Akhir
dari Penantianku *Part 9
Malam
hari telah tiba. Bu Ira sudah memberikan pengumuman klu pesta api unggun
dimulai jam 8 malam. Sekarang sudah jam 7 malam. Itu berarti, 1 jam lagi pesta
itu akan dimulai. Kayu-kayu yg akan digunakan, telah disiapkan oleh pihak
pengelola.
Disetiap
tenda siswa, telah dipasang lampu untuk penerangan dimalam hari. Lampu itu
telah disediakan oleh pihak sekolah, & para siswa tinggal menyambungkan
listrik dg lampu, dibantu dengan pihak pengelola & panitia.
SIS
saat ini sedang berada di dalam tendanya yg cukup besar. Mereka sedang
bersantai-santai. Malam ini, mereka memakai baju yg simple.
Ify
memakai baju kaos berwarna ungu baby yg dibalut cardigan abu-abu, celana jeans
hitam selutut, & sneakers hitam.
Via
memakai baju lengan panjang berwarna kuning, celana jeans abu-abu panjang,
& sepatu berwarna kuning-putih.
Shilla
memakai baju tanpa lengan berwarna ungu-hitam, cardigan berwarna fuchsia,
celana jeans selutut berwarna biru tua, & sneakers berwarna senada dg
cardigannya.
SIS
memang membawa perlengkapan yg cukup banyak. Mereka membawa 1 tas ransel
berukuran sedang, & tas lain yg berukuran lebih kecil untuk menyimpan
cardigan, bbrp jenis sepatu simple, & gadget mereka.
RAC
juga sedang bersantai-santai didalam tenda. Alvin yg sedang mendengarkan lagu,
Rio yg sedang SMSan bersama Difa(adiknya), & Cakka yg sedang bermain game
di PSP miliknya. RAC juga memakai pakaian yg simple.
Rio
memakai baju kaos berwarna biru laut, jaket biru, celana jeans ketat berwarna
hitam, & sepatu berwarna hitam-putih.
Alvin
memakai baju kaos putih yg dibalut kemeja kotak-kotak berwarna merah, celana
jeans abu-abu, & sepatu abu abu-putih.
Cakka
memakai baju lengan panjang berwarna hijau, celana jeans biru, & sepatu abu-abu.
RAC
juga membawa perlengkapan yg cukup banyak. Namun tak sebanyak perlengkapan SIS.
Mereka membawa tas yg berukuran cukup besar, & tas kecil untuk menyimpan gadget
yg mereka bawa.
Waktu
menunjukkan pukul 19.45. Bu Ira sudah menyuruh para siswa untuk berkumpul
dilapangan belakang lokasi perkemahan. Lapangan itu sangat luas, & sering
digunakan untuk pesta api unggun/acara-acara outdoor lainnya.
Setelah
semua siswa berkumpul dilapangan, Bu Ira memberi pengarahan. “Baik anak-anak,
untuk malam ini kita akan melaksanakan pesta api unggun dalam rangka Pembukaan
Kemah Alam kelas XI-2. Nanti, saat dimalam terakhir kita disini, kita juga akan
melaksanakan pesta api unggun. Namun api unggunnya tidak sebesar sekarang ini.
Untuk games nya, kami pihak panitia membuat tema Pengetahuan di setiap games.
Games akan dilaksanakan mulai besok, jam 10.00 pagi. Jadi, sebelum jam 10.00
pagi, kalian harus sudah siap, & harus sudah berkumpul di lapangan ini. Di
kegiatan ini, kita tidak sepenuhnya Belajar. Tetapi juga sekaligus me-refreshing
otak kalian yg terus diisi dg pelajaran2. Jadi, kegiatan kalian selama kurang
lebih 3 hari ini, tidak terlalu padat. Baiklah, pesta Api Unggun untuk malam
ini, saya buka”.
Para
siswa bertepuk tangan riuh. Kemudian Rio & Cakka mengambil gitarnya. Mereka
pun bernyanyi bersama di sekeliling api unggun. Gelak tawa dari para siswa
& guru pendamping terdengar. Mereka menyanyikan lagu-lagu yg ceria. Semua
sangat menikmati acara itu. Satu jam kemudian, mereka memutuskan untuk membakar
jagung yg telah disediakan.
Wisata
Perkemahan ini memang sangat lengkap. Pihak pengelola telah menyiapkan segala
yg diperlukan. Wajar saja. Pemilik dari Wisata Perkemahan ini merupakan
keluarga dari Kepala Sekolah Global Nusantara.
RAC
& SIS sedang asik membakar jagung. Mereka memutuskan untuk membuat jagung
bakar pedas manis(Jadi ngiler ._.v wkwk).
“Seru juga ya acaranya” komentar Ify
“ya pastilah.. Klu nggak seru, gak
mungkin pihak sekolah bakalan buat acara kayak beginian” balas Rio sambil
memeletkan lidahnya ke Ify
Ify cemberut. “Gue kan Cuma komentar
Riooo” kesalnya
Rio tertawa, ia menyimpan jagungnya yg
baru setengah matang ke piring yg berada disampingnya. Lalu ia mencubit kedua
pipi Ify dg gemas. “Gue Cuma bercanda kaliii” gemasnya sambil tertawa
Ify meringis. “Sakit tauu” kesalnya
Rio kembali tertawa. Kemudian ia
melanjutkan membakar jagungnya. AlVia & CakShill yg melihat RiFy yg semakin
dekat, ikut senang.
‘Gue seneng ngeliat kalian bisa deket
kyk dulu lagi’ batin Via & Shilla kompak
Jagung
RAC & SIS telah matang, mereka memutuskan untuk berkumpul dibawah pohon yg
tak jauh dari lokasi Pesta Api Unggun. Mereka memakan jagung itu.
Setelah
selesai memakan jagung, mereka pamit dg yg lain untuk duluan pulang ke tenda
mereka. Di sekitar tenda, mereka sibuk dg kegiatan mereka masing-masing. Ify yg
sibuk menyiapkan perlengkapan untuk besok, Shilla yg sibuk merapikan
barang-barangnya, Via yg sibuk dg gadgetnya, Alvin yg sibuk dg PSP nya, Cakka
yg sibuk membenahi segala peralatannya yg berantakan(Just story CL ._.v), &
Rio yg sibuk dg baju-bajunya.
Saat jam
22.00 malam. Para guru pendamping menyuruh murid-muridnya untuk segera tidur. Murid-murid
pun tidur.
***
Waktu
menunjukkan pukul 01.45 malam. Namun, Ify masih belum tidur. Ralat. Bukan belum
tidur. Tadi ia sempat tidur sebentar. Tetapi, ia terbangun lagi. Dan akhirnya,
ia berada di tepi danau ini.
Ify
sedang memain-mainkan air danau. Dan sesekali, ia melemparkan batu-batu kecil
yg berada didekatnya kedanau. Ia mengingat-ingat segala kejadian yg terjadi
dalam kehidupannya.
Salah
satunya, masalah CakShill. Saat ini, ia sudah cukup bahagia melihat CakShill yg
mulai dekat seperti dulu lagi.
Ify &
Via sudah sering membujuk Shilla dg berbagai cara, agar mau memaafkan Cakka,
dan mau balikan lagi sama Cakka. Tapi, Shilla sllu menjawab dg jawaban yg sama,
“biar waktu aja yg jawab. Dan tolong biarin gue berfikir dulu untuk saat ini”
itu yg sllu Shilla katakan.
Air mata
Ify akhirnya menetes juga. Ia sangat sedih dg keadaan seperti sekarang ini.
Cakka-Shilla yg terkadang dekat, namun secara tiba-tiba juga bisa kembali menjauh.
Ditambah Rio yg kembali lagi kedalam hidupnya. Ini sudah cukup membuat Ify
merasa lelah.
‘Sampai
kapan ini semua akan berakhir? Gue udah cukup capek dg semua ini..’ lirih Ify
disela tangisnya.
‘Gue
& Via udah sllu mencoba untuk ngebujuk Shilla. Tapi sllu gagal.. Dan itu ngebuat
gue mulai putus asa..’ lirih Ify lagi.
‘Gue pengen sahabat-sahabat gue bahagia. Gue
rela nutupin semua kesedihan gue, & semua masalah gue, asalkan orang-orang
yg gue sayang bisa bahagia..’ Ify terus berbicara sendiri. Bermaksud untuk
mengurangi segala beban yg ia miliki.
‘Gue mau
ngelakuin apa aja, asalkan semuanya bisa kembali lagi seperti dulu. Bisa
bahagia lagi, & tenang lagi seperti dulu. Walaupun gue harus lupain dulu
kesenangan gue, gue relaaaa bget. Asalkan semuanya bisa bahagia..’ lirih Ify,
air matanya mengalir deras melewati pipi mulusnya.
“Tapi gue harus yakin. Disetiap kesulitan,
pasti ada kemudahan. Dan gue harus bisa lewatin ini semua. Karena semua ini
pasti akan ada akhirnya. Gue pasti bisa! Gue harus kuat! Gue gak boleh terus
ngeluh kyk gini.” tekad Ify sambil menghapus air mata yg membasahi pipinya. Ia
pun bersenandung kecil,
Pernah ku
lelah, untuk melangkah
Menangis,
dan terjatuh
Namun tak
akan, aku menyerah
Melawan
s’gala masalah
Tak
berhenti tetap ku berdiri
Dengan
sepenuh hati, dan terus tersenyum
Masalahku
ini, kekuatanku kini
Masalah
yang selalu datang, jadikan ku lebih tegar
::Bagas
- Bintang Kemenangan(Liriknya ada yg gue
ubah;) Semoga pd suka yaJ)::
“Ify?”
tiba-tiba seseorang mengagetkan Ify.
***
Rio
terbangun dari tidurnya. Saat mencoba untuk tidur lagi, mata Rio tak bisa
terpejam. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia memakai jaket biru
miliknya. Saat baru keluar dari tendanya, Rio ditegur oleh seseorang.
“Rio? Mau kemana kamu? Kenapa jam
segini belum tidur?” tnya Pak Dave
“Maaf pak. Saya tadi sudah tidur, tapi
saya kebangun. Pas saya mau coba tidur lagi, malah gak bisa. Jadi, saya mutusin
untuk jalan-jalan. Boleh kan pak?” jelas+tnya Rio.
Pak Dave berfikir sejenak. “Baiklah,
saya izinkan kamu untuk jalan-jalan. Tapi ingat! Jgan jauh-jauh” ingat Pak
Dave.
Rio menganggukkan kepalanya, “Baik
pak. Kalau gitu, saya permisi dulu pak” pamit Rio.
Pak Dave mengangguk pertanda
mengiyakan.
Rio
memutuskan untuk pergi ke danau. Saat memasuki kawasan danau, Rio mendengar
suara seorang gadis yg sedang bernyanyi. Rio mengikuti arah suara itu. Kemudian
ia menemukan seorang gadis yg sedang duduk ditepi danau sendirian. Gadis itu
sedang memainkan air danau.
Rio
merasa tidak asing dengan gadis itu. Saat mendengar suara gadis itu bernyanyi,
hatinya terasa sangat tenang. Ia memejamkan matanya. Ia mencerna lirik-lirik
lagu yg dinyanyikan oleh gadis itu. Ia tau lagu itu. Ia juga tau, kalau
beberapa lirik lagu itu diubah dg gadis itu. Dan entah mengapa, Rio merasa
kalau lirik itu sangat nyata. Lirik itu seperti berisi tentang kisah hidup
seseorang. Gadis itu selesai bernyanyi. Rio membuka matanya. Kemudian ia reflex
memanggil,
“Ify?”
Gadis itu menoleh & tampak sedikit
kaget. Benar saja, gadis itu adalah Ify. Rio tersenyum kearah Ify. Kemudian ia
berjalan mendekati Ify, lalu duduk disampingnya.
“Kok belum tidur, Fy?” tnya Rio lembut
Ify yg semula melihat kearah depan,
menoleh kearah Rio. “tadi gue udah tidur, kok. Tapi malah bangun lagi pas jam
12 tadi. Yaudah, akhirnya gue kesini aja” jawabnya.
Rio terkejut, “kok sama kyk gue, sih?”
Ify mengernyit heran, “maksudnya?”
“Tadi gue juga udah tidur. Tapi malah
bangun lagi. Yaudah, gue kesini aja” jwab Rio
Ify tertawa, “Kok bisa samaan ya?” tnyanya
juga
Rio juga ikut tertawa, “Iya ya? Kok
bisa samaan sih?”. Kemudian Rio menoleh
kearah ify yg berada dikirinya. Dari pantulan cahaya lampu, ia melihat
mata Ify yg agak sembab.
“Lo habis nangis?” tnya Rio
Ify gelagapan, “hah!? Ng..nggak kok.
Tadi kelilipan ajaa” alibinya
“Fy, lo gak bisa bohong sama gue. Klu
lo mau cerita, cerita aja. Klu lo mau nangis, nangis aja. Karena,
setegar-tegarnya elo, pasti lo bisa rapuh juga. Kyk batu karang yg terus
dihantam ombak. Pasti lama-kelamaan bakalan hancur juga. Walaupun gak semuanya
yg hancur” nasihat Rio
Ify menundukkan kepalanya. Ingin
sekali ia menangis untuk saat ini. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya hangat.
Ternyata, Rio memeluknya secara tiba-tiba.
‘kalo lo mau nangis, nangis aja. Lo
mau cerita atau ngeluarin semua uneg-uneg lo, gue bakalan dengerin semuanya’
bisik Rio tepat ditelinga Ify.
Ify menangis dalam pelukan Rio. “Gue
capek, Yo. Gue capek.. Masalah datang silih berganti. Mulai dari masalah
persahabatan gue, & masalah lainnya” ify mulai mengeluarkan segala
uneg-unegnya. Rio mengeratkan pelukannya, bermaksud untuk menenangkan gadis yg
berada dalam dekapannya ini.
‘gue capek, yo..’ lirih Ify sangat
pelan, namun cukup jelas ditelinga Rio. Rio melepas pelukannya. Ia memegang
kedua pipi ify, lalu menghapus air matanya.
“Lo kuat, Fy. Saat ini lo boleh rapuh.
Tapi inget. Gue & yg lain sllu ada dideket lo. Dan gue mohon, setelah ini
lo gak boleh nangis lagi. Lo harus jadi perempuan yg kuat & tegar. Gue
yakin, lo pasti bisa ngehadapin semua masalah ini. Lo harus tau, Tuhan ngasi lo
banyak masalah, supaya lo bisa lebih tegar. Semua ini pasti akan berakhir, asal
lo mau bersabar” nasihat Rio.
Ify menganggukkan kepalanya. Kemudian
ia menghapus sisa-sisa air matanya. “Thanks ya, Yo. Lo emang sahabat gue yg paliiiing
baik” ujar Ify tulus.
Entah kenapa, Rio merasa kurang suka
saat Ify mengucapkan kata ‘sahabat’. Namun, ia menutupi rasa tidak sukanya itu.
Rio menganggukkan kepalanya, “Sama-sama, Fy” balasnya. “Balik ke tenda yuk!”
ajak Rio. Ify mengangguk. Lalu mereka kembali ke tenda.
Sebelum
tidur, Rio sempat bergumam, ‘Lagi-lagi, lo bisa membuat gue ngerasa nyaman, Fy.
Dan lagi-lagi, lo membuat gue bingung dg perasaan gue’. Setelah itu, Rio
kembali tidur.
Ify
menatap layar HPnya. Ify memasang wallpaper saat ia & Rio foto bersama,
saat mereka berada dibawah pohon tadi sore. Ia tersenyum, “Thanks ya, yo.
Makasih buat semuanya. Gue harap, lo bisa tau perasaan gue yg sebenarnya.”
Gumamnya pelan. ‘I Love You Mario’ lirihnya pelan sambil memeluk HPnya.
Kemudian Ify pun tertidur.
Via
yg tidak benar-benar tidur, mendengar semua gumaman Ify. Setelah ia merasa Ify
sudah tidur, ia membalikkan badannya kearah Ify yg berada dikanannya. Ia
tersenyum lembut, “Lo emang kuat, Fy. Lo pasti bisa, kok. Gue akan sllu
mendoakan yg terbaik untuk lo & Rio. Gue juga berharap, agar rio bisa sadar
dg perasaan lo ke dia selama ini. Dan.. entah kenapa, gue ngerasa klu Rio mulai
ada rasa sama lo.. gue yakin, semua penantian lo gak akan sia-sia” lirihnya
pelan. Lalu ia mengelus sayang puncak kepala Ify. Via pun kembali tidur, sambil
membawa sejuta harapan untuk kebahagiaan sahabat, serta orang-orang yg ia
sayangi..
***
#ToBeContinued
;)
Alhamdulillah..
Part 9 nya udah selesai;)
Gue gak nyangka bisa buat cerbung
sampai part segini :’)
Makasih buat yg udah mensupport gue
dalam segala hal:)
Khususnya buat keluarga & temen”
gue yg udah ngedukung gue:* {}
Jgan pernah bosan untuk mengunjungi
Blog gue ya Readers;)
Bye:* {}
Twitter : @KarimaMdna_
