Akhir
dari Penantianku *Part 15
Setelah RAC & SIS selesai bernyanyi, suasana bus
kembali ramai. Jalanan pun mulai lancar. Tak terasa, mereka akan sampai di
Global Nusantara. Kurang lebih 15 menit kemudian, mereka telah sampai di
parkiran Global Nusantara.
“Yeaaaay! Kita udh nyampee” girang Via. Ify & Shilla
hnya mengangguk semangat.
“Kalian pulang sm siapa?” tnya Cakka
“Gue gatau deh sm siapa. Ortu gue lgi di Spore” jawab
Shilla
“Klu ortu gue lgi sibuk” jawab Via
“Ortu gue sih ada dirumah” jawab Ify
“Lo mah enak, Fy” ujar Shilla
“Aah. Udah ah. Gini aja. Kka, lo anter Shilla pulang ya!
Alvin kan sm gue, klu si Rio pastinya sama Ify” usul Via
RAC, Ify, & Shilla mengangguk setuju.
“Yaudah. Kita pulang sekarang aja, yuk! Untung bsok kita
libur. Jadi, sempet istirahat” ujar Ify. Kemudian, RAC pun mengantar SIS
pulang.
***
#RiFy
Setelah sampai dihalaman rumah Ify, Ify segera turun dari
mobil Rio, & mengambil barang-barangnya. Rio membantu Ify menurunkan
barang-barangnya.
Setelah Rio memasukkan barang-barang Ify, Rio duduk di sofa
ruang tamu.
“Nggak pulang, Yo?” tnya Ify sambil duduk disofa lain yg
berhadapan dg Rio
“Ngusir nih ceritanya?” sindir Rio
Ify mendengus, “Nggaaak.. Gue kan Cuma nanya aja” sahut Ify
“Bercandaa.. Gue males mau pulang. Rumah gue sepi. Difa lgi
sekolah, mama pasti lgi ngawasin café, papa pasti lgi di yayasan” ujar Rio
“Sama, dong! Tadi gue kira tadi ada mama gue. Eh, kyknya
dia lgi ke butik. Nah, si Bagas pasti juga lgi sekolah. Papa juga lagi di yayasan
kyknya. Ngenes bget hidup gue.. Masa gaada yg nyambut gue, sih??” ujar Ify dg
nada yg dibuat-buat
Rio bergidik, “Biasa aja kali” ujar Rio
“Apa banget deh lo. Gue kan Cuma MERATAPI nasib guee” balas
Ify sambil menekankan kata yg di capslock
“Lebay! :p” ujar Rio sambil memeletkan lidahnya
“Apaan sih! Lo tuh nyebelin” kesal Ify. Kemudian RiFy pun
saling ejek-mengejek-_-
“Eh, udah siang nih, Fy. Mama kyknya udh pulang juga. Gue
pulang dulu ya” pamit Rio.
Ify mengangguk. “oke, Yo. Salam buat tante Manda” sahut Ify
sambil mengantar Rio ke depan rumah.
“Hati-hati ya, Yo! Jangan ngebut” ingat Ify
Rio mengangkat jempolnya, “Sipp boss”.
Rio pun menggas mobilnya meninggalkan halaman rumah Ify. Ify menutup pintu
rumahnya. Senyum manis tak pudar dari wajah cantiknya.
Langit mulai berwarna oren. Pertanda bahwa hari juga mulai
sore. Ify baru saja bangun dari tidur siangnya.
‘Tok
tok tok’ seseorang mengetuk pintu kamar Ify. Ify berjalan gontai kearah
pintu kamarnya.
‘Cklek’
Ify membuka pintu kamarnya. Dan terlihat Bagas yg sedang berdiri didpan
kamarnya.
“Eh,
gas. Ada apa?” tnya Ify
“Nggak.
Cuma mau mastiin lo udh pulang atau belum” jawab Bagas
“Oiya.
Tunggu disini bentar ya. Jangan kemana-mana!” ujar Ify. Ify pun masuk kembali
kedalam kamarnya.
Bagas
mengerutkan keningnya bingung. Tak lama kemudian, Ify kembali dg membawa
plastic berwarna hijau.
“Nih”
ujar Ify sambil memberikan bungkusan itu
“Apa
nih?” tnya Bagas sambil menerima bungkusan itu
“Buka
aja” suruh Ify sambil tersenyum
Bagas
membuka bungkusan itu. Dan matanya langsung berbinar saat melihat isi dari
bungkusan tersebut.
“Huaaaa..
Kak Ifyyy.. Makasih bgetttt. Ini baju yg pengen gue beli.. Thankyuuuuu”
histeris Bagas sambil memeluk Ify
“Hahaha..
iya sama-sama. Lo cobain dulu bajunya. Pas atau nggak” suruh Ify
Bagas
mengangguk lalu berlari kecil ke kamarnya yg berada tepat di samping kamar Ify.
Lalu, Bagas keluar dg mengenakan baju yg Ify belikan.
“Bajunya
keren kak.. Pas kok. Agak gede dikitlah. Tpi gpp, hehe” ujar Bagas
“Wiihh..
Adek gue keren juga ternyata. Hahaha” ejek Ify diselingi tawanya
Bagas
memanyunkan bibirnya
“Haduhh..
Adek gue Bagas.. Jgan ngambek dongg” bujuk Ify
“Iya
iya. Yaudah. Lo mandi dulu gih kak! Ntar malem langsung ke Ruang Makan aja”
suruh Bagas
“Oke” sahut Ify sambil masuk kembali kedalam kamarnya.
Bagas pun juga kembali kekamarnya, & segera mandi*jiah-_-“
#Malam
Hari di Rumah Ify
“Malam
ma, pa” sapa Ify yg baru saja memasuki Ruang Makan.
“Malam
juga, Fy. Tadi pulang sama siapa, nak? Maaf karna mama & papa gak sempet
jemput kmu” tnya mama Gina dg nada penyesalan di akhir kalimatnya
“Iya
mama, gpp kok. Tadi aku pulang ama Rio” jawab Ify sambil mulai menyuap
makanannya
“Malam
semuaaa” sapa Bagas yg baru memasuki Ruang Makan.
“Malammm”
sahut yg lain
“Ma,
Pa, tadi Bagas dibeliin baju sama kak Ify looh” adu Bagas
“Oh
ya? Bajunya bagus gak?” tnya papa Hanafi
“Bagus
dong, Pa..” balas Bagas
“Udah.
Ngomongnya dilanjutin nanti lagi. Sekarang makan dulu” perintah mama Gina.
Mereka pun melanjutkan makan malamnya
***
#Di waktu yang sama di Rumah Rio
Rio baru saja selesai makan malam bersama keluarganya. Rio
berbaring diatas kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya.
‘Apa gue mulai suka sama Ify?’
‘Sejak kapan rasa ini mulai ada?’
‘Apa Ify juga suka sama gue?’
Berbagai macam pertanyaan menumpuk di benak Rio. Bbrpa kali
ia menghela nafas panjang. Rio memutuskan untuk memain-mainkan gitarnya.
***
#Di Kamar Ify
Ify berbaring diatas kasur. Ia menatap langit-langit
kamarnya.
“Gue akan terus pertahankan perasaan ini, Yo. Kecuali, kalo
gue udh menemukan kepastian tentang perasaan lo ke gue” gumam Ify.
Oh
my God, aku aku jatuh cinta
Oh my God, aku aku suka sama dia
Please please, Tuhan aku mau dia
Tuk jadi, kekasihku selama-lamanya
Oh my God, aku aku suka sama dia
Please please, Tuhan aku mau dia
Tuk jadi, kekasihku selama-lamanya
Ify bersenandung lirih. Lagu tersebut cukup mewakili
perasaan & keinginannya saat ini.
***
#ToBeContinued;)
Part 15 nya selesaaiii^^
Uyeeey..
Part 15 nya pendek ya? Huhu sorryyyy
Yg jelas, thanks buat yg udah mau baca cerbung &
cerpen gueee:)
Semoga kalian selalu suka dg karya2 gue yaaa
TWITTER WRITER : @KarimaMdna_
Tunggu part 16 nyaa! Byeeeee:* {}
