Jumat, 14 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 3 (Special CakShill)

Diposting oleh Nad di 05.07
Akhir dari Penantianku *Part 3 (Special CakShill)

          Gadis ini sedang duduk memeluk lututnya. Angin malam yg berhembus kencang tidak dihiraukannya. Gadis ini sedang melamun. Mengingat semua kejadian yg dulu pernah dialaminya. Butiran bening yg sedari tadi ditahannya pun akhirnya menetes, melewati pipi putihnya. Gadis ini adalah.. Shilla.
*Flashback on*
          Shilla sedang bersenandung kecil sambil membaca novel di salah satu bangku café outdoor di dekat rumahnya. Tiba-tiba, ada sepasang tangan kokoh yang menutup kedua matanya. Shilla mendengus, ‘Pasti cakka’ batinnya. Cakka & Shilla merupakan sepasang kekasih yg telah menjalin hubungan selama kurang lebih 2 tahun.
          Cakkaaa… Aku tau kok, klu itu kamuu” gemasnya.
          Cakka menggaruk tengkuknya yg tidak gatal, lalu duduk disamping Shilla.
          Shilla terkekeh, “Ada apa?” tnyanya lembut.
          “Gpp sih. Cuma pengen nemenin kamu aja” jwabnya sambil tersenyum lembut. Shilla membalas senyuman itu.
          Tiba-tiba.. Drrt drrtt
          HP Cakka bergetar tanda ada panggilan masuk. Cakka menatap layar I-Phone nya lalu menoleh kearah Shilla.
          “Shill, aku angkat telpon dulu ya” izinnya. Shilla hanya menjawabnya dgan anggukan kepala. Cakka pun pergi menjauh dari Shilla. Shilla melihat kearah Cakka yg sedang berbincang-bincang dgan seseorang.
          Cakka kembali ketempat Shilla berada(?). “Shill, aku pergi dulu ya. Ada urusan bentar” pamit Cakka. Shilla menganggukkan kepalanya. Cakka pun brllu dri hadapan Shilla. Shilla menatap heran kearah Cakka yg mulai menjauh. ‘Knpa Cakka sering pergi gini sih?’ batinnya. ‘Mending gue ikutin aja deh’ batinnya lagi. Lalu Shilla pun menutup novelnya & menyimpannya didalam tas kecil yg telah ia bawa. Shilla pun membuntuti Cakka. Ia menaiki taxi untuk mengikuti Cakka.
          #Taman
          ‘Hah? Taman? Ngpain si Cakka ke taman?’ batin Shilla bertanya-tanya saat ia tau klu Cakka pergi ke taman. Ia ttp mengikuti Cakka secara diam-diam. Dan dilihatnya Cakka yg menemui seorang gadis manis yg sedang duduk di bangku taman. Dilihatnya si gadis itu memeluk tubuh tegap Cakka sangat erat sambil tersenyum sumringah. Hati Shilla sangat sakit melihat kejadian itu. Air matanya menetes. Didengarnya samar2 si gadis mengucapkan kata ‘thanks kka’. Dan dilihatnya juga, Cakka yg membalas pelukan gadis itu. Shilla menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berlari meninggalkan taman. Samar2, terdengar suara Cakka yg berteriak memanggil namanya. Namun, Shilla tidak menghiraukannya & terus berlari menjauh.
***
          Cakka berjalan santai di taman kota. Agni-sahabat Cakka- tadi menelponnya & mengajaknya bertemu di taman. Dilihatnya Agni yg sedang duduk di bangku taman, membelakanginya. Cakka menyentuh bahu Agni, “Hai, Ni!” sapanya. Agni menoleh & langsung memeluk erat Cakka.
          “Aaa… Thanks kka… Thanks bgett” ujar Agni
          Cakka terkekeh kecil, “Thanks? Thanks buat apa?” tnya Cakka
          “Gue balikan sama Riko.. Dan itu semua karna lo” jawab Agni
          Cakka membalas pelukan Agni. “Ciee.. Selamat yaa, PJ buat gue pastinya special dongg” godanya
          Agni melepas pelukannya, “Lo tuh yaa! Klu masalah duit aja, langsung connect” kesalnya diikuti kekehannya
          Cakka tertawa. Lalu dilihatnya seorang gadis yg sangat dikenalnya, sedang menangis dibelakang pohon krn -mungkin- melihat kejadian Cakka berpelukan dgan Agni. Gadis itu, Shilla.
          Cakka melihat Shilla yg menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berlari meninggalkan taman. Reflex ia berteriak, “SHILLA!”.
          Agni menoleh kearah gadis yg dipanggil Cakka. “Shilla itu pacar kamu kn?” tnyanya. Cakka mengangguk.
          “Kejar dia! Dia pasti salah paham” perintah Agni
          Cakka kembali mengangguk, lalu mulai berlari. Baru saja Cakka berlari..
          “CAKKA!” panggil Agni
          Cakka menoleh kearah Agni. Agni berjalan mendekat kearah Cakka.
          “Gue mau pamit. Malam ini, gue pindah ke Jogja. Gue juga minta maaf, krn gara2 gue, Shilla jadi salah paham sama lo” ujar Agni panjang lebar
          Cakka tersenyum, “Gpp kok, Ni. Yawdah, hati-hati ya. Salam buat Riko & ortu lo” ujar Cakka. Agni mengangguk
          “Gue duluan” pamit Cakka. Lalu, ia pun berlari meninggalkan Agni, & menaiki motor ninja merah miliknya. Ia menuju kerumah Shilla
          #Rumah Shilla
          Shilla menutup pintu rumahnya dengan kasar. Saat ini, mama & papa nya berada di luar negeri. Dirumah, ia hnya bersama Bi Imah & Pak Anto(sopirnya). Tapi utk hari ini, Bi Imah & Pak Anto sedang pulang kampung. Wajar saja, ini adlh hari libur.
          Shilla berlari kearah kamarnya yg berada dilantai 2. Ia langsung ke balkon kamarnya, dan menangis sejadi-jadinya.
          “Lo jahat kka.. Lo jahat!” teriaknya
          “Lo tega sama guee… Gue benci sama lo!” teriaknya lagi
          Terdengar suara klakson motor didepan rumahnya. ‘Cakka’ batinnya
Dan ternyata benar. Ia pun mengirim SMS ke Cakka.
***
          Cakka baru saja sampai didpan rumah Shilla. Ia pun langsung mengetuk pintu rumah Shilla. Tiba-tiba, HP nya bergetar. Tanda ada pesan masuk
_________________________
Sender : Ashilla my Queen<3

Aku minta maaf, klo aku ga bisa
menjadi apa yg kamu mau
Jadi, untuk saat ini
aku minta, kita Putus
Biarin aku sendiri
Aku mau mengintrospeksi diri
aku.
Thx krna kamu udah mengisi
hari-hari aku selama 2 tahun ini
_________________________
          Cakka menggelengkan kepalanya. Lalu, didengarnya suara langkah kaki dari arah dalam rumah Shilla. “Shill, aku bisa jelasin semuanya” bujuk Cakka.
          Shilla berada dibalik pintu, duduk. “Maaf, kka. Keputusan aku udah bulat” balasnya
          “Ayolah, Shill.. Kamu salah paham..” bujuk Cakka lagi
          “Salah paham? Salah paham gimana? Jelas-jelas kamu pelukan sm perempuan lain didepan aku! Salah paham apa maksud kamu? Pokoknya, aku minta Putus! Aku benci kamu Cakkaa” teriak Shilla emosi. Ia pun menangis lagi. “Pergi lo dari rumah gue!” usirnya kasar.
          Cakka terdiam, ‘lo gak tau yg sebenarnya, Shill’ lirihnya. Lalu, Cakka meninggalkan rumah Shilla..
*Flashback off*
          Air mata Shilla terus menetes, jika ia mengingat semua kejadian itu.
“Gue masih sayang sm lo, kka..” gumamnya lirih. Sangat lirih
          Shilla masih terus menangis. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk tidur.
----------
          Pemuda ini memainkan gitarnya asal. Sekelebat kenangan itu kembali terbayang di pikirannya. Pemuda ini adalah Cakka
          Sampai saat ini, ia masih merasa bersalah. Bayang kejadian beberapa tahun silam, terus berkeliaran dibenak & pikirannya.
          “Andai lo tau, Shill. Gue msih sayang bget sama lo.. Wktu itu, lo Cuma salah paham…” lirihnya sambil melihat selembar foto yg masih ia simpan selama kurang lebih 4 tahun ini. Foto itu merupakan fotonya bersama Shilla, saat mereka kelas 8 SMP. Tepatnya, saat mereka liburan bersama teman-teman mereka(Alvin, Via, Ify, Rio *Ceritanya, mereka ini satu SMP #Ngerti gak? Semoga ngerti deh! XD wkwk) ke Puncak. Lalu ia menyimpan kembali foto itu kedalam dompetnya. Ia pun melupakan sejenak masalahnya. Ia pun tidur..
***
#To Be Continued ;)


Hai haiii! Gimana part 3 nya? Seru atau gaje?
Di part ini, gue buat special CakShill.. ;3 hehe
Buat kk Cakka & kk Shilla, maaf klo kalian gak suka sm cerita ini..
Just for fun kok!
Nah, yg bagian *Flashback* nya, feel nya dapet gak? :D semoga dapet deh yaa
Oiya, Comment nya jgan lupa yaa;)
Kritik, saran, & request kalian sllu aku terima:)
Buat kalian yg mau kenal lebih dekat dgan aku, follow twitter aku ==) @KarimaNadaMdna ;)
Hehe, tunggu part-4 nya yaaaaaa;)

Dadaaaaaaaahhhhhhh :*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos