Sabtu, 24 Mei 2014

Akhir dari Penantianku *Part 18

Diposting oleh Nad di 05.44
Akhir dari Penantianku *Part 18

          Waktu menunjukkan pukul 09.15 pagi. RAC & SIS sudah sampai di pantai yg mereka tuju. SIS segera turun dari dalam mobil, & berlari ke arah pantai tersebut.

“Aaa… Gue kangen sama pantai ini” ujar Shilla sambil merentangkan kedua  tangannya

“Udah berapa lama ya kita gak kesini??” Tanya Via

“Emm mungkin hampir 3 tahun, Vi” jawab Ify. Kemudian, ketiganya sibuk bermain air. Tawa bahagia terdengar diantara ketiganya.

RAC terkekeh melihat tingkah SIS yg menurut mereka tidak pernah berubah. RAC merentangkan 2 tikar berukuran sedang dibawah pohon yg teduh tidak terlalu jauh dari tempat SIS bermain air. RAC menyimpan barang-barang yg mereka bawa, lalu berjalan mendekati SIS yg sedang bermain pasir.

“Kalian lgi buat apaan?” tnya Rio

“Nggak buat apa-apaan. Cuma iseng aja” jawab Ify. RAC duduk didekat SIS yg sedang bermain pasir. RAC hnya memerhatikan SIS.

“Eh gilaaa.. Udah setengah jam aja kita disini. Gak terasa bangetttt” kaget Via sambil terus memerhatikan jam tangannya

“Iya, nih. Eh, btw nih ya. Gue ngerasa haus bget. Ada yg bawa air gak?” tnya Shilla

“Lo cari air, Shill?” tnya Cakka serius. Shilla menganggukkan kepalanya..

“Tuh, air laut banyak banget. Lo puas-puas aja minumnya” lanjut Cakka sambil tertawa puas.

“Iih Cakka. Lo kok gitu, sih? Gue serius tauuuu” kesal Shilla.

“Hahahah. Iya iya. Tuh, gue ada bawa. Ambil aja disana” ujar Cakka sambil menunjuk tikar yg sudah ia rentangkan tadi.

“Eh, Shill. Gue ikuttt” teriak Ify & Via sambil berlari mengikuti Shilla yg sudah berjalan agak jauh didpan mereka.

RAC tertawa melihat SIS. Kemudian ketiganya duduk berjejer. Mereka tidak peduli dengan sinar matahari yg mulai menyengat kulit mereka.

“Gue kangen dg masa-masa kita pas lgi ngumpul kyk gini” ujar Alvin

“Gue juga” sahut Cakka

“Kita terlalu sibuk. Jadi, jarang bget buat ngumpul-ngumpul kyk gini” komentar Rio. Matanya sibuk menerawang ke ujung samudera yg bisa ia lihat.

“Ya. Gue setuju sama lo. Bayangin aja. Lo pindah ke Manado, Cakka sibuk sekolah, gue sibuk sekolah, IfyViaShilla juga sibuk dg sekolah” sahut Alvin. Setelah itu, ketiganya kembali diam. Ketiganya hanya memerhatikan ombak laut yg mulai mendekati mereka.
SIS kembali ke tempat mereka bermain tadi. Ketiganya bingung melihat RAC yg hnya berdiam diri. Tiba-tiba, terlintas ide jail di otak IfyViaShilla. Kemudian, mereka berlari mendekati ombak, lalu mencipratkan air ke wajah RAC.

“IFY!”

“SHILLA!”

“VIA!” Teriak Rio, Cakka, & Alvin hampir berbarengan. SIS tertawa puas melihat ekspresi RAC.
RAC menatap SIS dg tatapan garang. SIS sudah berancang-ancang untuk berlari. Dan benar saja. RAC langsung mengejar SIS. Rio mengejar Ify, Cakka mengejar Shilla, & Alvin mengejar Via.
          Setelah 20 menit bermain kejar-kejaran, akhirnya RAC & SIS duduk ditepian pantai.

“Main kejar-kejaran ternyata capek juga ya” ujar Cakka

“Iya, Kka. Bener” sahut Rio yg dijawab anggukan oleh Alvin

“Hahahah. Payah ah lo. Baru kejar-kejaran aja udah capek” ejek Shilla diikuti dengan tawa khasnya. Ify & Via ikut tertawa.

“Yee.. Lo mah enak. Pas di mobil Cuma duduk diem. Lah gue? Nyetir tuh mobil. Yg harus lo ejek itu noh si Alvin” ujar Cakka sambil menunjuk Alvin dengan dagunya.

“Loh, kok gue, sih?” tnya Alvin

“Haduhhh.. Udah. Jangan ribut!” lerai Rio

“Yaudah. Daripada kita ribut, mending kita makan aja, yuk! Gue ada bekal snack. Ambil aja didalam tas gue” suruh Ify. AlVia & CakShill langsung berlari kearah tas Ify. Ify terkekeh. Ify menoleh kearah Rio yg sedang memandang ujung lautan. Ify tersenyum.

“Lo gak berubah ya, Yo?” ujar Ify sambil ikut memandang ujung lautan.

Rio mengernyit, “Maksudnya?” tnya Rio heran

“Lo dulu emang suka ngeliat lautan kan? Dan ternyata, sampai sekarang pun lo gak berubah” jawab Ify

Rio terkekeh, “Emang gue mau berubah kyk gimana?” tnya Rio lagi

“Yaa.. Biasanya kan, orang bisa berubah kalo udah lama gak ketemu” jawab Ify

“Haha. Ya nggak lah, Fy. Gue nggak kayak gitu orangnya” ujar Rio

Ify hnya tertawa pelan. “Emm, Yo. Gue boleh nanya sama lo?” tnya Ify pelan

“Nanya apa?” tnya Rio heran

“Emm.. Gimana dg hubungan lo sama…. Dea(Pada inget kan Dea siapa? Klo udah lupa, baca aja yg part 2-nya:D hehe)?” tnya Ify hati-hati. Rio terdiam. Rio kembali memandang kedepan.

“Eh, Yo. Beneran, gue gak maksud nyinggung perasaan lo. Beneran deh” Ify jadi gelagapan sendiri.

Rio terkekeh pelan. “Nyantai aja, Fy. Gpp” ujar Rio

“Tapi kalo lo gak mau jawab juga gpp kok” ujar Ify

“Hftt.. Gue gak ada hubungan apa-apa dg dia. Gue sama Dea udah putus. Pas gue mau pindah ke Manado, gue bermaksud mau pamit ke dia. Pas gue kerumah dia, gue ngeliat dia bareng cowok. Gue gak sengaja denger pembicaraan Dea dg cowok itu. Dan lo tau? Ternyata Dea Cuma manfaatin gue. Sakit bget hati gue saat itu. Tanpa babibu lagi, gue langsung putusin dia. Jujur aja, Fy. Saat itu gue terpuruk bget” jelas Rio. Ify menatap Rio dg tatapan prihatin.

“Pas gue di Manado, gue lebih banyak diem. Gue dianggap sebagai anak pendiem dg orang2 disekitar gue. Sampe pada akhirnya, gue bongkar salah satu tas gue yg belum pernah gue buka, semenjak gue sampai di Manado. Di tas itu, gue nemuin foto2 kita waktu ke pantai ini. Bareng Cakka, Shilla, Alvin, & Via. Dan gue memutuskan, untuk menjadi diri gue yg sebelumnya. Gue berhasil berdiri lagi, & ngelupain kisah gue dg Dea. Setiap gue sedih, gue selalu ingat lo, Via, Cakka, Alvin, & Shilla.” Lanjut Rio

Ify tersenyum kecil. “Lo tau, Yo? Saat gue tau lo pindah ke Manado, gue juga sempat terpuruk. Kenapa? Karna lo adlh sahabat cowok yg paliiing deket sama gue. Jadi, gue kehilangan sosok lo yg dulu sllu ada buat gue. Gue juga berubah bget. Gue sempet jadi Ify yg cuek. Tapi, karna Via & Shilla sllu ada diseket gue, gue memilih untuk bangkit. Gue yakin, lo bakal balik lagi ke Jakarta. Dan ternyata bener kan? Sekarang lo udh balik ke Jakarta, & malahan, lo udh ada disamping gue” jelas Ify. Rio mengalihkan pandangannya kearah Ify. Lalu, Rio merangkul Ify dari samping.

“Gue gak akan ninggalin lo lagi” bisik Rio ke Ify. Ify tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.

CakShill & AlVia yg baru datang, menatap RiFy dg tatapan bingung. Namun, sedetik kemudian, mereka lebih memilih untuk duduk berjejer, & saling merangkul.

“Gue harap, kita akan terus sama-sama kyk gini” ujar Via

“Pasti” jawab RAC & SIS minus Via kompak.

“Kok suasananya jadi mellow gini, sih? Kan kita mau seneng-seneng disini” ujar Cakka. Yg lain hanya tertawa menanggapinya.

“Udah. Mending sekarang kita siap-siap pulang. Udah jam 2, nih. Ntar gak ada
waktu buat istirahat” ujar Shilla. Yg lain mengangguk, lalu sibuk bersiap-siap.

          “Guys! Gue, Via, & Shilla mau ganti baju dulu ya” izin Ify. RAC mengangguk. SIS pun pergi ke kamar ganti yg tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.

RAC sudah merapikan semua barang yg tadi mereka turunkan. Sekarang, mereka sedang duduk dibawah pohon, sambil menunggu SIS.
10 menit kemudian, SIS keluar dari kamar ganti, & berlari kecil kearah RAC.

“Sorry lama. Biasalah cewek” ujar Via yg dibalas anggukan oleh Ify & Shilla

“Nyantai aja kali. Yuk, pulang sekarang” ajak Alvin. RiFy & AlVia memasuki mobil Rio, sedangkan CakShill memasuki mobil Cakka. Di perjalanan, mereka tak banyak berbicara. Mereka lebih memilih untuk diam.
***
Waktu menunjukkan pukul 15.30. RAC & SIS baru saja sampai dirumah Ify.

“Masuk dulu, yuk!” ajak Ify. RAC & SIS minus Ify mengangguk setuju. Ify membuka pintu rumahnya.

“Ify pulangg..” teriak Ify

“Eh, kak. Baru pulang ya?” tnya Bagas yg baru turun dari kamarnya.

“Iya, gas” jawab Ify sambil duduk disofa, diikuti RAC, Via, & Shilla

“Eh, ada kakak-kakak juga. Mau minum apa?” sapa+tawar Bagas

“Emm.. Gak usah, gas. Makasih” jawab Via

“Oh. Yaudah, Bagas ambilin snack aja ya?” tawar Bagas. Tanpa menunggu jawaban RAC maupun SIS, Bagas langsung berlari kecil ke arah dapur.

“Fy, Bagas ramah bget ya? Gak pernah berubah dari dulu” komentar Shilla

Ify tersenyum kecil, “Gue selalu ngajarin Bagas agar dia gak berubah hnya gara-gara umurnya terus bertambah” sahut Ify pelan

“Ini, nih. Yang selalu buat gue kagum sama lo, Fy. Lo selalu bisa ngedidik adek lo, dg cara lo sendiri” kagum Cakka

“Hahah. Biasa aja, kka” balas Ify

“Tapi beneran loh. Kita itu kagum bget sama lo. Lo itu tegar. Walaupun lo & Bagas suka berantem, tapi lo & Bagas juga saling melindungi” komentar Alvin juga. Ify membalasnya dg senyum simpul.

“Hei kak! Nih, gue bawain bbrpa snack yg ada didapur” ujar Bagas sambil menyimpan keripik kentang & bbrpa snack lainnya diatas meja ruang tamu.

“Iya, gas. Makasih” ujar Rio

Bagas mengangguk, lalu duduk disamping Ify. Kemudian, Bagas kembali sibuk dg PSP hitamnya.

Ify berdecak, “Kebiasaan” kesalnya. Bagas tak menanggapi ucapan Ify. Ify mencibir Bagas.

Kemudian, RAC & SIS berbincang-bincang sebentar. Setelah kurang lebih 20 menit mereka berbincang-bincang, CakShill & AlVia pamit pulang. Tersisa Bagas, Ify, & Rio.

“Lo gak pulang juga, Yo?” tnya Ify yg melihat Rio sedang sibuk memainkan gadgetnya

Rio menoleh sekilas kearah Ify, “Nggak. Dirumah gue gak ada orang. Mama baru pulang jam 5 sore” jawab Rio

Ify membulatkan mulutnya. “Gue mau mandi dulu, ya. Gerah bget soalnya” ujar Ify. Kemudian Ify beranjak berdiri, lalu menaiki tangga menuju kamarnya.

Setelah Ify menaiki tangga, Bagas menyimpan PSPnya diatas meja.

“Kak Rio?” panggil Bagas. Rio menoleh kearah Bagas, lalu menyimpan gadgetnya disaku celana.

“Ya?” jawab Rio

“Emm makasih ya kak, udah jagain kak Ify. Jujur aja. Gue kadang sllu gak sempet buat nemenin kak Ify jalan-jalan. Yaa lo pasti tau sendiri. Gue terlalu sibuk dg tugas-tugas gue. Jadi, gue seneng bget kalo ada yg mau nemenin kak Ify jalan-jalan” jelas Bagas

“Iya, sama-sama. Gue ngerti rasanya ada diposisi lo. Karna, dulu gue juga kyk gitu” balas Rio

Bagas tersenyum, “Sekali lagi makasih ya kak” ujar Bagas tulus

Rio tersenyum, lalu mengangguk. “Iya. Emm Gas, gue pulang ya. Udah sore” pamit Rio

Bagas mengangguk, “Iya kak”

“Salam buat Ify”  ujar Rio sebelum benar-benar beranjak pulang

“Iya” sahut Bagas. Setelah itu, Rio keluar dari rumah Ify, lalu memasuki mobilnya. Rio menggas mobilnya, & menjauhi kediaman Ify.
***
          Ify sudah selesai mandi & memakai baju. Ify sempat mendengar suara mobil Rio yg menjauhi rumahnya. Ify segera menuruni tangga, & mendekati Bagas yg kembali sibuk dg PSPnya.

“Gas, Rio pulang ya?” tnya Ify sambil duduk disamping Bagas

Bagas mengangguk, “Iya” jawab bagas seadanya

“Oiya. Salam dari kak Rio” lanjut Bagas. Ify hnya mengangguk.

“Yaudah. Gas, gue kekamar dulu ya. Mau istirahat” izin Ify. Bagas mengangguk.
          Ify segera menaiki tangga menuju kamarnya. Didalam kamar, Ify mengambil buku diary yg baru bbrpa hari yg lalu ia beli. Diary itu berada didalam laci meja kamarnya.  Ify membuka diary itu, & menulis,
***
Hari ini sangat menyenangkan
Malah mungkin terlalu menyenangkan untukku
Aku kembali berkumpul bersama sahabat-sahabatku,
dipantai tempat aku & sahabat2ku sering berkumpul dulu.
Ah. Aku sangat merindukan masa-masa tadi
Aku juga pergi bersama ‘Dia’
‘Dia’ yg sejak lama berada dihatiku

Aku tidak pernah berharap,
agar dia membalas perasaanku
Aku hnya bisa memendam perasaanku
Aku terlalu takut, untuk menunjukkan perasaanku
Cukup aku, Via, Shilla, & Tuhan yg mengetahuinya
Biarkan dia sadar akan perasaanku dengan sendirinya
Tuhan pasti adil
Tuhan pasti telah menentukan yg terbaik untukku:)

Big Love,

Ify Alyssa
***
          Ify tersenyum melihat buku diarynya. Kemudian, Ify menutup diary tersebut, lalu menyimpannya ditempat semula.
Ify merebahkan tubuhnya diatas kasur. Matanya memandang langit-langit kamarnya yg berwarna putih. Ia tersenyum kecil, mengingat semua kejadian tadi. Saat ia bersama Via, Shilla, Cakka, Alvin, dan… Rio.
Ify tertawa pelan. Apa-apaan ini? Kenapa ia seperti orang gila setiap  mengingat Rio?
Ify membenahkan posisi bantalnya, lalu tertidur…

#ToBeContinued;)

Part 18 nya selesaiiii^^
Alhamdulillah:)
Part 18 ini aku emang sengaja buat lebih panjang:3
Haha. Temen2 gue pasti tau apa alasannya XD wkwk
Tapi bukan hnya karna itu aja, kok
Temen gue ada yg minta supaya part-nya dipanjangin
Yaudah. Di part 18 ini, gue panjangin aja:D

Makasihhh buat teman-teman yg udah baca cerbung ini;)
Big Hug & Big Love buat kalian{} <3
Tetap baca semua karya-karya gue yaa;)
Buat yg mau repost cerbung/cerpen gue, silahkan aja
Tapi, tolong izin dulu. Tolong hargain karya gue, yg merupakan penulis asli cerbung & cerpen di blog ini:)
Tenang aja. Kalau gue repost cerbung/cerpen milik blogger lain, gue pasti kasi tau penulis asli cerbung/cerpen itu kok:)
Kalo mau izin repost cerbung/cerpen di blog ini,
Lewat twitter writer - @KarimaMdna_ ;)

Thankyuu.. Byee:*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos