Kamis, 27 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 9

Diposting oleh Nad di 20.51 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 9

          Malam hari telah tiba. Bu Ira sudah memberikan pengumuman klu pesta api unggun dimulai jam 8 malam. Sekarang sudah jam 7 malam. Itu berarti, 1 jam lagi pesta itu akan dimulai. Kayu-kayu yg akan digunakan, telah disiapkan oleh pihak pengelola.
          Disetiap tenda siswa, telah dipasang lampu untuk penerangan dimalam hari. Lampu itu telah disediakan oleh pihak sekolah, & para siswa tinggal menyambungkan listrik dg lampu, dibantu dengan pihak pengelola & panitia.
          SIS saat ini sedang berada di dalam tendanya yg cukup besar. Mereka sedang bersantai-santai. Malam ini, mereka memakai baju yg simple.
          Ify memakai baju kaos berwarna ungu baby yg dibalut cardigan abu-abu, celana jeans hitam selutut, & sneakers hitam.
          Via memakai baju lengan panjang berwarna kuning, celana jeans abu-abu panjang, & sepatu berwarna kuning-putih.
          Shilla memakai baju tanpa lengan berwarna ungu-hitam, cardigan berwarna fuchsia, celana jeans selutut berwarna biru tua, & sneakers berwarna senada dg cardigannya.
          SIS memang membawa perlengkapan yg cukup banyak. Mereka membawa 1 tas ransel berukuran sedang, & tas lain yg berukuran lebih kecil untuk menyimpan cardigan, bbrp jenis sepatu simple, & gadget mereka.

          RAC juga sedang bersantai-santai didalam tenda. Alvin yg sedang mendengarkan lagu, Rio yg sedang SMSan bersama Difa(adiknya), & Cakka yg sedang bermain game di PSP miliknya. RAC juga memakai pakaian yg simple.
          Rio memakai baju kaos berwarna biru laut, jaket biru, celana jeans ketat berwarna hitam, & sepatu berwarna hitam-putih.
          Alvin memakai baju kaos putih yg dibalut kemeja kotak-kotak berwarna merah, celana jeans abu-abu, & sepatu abu abu-putih.
          Cakka memakai baju lengan panjang berwarna hijau, celana jeans biru, & sepatu abu-abu.
          RAC juga membawa perlengkapan yg cukup banyak. Namun tak sebanyak perlengkapan SIS. Mereka membawa tas yg berukuran cukup besar, & tas kecil untuk menyimpan gadget yg mereka bawa.

          Waktu menunjukkan pukul 19.45. Bu Ira sudah menyuruh para siswa untuk berkumpul dilapangan belakang lokasi perkemahan. Lapangan itu sangat luas, & sering digunakan untuk pesta api unggun/acara-acara outdoor lainnya.
          Setelah semua siswa berkumpul dilapangan, Bu Ira memberi pengarahan. “Baik anak-anak, untuk malam ini kita akan melaksanakan pesta api unggun dalam rangka Pembukaan Kemah Alam kelas XI-2. Nanti, saat dimalam terakhir kita disini, kita juga akan melaksanakan pesta api unggun. Namun api unggunnya tidak sebesar sekarang ini. Untuk games nya, kami pihak panitia membuat tema Pengetahuan di setiap games. Games akan dilaksanakan mulai besok, jam 10.00 pagi. Jadi, sebelum jam 10.00 pagi, kalian harus sudah siap, & harus sudah berkumpul di lapangan ini. Di kegiatan ini, kita tidak sepenuhnya Belajar. Tetapi juga sekaligus me-refreshing otak kalian yg terus diisi dg pelajaran2. Jadi, kegiatan kalian selama kurang lebih 3 hari ini, tidak terlalu padat. Baiklah, pesta Api Unggun untuk malam ini, saya buka”.
          Para siswa bertepuk tangan riuh. Kemudian Rio & Cakka mengambil gitarnya. Mereka pun bernyanyi bersama di sekeliling api unggun. Gelak tawa dari para siswa & guru pendamping terdengar. Mereka menyanyikan lagu-lagu yg ceria. Semua sangat menikmati acara itu. Satu jam kemudian, mereka memutuskan untuk membakar jagung yg telah disediakan.
          Wisata Perkemahan ini memang sangat lengkap. Pihak pengelola telah menyiapkan segala yg diperlukan. Wajar saja. Pemilik dari Wisata Perkemahan ini merupakan keluarga dari Kepala Sekolah Global Nusantara.
         
          RAC & SIS sedang asik membakar jagung. Mereka memutuskan untuk membuat jagung bakar pedas manis(Jadi ngiler ._.v wkwk).

“Seru juga ya acaranya” komentar Ify

“ya pastilah.. Klu nggak seru, gak mungkin pihak sekolah bakalan buat acara kayak beginian” balas Rio sambil memeletkan lidahnya ke Ify

Ify cemberut. “Gue kan Cuma komentar Riooo” kesalnya

Rio tertawa, ia menyimpan jagungnya yg baru setengah matang ke piring yg berada disampingnya. Lalu ia mencubit kedua pipi Ify dg gemas. “Gue Cuma bercanda kaliii” gemasnya sambil tertawa

Ify meringis. “Sakit tauu” kesalnya

Rio kembali tertawa. Kemudian ia melanjutkan membakar jagungnya. AlVia & CakShill yg melihat RiFy yg semakin dekat, ikut senang.

‘Gue seneng ngeliat kalian bisa deket kyk dulu lagi’ batin Via & Shilla kompak

          Jagung RAC & SIS telah matang, mereka memutuskan untuk berkumpul dibawah pohon yg tak jauh dari lokasi Pesta Api Unggun. Mereka memakan jagung itu.
          Setelah selesai memakan jagung, mereka pamit dg yg lain untuk duluan pulang ke tenda mereka. Di sekitar tenda, mereka sibuk dg kegiatan mereka masing-masing. Ify yg sibuk menyiapkan perlengkapan untuk besok, Shilla yg sibuk merapikan barang-barangnya, Via yg sibuk dg gadgetnya, Alvin yg sibuk dg PSP nya, Cakka yg sibuk membenahi segala peralatannya yg berantakan(Just story CL ._.v), & Rio yg sibuk dg baju-bajunya.

Saat jam 22.00 malam. Para guru pendamping menyuruh murid-muridnya untuk segera tidur. Murid-murid pun tidur.
***
Waktu menunjukkan pukul 01.45 malam. Namun, Ify masih belum tidur. Ralat. Bukan belum tidur. Tadi ia sempat tidur sebentar. Tetapi, ia terbangun lagi. Dan akhirnya, ia berada di tepi danau ini.
Ify sedang memain-mainkan air danau. Dan sesekali, ia melemparkan batu-batu kecil yg berada didekatnya kedanau. Ia mengingat-ingat segala kejadian yg terjadi dalam kehidupannya.
Salah satunya, masalah CakShill. Saat ini, ia sudah cukup bahagia melihat CakShill yg mulai dekat seperti dulu lagi.
Ify & Via sudah sering membujuk Shilla dg berbagai cara, agar mau memaafkan Cakka, dan mau balikan lagi sama Cakka. Tapi, Shilla sllu menjawab dg jawaban yg sama, “biar waktu aja yg jawab. Dan tolong biarin gue berfikir dulu untuk saat ini” itu yg sllu Shilla katakan.
Air mata Ify akhirnya menetes juga. Ia sangat sedih dg keadaan seperti sekarang ini. Cakka-Shilla yg terkadang dekat, namun secara tiba-tiba juga bisa kembali menjauh. Ditambah Rio yg kembali lagi kedalam hidupnya. Ini sudah cukup membuat Ify merasa lelah.
‘Sampai kapan ini semua akan berakhir? Gue udah cukup capek dg semua ini..’ lirih Ify disela tangisnya.
‘Gue & Via udah sllu mencoba untuk ngebujuk Shilla. Tapi sllu gagal.. Dan itu ngebuat gue mulai putus asa..’ lirih Ify lagi.
 ‘Gue pengen sahabat-sahabat gue bahagia. Gue rela nutupin semua kesedihan gue, & semua masalah gue, asalkan orang-orang yg gue sayang bisa bahagia..’ Ify terus berbicara sendiri. Bermaksud untuk mengurangi segala beban yg ia miliki.
‘Gue mau ngelakuin apa aja, asalkan semuanya bisa kembali lagi seperti dulu. Bisa bahagia lagi, & tenang lagi seperti dulu. Walaupun gue harus lupain dulu kesenangan gue, gue relaaaa bget. Asalkan semuanya bisa bahagia..’ lirih Ify, air matanya mengalir deras melewati pipi mulusnya.
 “Tapi gue harus yakin. Disetiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Dan gue harus bisa lewatin ini semua. Karena semua ini pasti akan ada akhirnya. Gue pasti bisa! Gue harus kuat! Gue gak boleh terus ngeluh kyk gini.” tekad Ify sambil menghapus air mata yg membasahi pipinya. Ia pun bersenandung kecil,

Pernah ku lelah, untuk melangkah
Menangis, dan terjatuh
Namun tak akan, aku menyerah
Melawan s’gala masalah
Tak berhenti tetap ku berdiri
Dengan sepenuh hati, dan terus tersenyum

Masalahku ini, kekuatanku kini
Masalah yang selalu datang, jadikan ku lebih tegar
::Bagas -  Bintang Kemenangan(Liriknya ada yg gue ubah;) Semoga pd suka yaJ)::

          “Ify?” tiba-tiba seseorang mengagetkan Ify.
***
          Rio terbangun dari tidurnya. Saat mencoba untuk tidur lagi, mata Rio tak bisa terpejam. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia memakai jaket biru miliknya. Saat baru keluar dari tendanya, Rio ditegur oleh seseorang.

“Rio? Mau kemana kamu? Kenapa jam segini belum tidur?” tnya Pak Dave

“Maaf pak. Saya tadi sudah tidur, tapi saya kebangun. Pas saya mau coba tidur lagi, malah gak bisa. Jadi, saya mutusin untuk jalan-jalan. Boleh kan pak?” jelas+tnya Rio.

Pak Dave berfikir sejenak. “Baiklah, saya izinkan kamu untuk jalan-jalan. Tapi ingat! Jgan jauh-jauh” ingat Pak Dave.

Rio menganggukkan kepalanya, “Baik pak. Kalau gitu, saya permisi dulu pak” pamit Rio.

Pak Dave mengangguk pertanda mengiyakan.

Rio memutuskan untuk pergi ke danau. Saat memasuki kawasan danau, Rio mendengar suara seorang gadis yg sedang bernyanyi. Rio mengikuti arah suara itu. Kemudian ia menemukan seorang gadis yg sedang duduk ditepi danau sendirian. Gadis itu sedang memainkan air danau.
Rio merasa tidak asing dengan gadis itu. Saat mendengar suara gadis itu bernyanyi, hatinya terasa sangat tenang. Ia memejamkan matanya. Ia mencerna lirik-lirik lagu yg dinyanyikan oleh gadis itu. Ia tau lagu itu. Ia juga tau, kalau beberapa lirik lagu itu diubah dg gadis itu. Dan entah mengapa, Rio merasa kalau lirik itu sangat nyata. Lirik itu seperti berisi tentang kisah hidup seseorang. Gadis itu selesai bernyanyi. Rio membuka matanya. Kemudian ia reflex memanggil,

“Ify?”

Gadis itu menoleh & tampak sedikit kaget. Benar saja, gadis itu adalah Ify. Rio tersenyum kearah Ify. Kemudian ia berjalan mendekati Ify, lalu duduk disampingnya.

“Kok belum tidur, Fy?” tnya Rio lembut

Ify yg semula melihat kearah depan, menoleh kearah Rio. “tadi gue udah tidur, kok. Tapi malah bangun lagi pas jam 12 tadi. Yaudah, akhirnya gue kesini aja” jawabnya.

Rio terkejut, “kok sama kyk gue, sih?”

Ify mengernyit heran, “maksudnya?”

“Tadi gue juga udah tidur. Tapi malah bangun lagi. Yaudah, gue kesini aja” jwab Rio

Ify tertawa, “Kok bisa samaan ya?” tnyanya juga

Rio juga ikut tertawa, “Iya ya? Kok bisa samaan sih?”. Kemudian Rio menoleh  kearah ify yg berada dikirinya. Dari pantulan cahaya lampu, ia melihat mata Ify yg agak sembab.

“Lo habis nangis?” tnya Rio

Ify gelagapan, “hah!? Ng..nggak kok. Tadi kelilipan ajaa” alibinya

“Fy, lo gak bisa bohong sama gue. Klu lo mau cerita, cerita aja. Klu lo mau nangis, nangis aja. Karena, setegar-tegarnya elo, pasti lo bisa rapuh juga. Kyk batu karang yg terus dihantam ombak. Pasti lama-kelamaan bakalan hancur juga. Walaupun gak semuanya yg hancur” nasihat Rio

Ify menundukkan kepalanya. Ingin sekali ia menangis untuk saat ini. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya hangat. Ternyata, Rio memeluknya secara tiba-tiba.

‘kalo lo mau nangis, nangis aja. Lo mau cerita atau ngeluarin semua uneg-uneg lo, gue bakalan dengerin semuanya’ bisik Rio tepat ditelinga Ify.

Ify menangis dalam pelukan Rio. “Gue capek, Yo. Gue capek.. Masalah datang silih berganti. Mulai dari masalah persahabatan gue, & masalah lainnya” ify mulai mengeluarkan segala uneg-unegnya. Rio mengeratkan pelukannya, bermaksud untuk menenangkan gadis yg berada dalam dekapannya ini.

‘gue capek, yo..’ lirih Ify sangat pelan, namun cukup jelas ditelinga Rio. Rio melepas pelukannya. Ia memegang kedua pipi ify, lalu menghapus air matanya.

“Lo kuat, Fy. Saat ini lo boleh rapuh. Tapi inget. Gue & yg lain sllu ada dideket lo. Dan gue mohon, setelah ini lo gak boleh nangis lagi. Lo harus jadi perempuan yg kuat & tegar. Gue yakin, lo pasti bisa ngehadapin semua masalah ini. Lo harus tau, Tuhan ngasi lo banyak masalah, supaya lo bisa lebih tegar. Semua ini pasti akan berakhir, asal lo mau bersabar” nasihat Rio.

Ify menganggukkan kepalanya. Kemudian ia menghapus sisa-sisa air matanya. “Thanks ya, Yo. Lo emang sahabat gue yg paliiiing baik” ujar Ify tulus.

Entah kenapa, Rio merasa kurang suka saat Ify mengucapkan kata ‘sahabat’. Namun, ia menutupi rasa tidak sukanya itu. Rio menganggukkan kepalanya, “Sama-sama, Fy” balasnya. “Balik ke tenda yuk!” ajak Rio. Ify mengangguk. Lalu mereka kembali ke tenda.
          Sebelum tidur, Rio sempat bergumam, ‘Lagi-lagi, lo bisa membuat gue ngerasa nyaman, Fy. Dan lagi-lagi, lo membuat gue bingung dg perasaan gue’. Setelah itu, Rio kembali tidur.

          Ify menatap layar HPnya. Ify memasang wallpaper saat ia & Rio foto bersama, saat mereka berada dibawah pohon tadi sore. Ia tersenyum, “Thanks ya, yo. Makasih buat semuanya. Gue harap, lo bisa tau perasaan gue yg sebenarnya.” Gumamnya pelan. ‘I Love You Mario’ lirihnya pelan sambil memeluk HPnya. Kemudian Ify pun tertidur.
          Via yg tidak benar-benar tidur, mendengar semua gumaman Ify. Setelah ia merasa Ify sudah tidur, ia membalikkan badannya kearah Ify yg berada dikanannya. Ia tersenyum lembut, “Lo emang kuat, Fy. Lo pasti bisa, kok. Gue akan sllu mendoakan yg terbaik untuk lo & Rio. Gue juga berharap, agar rio bisa sadar dg perasaan lo ke dia selama ini. Dan.. entah kenapa, gue ngerasa klu Rio mulai ada rasa sama lo.. gue yakin, semua penantian lo gak akan sia-sia” lirihnya pelan. Lalu ia mengelus sayang puncak kepala Ify. Via pun kembali tidur, sambil membawa sejuta harapan untuk kebahagiaan sahabat, serta orang-orang yg ia sayangi..
***
#ToBeContinued ;)

Alhamdulillah..
Part 9 nya udah selesai;)
Gue gak nyangka bisa buat cerbung sampai part segini :’)
Makasih buat yg udah mensupport gue dalam segala hal:)

Khususnya buat keluarga & temen” gue yg udah ngedukung gue:* {}
Jgan pernah bosan untuk mengunjungi Blog gue ya Readers;)
Bye:* {}

Twitter       : @KarimaMdna_

Akhir dari Penantianku *Part 8

Diposting oleh Nad di 20.47 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 8

          Jam menunjukkan pukul 11 siang. Kurang lebih 1-2 jam lagi, bus kelas XI-2 akan sampai di lembang. Perjalanan kali ini memang cukup lama. Karena, banyak orang yg liburan ke daerah Bandung. Yap. Karena hari itu memang bisa dibilang weekend. Makanya banyak orang yg liburan bersama keluarga.

#Didalam Bus
          Murid-murid kelas XI-2 terus bercanda. Gelak tawa terdengar. Suasana hidup mulai terasa disini. Tidak seperti tadi yg terkesan sepi. Para guru pendamping sesekali ikut tertawa saat melihat tingkah murid-muridnya.
          Begitu juga dgan RiFy, AlVia, & Cakshill. Mereka terus bercanda dari tadi. Malah, AlVia & CakShill pindah ke tempat duduk yg jaraknya sangat dekat dgan RiFy. AlVia berada di seberang RiFy, CakShill berada dibelakang AlVia. Lelucon” lucu sesekali keluar dari mulut Rio, Alvin, maupun Cakka.

“Hahaha.. Gila lo, kka. Ngakak gue. Hahahaha” ujar Rio disela-sela tawanya. Ya, kali ini Cakka yg mulai ngelawak XD

“Hahaha, iya kka. Gokiiiilll” komentar Via

“Sumpah, lo lucu bget waktu msih kecil! Ngakak parah ini mah” koment Ify juga.

Cakka manyun, “Gue seriuuuss kaliiii” ujarnya kesal.

“Hahahaha, muka lo biasa aja kali, kka… Makin ngakak gue nyaaa” ujar Shilla

Didalam hati Cakka bahagia melihat sahabat-sahabatnya terutama Shilla, bisa tertawa lepas seperti saat ini.
“Gue seneng kita bisa kyk gini lagi. Gue kangeeennn” ujar Via sambil memeluk Shilla yg ada didekatnya.
Ify tersenyum haru, lalu juga ikut memeluk Via & Shilla. RAC hnya tersenyum melihat kejadian itu.
Shilla melepas pelukannya. “Hei, jgan mellow gini dongg.. Kan kita bisa dibilang lagi liburan, nih. Masa sedih-sedihan gini? Harusnya kita ini harus seneng..” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ify & Via mengangguk setuju. Setelah itu, mereka pun kembali bercanda. Suasana menjadi semakin seru, saat RAC & SIS mengajak seluruh peserta Kemah Alam untuk bernyanyi bersama.
Kurang lebih 1 jam kemudian, mereka telah sampai di Wisata Perkemahan, Lembang(Ini ngarang yaaa:3). Mereka pun mulai memasang tenda masing-masing.
Termasuk RAC & SIS. Mereka memasang 2 tenda yg berukuran agak besar.
“Anak-anak, untuk sekarang kalian beristirahat terlebih dahulu. Nanti malam, kita akan mengadakan pesta api unggun. Tunggu informasi selanjutnya” Bu Ira memberi pengumuman.
Murid-murid mengangguk paham. Mereka kembali ke aktivitasnya masing-masing.

Jam menunjukkan pukul 14.00. RAC & SIS selesai memasang tenda. Mereka merapikan pakaian & peralatan lainnya. Setelah selesai, mereka duduk diatas rerumputan. Wisata Perkemahan itu memang sudah di bocking oleh pihak sekolah Global Nusantara. Makanya agak sepi tuh tempat.
Shilla telah selesai merapikan seluruh perlengkapannya. Ia memutuskan untuk duduk di bangku dekat danau buatan yg ada di Wisata Perkemahan itu. Danau itu tak terlalu jauh dari tendanya.
Danau itu cukup luas dan asri. Danau itu ditutupi oleh pohon-pohon yg cukup rindang. Bunga teratai putih & pink tampak mengambang di permukaan danau. Bbrp ekor angsa putih tampak berenang di danau itu. Disekeliling danau, semak-semak ditanam. Sungguh sangat asri & kelihatan sangat segar.
Shilla menghirup nafas dalam-dalam. Di Jakarta, ia tidak bisa seperti ini. Karena, udara di Jakarta sudah bercampur dengan polusi-polusi dari kendaraan maupun dari pabrik. Shilla merasa sangat bersyukur karena ia bisa ketempat seperti ini. Ia memandang danau yg berada didepannya. Ia kemudian berjalan mendekat kearah danau. Ia duduk diatas rerumputan sambil memain-mainkan air danau itu. Tak lama kemudian, ia melihat bayangan Cakka dari permukaan air danau. Ia menoleh kebelakang, & benar saja. Cakka telah berada dibelakangnya. Cakka tersenyum lembut. Lalu ia duduk disamping Shilla. Shilla membalas senyuman Cakka.

“Ngapain disini sendirian? Yg lain tadi pada nyariin” tnya Cakka

“Cuma pengen liat-liat daerah sini aja, sih. Soalnya tadi gue sempet liat tempat ini. Yaudah, akhirnya gue mutusin buat kesini” jawab Shilla tenang

Cakka mengangguk-anggukkan kepalanya. “Yaudah deh klu gtu. Balik yuk! Kasian anak-anak pada nyariin lo” ajak Cakka. Shilla mengangguk. CakShill berjalan beriringan ke tempat teman-temannya.

“Hai semuaa” sapa Shilla ceria setelah sampai ditempat teman-temannya yg kelihatan bingung.

“Shilllaaaaaaaaa.. lo kemana aja sihh??” tnya Via geram.

“Shillaaa.. kita udah capek nyariin looo” kesal Ify sambil cemberut.

“Hehehe, sorry.. Gue tadi ke danau situ tuh..” ujar Shilla sambil cengengesan.

“Hmm, yaudah ah. Lain kali jgan kyk gtu lagi ya!” ujar Ify yg diangguki oleh RAC & Via.

Shilla menaikkan ibu jarinya, “Okedeeehh” tuturnya.

“Ini udah jam setengah 4 sore. Kita mandi di kamar mandi umum disitu aja yuk! Mumpung masih sepi, nih. Daripada udah rame nanti” ajak Rio.

“Bener, tuh. Mending kita mandi sekarang aja. Jadi, nnti kita tinggal nyantai aja” komentar Alvin.

RAC & SIS pun mandi bergantian di kamar mandi umum yg berada tak jauh dari lokasi perkemahan mereka.
          Setelah selesai mandi, RAC & SIS bersantai-santai dibawah pohon akasia yg rindang. Pohon itu berada didekat tenda mereka. Rio & Cakka yg kebetulan membawa gitar, mulai memainkan gitarnya. Dan benar saja, saat jam setengah 5 sore, siswa-siswi XI-2 mulai bergantian mandi di kamar mandi umum yg berada di sekitar perkemahan.

“Untung kita udah mandi dari tadi” komentar Cakka yg diangguki oleh Rio, Alvin, & SIS.
          Mereka kembali bernyanyi-nyanyi riang. Tak lama kemudian, waktunya makan. Mereka membeli makanan di warung yg berada didepan Wisata Perkemahan. Mereka makan dg lahap & terkadang diselingi candaan dari mulut mereka.
***
#ToBeContinued ;)

Part 8 nya selesaaaaiiii^_^
Gimana cerbungnya? Makin ancur ya? :(
Maaf deh yaaa.. Masih amatir soalnya
Yaudah, sekali lagi makasih buat yg mau baca cerbung ini:)
Tunggu part 9 nya yaa;)



Twitter : @KarimaMdna_

Akhir dari Penantianku *Part 7

Diposting oleh Nad di 20.45 0 komentar
Akhir dari Penantianku *Part 7
         
Didalam perjalanan, RiFy & CakShill tidak ada yg bersuara. Hanya AlVia yg terus-terusan bercanda. Tempat duduk mereka memang agak berjauhan. Makanya, SIS yg terkadang paling heboh(piss buat IFC, SH, dan SV :v just story kok!) sekarang malah hening.
          “Eh, Vi. Rio-Ify sm Cakka-Shilla kpan balik kyk dulu lagi, sih? Capek gue ngeliat mereka diem-dieman kyk gini” tnya Alvin sambil sedikit melirik kearah RiFy & CakShill
          “Hftt.. Rio-Ify sih gaada masalah yg trllu gimana gtu. Mungkin, krn lama gak ketemu, mereka jadi canggung gtuu. Lama-kelamaan pasti deket lagi, kok. Nah, klo CakShill. Hmm, gue gatau lagi mau kyk gimana. Yg jelas, kita harus buat kisah cinta mereka jadi Happy Ending!” tekad Via
          Alvin mengangguk. “Gue setuju. Walau gimanapun juga, mereka itu sahabat kita. Kita harus buat mereka bahagia” tekad Alvin juga
          Via tersenyum senang. “Oke. Kita pasti bisa buat mereka balik lagi kyk dulu” ujar Via semangat.

#RiFy
          Ify sedang asik melihat pemandangan dri luar jendela bus(ceritanya Ify duduk didket jendela). Sedangkan Rio sedang asik memainkan I-Pod nya. Hening.
          “Hmm, Fy. Kita kyk punya masalah aja deh. Padahal kn, yg punya masalah itu Cakka ama Shilla. Bukan kita” ujar Rio memecah keheningan sambil terkekeh
          Ify menoleh kearah Rio, lalu terkekeh ringan. “Iya juga, sih” ujarnya. ‘Apa lo masih belum sadar juga, Yo?’ batin Ify sambil menatap sendu kearah luar jendela.
“Waduh, Fy. Kyknya kita bakalan kejebak macet deh” ujar Rio. Ify mengernyit heran sambil menatap Rio
          “Tuh, liat aja kedepan!” ujar Rio sambil menunjuk kearah jendela depan. Ify mengikuti arah tangan Rio menunjuk. Ify menepuk keningnya
          Gantian Rio yg mengernyit heran. “Kenapa?” tnya Rio.
          “Kan sekarang ini hari Jum’at, Yo. Nah, orang2 kn bnyak yg mulai libur.. jadilah mereka pada liburan..” jwab Ify. Rio juga menepuk keningnya, “iya juga ya” katanya
          “Bakalan lama deh sampainya” ujar Ify sedih
          Rio menatap Ify lembut. “Hey, jangan sedih dong! Daripada lo sedih, mendingan kita dengerin lagu aja. Nih” ujar Rio sambil memasangkan sebelah earphone nya ke telinga kanan Ify. Sedangkan Rio sendiri memasang sebelah earphone yg lain ketelinga kirinya.
          Ify sedikit terkejut melihat perlakuan Rio terhadapnya. Dalam hati Ify tersenyum senang. Ify menoleh kearah Rio. Dilihatnya Rio yg memejamkan matanya, ‘mungkin lagi tidur’ batin Ify. Ify pun memutuskan untuk tidur juga.
          AlVia yg berada di seberang bagian belakang RiFy(Ngerti gak? Semoga ngerti deh:D), tersenyum melihat RiFy yg sudah mulai akrab.
          “Semoga ini awal yg baik buat mereka” komentar Via yg masih menatap RiFy sambil tersenyum tipis.
          “Iya, gue harap juga gtu” komentar Alvin juga.

#CakShill
          Shilla memainkan HPnya. Ntah apa yg ia lakukan. Cakka  juga melakukan hal yg sama. Namun, sesekali ia melirik kearah Shilla yg menganggap dirinya tidak ada disitu.
          Cakka menghela nafas lelah. “Shill, sampe kpan lo bakal giniin gue terus?” tnya Cakka putus asa. Shilla tidak menghiraukannya
          “Shill, please. Dengerin gue… Lo itu salah pa..”
          “Salah paham apalagi, kka? Udah, sekarang jgan bahas masalah itu dulu. Sekarang ini kita harus fokus sama kegiatan Kemah Alam ini” Shilla memotong omongan Cakka.
          “Oke. Tapi, gue mohon jangan anggap gue gaada.. Jgan pernah cuekin gue lagi.. Sakit bget rasanya, shill” pinta Cakka
          Shilla menoleh kearah Cakka, lalu tersenyum lembut. “Akan gue usahain” tuturnya
          “Janji?”
          Shilla tersenyum, “Gue gak janji, tapi bakal gue usahain”
          Senyum manis mengembang dibibir Cakka. “Thank’s, shill” ujarnya. Shilla mengangguk

#AlVia
          “Kyknya usaha kita gak bakalan sia-sia deh” kata Via
          “PD bget” ejek Alvin
          Via mendelik. “Gue serius Alviin..” kesalnya
          Alvin terkekeh. “Iyaiya.. Gue juga berfikir kyk gtu kok” ujarnya yg dibalas anggukan oleh Via.
# 2 jam kemudian
          Rio terbangun dari tidurnya(Lama bget-_-). Ia merasa, pundak sebelah kirinya terasa agak berat. Dan ia melihat, Ify yg sedang tertidur dipundaknya.
          ‘manis’ batin Rio saat melihat wajah Ify. Ia pun mengelus puncak kepala Ify.
          “Dari dulu, lo selalu bisa mmbuat gue ngrasa nyaman saat ada didkat lo” gumam Rio lirih sambil mencium puncak kepala Ify. “Apa mungkin, gue mulai suka sama lo? Hmm, biar wktu aja yg menjawab” lanjutnya
          Lalu Rio melihat isi bus yg sepi. Disitu hnya ada ia, Ify, Alvin, & Via yg sedang tidur.
          “Vin, yg lain kemana?” tnya Rio kpd Alvin.
          “Pada turun, kita berhenti dulu bentar” jwab Alvin sambil memakan snack. Rio hnya membulatkan mulutnya.
          “Terus, Cakka-Shilla juga kemana?” tnya Rio lagi.
          “Mereka juga turun bareng tadi. Mau beli makanan katanya” jwab Alvin. Rio mengangguk-anggukkan kepalanya.
          Lalu Rio merasa Ify telah bangun. Dilihatnya Ify yg mulai duduk & mengusap wajahnya. Ify melihat kesekelilingnya. Lalu pandangannya tertuju kearah Rio.
          “Kok sepi, yo? Udah nyampe ya?” tnya Ify.
          Rio menggeleng, “Belum kok” jwabnya
          “Yg lain kemana?” tnya Ify lagi.
          “Kita lagi berhenti bentar” jwab Rio.
          “Oh gtuu.. Yaudah, kita turun juga yuk!” ajak Ify.
          Rio mengernyit, “Ngapain?” tnyanya balik.
          Ify mendelik, “Haduuhh Marioo.. Ya jalan-jalan laaah” gemas Ify
          Rio tertawa, “Iyadeh. Yuk ah” ujar Rio sambil menarik tangan Ify & menggenggamnya. Ify tersentak. Ia menatap tangannya yg digenggam oleh Rio. Kemudian ia tersenyum.
          Rio membalikkan badannya kearah Ify, lalu melepaskan genggamannya. “Kita mau kemana?” tnya Rio.
          Ify melihat-lihat toko-toko kecil yg ada disitu. Dan pandangannya terhenti di toko kecil yg menjual baju-baju kaos.
          “Kita kesitu aja, yo!” ajak Ify sambil menunjuk toko yg ia lihat tadi.
          Rio melihat kearah yg Ify mksud. Ia tersenyum, “Lo gak berubah ya! Paling gak bisa liat toko baju” ujar Rio sambil terkekeh.
          Ify menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Lalu mereka pun pergi ke toko itu. Saat memasuki toko itu, mereka berpapasan dg CakShill.
          “Hey! Kalian beli baju ya?” tnya Ify
          “Nggak kok, fy. Cuma liat-liat aja” jwab Shilla. “Yaudah, kita ke toko sebelah dulu ya” pamit Shilla yg dibalas anggukan oleh RiFy.
          “Semoga mereka bisa terus kyk gini” gumam Ify sambil menatap CakShill yg berjalan menjauh.
          “Hey, kok bengong sih?” tnya Rio membuyarkan pandangan Ify.
          “Eh, gpp kok. Masuk yuk!” ajak Ify.

# Didalam Toko
          RiFy sedang melihat-lihat baju yg ada di toko itu. Pandangan Ify tertuju ke baju kaos pria berwarna kuning-abu abu. Ia pun mengambil baju itu, lalu memerhatikannya.
          “Buat siapa, Fy?” tnya Rio yg sudah berada dibelakangnya.
          “Buat Bagas” jwab Ify singkat
          Rio meng-o-kan mulutnya lalu tersenyum. ‘lo emang baik bget’ batinnya.
          Ify menghadap kebelakang, dan dilihatnya Rio yg memegang bungkusan berwarna hijau.
“Buat siapa, yo?” tnya Ify heran.
Rio tersenyum manis. “Buat lo. Nih” jwab Rio sambil memberikan bungkusan itu ke Ify. Lalu ia kembali melihat-lihat baju lain.
          Ify memerhatikan bungkusan yg Rio berikan kepadanya. Ia melihat isinya, dan ternyata merupakan baju lengan pendek berwarna merah-hitam. Baju itu sangat manis. Model bajunya memang model yg sangat Ify sukai. Ia pun tersenyum.
Ia kembali melihat-lihat ke bagian baju pria. Dan pilihannya tertuju ke baju lengan panjang, yg memiliki motif garis berwarna merah-putih-hitam yg kelihatan mirip dg baju yg Rio belikan tadi. Ia pun mengambilnya. Ia berjalan kearah Rio yg sedang duduk di kursi yg disediakan didalam toko.
          “Yo, kira-kira ini baju bagus gak?” tnya Ify sambil melihatkan baju yg ia ambil tadi ke Rio.
          Rio nampak berfikir. “Bagus kok, Fy. Keren bget” jwabnya.
          Ify tersenyum tipis, “Berarti ini buat lo!” ujarnya.
          “Kok gtu sih?” tnya Rio.
          “Tadi kn lo beliin gue baju. Nah, sekarang gue yg beliin lo baju” tutur Ify.
          Rio terkekeh. “Yaudah deh. Mksih yaa..” ujar Rio tulus.
          Ify mengangguk. “Gue bayar bajunya dulu ya” pamit Ify lalu berjalan kearah Kasir.
          Setelah itu, Ify memberikan bungkusan yg berisi baju kaos tadi ke Rio. “Nih bajunya” kata Ify.
          Rio menerima bungkusan itu, “Makasih ya, Fy” ujarnya.
          “Seharusnya gue yg bilang makasih” kata Ify
          “Yaelah.. Udah ah, balik ke bus yuk!” ajak Rio. Ify menganggukkan kepalanya. Mereka pun kembali ke bus.
***
#To Be Continued ;)

Yeeeee selesaaaaiiiii:D
Gimana cerita mereka selama dalam kegiatan Kemah Alam?
Apakah Rio-Ify akan ttp dekat & akrab seperti tadi?
Apakah Shilla akan kembali dekat dg Cakka seperti dulu?
Nah, baca ada di part” selanjutnya;D
Okeee, byeee:*



Twitter : @KarimaMdna_ (== Difollow yaah! ;) wkwkwk
 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos