Akhir
dari Penantianku *Part 13
SIS & RAC ikut berkumpul di lapangan.
“Anak-anak, di games ke-3 ini, perwakilan dari kelompok
kalian akan menyusuri hutan, & mencari tumbuhan yang sudah kami tentukan
perkelompok. Kalian hrus memfoto tumbuhan itu, & perlihatkan hasil foto itu
kepada kami. Kalian harus jujur! Tidak ada yg mendownload gambar tumbuhan. Jika
ketauan, kelompok itu akan kami diskualifikasi dari games ini. Dan satu lagi.
Kemungkinan games yg terakhir kita batalkan, & nanti malam saat acara pesta
api unggun, kami pihak panitia akan mengumumkan kelompok mana yg mnjadi
pemenangnya” ujar Bu Ira.
“Baik, setiap perwakilan kelompok, silahkan ambil 1 kertas
secara acak” perintah Pak Dave.
Para perwakilan kelompok termasuk CakShill mengambil acak
kertas tersebut.
“Oke, silahkan kalian siap-siap. 1 2 3, mulai!” Bu Ira
memberi aba-aba.
CakShill berlari ke arah hutan. Dan mereka mulai mencari 3
tumbuhan yg hrus mereka cari.
***
#Hutan
“Iih, didalem hutan serem juga ya? Agak gelap gituu” ujar
Shilla.
“Yaiyalah Shilla.. Ini hutannya lumayan lebat, makanya agak
gelap” sahut Cakka.
“Huuh, yaudah. Apa aja yg harus kita cari?” tnya Shilla
Cakka membuka kertasnya :
1. Pohon jati
2. Bunga
teratai
3. Bambu hutan
“Oke, yg gue tau, dideket sini itu ada danau alami. Agak
kecil gitu sih, mungkin disitu ada teratainya” ujar Shilla.
“Yaudah. Yuk, kita langsung kesana aja” ajak Cakka sambil
menggandeng tangan Shilla. Jelas saja Shilla kaget, tapi didalam hati ia
tersenyum.
Saat di tepi danau..
“Kka, itu ada teratai nya!” seru Shilla.
“Iya iya. Gue foto dulu” ujar Cakka. Cakka pun memfoto
teratai itu.
“Okee, tinggal cari pohon jati sm bambu hutan aja nih” ujar
Cakka. Shilla mengangguk. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Di pertengahan jalan, Cakka melihat bambu hutan.
“Shill, tuh bamboo hutan yg kita cari!” seru Cakka.
“Iya, kka! Yaudah, foto aja” ujar Shilla girang. Cakka pun
memfoto bambu itu.
“Tinggal pohon jati! Yeaay” girang Shilla sambil berlari
meninggalkan Cakka. Cakka hnya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ikut
berlari menyusul Shilla.
Kurang lebih 10 menit kemudian..
“Aduuh.. Mana sih pohon jatinya??” gumam Shilla.
Cakka yg mendengar gumaman Shilla, hnya tersenyum kecil.
“Bentar lagi pasti ketemu kok” ujar Cakka. Shilla hnya mengangguk kecil. Tak
lama kemudian..
“Kka, itu pohon jati bukan?” tnya Shilla sambil menunjuk
sebuah pohon.
Cakka mengikuti arah tangan Shilla, “Iya, Shill. Itu pohon
jati!” jawab Cakka girang. Mereka pun berlari kearah pohon tersebut. Cakka
kembali memfotonya.
“Yeyey!
Kita udh dapet semua tumbuhan yg kita cari!!” girang Shilla.
“Iya.
Yuk, bentar lagi kita mau nyampe” ujar Cakka. Baru saja CakShill melangkah,
suara petir menggelegar.
‘DUARR’
“Aaaa!”
teriak Shilla & reflex memeluk lengan Cakka. Cakka awalnya kaget. Kemudian
ia baru ingat klu Shilla agak phobia dengan petir klo lgi diluar ruangan kyk
sekarang ini.
“Udah,
Shill. Ada gue kok” Cakka menenangkan Shilla
“Tap..tap..tapi.
Gu..gue, ta..kut ba..nget” tubuh Shilla mulai gemetar.
“Ayo,
Shill. Lo kuat kok” hibur Cakka sambil merangkul Shilla & menuntunnya
keluar dari hutan.
Saat
keluar dari hutan, terlihat Ify & Via yg sedang menunggu Shilla dg perasaan
cemas. Saat melihat CakShill yg baru keluar dari hutan, Ify & Via segera
berlari mendekati CakShill.
“Shill,
lo gpp kan?” tnya Via cemas.
“Shilla, muka lo pucet bget. Yaudah, ketenda yuk” ajak Ify sambil membantu Shilla
berjalan. Via pun ikut membantu Ify.
“Yaudah, kka. Ify sm Via pasti bisa ngurusin Shilla kok.
Sekarang, lo kumpulin dulu hasil foto lo” suruh Rio.
“Tapi-”
“Udah, kka. Bener kata Rio. Lo jgan trllu mencemaskan
Shilla” potong Alvin
Cakka pun mengangguk pasrah.
***
#Di Tenda
“Lo tiduran aja ya, Shill. Istirahat” ujar Ify
Shilla hnya mengangguk lemas.
“Nih, lo pake jaket lo” suruh Via sambil memberikan jaket
Shilla. Shilla memakai jaket itu dg dibantu oleh Ify & Via.
“Thanks ya. Maaf karna gue udah ngerepotin kalian” ujar
Shilla.
“Nyantai aja kali, Shill” sahut Ify.
“Gimana keadaan Shilla?” tnya Cakka yg baru saja datang
bersama Rio & Alvin.
“Udah baikan kok” jawab Via
“Iya kka. Kata Via bener. Gue udah agak baikan. Emm btw,
kita dapet poin berapa tadi?” tnya Shilla.
“Syukur deh klo gitu. Kita dapet 30 point. Sama kyk 3
kelompok yg lain” jawab Cakka.
“Hmm. Semoga kita menang ya” ujar Shilla lagi.
“Amiiinnnn” sahut yg lain
“Yaudah. Lo istirahat aja ya, Shill. Kita balik ke tenda
dulu. Banyak istirahat ya!” pamit Cakka.
“Jgan lupa nnti malem ada pesta api unggun. Jam 8 ya!”
ingat Rio.
“Pesta api unggunnya di lapangan biasa” Alvin melanjutkan
“Oke” jawab SIS kompak
“Thanks buat infonya” ujar Ify
“Urwel” jawab Rio. Lalu, RAC pun
kembali ke tendanya.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam. RAC & SIS sudah
bersiap-siap untuk mengikuti pesta api unggun. Hujan yg cukup lebat baru saja
mengguyur perkemahan mereka sejak sore. Kurang lebih 45 menit yg lalu, hujan
berhenti.
Malam ini Ify memakai baju kaos berwarna pink lembut yg
dibalut dg cardigan abu-abu. Celana jeans abu-abu panjang, & sneakers
abu-abu.
Via memakai baju merah lengan panjang, celana jeans hitam
panjang, & sepatu kets merah.
Shilla memakai baju kaos tak berlengan berwarna fuchsia yg
dibalut dg cardigan berwarna senada, celana jeans selutut berwarna hitam, &
sneakers berwarna senada dg cardigannya.
SIS memang sllu memakai pakaian yg simple. Sama dg RAC.
Malam ini Rio memakai baju kaos berwarna biru laut lengan
panjang, celana jeans hitam panjang, & sepatu berwarna hitam putih.
Alvin memakai kemeja ungu yg dilipat sesiku, celana jeans
hitam panjang, & sepatu abu-abu putih.
Cakka memakai baju kaos hijau yg dibalut jaket hitam,
celana jeans selutut berwarna abu-abu, & sepatu abu-abu.
“Kepada seluruh peserta Kemah Alam, harap segera
berkumpul ke lapangan sekarang juga. Karena kita akan melaksanakan Pesta Api
Unggun, sekaligus pengumuman pemenang games. T’rima kasih” Pak Dave memberi
pengumuman.
RAC & SIS pun bergegas ke lapangan.
***
#Lapangan
RAC & SIS telah sampai di lokasi Pesta Api Unggun.
“Anak-anak, bsok jam 9 pagi kita akan pulang ke Jakarta.
Jadi, mala mini kita akan mengadakan Pesta Perpisahan. Sebelum Pesta Api Unggun
ini kita mulai, saya akan mengumumkan pemenang dari games yg telah kita
laksanakan selama 2 hari ini. Saya umumkan dari pemenang ke-3” Bu Ira membuka
kertas yg berisi kelompok yg memenangkan games.
“Juara ke-3, jatuh kepada kelompok 6 dg 63 point.”
“Juara ke-2, jatuh kepada kelompok 1 dg 67 point.”
“Dan yg kita tunggu-tunggu, juara ke-1 jatuh kepadaaa….
Kelompok 3!! Dg total 70 point!” Seluruh peserta bersorak.
RAC & SIS masih kaget. Kemudian mereka berjalan ke
depan, untuk mengambil hadiah.
“Selamat ya untuk kalian ber-6. Ini hadiahnya” ujar Pak
Dave kepada RAC & SIS sambil memberikan 3 bingkisan.
“Setiap bingkisan ada 2 barang couple. Jadi, 1 hadiah untuk
setiap perwakilan games tadi” jelas Bu Ira.
Seluruh peserta mengangguk paham.
“Yasudah. Pesta Api Unggunnya kita mulai” ujar Bu Ira.
Seluruh murid bersorak gembira. Merekapun bernyanyi bersama, menikmati
kebersamaan mereka.
RAC & SIS juga ikut bernyanyi bersama teman-teman
mereka yg lain. Keceriaan tergambar disetiap wajah mereka. Semoga kebersamaan
ini terus ada, & tak akan pernah pudar.
***
#ToBeContinued;)
Yeyeyeyeey! Part-13 nya
selesaaaaiiiii
Hoho, ngaret ya? *Pake
nanya lagi-_-
Hehe, sorry sorry. Lgi
sibuk*apadeh
Hope you like it yaaa;3
Sekali lgi, buat seluruh
nama yg ada di cerpen/cerbung gue, gue izin pinjem ya
Ini Cuma buat Have Fun aja
kok. Buat seneng-seneng doangg
Khususnya buat 3 couple
utama. Buat Kak RiFy, kak CakShill, & kak AlVia
Maaf klu gak suka dg couple
nyaa..
Cuma iseng kok! Sekali lgi
aku izin yaa buat org2 yg namanya aku pakee..
Terus baca karya2 aku ya
guys;)
Twitter writer- @KarimaMdna_
Thankyuuu:* {}

0 komentar:
Posting Komentar