Selasa, 29 April 2014

Akhir dari Penantianku *Part 15

Diposting oleh Nad di 21.12 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 15

          Setelah RAC & SIS selesai bernyanyi, suasana bus kembali ramai. Jalanan pun mulai lancar. Tak terasa, mereka akan sampai di Global Nusantara. Kurang lebih 15 menit kemudian, mereka telah sampai di parkiran Global Nusantara.
          “Yeaaaay! Kita udh nyampee” girang Via. Ify & Shilla hnya mengangguk semangat.
          “Kalian pulang sm siapa?” tnya Cakka

          “Gue gatau deh sm siapa. Ortu gue lgi di Spore” jawab Shilla

          “Klu ortu gue lgi sibuk” jawab Via

          “Ortu gue sih ada dirumah” jawab Ify

          “Lo mah enak, Fy” ujar Shilla

          “Aah. Udah ah. Gini aja. Kka, lo anter Shilla pulang ya! Alvin kan sm gue, klu si Rio pastinya sama Ify” usul Via

          RAC, Ify, & Shilla mengangguk setuju.

          “Yaudah. Kita pulang sekarang aja, yuk! Untung bsok kita libur. Jadi, sempet istirahat” ujar Ify. Kemudian, RAC pun mengantar SIS pulang.
***
#RiFy
          Setelah sampai dihalaman rumah Ify, Ify segera turun dari mobil Rio, & mengambil barang-barangnya. Rio membantu Ify menurunkan barang-barangnya.
          Setelah Rio memasukkan barang-barang Ify, Rio duduk di sofa ruang tamu.
         
          “Nggak pulang, Yo?” tnya Ify sambil duduk disofa lain yg berhadapan dg Rio

          “Ngusir nih ceritanya?” sindir Rio

          Ify mendengus, “Nggaaak.. Gue kan Cuma nanya aja” sahut Ify

          “Bercandaa.. Gue males mau pulang. Rumah gue sepi. Difa lgi sekolah, mama pasti lgi ngawasin café, papa pasti lgi di yayasan” ujar Rio

          “Sama, dong! Tadi gue kira tadi ada mama gue. Eh, kyknya dia lgi ke butik. Nah, si Bagas pasti juga lgi sekolah. Papa juga lagi di yayasan kyknya. Ngenes bget hidup gue.. Masa gaada yg nyambut gue, sih??” ujar Ify dg nada yg dibuat-buat

          Rio bergidik, “Biasa aja kali” ujar Rio

          “Apa banget deh lo. Gue kan Cuma MERATAPI nasib guee” balas Ify sambil menekankan kata yg di capslock

          “Lebay! :p” ujar Rio sambil memeletkan lidahnya

          “Apaan sih! Lo tuh nyebelin” kesal Ify. Kemudian RiFy pun saling ejek-mengejek-_-

          “Eh, udah siang nih, Fy. Mama kyknya udh pulang juga. Gue pulang dulu ya” pamit Rio.

          Ify mengangguk. “oke, Yo. Salam buat tante Manda” sahut Ify sambil mengantar Rio ke depan rumah.

          “Hati-hati ya, Yo! Jangan ngebut” ingat Ify

          Rio mengangkat jempolnya, “Sipp boss”. Rio pun menggas mobilnya meninggalkan halaman rumah Ify. Ify menutup pintu rumahnya. Senyum manis tak pudar dari wajah cantiknya.

          Langit mulai berwarna oren. Pertanda bahwa hari juga mulai sore. Ify baru saja bangun dari tidur siangnya.
Tok tok tok’ seseorang mengetuk pintu kamar Ify. Ify berjalan gontai kearah pintu kamarnya.
‘Cklek’ Ify membuka pintu kamarnya. Dan terlihat Bagas yg sedang berdiri didpan kamarnya.
“Eh, gas. Ada apa?” tnya Ify

“Nggak. Cuma mau mastiin lo udh pulang atau belum” jawab Bagas

“Oiya. Tunggu disini bentar ya. Jangan kemana-mana!” ujar Ify. Ify pun masuk kembali kedalam kamarnya.

Bagas mengerutkan keningnya bingung. Tak lama kemudian, Ify kembali dg membawa plastic berwarna hijau.

“Nih” ujar Ify sambil memberikan bungkusan itu

“Apa nih?” tnya Bagas sambil menerima bungkusan itu

“Buka aja” suruh Ify sambil tersenyum

Bagas membuka bungkusan itu. Dan matanya langsung berbinar saat melihat isi dari bungkusan tersebut.

“Huaaaa.. Kak Ifyyy.. Makasih bgetttt. Ini baju yg pengen gue beli.. Thankyuuuuu” histeris Bagas sambil memeluk Ify

“Hahaha.. iya sama-sama. Lo cobain dulu bajunya. Pas atau nggak” suruh Ify

Bagas mengangguk lalu berlari kecil ke kamarnya yg berada tepat di samping kamar Ify. Lalu, Bagas keluar dg mengenakan baju yg Ify belikan.

“Bajunya keren kak.. Pas kok. Agak gede dikitlah. Tpi gpp, hehe” ujar Bagas

“Wiihh.. Adek gue keren juga ternyata. Hahaha” ejek Ify diselingi tawanya

Bagas memanyunkan bibirnya

“Haduhh.. Adek gue Bagas.. Jgan ngambek dongg” bujuk Ify

“Iya iya. Yaudah. Lo mandi dulu gih kak! Ntar malem langsung ke Ruang Makan aja” suruh Bagas

“Oke” sahut Ify sambil masuk kembali kedalam kamarnya. Bagas pun juga kembali kekamarnya, & segera mandi*jiah-_-“
#Malam Hari di Rumah Ify
“Malam ma, pa” sapa Ify yg baru saja memasuki Ruang Makan.

“Malam juga, Fy. Tadi pulang sama siapa, nak? Maaf karna mama & papa gak sempet jemput kmu” tnya mama Gina dg nada penyesalan di akhir kalimatnya

“Iya mama, gpp kok. Tadi aku pulang ama Rio” jawab Ify sambil mulai menyuap makanannya

“Malam semuaaa” sapa Bagas yg baru memasuki Ruang Makan.

“Malammm” sahut yg lain

“Ma, Pa, tadi Bagas dibeliin baju sama kak Ify looh” adu Bagas

“Oh ya? Bajunya bagus gak?” tnya papa Hanafi

“Bagus dong, Pa..” balas Bagas

“Udah. Ngomongnya dilanjutin nanti lagi. Sekarang makan dulu” perintah mama Gina. Mereka pun melanjutkan makan malamnya
***
          #Di waktu yang sama di Rumah Rio
          Rio baru saja selesai makan malam bersama keluarganya. Rio berbaring diatas kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya.
         
          ‘Apa gue mulai suka sama Ify?’

          ‘Sejak kapan rasa ini mulai ada?’

          ‘Apa Ify juga suka sama gue?’

          Berbagai macam pertanyaan menumpuk di benak Rio. Bbrpa kali ia menghela nafas panjang. Rio memutuskan untuk memain-mainkan gitarnya.
***
        #Di Kamar Ify
          Ify berbaring diatas kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya.
          “Gue akan terus pertahankan perasaan ini, Yo. Kecuali, kalo gue udh menemukan kepastian tentang perasaan lo ke gue” gumam Ify.

Oh my God, aku aku jatuh cinta
Oh my God, aku aku suka sama dia
Please please, Tuhan aku mau dia
Tuk jadi, kekasihku selama-lamanya

Ify bersenandung lirih. Lagu tersebut cukup mewakili perasaan & keinginannya saat ini.
***
#ToBeContinued;)

Part 15 nya selesaaiii^^
Uyeeey..
Part 15 nya pendek ya? Huhu sorryyyy
Yg jelas, thanks buat yg udah mau baca cerbung & cerpen gueee:)
Semoga kalian selalu suka dg karya2 gue yaaa
TWITTER WRITER : @KarimaMdna_

Tunggu part 16 nyaa! Byeeeee:* {}

Akhir dari Penantianku *Part 14

Diposting oleh Nad di 21.10 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 14

          Pesta Api Unggun baru saja selesai. Para peserta & panitia memasuki tenda masing-masing. Mereka bersiap-siap untuk tidur. Karena besok mereka akan pulang ke Jakarta. Peserta & panitia telah tidur sejak bbrpa menit yg lalu. Namun tidak dg gadis ini. Gadis ini sedang berada di bangku tangan yg berhadapan langsung dg danau buatan. Gadis ini adalah… Ify.
          Ify menatap lurus kedepan. Ify hnya duduk sendiri, ditemani angin & lampu taman yg remang. Berkali-kali ia menghela nafas panjang. Sesekali matanya terpejam. Bukan. Bukan karna ia mengantuk. Tapi, ia sedang berfikir. Berfikir apakah Rio akan membalas perasaannya?
          Via & Shilla sering mengatakan klu Rio mulai luluh. Namun, Ify msih merasa tak percaya. Bagaimana dengan… Dea? Gadis yg pernah memasuki hati Rio, & sempat menetap disana. Apakah Rio msih menyayangi gadis itu? Apakah Rio masih berhubungan dg gadis itu?
          Ah, Dea. Gadis cantik yg modis, namun bisa dibilang sombong. Dea. Gadis yg mnjadi incaran cowok 1 SMPnya dulu. Beruntungnya Rio yg bisa mendapatkan Dea.
          Ify menghela nafas. Ify menundukkan kepalanya. Ya. Walaupun saat ini Ify merupakan salah satu Most Wanted di GN, Ify msih merasa kalah jauh dg Dea. Dea cantik, sedangkan Ify? Menurut Ify, dirinya biasa-biasa saja. Dea modis, sedangkan Ify? Ify lebih suka memakai pakaian yg simple. Ah. Banyak sekali perbedaan antara Dea & Ify.
          Ify mengusap wajahnya. Ify berdecak. Apa mungkin? Apa mungkin Rio bisa menyayanginya?
          Ify menggelengkan kepalanya. Batin & pikirannya sibuk bertempur.
          Tiba-tiba, seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Ify pun menoleh.
          “Via?” kaget Ify
***
          Via terbangun dari tidurnya. Ia melihat Shilla yg msih terlelap disamping kanannya. Saat Via menoleh ke samping kirinya, kosong. Mata Via langsung membulat.
          “Ify mana??” kagetnya. Nada suaranya ia pelankan agar Shilla tidak terbangun.
          Via keluar dari dalam tenda. Saat Via keluar, hawa dingin langsung menghampirinya. Ia melirik jam tangannya. Jam 01.45. Via kembali masuk ke tenda untuk mengambil cardigan cokelatnya. Setelah memakai cardigan, Via pun kembali keluar untuk mencari Ify. Via melihat ke sekelilingnya.
          ‘Mungkin si Ify ke danau’ batin Via. Via pun berjalan kearah danau. Dan benar saja. Ify berada disana. Via tersenyum lega. Via pun mendekati Ify. Via menyentuh bahu Ify yg sedang membelakanginya. Ify menoleh
          “Via?” kaget Ify. “Ngapain kesini?” tnya Ify.
          “Lo tuh yg ngapain kesini?? Gue nyariin lo tauu” geram Via sambil duduk di sebelah Ify.
          “Yaa lagi pengen kesini aja. Lo belum tidur?” tnya Ify
          “Gue tadi udh tidur. Tpi kebangun lgi, & ngeliat lo gaada didalam tenda” jawab Via
          Ify nyengir, “Hehe maap” ujarnya
          “Gpp. Lo tdi gak tidur?” tnya Via
          “Gue gak bisa tidur” jwab Ify. Kemudian, terjadi keheningan di antara keduanya.
          Via menatap wajah Ify yg berada disebelahnya. Wajah yg manis. Ah, wajar saja banyak pemuda yg menyukai gadis ini. Bahkan mencoba untuk menarik hatinya. Wajah Ify memang sangat manis. Apalagi klu sedang tersenyum. Via menundukkan kepalanya. Andaikan ia bisa melakukan sesuatu agar sahabatnya bisa bahagia.
          Ify berdiri dri duduknya, “Balik ke tenda yuk, Vi!” ajak Ify
          Via mendongak menatap Ify. Kemudian ia tersenyum & mengangguk. Mereka berjalan ke tenda. Hening selama didalam perjalanan ke tenda. Via & Ify sibuk dg pikirannya masing-masing.

#Di Tenda
          “Fy, lo tidur duluan aja ya!” ujar Via. Ify mengangguk. Kemudian Ify membaringkan tubuhnya, & mulai memejamkan matanya. Ify pun tertidur
          Via menatap wajah Ify yg sedang tertidur. Wajah yg terlihat sangat tenang. Namun, siapa yg tau dg isi hati Ify?
          Via mengalihkan pandangannya ke Shilla yg berada di sebelah kanannya. Shilla juga tak kalah manisnya dg Ify. Namun, diantara mereka bertiga, Shilla lah yg paling modis penampilannya. Via menghela nafas panjang. Semoga kisah Ify & Shilla bisa berakhir Happy Ending. Semoga..
          Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Seluruh peserta sibuk menyiapkan diri. Ada yg mandi, membereskan peralatan, melepas tenda, dll. Kecuali RAC & SIS. Mereka sudah membereskan peralatan mereka sejak kemarin. Bahkan, setiap mereka selesai mandi, mereka kembali mengecek & membereskan barang2 mereka. Tadi pagi, RAC & SIS sudah melepas tendanya Jadi sekarang, mereka hnya sibuk memperhatikan peserta lain yg sibuk dg urusannya masing-masing. RAC & SIS sedang duduk di bawah pohon akasia.
          “Eh iya. Btw, kita belum buka hadiahnya kan?”  tnya Via yg dibalas anggukan oleh yg lain.
          “Buka aja yuk!” ujar Cakka. Mereka pun membuka hadiah masing-masing. Rio-Ify, Cakka-Shilla, Alvin-Via.
          Ify mebuka kadonya. Dan ia mendapatkan 1 pasang gelang bertuliskan ‘I love You’ & ‘I Love You too’ , 1 pasang topi berwarna abu-abu putih, 1 tas ransel hitam, & 1 tas selempang turquoise.
          “Tas selempangnya buat gue!” seru Ify.
          Rio memutar kedua bola matanya. “Iya” jawabny singkat.
          “Topinya kan sama warnanya, 1 untuk lo, & 1 untuk gue. Nah, gelangnya lo mau yg mana?” tnya Ify.
          Rio Nampak berpikir. Kemudian ia mengambil gelang bertuliskan ‘I Love You’, “gue ambil yg ini”
          Ify mengangguk, “Oke”
          Shilla juga sibuk membuka hadiahnya. CakShill mendapat hadiah 1 tas ransel cokelat, 1 tas selempang fuchsia, 1 pasang topi berwarna hitam-putih, & 1 pasang gelang bertuliskan ‘LOVE’ & ‘YOU’.
          “Gue tas fuchsia ya!” ujar Shilla diselingi cengirin khasnya.
          “Oke, gue ambil gelang yg ‘LOVE’!” ujar Cakka juga. Shilla pun setuju
          Sekarang gentian AlVia. Mereka mendapatkan 1 tas ransel biru dongker, 1 tas selempang ungu baby, 1 pasang topi putih, & 1 pasang gelang bertuliskan ‘Me and You’ & ‘You and Me’ . Via langsung mengambil tas ungu baby, 1 topi, & gelang ‘You and Me
          “Gue ini ya, Vin!” ujar Via sambil memperlihatkan barang2nya. Alvin mengangguk. RiFy, CakShill, & AlVia langsung memakai gelang couple mereka masing-masing.
          ‘Kepada seluruh peserta Kemah Alam Global Nusantara, harap segera menaiki bus. Karena sebentar lagi kita akan pulang’ Bu Ira memberi pengumuman.
          RiFy, CakShill, & AlVia segera mengambil barang-barang mereka yg berada didepan lipatan tenda masing-masing. Mereka pun berlari-lari kecil menuju bus.
          Didalam bus, Bu Ira & Pak Dave sibuk mengabsen peserta. Kali ini, RAC & SIS duduk berdekatan. RiFy, CakShill, & AlVia. AlVia berada diseberang RiFy, & CakShill berada didepan AlVia. Mereka berenam sibuk bercanda. Keadaan mulai membaik. AlVia semakin mengembangkan senyumnya saat melihat CakShill & RiFy yg terus bercanda.

>>1 jam kemudian
Langit mulai mendung. Bus msih dipertengahan jalan. Minggu. Ah, akhir weekend. Orang2 yg sedang berlibur sibuk pulang. Yah, jadilah macet seperti sekarang ini. Keadaan didalam bus mulai sepi. Masing2 sudah mulai bosan dg keadaan sekarang. RAC & SIS sedang merundingkan sesuatu di BBM. Cakka & Rio pun mengambil gitar, & mulai memasuki intro sebuah lagu.

-Shilla-
Written in these walls are the stories that I can't explain
I leave my heart open but it stays right here empty for days

-Cakka-
She told me in the morning she don't feel the same about us in her bones
Seems to me that when I die these words will be written on my stone

-AlVia-
And I'll be gone, gone tonight
The ground beneath my feet is open wide
The way that I been holding on too tight
With nothing in between

-ALL-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time... is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-Ify-
Written on these walls are the colors that I can't change
Leave my heart open but it stays right here in its cage

-Rio-
I know that in the morning now I see us in the light upon a hill
Although I am broken, my heart is untamed, still

-CakShill-
And I'll be gone, gone tonight
The fire beneath my feet is burning bright
The way that I been holding on so tight
With nothing in between

-ALL-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time... is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-Alvin-
And I been waiting for this time to come around
But baby running after you is like chasing the clouds

-Sivia-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time is frozen

-RiFy-
The story of my life
I give her hope (give her hope)
I spend her love
Until she's broke (until she's broke inside)
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-ALL-
The story of my life
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life

          Seluruh orang yg berada didalam bus bertepuk tangan riuh. Mungkin, suara hujan yg mulai turun pun tak bisa mengalahkan suara mereka. Hawa dingin pun tak mampu mengalahkan kehangatan didalam bus.
          Ya. Kebersamaan tidak akan pernah usai, jika kita terus berkumpul dg orang2 yg kita sayangi.
***
#ToBeContinued;)
Alhamdulillaaaahhhhhhh.. Gue selesaiin part 14 ini dalam wktu 1 hari! ;)
Hnya mungkin gue bru sempet ngepost nya sekarang:3
Terus baca cerpen/cerbung gue yaa
Semoga kalian suka sm semua karya gue:)
Maaf klu ceritanya berlebihan, atau ada yg typo:3
Hehe, gue kan Cuma manusia biasaaa..
Hoho, Follow Twitter writer - @KarimaMdna_

Thankyuuu.. Bubayyy:* {}

Sabtu, 19 April 2014

Akhir dari Penantianku *Part 13

Diposting oleh Nad di 05.08 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 13

          SIS & RAC ikut berkumpul di lapangan.
          “Anak-anak, di games ke-3 ini, perwakilan dari kelompok kalian akan menyusuri hutan, & mencari tumbuhan yang sudah kami tentukan perkelompok. Kalian hrus memfoto tumbuhan itu, & perlihatkan hasil foto itu kepada kami. Kalian harus jujur! Tidak ada yg mendownload gambar tumbuhan. Jika ketauan, kelompok itu akan kami diskualifikasi dari games ini. Dan satu lagi. Kemungkinan games yg terakhir kita batalkan, & nanti malam saat acara pesta api unggun, kami pihak panitia akan mengumumkan kelompok mana yg mnjadi pemenangnya” ujar Bu Ira.
          “Baik, setiap perwakilan kelompok, silahkan ambil 1 kertas secara acak” perintah Pak Dave.
          Para perwakilan kelompok termasuk CakShill mengambil acak kertas tersebut.
          “Oke, silahkan kalian siap-siap. 1 2 3, mulai!” Bu Ira memberi aba-aba.
          CakShill berlari ke arah hutan. Dan mereka mulai mencari 3 tumbuhan yg hrus mereka cari.
***
#Hutan
          “Iih, didalem hutan serem juga ya? Agak gelap gituu” ujar Shilla.
          “Yaiyalah Shilla.. Ini hutannya lumayan lebat, makanya agak gelap” sahut Cakka.
          “Huuh, yaudah. Apa aja yg harus kita cari?” tnya Shilla
          Cakka membuka kertasnya :
1. Pohon jati
2. Bunga teratai
3. Bambu hutan

          “Oke, yg gue tau, dideket sini itu ada danau alami. Agak kecil gitu sih, mungkin disitu ada teratainya” ujar Shilla.
          “Yaudah. Yuk, kita langsung kesana aja” ajak Cakka sambil menggandeng tangan Shilla. Jelas saja Shilla kaget, tapi didalam hati ia tersenyum.
          Saat di tepi danau..
          “Kka, itu ada teratai nya!” seru Shilla.
          “Iya iya. Gue foto dulu” ujar Cakka. Cakka pun memfoto teratai itu.
          “Okee, tinggal cari pohon jati sm bambu hutan aja nih” ujar Cakka. Shilla mengangguk. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
          Di pertengahan jalan, Cakka melihat bambu hutan.
          “Shill, tuh bamboo hutan yg kita cari!” seru Cakka.
          “Iya, kka! Yaudah, foto aja” ujar Shilla girang. Cakka pun memfoto bambu itu.
          “Tinggal pohon jati! Yeaay” girang Shilla sambil berlari meninggalkan Cakka. Cakka hnya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ikut berlari menyusul Shilla.
          Kurang lebih 10 menit kemudian..
          “Aduuh.. Mana sih pohon jatinya??” gumam Shilla.
          Cakka yg mendengar gumaman Shilla, hnya tersenyum kecil. “Bentar lagi pasti ketemu kok” ujar Cakka. Shilla hnya mengangguk kecil. Tak lama kemudian..
          “Kka, itu pohon jati bukan?” tnya Shilla sambil menunjuk sebuah pohon.
          Cakka mengikuti arah tangan Shilla, “Iya, Shill. Itu pohon jati!” jawab Cakka girang. Mereka pun berlari kearah pohon tersebut. Cakka kembali memfotonya.
“Yeyey! Kita udh dapet semua tumbuhan yg kita cari!!” girang Shilla.
“Iya. Yuk, bentar lagi kita mau nyampe” ujar Cakka. Baru saja CakShill melangkah, suara petir menggelegar.
‘DUARR’
“Aaaa!” teriak Shilla & reflex memeluk lengan Cakka. Cakka awalnya kaget. Kemudian ia baru ingat klu Shilla agak phobia dengan petir klo lgi diluar ruangan kyk sekarang ini.
“Udah, Shill. Ada gue kok” Cakka menenangkan Shilla
“Tap..tap..tapi. Gu..gue, ta..kut ba..nget” tubuh Shilla mulai gemetar.
“Ayo, Shill. Lo kuat kok” hibur Cakka sambil merangkul Shilla & menuntunnya keluar dari hutan.
Saat keluar dari hutan, terlihat Ify & Via yg sedang menunggu Shilla dg perasaan cemas. Saat melihat CakShill yg baru keluar dari hutan, Ify & Via segera berlari mendekati CakShill.
“Shill, lo gpp kan?” tnya Via cemas.
          “Shilla, muka lo pucet bget. Yaudah, ketenda  yuk” ajak Ify sambil membantu Shilla berjalan. Via pun ikut membantu Ify.
          “Yaudah, kka. Ify sm Via pasti bisa ngurusin Shilla kok. Sekarang, lo kumpulin dulu hasil foto lo” suruh Rio.
          “Tapi-”
          “Udah, kka. Bener kata Rio. Lo jgan trllu mencemaskan Shilla” potong Alvin
          Cakka pun mengangguk pasrah.
***
#Di Tenda
          “Lo tiduran aja ya, Shill. Istirahat” ujar Ify
          Shilla hnya mengangguk lemas.
          “Nih, lo pake jaket lo” suruh Via sambil memberikan jaket Shilla. Shilla memakai jaket itu dg dibantu oleh Ify & Via.
          “Thanks ya. Maaf karna gue udah ngerepotin kalian” ujar Shilla.
          “Nyantai aja kali, Shill” sahut Ify.
          “Gimana keadaan Shilla?” tnya Cakka yg baru saja datang bersama Rio & Alvin.
          “Udah baikan kok” jawab Via
          “Iya kka. Kata Via bener. Gue udah agak baikan. Emm btw, kita dapet poin berapa tadi?” tnya Shilla.
          “Syukur deh klo gitu. Kita dapet 30 point. Sama kyk 3 kelompok yg lain” jawab Cakka.
          “Hmm. Semoga kita menang ya” ujar Shilla lagi.
          “Amiiinnnn” sahut yg lain
          “Yaudah. Lo istirahat aja ya, Shill. Kita balik ke tenda dulu. Banyak istirahat ya!” pamit Cakka.
          “Jgan lupa nnti malem ada pesta api unggun. Jam 8 ya!” ingat Rio.
          “Pesta api unggunnya di lapangan biasa” Alvin melanjutkan
          “Oke” jawab SIS kompak
          “Thanks buat infonya” ujar Ify
          “Urwel” jawab Rio. Lalu, RAC pun kembali ke tendanya.
          Waktu menunjukkan pukul 7 malam. RAC & SIS sudah bersiap-siap untuk mengikuti pesta api unggun. Hujan yg cukup lebat baru saja mengguyur perkemahan mereka sejak sore. Kurang lebih 45 menit yg lalu, hujan berhenti.
          Malam ini Ify memakai baju kaos berwarna pink lembut yg dibalut dg cardigan abu-abu. Celana jeans abu-abu panjang, & sneakers abu-abu.
          Via memakai baju merah lengan panjang, celana jeans hitam panjang, & sepatu kets merah.
          Shilla memakai baju kaos tak berlengan berwarna fuchsia yg dibalut dg cardigan berwarna senada, celana jeans selutut berwarna hitam, & sneakers berwarna senada dg cardigannya.
          SIS memang sllu memakai pakaian yg simple. Sama dg RAC.
          Malam ini Rio memakai baju kaos berwarna biru laut lengan panjang, celana jeans hitam panjang, & sepatu berwarna hitam putih.
          Alvin memakai kemeja ungu yg dilipat sesiku, celana jeans hitam panjang, & sepatu abu-abu putih.
          Cakka memakai baju kaos hijau yg dibalut jaket hitam, celana jeans selutut berwarna abu-abu, & sepatu abu-abu.
          “Kepada seluruh peserta Kemah Alam, harap segera berkumpul ke lapangan sekarang juga. Karena kita akan melaksanakan Pesta Api Unggun, sekaligus pengumuman pemenang games. T’rima kasih” Pak Dave memberi pengumuman.
          RAC & SIS pun bergegas ke lapangan.
***
#Lapangan
          RAC & SIS telah sampai di lokasi Pesta Api Unggun.
          “Anak-anak, bsok jam 9 pagi kita akan pulang ke Jakarta. Jadi, mala mini kita akan mengadakan Pesta Perpisahan. Sebelum Pesta Api Unggun ini kita mulai, saya akan mengumumkan pemenang dari games yg telah kita laksanakan selama 2 hari ini. Saya umumkan dari pemenang ke-3” Bu Ira membuka kertas yg berisi kelompok yg memenangkan games.
          “Juara ke-3, jatuh kepada kelompok 6 dg 63 point.”
          “Juara ke-2, jatuh kepada kelompok 1 dg 67 point.”
          “Dan yg kita tunggu-tunggu, juara ke-1 jatuh kepadaaa…. Kelompok 3!! Dg total 70 point!” Seluruh peserta bersorak.
          RAC & SIS masih kaget. Kemudian mereka berjalan ke depan, untuk mengambil hadiah.
          “Selamat ya untuk kalian ber-6. Ini hadiahnya” ujar Pak Dave kepada RAC & SIS sambil memberikan 3 bingkisan.
          “Setiap bingkisan ada 2 barang couple. Jadi, 1 hadiah untuk setiap perwakilan games tadi” jelas Bu Ira.
          Seluruh peserta mengangguk paham.
          “Yasudah. Pesta Api Unggunnya kita mulai” ujar Bu Ira. Seluruh murid bersorak gembira. Merekapun bernyanyi bersama, menikmati kebersamaan mereka.
          RAC & SIS juga ikut bernyanyi bersama teman-teman mereka yg lain. Keceriaan tergambar disetiap wajah mereka. Semoga kebersamaan ini terus ada, & tak akan pernah pudar.
***
#ToBeContinued;)
Yeyeyeyeey! Part-13 nya selesaaaaiiiii
Hoho, ngaret ya? *Pake nanya  lagi-_-
Hehe, sorry sorry. Lgi sibuk*apadeh
Hope you like it yaaa;3
Sekali lgi, buat seluruh nama yg ada di cerpen/cerbung gue, gue izin pinjem ya
Ini Cuma buat Have Fun aja kok. Buat seneng-seneng doangg
Khususnya buat 3 couple utama. Buat Kak RiFy, kak CakShill, & kak AlVia
Maaf klu gak suka dg couple nyaa..
Cuma iseng kok! Sekali lgi aku izin yaa buat org2 yg namanya aku pakee..
Terus baca karya2 aku ya guys;)
Twitter writer- @KarimaMdna_

Thankyuuu:* {}
 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos