Selasa, 29 April 2014

Akhir dari Penantianku *Part 14

Diposting oleh Nad di 21.10
Akhir dari Penantianku *Part 14

          Pesta Api Unggun baru saja selesai. Para peserta & panitia memasuki tenda masing-masing. Mereka bersiap-siap untuk tidur. Karena besok mereka akan pulang ke Jakarta. Peserta & panitia telah tidur sejak bbrpa menit yg lalu. Namun tidak dg gadis ini. Gadis ini sedang berada di bangku tangan yg berhadapan langsung dg danau buatan. Gadis ini adalah… Ify.
          Ify menatap lurus kedepan. Ify hnya duduk sendiri, ditemani angin & lampu taman yg remang. Berkali-kali ia menghela nafas panjang. Sesekali matanya terpejam. Bukan. Bukan karna ia mengantuk. Tapi, ia sedang berfikir. Berfikir apakah Rio akan membalas perasaannya?
          Via & Shilla sering mengatakan klu Rio mulai luluh. Namun, Ify msih merasa tak percaya. Bagaimana dengan… Dea? Gadis yg pernah memasuki hati Rio, & sempat menetap disana. Apakah Rio msih menyayangi gadis itu? Apakah Rio masih berhubungan dg gadis itu?
          Ah, Dea. Gadis cantik yg modis, namun bisa dibilang sombong. Dea. Gadis yg mnjadi incaran cowok 1 SMPnya dulu. Beruntungnya Rio yg bisa mendapatkan Dea.
          Ify menghela nafas. Ify menundukkan kepalanya. Ya. Walaupun saat ini Ify merupakan salah satu Most Wanted di GN, Ify msih merasa kalah jauh dg Dea. Dea cantik, sedangkan Ify? Menurut Ify, dirinya biasa-biasa saja. Dea modis, sedangkan Ify? Ify lebih suka memakai pakaian yg simple. Ah. Banyak sekali perbedaan antara Dea & Ify.
          Ify mengusap wajahnya. Ify berdecak. Apa mungkin? Apa mungkin Rio bisa menyayanginya?
          Ify menggelengkan kepalanya. Batin & pikirannya sibuk bertempur.
          Tiba-tiba, seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Ify pun menoleh.
          “Via?” kaget Ify
***
          Via terbangun dari tidurnya. Ia melihat Shilla yg msih terlelap disamping kanannya. Saat Via menoleh ke samping kirinya, kosong. Mata Via langsung membulat.
          “Ify mana??” kagetnya. Nada suaranya ia pelankan agar Shilla tidak terbangun.
          Via keluar dari dalam tenda. Saat Via keluar, hawa dingin langsung menghampirinya. Ia melirik jam tangannya. Jam 01.45. Via kembali masuk ke tenda untuk mengambil cardigan cokelatnya. Setelah memakai cardigan, Via pun kembali keluar untuk mencari Ify. Via melihat ke sekelilingnya.
          ‘Mungkin si Ify ke danau’ batin Via. Via pun berjalan kearah danau. Dan benar saja. Ify berada disana. Via tersenyum lega. Via pun mendekati Ify. Via menyentuh bahu Ify yg sedang membelakanginya. Ify menoleh
          “Via?” kaget Ify. “Ngapain kesini?” tnya Ify.
          “Lo tuh yg ngapain kesini?? Gue nyariin lo tauu” geram Via sambil duduk di sebelah Ify.
          “Yaa lagi pengen kesini aja. Lo belum tidur?” tnya Ify
          “Gue tadi udh tidur. Tpi kebangun lgi, & ngeliat lo gaada didalam tenda” jawab Via
          Ify nyengir, “Hehe maap” ujarnya
          “Gpp. Lo tdi gak tidur?” tnya Via
          “Gue gak bisa tidur” jwab Ify. Kemudian, terjadi keheningan di antara keduanya.
          Via menatap wajah Ify yg berada disebelahnya. Wajah yg manis. Ah, wajar saja banyak pemuda yg menyukai gadis ini. Bahkan mencoba untuk menarik hatinya. Wajah Ify memang sangat manis. Apalagi klu sedang tersenyum. Via menundukkan kepalanya. Andaikan ia bisa melakukan sesuatu agar sahabatnya bisa bahagia.
          Ify berdiri dri duduknya, “Balik ke tenda yuk, Vi!” ajak Ify
          Via mendongak menatap Ify. Kemudian ia tersenyum & mengangguk. Mereka berjalan ke tenda. Hening selama didalam perjalanan ke tenda. Via & Ify sibuk dg pikirannya masing-masing.

#Di Tenda
          “Fy, lo tidur duluan aja ya!” ujar Via. Ify mengangguk. Kemudian Ify membaringkan tubuhnya, & mulai memejamkan matanya. Ify pun tertidur
          Via menatap wajah Ify yg sedang tertidur. Wajah yg terlihat sangat tenang. Namun, siapa yg tau dg isi hati Ify?
          Via mengalihkan pandangannya ke Shilla yg berada di sebelah kanannya. Shilla juga tak kalah manisnya dg Ify. Namun, diantara mereka bertiga, Shilla lah yg paling modis penampilannya. Via menghela nafas panjang. Semoga kisah Ify & Shilla bisa berakhir Happy Ending. Semoga..
          Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Seluruh peserta sibuk menyiapkan diri. Ada yg mandi, membereskan peralatan, melepas tenda, dll. Kecuali RAC & SIS. Mereka sudah membereskan peralatan mereka sejak kemarin. Bahkan, setiap mereka selesai mandi, mereka kembali mengecek & membereskan barang2 mereka. Tadi pagi, RAC & SIS sudah melepas tendanya Jadi sekarang, mereka hnya sibuk memperhatikan peserta lain yg sibuk dg urusannya masing-masing. RAC & SIS sedang duduk di bawah pohon akasia.
          “Eh iya. Btw, kita belum buka hadiahnya kan?”  tnya Via yg dibalas anggukan oleh yg lain.
          “Buka aja yuk!” ujar Cakka. Mereka pun membuka hadiah masing-masing. Rio-Ify, Cakka-Shilla, Alvin-Via.
          Ify mebuka kadonya. Dan ia mendapatkan 1 pasang gelang bertuliskan ‘I love You’ & ‘I Love You too’ , 1 pasang topi berwarna abu-abu putih, 1 tas ransel hitam, & 1 tas selempang turquoise.
          “Tas selempangnya buat gue!” seru Ify.
          Rio memutar kedua bola matanya. “Iya” jawabny singkat.
          “Topinya kan sama warnanya, 1 untuk lo, & 1 untuk gue. Nah, gelangnya lo mau yg mana?” tnya Ify.
          Rio Nampak berpikir. Kemudian ia mengambil gelang bertuliskan ‘I Love You’, “gue ambil yg ini”
          Ify mengangguk, “Oke”
          Shilla juga sibuk membuka hadiahnya. CakShill mendapat hadiah 1 tas ransel cokelat, 1 tas selempang fuchsia, 1 pasang topi berwarna hitam-putih, & 1 pasang gelang bertuliskan ‘LOVE’ & ‘YOU’.
          “Gue tas fuchsia ya!” ujar Shilla diselingi cengirin khasnya.
          “Oke, gue ambil gelang yg ‘LOVE’!” ujar Cakka juga. Shilla pun setuju
          Sekarang gentian AlVia. Mereka mendapatkan 1 tas ransel biru dongker, 1 tas selempang ungu baby, 1 pasang topi putih, & 1 pasang gelang bertuliskan ‘Me and You’ & ‘You and Me’ . Via langsung mengambil tas ungu baby, 1 topi, & gelang ‘You and Me
          “Gue ini ya, Vin!” ujar Via sambil memperlihatkan barang2nya. Alvin mengangguk. RiFy, CakShill, & AlVia langsung memakai gelang couple mereka masing-masing.
          ‘Kepada seluruh peserta Kemah Alam Global Nusantara, harap segera menaiki bus. Karena sebentar lagi kita akan pulang’ Bu Ira memberi pengumuman.
          RiFy, CakShill, & AlVia segera mengambil barang-barang mereka yg berada didepan lipatan tenda masing-masing. Mereka pun berlari-lari kecil menuju bus.
          Didalam bus, Bu Ira & Pak Dave sibuk mengabsen peserta. Kali ini, RAC & SIS duduk berdekatan. RiFy, CakShill, & AlVia. AlVia berada diseberang RiFy, & CakShill berada didepan AlVia. Mereka berenam sibuk bercanda. Keadaan mulai membaik. AlVia semakin mengembangkan senyumnya saat melihat CakShill & RiFy yg terus bercanda.

>>1 jam kemudian
Langit mulai mendung. Bus msih dipertengahan jalan. Minggu. Ah, akhir weekend. Orang2 yg sedang berlibur sibuk pulang. Yah, jadilah macet seperti sekarang ini. Keadaan didalam bus mulai sepi. Masing2 sudah mulai bosan dg keadaan sekarang. RAC & SIS sedang merundingkan sesuatu di BBM. Cakka & Rio pun mengambil gitar, & mulai memasuki intro sebuah lagu.

-Shilla-
Written in these walls are the stories that I can't explain
I leave my heart open but it stays right here empty for days

-Cakka-
She told me in the morning she don't feel the same about us in her bones
Seems to me that when I die these words will be written on my stone

-AlVia-
And I'll be gone, gone tonight
The ground beneath my feet is open wide
The way that I been holding on too tight
With nothing in between

-ALL-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time... is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-Ify-
Written on these walls are the colors that I can't change
Leave my heart open but it stays right here in its cage

-Rio-
I know that in the morning now I see us in the light upon a hill
Although I am broken, my heart is untamed, still

-CakShill-
And I'll be gone, gone tonight
The fire beneath my feet is burning bright
The way that I been holding on so tight
With nothing in between

-ALL-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time... is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-Alvin-
And I been waiting for this time to come around
But baby running after you is like chasing the clouds

-Sivia-
The story of my life
I take her home
I drive all night to keep her warm
And time is frozen

-RiFy-
The story of my life
I give her hope (give her hope)
I spend her love
Until she's broke (until she's broke inside)
Inside
The story of my life (the story of, the story of)

-ALL-
The story of my life
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life

          Seluruh orang yg berada didalam bus bertepuk tangan riuh. Mungkin, suara hujan yg mulai turun pun tak bisa mengalahkan suara mereka. Hawa dingin pun tak mampu mengalahkan kehangatan didalam bus.
          Ya. Kebersamaan tidak akan pernah usai, jika kita terus berkumpul dg orang2 yg kita sayangi.
***
#ToBeContinued;)
Alhamdulillaaaahhhhhhh.. Gue selesaiin part 14 ini dalam wktu 1 hari! ;)
Hnya mungkin gue bru sempet ngepost nya sekarang:3
Terus baca cerpen/cerbung gue yaa
Semoga kalian suka sm semua karya gue:)
Maaf klu ceritanya berlebihan, atau ada yg typo:3
Hehe, gue kan Cuma manusia biasaaa..
Hoho, Follow Twitter writer - @KarimaMdna_

Thankyuuu.. Bubayyy:* {}

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos