Rabu, 07 Mei 2014

Akhir dari Penantianku *Part 17

Diposting oleh Nad di 20.44
Akhir dari Penantianku *Part 17

          Siswa-siswi berhamburan keluar dari gedung megah GN. Wajar saja. Bel pulang baru saja berbunyi. Bel surge menurut mereka.
          RAC & SIS beriringan menuju parkiran.

“Guys, besok kan libur, nih. Jalan-jalan yuk!” ajak Shilla

“Yuk!!!” sahut Via antusias

“Boleh juga. Jalan kemana?” tnya Cakka

“Ke pantai mau?” tnya Ify balik

“Gue setuju! Kita ke pantai aja” sahut Rio

“Oke. Berarti kita pergi pagi-pagi. Kalian inget pantai yg dulu sering kita kunjungi bareng kan?” tnya Alvin yg dibalas anggukan oleh yg lain

“Gue kangen sama pantai itu. Udh hmpir 3 tahun kita nggak kesana.” Lanjut Alvin.

“Iya, Vin. Berarti, bsok jam 6 kita udh kumpul! Dirumah siapa, nih?” tnya Via

“Dirumah Ify aja mau? Rumah dia kan yg paling strategis” jawab Via

“Oke, gue setuju ama Via. Lo setuju, Fy?” tnya Rio

Ify mengangguk. “Oke, gue juga setuju” jawab Ify

“Yaudah. Mending sekarang kita pulang, istirahat buat perjalanan kita besok” ujar Alvin. Mereka pun berpisah, & pulang kerumahnya masing-masing.

Ify baru saja sampai dirumahnya. Ia segera kekamarnya, mengganti bajunya. Ify mengetikkan pesan ke teman-temannya.
--
To : SiviAzizah ; Ashilla ; Cakka ; AlvinJo ; Mario

Guys, bsok pake mobil siapa?

Send
--
From : SiviAzizah
Nah, itu gue gatau juga
Coba lo Tanya anak2 cowok
--

Ify tak membalas sms Via.

--
From : Ashilla
Mungkin pake mobil Cakka / Rio
--
From : Mario
Pake mobil gue sama Cakka
--
From : AlvinJo
Katanya sih pake mobil
Cakka & Rio
--

Ify mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia pun mengemaskan barang2 yg akan ia bawa besok. Ia akan membawa kotak P3K, 2 baju ganti, 2 celana ganti, kaca mata, power bank, & bbrpa makanan ringan. Ify membawa barang2nya turun, lalu menunggu teman2nya di Ruang Tamu.

“Lo mau kemana kak?” tnya Bagas yg baru saja turun dari tangga.

“Mau ke pantai. Liburan” jawab Ify sambil memainkan gadgetnya

“Bareng siapa?” tnya Bagas lagi

“Bareng temen2 gue” jawab Ify

“Udah izin mama papa?” tnya Bagas lagi-_-

“Bagas.. Sejak kpan lo jadi bawel gini? Udah. Gue udh sms mama papa, dan udh diizinin. Mungkin gue pulangnya sore, kalo lo mau makan siang/sarapan, lo masak sendiri aja dulu. Si bibi izin pulang kampung soalnya. Oiya, kalo lo mau pergi, jgan lupa kunci pintu & pagar. Lo boleh ajak temen lo kerumah, tapi jgan sampe rumah ancur. Jaga rumah baik2! Kalo ada apa2 dg rumah ini, lo yg bakal gue salahin!” cerocos Ify panjang lebar.

Bagas menganga. “Eh gilaaaa.. Panjang bget. Baru aja pergi sehari. Apalagi klo setahun???” komentar Bagas

“Udah deh. Lo ikutin aja semuaaaa kata2 gue” perintah Ify. Bagas hnya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Tin tin tin’, suara klakson mobil terdengar.

“Yaudah, gas. Gue berangkat dulu. Hati-hati dirumah” pamit Ify

“Iya iya. Lo juga hati-hati dijalan” ingat bagas juga. Bagas mengantar Ify sampai ke pintu gerbang rumahnya. Bagas melihat Rio yg sedang bersender dimobilnya.

“Yg lain mana kak?” tnya Bagas.

“Ada. Tuh” jawab Rio sambil menunjuk mobil Cakka yg berada di perempatan jalan.

“Ohh.. Berarti yg semobil sama lo Cuma kak Ify?” tnya Bagas

“Iya, gas. Alvin-Via perginya bareng sama Cakka-Shilla. Nah, ntar pas pulang,  baru Alvin-Via bareng gue sama Ify” jawab Rio

Bagas mengangguk-anggukkan kepalanya. “Yaudah, mending kalian pergi sekarang aja. Udah jam setengah 7, nih. Nanti kalian malah kesiangan lgi” suruh Bagas

“Oke, gas” sahut Rio. Ify msuk kedalam mobil Rio. Sebelum Rio membuka pintu kemudi, Bagas menahan Rio. Rio menoleh ke Bagas yg berada dibelakangnya.

“Ada apa, gas?” tnya Rio

“Kak Rio, gue titip kak Ify ya. Jagain dia, jgan sampai dia kenapa-napa. Dia harta satu-satunya yg sangaaaaat berharga buat gue. Dia yg selalu ngelindungin gue, & dia yg selalu nemenin gue pas mama papa lgi sibuk2nya kyk sekarang. Dia juga yg selalu jadi tiang tiap gue jatuh. Dia saudara kandung gue satu-satunya. Gue percayain kak Ify ke elo” pinta Bagas sambil tersenyum

Rio membalas senyuman Bagas. “Gas, tanpa lo suruh, gue bakal ttp jagain Ify. Makasih atas kepercayaan yg lo kasih buat gue” sahut Rio. Bagas tersenyum lega.

“Yaudah. Gue berangkat dulu ya, gas” pamit Rio. Bagas hnya mengangguk. Rio pun menggas mobilnya meninggalkan kediaman Bagas-Ify.

Bagas menatap kepergian mobil Rio. Ia terus menatap mobil itu sampai mobil tersebut hilang diperempatan bersama mobil Cakka. Bagas memasuki rumahnya, & mengunci pintu gerbangnya.
         
          #Mobil Cakka
          Cakka & Shilla sibuk bercanda. Kerap kali Shilla tertawa lepas mendengar celotehan Cakka. Alvin & Via yg berada dibelakang tersenyum lega. AlVia bersyukur karena CakShill mulai dekat kembali.
          Shilla menoleh kebelakang. Menatap AlVia.
          “Vin, Vi, kok tumben kalian diem? Kadang kalian deh yg paling ribut” ujar shilla

“Hah!? Eh.. nggak papa kok” sahut Via.

“Iya. Emangnya knpa? Masa kita berdua terus sih yg ribut? Gantian kalian dongg” sahut Alvin yg bermaksud menggoda CakShill.

Shilla mengangguk, Cakka hanya tersenyum kecil. AlVia kompak tertawa melihat CakShill yg agak salting. Kemudian mereka pun mulai berbincang-bincang.
***
          #Mobil Rio
          Hening. Tak ada yg membuka suara. Hanya suara kicauan penyiar radio yg terdengar. Semenjak 30 menit mereka berangkat, msih tak ada yg membuka suara.

“Hening bget nih” komentar Rio memecah keheningan

Ify terkekeh, “Abisnya gak ada topic buat dibicarain” sahut Ify

“Hahaha. Iya juga sih”

“Emm, Yo. Tadi lo sama Bagas ngomongin apa?” tnya Ify hati-hati

Rio menoleh sekilas kearah  Ify. “Yg mana?” tnya Rio

“Tadi, pas kita mau berangkat” jawab Ify

“Oh.. Nggak. Bagas Cuma bilang, kalo dia titip lo ke gue” jawab Rio

Ify menganggukkan kepalanya. “Kalo Bagas kyk gitu, lo jangan heran ya, Yo. Walaupun gue sama dia sering berantem, sebenernya dia itu sayang bget sama gue. Hnya, dia menunjukkan rasa sayangnya itu dg cara dia sendiri. Dia selalu pengen ngelindungin gue, dimanapun & kapanpun” jelas Ify

Rio tersenyum. “Iya, gue ngerti, kok” jawab Rio seadanya.

“Bagas itu sama kyk Difa” lirih Rio

Ify menoleh ke Rio. “Maksudnya?”

“Ya. Sifat Bagas itu mirip bget sama Difa. Mulai dari cueknya, cerewetnya, dll. Kemarin Difa pindah ke Aussie bareng papa. Dia ikut papa yg dipindah tugasin kesana” jawab Rio. Ia tersenyum lirih

Ify mengelus pundak Rio. “Sabar, Yo. Tante manda juga sibuk kan? Nah, kalo lo mau, lo boleh kerumah gue kalo lo ngerasa kesepian. Lo boleh main sama Bagas. Anggap aja rumah gue itu kyk rumah lo sendiri. Dan anggap aja bagas itu kyk adek lo sendiri. Bagas pasti ngerti kok, Yo” hibur Ify

Rio tersenyum. “Thanks, Fy”

Ify mengangguk, “Ur welcome, Yo”

“Emm, Fy. Sebelumnya maaf klo gue nanya kyk gini” izin Rio

Ify mengernyit heran. “Emng lo mau nanya apa?”

“Emm, apa lo gak ngerasa kesepian kalo ortu lo lgi sibuk? Misalnya pas mereka lagi tugas keluar kota/keluar negeri gitu” Tanya Rio hati hati

Ify tersenyum simpul. “Gue & Bagas sering ngerasa kesepian. Kadang gue suka iri sama temen2 gue yg pergi dg ortu mereka. Bagas juga pernah protes ke gue, kenapa mama papa kyk gitu. Gue Cuma bilang ke Bagas, kalo mama papa kyk gini juga buat kita. Supaya kita bisa ngeraih cita2 kita dg sekolah. Yaa walaupun akhirnya gue & Bagas jadi jarang bget ketemu sama mama papa, gue ngerti. Dan Bagas pun mulai ngerti. Gue selalu ngajarin Bagas supaya jadi orang yg Kuat” jawab Ify. Rio terkagum-kagum dg jawaban Ify.

“Kadang, gue suka kangen sama masa2 kecil gue, dimana ortu gue selalu ada disamping gue dan Bagas. Tapi sekarang gue bener2 ngerti. Mereka kyk gitu demi gue & Bagas. Mereka sebenernya sayang bget sm kita. Tapi, karna kesibukan mereka, mereka jadi jarang nunjukin rasa sayang mereka ke gue & Bagas” lanjut Ify

Rio kembali kagum. “Ini yg buat gue selalu betah disamping lo. Lo yg kuat, lo yg tegar, lo yg selalu ceria, & lo yg selalu tampil apa adanya” ujar Rio. Ify hnya tersenyum kecil. Setelah itu, mereka kembali berbicara tentang hal2 yg lain. Sesekali mereka tertawa karena sebuah cerita yg menurut mereka sangat lucu.

Ya. Kebahagiaan memang datang dengan sendirinya. Terkadang, saat kita bersedih, pasti ada seseorang yg akan membuat kita kembali tersenyum. Senyum ketegaran, disaat kita Rapuh. Namun, percayalah. Setiap kesabaran pasti akan mendapatkan balasan yg manis. Balasan yg tidak akan pernah kita duga sebelumnya..
***
#ToBeContinued;)

Alhamdulillah… Part 17 nya udah selesai
Makasih buat yg udah bacaaaa^.^
Gak terasa udah part 17:’)
Ini konflikny belum ada yaa..
Mungkin di part ke 19/20 keatas, konfliknya gue munculin
Kayak gimana konfliknya??
Keep reading aja yaaa:p
Hohoho..
Follow Twitter writer : @KarimaMdna_
Thankyuuuu.. Tetap baca yaa;)

Byeee:* {}

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos