Akhir
dari Penantianku *Part 16
Shilla memainkan gitar asal di balkon kamarnya. Pikirannya
melayang kemana-mana. Tpi yg pasti, pikirannya lebih tertuju ke Cakka &
kata-kata Ify-Via.
“Kalo lo masih
sayang sama Cakka, kenapa lo seperti PHP-in dia? Kadang lo deket bget sama dia,
kyk ngasi harapan ke dia. Tapi kadang juga, lo tiba-tiba ngejauh dari dia.
Kasian dia, Shill. Dia masih banyak berharap sama lo…” nasihat Ify. Shilla
hanya menunduk.
“Selain itu, lo
juga salah Shill. Ini semua nggak sepenuhnya salah Cakka. Seharusnya, waktu itu
lo harus minta penjelasan dulu ke dia. Jangan mikir yg nggak nggak dulu. Lo
juga mudah cemburuan. Lo kan tau klo Agni itu sahabatnya Cakka dari kecil…”
nasihat Via juga.
“Tapi Vi, Fy.
Cakka juga nggak terlalu terbuka sama gue. Dia jarang bget cerita tentang
masalalunya ke gue. Yg gue tau, Agni itu sempat suka sama Cakka. Gak tau kapan,
tapi itu yg gue tau.” Jelas Shilla.
“Shilla,
mungkin itu emang kekurangannya Cakka. Dia gak terbuka sama pasangannya.
Seenggaknya, lo yg ngebujuk dia supaya dia mau cerita ke elo. Nah, klo masalah
Agni yg pernah suka sama cakka, itu emang bener. Waktu SD, Agni sempet suka
sama Cakka. Dan Cakka tau itu, Cakka pernah bilang ke Agni, kalo mereka itu
Cuma sahabat, gak lebih. Pas SMP, Cakka & Agni pisah. Beda sekolah gitu..
Dan Agni wktu itu sempet SMP di Jogja selama 1 tahun lebih. Eh, ternyata dia
balik lagi. Walaupun beda sekolah, mereka ttp deket kok. Pas Agni pindah ke SMP
Tunas Jaya(ngarang), dia ketemu sama cowok namanya Riko. Terus, Agni mulai
ngerasa nyaman dg Riko. Dan akhirnya mereka jadian. Tapi, karna ada masalah,
mereka sempet putus. Agni pengen bget balikan sama Riko, & akhirnya Cakka
ngebantuin dia..” jelas Via panjang lebar.
“Cakka sempet
ngerasa gak enak sama lo, karna saat dia ngebantuin Agni balikan sama Riko, dia
jadi sering ninggalin lo. Cakka pernah bilang ke gue & Via, kalo Agni itu
udah bener-bener ngilangin perasaannya ke cakka. Dan Agni juga tau kalo lo itu
pacarnya Cakka. Agni setuju bget pas tau klo lo itu jadi pacarnya Cakka. Karna
menurut dia, selain cantik lo itu juga baik. Dia bilang gtu, karna Cakka sering
cerita tentang lo ke Agni. Cakka itu gak pernah ngelupain lo, Shill. Dia sayang
bget sama lo…” Ify melanjutkan penjelasan Via.
Air mata Shilla
menetes. Perasaan bersalah menjalar dihatinya, “Jadi, gue Cuma salah paham?”
tnyanya yg dibalas anggukan oleh Ify & Via.
Shilla menghela nafas panjang. Ini terlalu rumit untuknya.
Di satu sisi, ia masih sangat menyayangi Cakka. Tpi di sisi lain, ia masih
sedikit ragu dg penjelasan Ify & Via. Bukan. Bukan tidak percaya. Ttpi hnya
‘sedikit’ ragu.
Shilla menyimpan gitarnya di sudut kamar. Ia merebahkan
tubuhnya diatas kasur. Matanya menatap langit-langit kamar.
‘Tuhan, jika dia yg Terbaik untukku,
tolong persatukan aku dengannya. Tpi, klu dia bukan yg Terbaik untukku, tolong
pilihkan yg Lebih Baik untukku’ batin Shilla berdoa. Shilla memejamkan matanya,
& terlelap. Melupakan sejenak kerisauannya..
Jam menunjukkan pukul 20.45. Ttpi gadis ini msih
berbincang-bincang di telepon bersama pemilik hatinya. Siapa lagi kalau bukan
Via & Alvin?
=Telepon=
Via : Vin,
gue gak tega ngeliat mereka kayak gini.. Andai aja gue bisa mutar wktu ke
masa-masa SMP kita dulu, pasti bakal gue lakuin saat ini
Alvin : Sabar,
Vi. Gue juga gak tega ngeliat mereka seperti ini. Tpi kita juga hrus bersyukur
krna Rio-Ify & Cakka-Shilla udh mulai deket
Via : Iya
juga, sih
Alvin : Yg
jelas, kita hrus berada disamping mereka disaat mereka membutuhkan kita
Via : Gue
setuju sama lo. Kita juga gak usah manas-manasin mereka. Yg ada, ntar merekanya
malah menjauh lagi
Alvin : Iyapp..
Ternyata lo pinter juga ya. Hahaha
Via : Baru
sadar lo? Kaciaannnn
Alvin : Haha,
iyadeh iya yg pinter
Via : Iiih.
Alvin apaan, sih?
Alvin : Hahaha.
Vi, udh malem. Sekarang lo tidur ya
Via : Iya,
Vin.
Alvin : Good
nite my Princess. Nice dream
Via : Good
nite too my Prince. And nice dream too
*klik*
Via
menutup sambungan teleponnya. Senyumnya mengembang. Alvin memang bukan tipe
pemuda yg romantis. Ttpi, Alvin sllu bisa membuat hatinya tenang. Walaupun
kadang Alvin membuatnya marah, namun Alvin yg memiliki sifat dewasa, tak pernah
malu untuk minta maaf ke Via. Tidak hnya itu. Terkadang, walaupun Via yg salah,
Alvin pasti lebih dulu meminta maaf.
Via membenarkan posisi bantalnya. Ia memejamkan
matanya. Tertidur lelap dg hati yg sangat sulit dijelaskan.
Mentari
mulai mengintip dari celah-celah awan. Angin berhembus pelan. Orang-orang mulai
sibuk dengan kegiatannya. Begitupun dg gadis ini.
Gadis
ini telah bangun semenjak 30 menit yg lalu. Gadis ini pun telah memakai seragam
sekolahnya dg rapi.
Ify-gadis
tadi- menuruni tangga, & berjalan ke arah ruang makan. Dilihatnya Bagas,
mama gina, & papa hanafi yg sudah menunggunya.
“Pagi..
Maaf Ify lama turunnya” sapa Ify sambil duduk dibangku kosong disamping Bagas.
“Gas,
lo berangkat ke sekolah ama siapa?” tnya Ify sambil memakan rotinya
“Ama
papa, kak. Emng knpa?” tnya Bagas balik
“Nggak.
Nanya aja” jawab Ify.
‘tin tin tin’. Suara
klakson motor terdengar dari depan rumah Ify.
“Siapa tuh, Fy?” tnya papa hanafi.
“Gak tau, pa” jawab Ify
“Coba kamu cek dulu gih” suruh mama gina
Ify mengangguk, lalu berjalan ke pintu luar. ‘klek’
pintu Ify buka.
“Pagi, Fy” sapa seorang pemuda.
Ify melotot kaget, “RIO!?”
Rio terkekeh. “Jgan kaget gitu dong”
“Lo ngpain kesini?” tnya Ify
“Mau jemput elo” jawab Rio kalem
Ify melongo. “Jemput gue?” tnyanya memastikan
“Iya Ifyyyy” gemas Rio
“Emm, yaudah. Gue mau pamit sm bonyok & bagas dulu”
ujar Ify. Kemudian Ify berlari kecil ke ruang makan.
“Ma, Pa, ternyata Rio jemput Ify. Ify duluan yaa” pamit Ify
sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya.
“Gas, gue berangkat dulu. Belajar yg rajin!” pamit Ify
sambil mengacak-acak rambut Bagas. Ify pun berlari keluar rumah, karena Rio
telah menunggunya.
“Ini nih anak muda jaman sekarang. Fallin’ in love tuh
namanya” komentar Bagas. Mama gina & papa hanafi hnya terkekeh sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya.
***
“Hai, Yo” sapa Ify yg baru saja sampai dipintu gerbang
rumahnya
“Hai juga. Yaudah, langsung berangkat
aja, yuk!” ajak Rio. Rio menyodorkan helm ke Ify, & Ify menerimanya. Ify
menaiki motor Rio. Rio menggas motornya, membelah ramainya ibu kota.
Rio-Ify telah sampai di parkiran GN. Seluruh mata tertuju
kepada keduanya. Ada yg iri, ada yg kecewa, ada yg kesal, ada yg seneng, ada yg
senyam-senyum, ada yg ketawa-ketawa gaje, ada yg teriak-teriak, ada yg langsung
gila(Penulis sinting-_-).
Rio-Ify hnya menanggapi dg santai. Mereka beriringan menuju
kelas, diselingi dg tawa-canda keduanya.
***
#Kelas XI-2
Saat RiFy memasuki kelas, sama seperti saat keduanya
memasuki parkiran. Kelas yg semulanya rebut, mnjdi sepi saat keduanya memasuki
kelas.
“Kenapa, sih?” tnya Rio yg mulai risih juga. Kelas pun
kembali ribut. RiFy pun duduk dibangkunya. AlVia & CakShill mendekati RiFy.
“Tumben berangkat bareng?” tnya Cakka
“Emang knpa sihhh??” geram Ify
“Tumben aja. Biasanya kan kalian Cuma pulangnya aja yg
bareng” komentar Via
“Terus kenapa?” tnya Rio
“Kalian lagiii… PDKT yaaa??” tebak Shilla. RiFy langsung
melongo mendengar ucapan Shilla
“Apa bget, deh” elak Ify
“Tapi kata Shilla mungkin ada benernya” ujar Rio santai.
AlVia, CakShill & Ify langsung menganga.
“Maksud lo apa, Yo?” tnya Alvin
“Eh.. emm.. ituu. Ah, udahlah. Lupain aja” ujar Rio
Baru saja Shilla ingin membuka mulut, bel masuk berbunyi.
Shilla sontak merengutkan bibirnya. ‘Belnya gak bisa diajak kompromi deh’ batin
Shilla kesal. RiFy menghembuskan nafas lega. Mereka bersyukur, krna bunyi bel
telah menyelamatkan mereka berdua dari introgasi sahabat2nya.
***
#ToBeContinued;)
Part 16 selesaiiii \m/
Mksihhhhh buat yg udah mau
baca ini cerbung^.^
Maaf klo ada yg typo,
ceritanya makin gaje, & other
Soalnya kan msih penulis
amatiraaan..
Follow twitter writer - @KarimaMdna_
;)
Jgan pernah bosan untuk
terus mmbaca karya2 aku;)
Byeee:*

0 komentar:
Posting Komentar