Akhir
dari Penantianku *Part 18
Waktu menunjukkan pukul 09.15 pagi. RAC & SIS
sudah sampai di pantai yg mereka tuju. SIS segera turun dari dalam mobil, &
berlari ke arah pantai tersebut.
“Aaa…
Gue kangen sama pantai ini” ujar Shilla sambil merentangkan kedua tangannya
“Udah
berapa lama ya kita gak kesini??” Tanya Via
“Emm
mungkin hampir 3 tahun, Vi” jawab Ify. Kemudian, ketiganya sibuk bermain air.
Tawa bahagia terdengar diantara ketiganya.
RAC
terkekeh melihat tingkah SIS yg menurut mereka tidak pernah berubah. RAC
merentangkan 2 tikar berukuran sedang dibawah pohon yg teduh tidak terlalu jauh
dari tempat SIS bermain air. RAC menyimpan barang-barang yg mereka bawa, lalu
berjalan mendekati SIS yg sedang bermain pasir.
“Kalian
lgi buat apaan?” tnya Rio
“Nggak
buat apa-apaan. Cuma iseng aja” jawab Ify. RAC duduk didekat SIS yg sedang
bermain pasir. RAC hnya memerhatikan SIS.
“Eh
gilaaa.. Udah setengah jam aja kita disini. Gak terasa bangetttt” kaget Via
sambil terus memerhatikan jam tangannya
“Iya,
nih. Eh, btw nih ya. Gue ngerasa haus bget. Ada yg bawa air gak?” tnya Shilla
“Lo
cari air, Shill?” tnya Cakka serius. Shilla menganggukkan kepalanya..
“Tuh,
air laut banyak banget. Lo puas-puas aja minumnya” lanjut Cakka sambil tertawa
puas.
“Iih
Cakka. Lo kok gitu, sih? Gue serius tauuuu” kesal Shilla.
“Hahahah.
Iya iya. Tuh, gue ada bawa. Ambil aja disana” ujar Cakka sambil menunjuk tikar
yg sudah ia rentangkan tadi.
“Eh,
Shill. Gue ikuttt” teriak Ify & Via sambil berlari mengikuti Shilla yg
sudah berjalan agak jauh didpan mereka.
RAC
tertawa melihat SIS. Kemudian ketiganya duduk berjejer. Mereka tidak peduli
dengan sinar matahari yg mulai menyengat kulit mereka.
“Gue
kangen dg masa-masa kita pas lgi ngumpul kyk gini” ujar Alvin
“Gue
juga” sahut Cakka
“Kita
terlalu sibuk. Jadi, jarang bget buat ngumpul-ngumpul kyk gini” komentar Rio.
Matanya sibuk menerawang ke ujung samudera yg bisa ia lihat.
“Ya.
Gue setuju sama lo. Bayangin aja. Lo pindah ke Manado, Cakka sibuk sekolah, gue
sibuk sekolah, IfyViaShilla juga sibuk dg sekolah” sahut Alvin. Setelah itu,
ketiganya kembali diam. Ketiganya hanya memerhatikan ombak laut yg mulai
mendekati mereka.
SIS
kembali ke tempat mereka bermain tadi. Ketiganya bingung melihat RAC yg hnya
berdiam diri. Tiba-tiba, terlintas ide jail di otak IfyViaShilla. Kemudian,
mereka berlari mendekati ombak, lalu mencipratkan air ke wajah RAC.
“IFY!”
“SHILLA!”
“VIA!”
Teriak Rio, Cakka, & Alvin hampir berbarengan. SIS tertawa puas melihat
ekspresi RAC.
RAC
menatap SIS dg tatapan garang. SIS sudah berancang-ancang untuk berlari. Dan
benar saja. RAC langsung mengejar SIS. Rio mengejar Ify, Cakka mengejar Shilla,
& Alvin mengejar Via.
Setelah 20 menit bermain kejar-kejaran, akhirnya RAC &
SIS duduk ditepian pantai.
“Main
kejar-kejaran ternyata capek juga ya” ujar Cakka
“Iya,
Kka. Bener” sahut Rio yg dijawab anggukan oleh Alvin
“Hahahah. Payah ah lo. Baru
kejar-kejaran aja udah capek” ejek Shilla diikuti dengan tawa khasnya. Ify
& Via ikut tertawa.
“Yee.. Lo mah enak. Pas di mobil Cuma
duduk diem. Lah gue? Nyetir tuh mobil. Yg harus lo ejek itu noh si Alvin” ujar
Cakka sambil menunjuk Alvin dengan dagunya.
“Loh, kok gue, sih?” tnya Alvin
“Haduhhh.. Udah. Jangan ribut!” lerai
Rio
“Yaudah. Daripada kita ribut, mending
kita makan aja, yuk! Gue ada bekal snack. Ambil aja didalam tas gue” suruh Ify.
AlVia & CakShill langsung berlari kearah tas Ify. Ify terkekeh. Ify menoleh
kearah Rio yg sedang memandang ujung lautan. Ify tersenyum.
“Lo gak berubah ya, Yo?” ujar Ify
sambil ikut memandang ujung lautan.
Rio mengernyit, “Maksudnya?” tnya Rio
heran
“Lo dulu emang suka ngeliat lautan
kan? Dan ternyata, sampai sekarang pun lo gak berubah” jawab Ify
Rio terkekeh, “Emang gue mau berubah
kyk gimana?” tnya Rio lagi
“Yaa.. Biasanya kan, orang bisa
berubah kalo udah lama gak ketemu” jawab Ify
“Haha. Ya nggak lah, Fy. Gue nggak
kayak gitu orangnya” ujar Rio
Ify hnya tertawa pelan. “Emm, Yo. Gue
boleh nanya sama lo?” tnya Ify pelan
“Nanya apa?” tnya Rio heran
“Emm.. Gimana dg hubungan lo sama….
Dea(Pada inget kan Dea siapa? Klo udah lupa, baca aja yg part 2-nya:D hehe)?”
tnya Ify hati-hati. Rio terdiam. Rio kembali memandang kedepan.
“Eh, Yo. Beneran, gue gak maksud
nyinggung perasaan lo. Beneran deh” Ify jadi gelagapan sendiri.
Rio terkekeh pelan. “Nyantai aja, Fy.
Gpp” ujar Rio
“Tapi kalo lo gak mau jawab juga gpp
kok” ujar Ify
“Hftt.. Gue gak ada hubungan apa-apa
dg dia. Gue sama Dea udah putus. Pas gue mau pindah ke Manado, gue bermaksud
mau pamit ke dia. Pas gue kerumah dia, gue ngeliat dia bareng cowok. Gue gak
sengaja denger pembicaraan Dea dg cowok itu. Dan lo tau? Ternyata Dea Cuma
manfaatin gue. Sakit bget hati gue saat itu. Tanpa babibu lagi, gue langsung
putusin dia. Jujur aja, Fy. Saat itu gue terpuruk bget” jelas Rio. Ify menatap
Rio dg tatapan prihatin.
“Pas gue di Manado, gue lebih banyak
diem. Gue dianggap sebagai anak pendiem dg orang2 disekitar gue. Sampe pada
akhirnya, gue bongkar salah satu tas gue yg belum pernah gue buka, semenjak gue
sampai di Manado. Di tas itu, gue nemuin foto2 kita waktu ke pantai ini. Bareng
Cakka, Shilla, Alvin, & Via. Dan gue memutuskan, untuk menjadi diri gue yg
sebelumnya. Gue berhasil berdiri lagi, & ngelupain kisah gue dg Dea. Setiap
gue sedih, gue selalu ingat lo, Via, Cakka, Alvin, & Shilla.” Lanjut Rio
Ify tersenyum kecil. “Lo tau, Yo? Saat
gue tau lo pindah ke Manado, gue juga sempat terpuruk. Kenapa? Karna lo adlh
sahabat cowok yg paliiing deket sama gue. Jadi, gue kehilangan sosok lo yg dulu
sllu ada buat gue. Gue juga berubah bget. Gue sempet jadi Ify yg cuek. Tapi,
karna Via & Shilla sllu ada diseket gue, gue memilih untuk bangkit. Gue
yakin, lo bakal balik lagi ke Jakarta. Dan ternyata bener kan? Sekarang lo udh
balik ke Jakarta, & malahan, lo udh ada disamping gue” jelas Ify. Rio
mengalihkan pandangannya kearah Ify. Lalu, Rio merangkul Ify dari samping.
“Gue gak akan ninggalin lo lagi”
bisik Rio ke Ify. Ify tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.
CakShill & AlVia yg baru datang,
menatap RiFy dg tatapan bingung. Namun, sedetik kemudian, mereka lebih memilih
untuk duduk berjejer, & saling merangkul.
“Gue harap, kita akan terus sama-sama
kyk gini” ujar Via
“Pasti” jawab RAC & SIS minus Via
kompak.
“Kok suasananya jadi mellow gini,
sih? Kan kita mau seneng-seneng disini” ujar Cakka. Yg lain hanya tertawa
menanggapinya.
“Udah. Mending sekarang kita siap-siap pulang. Udah jam 2, nih. Ntar gak ada
waktu buat istirahat” ujar Shilla. Yg lain mengangguk, lalu
sibuk bersiap-siap.
“Guys! Gue,
Via, & Shilla mau ganti baju dulu ya” izin Ify. RAC mengangguk. SIS pun
pergi ke kamar ganti yg tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
RAC sudah merapikan semua barang yg
tadi mereka turunkan. Sekarang, mereka sedang duduk dibawah pohon, sambil
menunggu SIS.
10 menit kemudian, SIS keluar dari
kamar ganti, & berlari kecil kearah RAC.
“Sorry lama. Biasalah cewek” ujar Via
yg dibalas anggukan oleh Ify & Shilla
“Nyantai aja kali. Yuk, pulang
sekarang” ajak Alvin. RiFy & AlVia memasuki mobil Rio, sedangkan CakShill memasuki
mobil Cakka. Di perjalanan, mereka tak banyak berbicara. Mereka lebih memilih
untuk diam.
***
Waktu menunjukkan pukul 15.30. RAC
& SIS baru saja sampai dirumah Ify.
“Masuk dulu, yuk!” ajak Ify. RAC
& SIS minus Ify mengangguk setuju. Ify membuka pintu rumahnya.
“Ify pulangg..” teriak Ify
“Eh, kak. Baru pulang ya?” tnya Bagas
yg baru turun dari kamarnya.
“Iya, gas” jawab Ify sambil duduk
disofa, diikuti RAC, Via, & Shilla
“Eh, ada kakak-kakak juga. Mau minum
apa?” sapa+tawar Bagas
“Emm.. Gak usah, gas. Makasih” jawab
Via
“Oh. Yaudah, Bagas ambilin snack aja
ya?” tawar Bagas. Tanpa menunggu jawaban RAC maupun SIS, Bagas langsung berlari
kecil ke arah dapur.
“Fy, Bagas ramah bget ya? Gak pernah
berubah dari dulu” komentar Shilla
Ify tersenyum kecil, “Gue selalu
ngajarin Bagas agar dia gak berubah hnya gara-gara umurnya terus bertambah”
sahut Ify pelan
“Ini, nih. Yang selalu buat gue kagum
sama lo, Fy. Lo selalu bisa ngedidik adek lo, dg cara lo sendiri” kagum Cakka
“Hahah. Biasa aja, kka” balas Ify
“Tapi beneran loh. Kita itu kagum
bget sama lo. Lo itu tegar. Walaupun lo & Bagas suka berantem, tapi lo
& Bagas juga saling melindungi” komentar Alvin juga. Ify membalasnya dg
senyum simpul.
“Hei kak! Nih, gue bawain bbrpa snack
yg ada didapur” ujar Bagas sambil menyimpan keripik kentang & bbrpa snack
lainnya diatas meja ruang tamu.
“Iya, gas. Makasih” ujar Rio
Bagas mengangguk, lalu duduk
disamping Ify. Kemudian, Bagas kembali sibuk dg PSP hitamnya.
Ify berdecak, “Kebiasaan” kesalnya.
Bagas tak menanggapi ucapan Ify. Ify mencibir Bagas.
Kemudian, RAC & SIS
berbincang-bincang sebentar. Setelah kurang lebih 20 menit mereka
berbincang-bincang, CakShill & AlVia pamit pulang. Tersisa Bagas, Ify,
& Rio.
“Lo gak pulang juga, Yo?” tnya Ify yg
melihat Rio sedang sibuk memainkan gadgetnya
Rio menoleh sekilas kearah Ify,
“Nggak. Dirumah gue gak ada orang. Mama baru pulang jam 5 sore” jawab Rio
Ify membulatkan mulutnya. “Gue mau
mandi dulu, ya. Gerah bget soalnya” ujar Ify. Kemudian Ify beranjak berdiri,
lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Setelah Ify menaiki tangga, Bagas
menyimpan PSPnya diatas meja.
“Kak Rio?” panggil Bagas. Rio menoleh
kearah Bagas, lalu menyimpan gadgetnya disaku celana.
“Ya?” jawab Rio
“Emm makasih ya kak, udah jagain kak
Ify. Jujur aja. Gue kadang sllu gak sempet buat nemenin kak Ify jalan-jalan.
Yaa lo pasti tau sendiri. Gue terlalu sibuk dg tugas-tugas gue. Jadi, gue
seneng bget kalo ada yg mau nemenin kak Ify jalan-jalan” jelas Bagas
“Iya, sama-sama. Gue ngerti rasanya
ada diposisi lo. Karna, dulu gue juga kyk gitu” balas Rio
Bagas tersenyum, “Sekali lagi makasih
ya kak” ujar Bagas tulus
Rio tersenyum, lalu mengangguk. “Iya.
Emm Gas, gue pulang ya. Udah sore” pamit Rio
Bagas mengangguk, “Iya kak”
“Salam buat Ify” ujar Rio sebelum benar-benar beranjak pulang
“Iya” sahut Bagas. Setelah itu, Rio
keluar dari rumah Ify, lalu memasuki mobilnya. Rio menggas mobilnya, & menjauhi
kediaman Ify.
***
Ify sudah
selesai mandi & memakai baju. Ify sempat mendengar suara mobil Rio yg
menjauhi rumahnya. Ify segera menuruni tangga, & mendekati Bagas yg kembali
sibuk dg PSPnya.
“Gas, Rio pulang ya?” tnya Ify sambil
duduk disamping Bagas
Bagas mengangguk, “Iya” jawab bagas
seadanya
“Oiya. Salam dari kak Rio” lanjut
Bagas. Ify hnya mengangguk.
“Yaudah. Gas, gue kekamar dulu ya.
Mau istirahat” izin Ify. Bagas mengangguk.
Ify segera
menaiki tangga menuju kamarnya. Didalam kamar, Ify mengambil buku diary yg baru
bbrpa hari yg lalu ia beli. Diary itu berada didalam laci meja kamarnya. Ify membuka diary itu, & menulis,
***
Hari
ini sangat menyenangkan
Malah
mungkin terlalu menyenangkan untukku
Aku
kembali berkumpul bersama sahabat-sahabatku,
dipantai
tempat aku & sahabat2ku sering berkumpul dulu.
Ah.
Aku sangat merindukan masa-masa tadi
Aku
juga pergi bersama ‘Dia’
‘Dia’
yg sejak lama berada dihatiku
Aku
tidak pernah berharap,
agar
dia membalas perasaanku
Aku
hnya bisa memendam perasaanku
Aku
terlalu takut, untuk menunjukkan perasaanku
Cukup
aku, Via, Shilla, & Tuhan yg mengetahuinya
Biarkan
dia sadar akan perasaanku dengan sendirinya
Tuhan
pasti adil
Tuhan
pasti telah menentukan yg terbaik untukku:)
Big
Love,
Ify
Alyssa
***
Ify tersenyum
melihat buku diarynya. Kemudian, Ify menutup diary tersebut, lalu menyimpannya
ditempat semula.
Ify merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Matanya memandang langit-langit kamarnya yg berwarna putih. Ia tersenyum kecil,
mengingat semua kejadian tadi. Saat ia bersama Via, Shilla, Cakka, Alvin, dan…
Rio.
Ify tertawa pelan. Apa-apaan ini?
Kenapa ia seperti orang gila setiap mengingat Rio?
Ify membenahkan posisi bantalnya,
lalu tertidur…
#ToBeContinued;)
Part 18 nya selesaiiii^^
Alhamdulillah:)
Part 18 ini aku emang sengaja buat lebih panjang:3
Haha. Temen2 gue pasti tau apa alasannya XD wkwk
Tapi bukan hnya karna itu aja, kok
Temen gue ada yg minta supaya part-nya dipanjangin
Yaudah. Di part 18 ini, gue panjangin aja:D
Makasihhh buat teman-teman yg udah baca cerbung ini;)
Big Hug & Big Love buat kalian{} <3
Tetap baca semua karya-karya gue yaa;)
Buat yg mau repost cerbung/cerpen gue, silahkan aja
Tapi, tolong izin dulu. Tolong hargain karya gue, yg
merupakan penulis asli cerbung & cerpen di blog ini:)
Tenang aja. Kalau gue repost cerbung/cerpen milik blogger
lain, gue pasti kasi tau penulis asli cerbung/cerpen itu kok:)
Kalo mau izin repost cerbung/cerpen di blog ini,
Lewat twitter writer - @KarimaMdna_ ;)
Thankyuu.. Byee:*

0 komentar:
Posting Komentar