti berisi tentang kisah hidup seseorang. Gadis itu selesai bernyanyi. Rio membuka matanya. Kemudian ia reflex memanggil,

“Ify?”

Gadis itu menoleh & tampak sedikit kaget. Benar saja, gadis itu adalah Ify. Rio tersenyum kearah Ify. Kemudian ia berjalan mendekati Ify, lalu duduk disampingnya.

“Kok belum tidur, Fy?” tnya Rio lembut

Ify yg semula melihat kearah depan, menoleh kearah Rio. “tadi gue udah tidur, kok. Tapi malah bangun lagi pas jam 12 tadi. Yaudah, akhirnya gue kesini aja” jawabnya.

Rio terkejut, “kok sama kyk gue, sih?”

Ify mengernyit heran, “maksudnya?”

“Tadi gue juga udah tidur. Tapi malah bangun lagi. Yaudah, gue kesini aja” jwab Rio

Ify tertawa, “Kok bisa samaan ya?” tnyanya juga

Rio juga ikut tertawa, “Iya ya? Kok bisa samaan sih?”. Kemudian Rio menoleh  kearah ify yg berada dikirinya. Dari pantulan cahaya lampu, ia melihat mata Ify yg agak sembab.

“Lo habis nangis?” tnya Rio

Ify gelagapan, “hah!? Ng..nggak kok. Tadi kelilipan ajaa” alibinya

“Fy, lo gak bisa bohong sama gue. Klu lo mau cerita, cerita aja. Klu lo mau nangis, nangis aja. Karena, setegar-tegarnya elo, pasti lo bisa rapuh juga. Kyk batu karang yg terus dihantam ombak. Pasti lama-kelamaan bakalan hancur juga. Walaupun gak semuanya yg hancur” nasihat Rio

Ify menundukkan kepalanya. Ingin sekali ia menangis untuk saat ini. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya hangat. Ternyata, Rio memeluknya secara tiba-tiba.

‘kalo lo mau nangis, nangis aja. Lo mau cerita atau ngeluarin semua uneg-uneg lo, gue bakalan dengerin semuanya’ bisik Rio tepat ditelinga Ify.

Ify menangis dalam pelukan Rio. “Gue capek, Yo. Gue capek.. Masalah datang silih berganti. Mulai dari masalah persahabatan gue, & masalah lainnya” ify mulai mengeluarkan segala uneg-unegnya. Rio mengeratkan pelukannya, bermaksud untuk menenangkan gadis yg berada dalam dekapannya ini.

‘gue capek, yo..’ lirih Ify sangat pelan, namun cukup jelas ditelinga Rio. Rio melepas pelukannya. Ia memegang kedua pipi ify, lalu menghapus air matanya.

“Lo kuat, Fy. Saat ini lo boleh rapuh. Tapi inget. Gue & yg lain sllu ada dideket lo. Dan gue mohon, setelah ini lo gak boleh nangis lagi. Lo harus jadi perempuan yg kuat & tegar. Gue yakin, lo pasti bisa ngehadapin semua masalah ini. Lo harus tau, Tuhan ngasi lo banyak masalah, supaya lo bisa lebih tegar. Semua ini pasti akan berakhir, asal lo mau bersabar” nasihat Rio.

Ify menganggukkan kepalanya. Kemudian ia menghapus sisa-sisa air matanya. “Thanks ya, Yo. Lo emang sahabat gue yg paliiiing baik” ujar Ify tulus.

Entah kenapa, Rio merasa kurang suka saat Ify mengucapkan kata ‘sahabat’. Namun, ia menutupi rasa tidak sukanya itu. Rio menganggukkan kepalanya, “Sama-sama, Fy” balasnya. “Balik ke tenda yuk!” ajak Rio. Ify mengangguk. Lalu mereka kembali ke tenda.
          Sebelum tidur, Rio sempat bergumam, ‘Lagi-lagi, lo bisa membuat gue ngerasa nyaman, Fy. Dan lagi-lagi, lo membuat gue bingung dg perasaan gue’. Setelah itu, Rio kembali tidur.

          Ify menatap layar HPnya. Ify memasang wallpaper saat ia & Rio foto bersama, saat mereka berada dibawah pohon tadi sore. Ia tersenyum, “Thanks ya, yo. Makasih buat semuanya. Gue harap, lo bisa tau perasaan gue yg sebenarnya.” Gumamnya pelan. ‘I Love You Mario’ lirihnya pelan sambil memeluk HPnya. Kemudian Ify pun tertidur.
          Via yg tidak benar-benar tidur, mendengar semua gumaman Ify. Setelah ia merasa Ify sudah tidur, ia membalikkan badannya kearah Ify yg berada dikanannya. Ia tersenyum lembut, “Lo emang kuat, Fy. Lo pasti bisa, kok. Gue akan sllu mendoakan yg terbaik untuk lo & Rio. Gue juga berharap, agar rio bisa sadar dg perasaan lo ke dia selama ini. Dan.. entah kenapa, gue ngerasa klu Rio mulai ada rasa sama lo.. gue yakin, semua penantian lo gak akan sia-sia” lirihnya pelan. Lalu ia mengelus sayang puncak kepala Ify. Via pun kembali tidur, sambil membawa sejuta harapan untuk kebahagiaan sahabat, serta orang-orang yg ia sayangi..
***
#ToBeContinued ;)

Alhamdulillah..
Part 9 nya udah selesai;)
Gue gak nyangka bisa buat cerbung sampai part segini :’)
Makasih buat yg udah mensupport gue dalam segala hal:)

Khususnya buat keluarga & temen” gue yg udah ngedukung gue:* {}
Jgan pernah bosan untuk mengunjungi Blog gue ya Readers;)
Bye:* {}

Twitter       : @KarimaMdna_

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos