Jumat, 14 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 2

Diposting oleh Nad di 05.05
Loh, kok Rio bisa tau nama panggilan Ify, sih?
Kok, Ify kyknya gugup bget pas ketemu Rio?
Udah gtu, knpa Via & Shilla kaget pas ngeliat Rio?
Nahh.. Mau tau kelanjutannya?
Oke, C E K I D O T… ;)
***

Akhir dari Penantianku *Part 2

          #Istirahat
          SIS(Shilla, Ify, Sivia) sedang berada di kantin. Via & Shilla asik memakan makanannya. Sedangkan Ify? Ia sedang melamun. Shilla yg menyadari keanehan Ify pun akhirnya memutuskan untuk membuka mulut(?).
          “fy, lo kenapa?” tnya Shilla lembut.
          Ify tersentak, “Eh, emm ituu.. Ee, gpp kok” jwab nya gelagapan.
          “Hh.. Fy, lo gak bisa bohong sama kita” ujar Via.
          Ify menghela napas pelan. “Jujur, gue kaget bget dgan semua ini.. Disaat gue mulai ngelupain dia, dia kembali kekehidupan gue. Dan.. dan ini membuat gue bimbang dgan perasaan gue..” tutur Ify.
          *Flashback on*
          Seorang gadis manis sedang membaca novel dibangku taman sekolahnya. Hingga sepasang tangan(?) menutup kedua matanya. Gadis ini mendengus kesal. “Rioo.. Udah deh, gue tau kok, ini pasti lo” ujarnya.
          “hehe, iyadeh iyaa.. Maaf ya neng Ipyy” ujar Rio kepada Ify-gadis tadi-
          Rio & Ify merupakan sepasang sahabat yg sangaaat dekat. Mereka sudah bersahabat sejak kecil. Wajar saja, orang tua mereka merupakan teman sekantor yg bisa dibilang, juga sangat dekat.
          Hari ini, hari pertama mereka MOS di SMP mereka.
          “Eh, Fy! Ngumpul yuk, kyknya peserta MOS udh disuruh kumpul dilapangan” ajak Rio.
          Ify mengangguk. Lalu Rio & Ify pun brjalan beriringan kea rah lapangan. Mereka pun berpisah saat sudah sampai dilapangan.
          Ify masuk kedalam barisan putrid, dan melihat seorang gadis manis yg sangat ia kenali. “Viaaaa” teriak Ify histeris.
          Gadis yg bernama Via itupun menoleh kearah Ify dan tak kalah histerisnya dgan Ify. “Ifyyyyy.. Aaa.. Gue gak tau kalo lo juga masuk SMP inii” teriak Via juga.
          “Gue jugaa” balas Ify. “Baris yuk” lanjutnya. Via mengangguk.
          “Emm.. Hai, boleh gue gabung sama kalian?” tnya seorang gadis cantik.
          Via & Ify saling menatap, lalu tersenyum manis. “Ya boleh dongg” jawab mereka berdua.
          Gadis tadi tersenyum, “Btw, nama gue Ashilla Zahrantiara. Panggil Shilla aja” Shilla-gadis  tadi- memperkenalkan diri.
          “Nama gue, Alyssa Saufika Umari. Panggil gue, Ify” Ify juga memperkenalkan diri.
          “Nahh, klo gue Sivia Azizah. Panggil Via aja yaa” Via juga memperkenalkan diri.
          Shilla menganggukkan kepalanya, “Emm, kalian kok akrab bget si? Kalian satu SD?” tnya Shilla.
          Via & Ify mengangguk. “Kita juga sahabataan” jwab Via sambil merangkul Ify.
          Shilla terkekeh pelan, “Gue boleh jadi sahabat kalian juga nggak? Soalnya, gue gak ada temen disini” .
          Ify mengangguk, “Boleh kok. Yak an, Vi?” tnya Ify ke Via yg dibalas anggukan.
          Mata Shilla berbinar. “Hah? Serius? Huaaa.. Mksih yaaa” ujar Shilla sambil memeluk Via & Ify. Via & Ify hnya tertawa melihat tingkah Shilla.
          “Oiya, gue sm Via juga punya sahabat cowok. Namanya Rio, nanti gue kenalin.” Ujar Ify. Shilla mengangguk.
***
#2 bulan kemudian
          SIS(Shilla, Ify, Sivia) semakin dekat. Ditambah lagi dgan Rio. Shilla & Via juga mengetahui perasaan Ify kepada Rio. Namun, tiba-tiba. Para murid yg berada dikantin, kompak menoleh kearah pintu kantin(SIS ceritanya lagi dikantin). SIS pun juga. Mata mereka membulat saat melihat siapa yg mereka lihat.
          Sepasang muda-mudi yg kelihatan sangat serasi memasuki kantin. Sang gadis menggandeng mesra tangan sang pemuda. Muda-mudi itu adalah.. Rio & Dea.
          Shilla & Via melongo. Ify yg melihat kejadian itu hnya terdiam. Menahan air mata yg siap terjun kapan saja.
          Via & Shilla menoleh kearah Ify. “Fy, sabar yaa.. Kita sllu ada buat lo” hibur Via sambil tersenyum. Shilla merangkul Ify, “Mungkin, dia bukan yg terbaik buat lo untuk saat ini” hiburnya juga. Ify tersenyum masam.
          Rio & Dea berjalan kearah meja SIS.
          “Hai Fy, Vi, Shill” sapanya yg dibalas senyuman oleh SIS.
          Ify melihat kearah Dea yg seperti kurang suka dgan SIS. “Ciee… Kpan jadinya nih? Tega lo, Yo.. gaada cerita sama gue” ujar Ify sambil pura-pura ngambek. Via & Shilla menatap Ify dgan tatapan yg sulit diartikan.
          “Hehehe.. Sorry, Fy.. Jgan ngambek dongg” bujuk Rio. Ify hnya terkekeh.
          Beberapa bulan kemudian. Tiba-tiba saja Rio menghilang. Dia tidak msuk sekolah, & tidak ditemui dimana-mana.
          Hingga, ada kabar yg mengatakan bahwa Rio pindah ke luar kota, tapi tak tau di kota mana.
          Kabar itu sempat mebuat Ify terpuruk. Tapi, krn Via & Shilla yg sllu menyemangatinya, Ify bangkit dari keterpurukan itu(y). Hingga, ia menjadi gadis yg seceria sekarang ini.
*Flashback off*

          Via & Shilla menatap Ify sedih. Lalu mereka memeluk Ify. Ify pun menangis dalam pelukan Via & Shilla.
          “Sabar ya, Fy… Semuanya pasti akan ada akhir kok” hibur Shilla sambil melepaskan pelukannya.
          “Iya, Fy. Dan.. Apa gue boleh nanya sesuatu sm lo?” tnya Via yg juga melepaskan pelukannya.
          “Boleh kok, Vi. Mau nanya apa?” tnya Ify balik sambil menghapus air matanya.
          “Gue Cuma mau mastiin perasaan lo ke Rio.. aww” kata Via yg terputus krna Shilla yg mencubit perutnya. “Aduh, Shill! Lo knpa, sih? Sakit tauu!” gerutu Via. Shilla hnya menaikkan alisnya. Via melengos.
          Ify yg melihat tingkah kedua sahabatnya, hnya cekikikan. “Hei, udah ah. Kyk anak kecil aja kalian. Oke, Vi. Lanjutin” ujar Ify.
          Via mengangguk, “Gini, selama Rio gaada. Apakah lo msih mikirin dia?” tnyanya.
          Ify berfikir, “Masih, Vi. Walaupun kadang-kadang sih” jwab Ify jujur.
          “hmm.. Berarti, lo msih nyimpen rasa ke Rio! aww” histeris Shilla sambil meringis, krn Via mencubit perutnya. “Sakit Viaaa” balasnya.
          Via menjulurkan lidahnya, “Biarin. Itung-itung, pembalasan yg tadi. wkwkwk”. Shilla merengut. Ify kembali cekikikan.
          “Haii Pia bakpao” sapa seseorang.
          Via memutar kedua bola matanya. “Alpin sipit.. Nam ague itu VIA, V-I-A. Bukan pia bakpao!” ujar Via sambil menggembungkan pipinya.
          Alvin terkekeh pelan lalu mencubit pipi Via gemas. “Via sayang.. Nam ague juga bukan alpin sipit.. Tapi ALVIN, A-L-V-I-N” balasnya.
          “KACANG KACANG.. HARGANYA MURAHH” teriak Shilla & Ify yg merasa dikacangin.
          “Haduhh.. Dunia kyk milik berdua aja, deh. Ya gak, Yo?” ujar seseorang.
          “Haha, iya kka” balas orang yg dibilang ’yo’ tadi. Yapp, siapa lagi kalau bukan Rio? Dan yg satunya itu(?) Cakka.
          “Sirik aja lo” kesal Alvin. Sedangkan yg digituin malah ngakak.
          “Emm, knpa kalian gak masuk kelas? Bel masuk 5 menit lgi mau bunyi nih” tnya Cakka.
          “Apa peduli lo?” ujar Shilla dingin sambil berlalu begitu saja.
          Rio menaikkan alisnya, pertanada klo dia bingung. “Si Shilla kenapa?” tnya ia kepada siapa saja yg mau menjawab.
          “Kpan-kpan gue ceritain” kata Ify yg dibalas anggukan oleh Via. Rio hnya mengangguk pasrah. Lalu merekapun beranjak dari kantin, dan bergegas masuk ke kelas krna bel masuk telah berbunyi.
***
#To Be Continued ;)


Halloooooooo!!
Gimana part 2 nya? Klo gaje, maaf bget yaa:(
Maklum aja, gue kan msih penulis amatir..
Kecuali klo gue penulis bestseller*Aminn*
Nah, part 2 nya emang sengaja gue buat lebih panjang.
Part ini menceritakan tentang masalalu Ify..
Insyaallah, part 3 nya juga ada flashback gtu..
Oiya, gue juga mau minta izin nih, sama anak-anak ICil yg namanya gue pake di cerbung/cerpen buatan gue.
Klo misalnya kakak2/temen2 gak suka sm couple yg saya pake, saya minta maaf bget. Soalnya ini ‘Just For Fun’ ajaa. Lgipula, ini Cuma cerita doang. Maaf juga krna baru minta izin sekarang.. ;)
Buat ICLovers, jgan lupa kasih komentar yaa;)
Kritik/saran/request-an dari kalian juga akan sllu gue tunggu. Klo mau lebih dekat sm gue, follow aja twitter gue : @KarimaNadaMdna ;3
Yg punya ask.fm , boleh curhat di ask.fm gue kok! Nih alamat ask.fm gue : ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Jgan pernah bosan untuk mengunjungi blog aku yaa;)

Byeeee.. ;* {}

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos