Loh,
kok Rio bisa tau nama panggilan Ify, sih?
Kok,
Ify kyknya gugup bget pas ketemu Rio?
Udah
gtu, knpa Via & Shilla kaget pas ngeliat Rio?
Nahh..
Mau tau kelanjutannya?
Oke,
C E K I D O T… ;)
***
Akhir
dari Penantianku *Part 2
#Istirahat
SIS(Shilla,
Ify, Sivia) sedang berada di kantin. Via & Shilla asik memakan makanannya.
Sedangkan Ify? Ia sedang melamun. Shilla yg menyadari keanehan Ify pun akhirnya
memutuskan untuk membuka mulut(?).
“fy,
lo kenapa?” tnya Shilla lembut.
Ify
tersentak, “Eh, emm ituu.. Ee, gpp kok” jwab nya gelagapan.
“Hh..
Fy, lo gak bisa bohong sama kita” ujar Via.
Ify
menghela napas pelan. “Jujur, gue kaget bget dgan semua ini.. Disaat gue mulai
ngelupain dia, dia kembali kekehidupan gue. Dan.. dan ini membuat gue bimbang
dgan perasaan gue..” tutur Ify.
*Flashback
on*
Seorang
gadis manis sedang membaca novel dibangku taman sekolahnya. Hingga sepasang
tangan(?) menutup kedua matanya. Gadis ini mendengus kesal. “Rioo.. Udah deh,
gue tau kok, ini pasti lo” ujarnya.
“hehe, iyadeh iyaa.. Maaf ya neng Ipyy” ujar Rio kepada
Ify-gadis tadi-
Rio & Ify merupakan sepasang sahabat yg sangaaat dekat.
Mereka sudah bersahabat sejak kecil. Wajar saja, orang tua mereka merupakan
teman sekantor yg bisa dibilang, juga sangat dekat.
Hari ini, hari pertama mereka MOS di SMP mereka.
“Eh, Fy! Ngumpul yuk, kyknya peserta MOS udh disuruh kumpul
dilapangan” ajak Rio.
Ify mengangguk. Lalu Rio & Ify pun brjalan beriringan
kea rah lapangan. Mereka pun berpisah saat sudah sampai dilapangan.
Ify masuk kedalam barisan putrid, dan melihat seorang gadis
manis yg sangat ia kenali. “Viaaaa” teriak Ify histeris.
Gadis yg bernama Via itupun menoleh kearah Ify dan tak
kalah histerisnya dgan Ify. “Ifyyyyy.. Aaa.. Gue gak tau kalo lo juga masuk SMP
inii” teriak Via juga.
“Gue jugaa” balas Ify. “Baris yuk” lanjutnya. Via
mengangguk.
“Emm.. Hai, boleh gue gabung sama kalian?” tnya seorang
gadis cantik.
Via & Ify saling menatap, lalu tersenyum manis. “Ya
boleh dongg” jawab mereka berdua.
Gadis tadi tersenyum, “Btw, nama gue Ashilla Zahrantiara.
Panggil Shilla aja” Shilla-gadis tadi-
memperkenalkan diri.
“Nama gue, Alyssa Saufika Umari. Panggil gue, Ify” Ify juga
memperkenalkan diri.
“Nahh, klo gue Sivia Azizah. Panggil Via aja yaa” Via juga
memperkenalkan diri.
Shilla menganggukkan kepalanya, “Emm, kalian kok akrab bget
si? Kalian satu SD?” tnya Shilla.
Via & Ify mengangguk. “Kita juga sahabataan” jwab Via
sambil merangkul Ify.
Shilla terkekeh pelan, “Gue boleh jadi sahabat kalian juga
nggak? Soalnya, gue gak ada temen disini” .
Ify mengangguk, “Boleh kok. Yak an, Vi?” tnya Ify ke Via yg
dibalas anggukan.
Mata Shilla berbinar. “Hah? Serius? Huaaa.. Mksih yaaa”
ujar Shilla sambil memeluk Via & Ify. Via & Ify hnya tertawa melihat
tingkah Shilla.
“Oiya, gue sm Via juga punya sahabat cowok. Namanya Rio,
nanti gue kenalin.” Ujar Ify. Shilla mengangguk.
***
#2 bulan kemudian
SIS(Shilla, Ify, Sivia) semakin dekat. Ditambah lagi dgan
Rio. Shilla & Via juga mengetahui perasaan Ify kepada Rio. Namun, tiba-tiba.
Para murid yg berada dikantin, kompak menoleh kearah pintu kantin(SIS ceritanya
lagi dikantin). SIS pun juga. Mata mereka membulat saat melihat siapa yg mereka
lihat.
Sepasang muda-mudi yg kelihatan sangat serasi memasuki
kantin. Sang gadis menggandeng mesra tangan sang pemuda. Muda-mudi itu adalah..
Rio & Dea.
Shilla & Via melongo. Ify yg melihat kejadian itu hnya
terdiam. Menahan air mata yg siap terjun kapan saja.
Via & Shilla menoleh kearah Ify. “Fy, sabar yaa.. Kita
sllu ada buat lo” hibur Via sambil tersenyum. Shilla merangkul Ify, “Mungkin,
dia bukan yg terbaik buat lo untuk saat ini” hiburnya juga. Ify tersenyum
masam.
Rio & Dea berjalan kearah meja SIS.
“Hai Fy, Vi, Shill” sapanya yg dibalas senyuman oleh SIS.
Ify melihat kearah Dea yg seperti kurang suka dgan SIS.
“Ciee… Kpan jadinya nih? Tega lo, Yo.. gaada cerita sama gue” ujar Ify sambil
pura-pura ngambek. Via & Shilla menatap Ify dgan tatapan yg sulit
diartikan.
“Hehehe.. Sorry, Fy.. Jgan ngambek dongg” bujuk Rio. Ify
hnya terkekeh.
Beberapa bulan kemudian. Tiba-tiba saja Rio menghilang. Dia
tidak msuk sekolah, & tidak ditemui dimana-mana.
Hingga, ada kabar yg mengatakan bahwa Rio pindah ke luar
kota, tapi tak tau di kota mana.
Kabar itu sempat mebuat Ify terpuruk. Tapi, krn Via & Shilla
yg sllu menyemangatinya, Ify bangkit dari keterpurukan itu(y). Hingga, ia
menjadi gadis yg seceria sekarang ini.
*Flashback off*
Via
& Shilla menatap Ify sedih. Lalu mereka memeluk Ify. Ify pun menangis dalam
pelukan Via & Shilla.
“Sabar
ya, Fy… Semuanya pasti akan ada akhir kok” hibur Shilla sambil melepaskan
pelukannya.
“Iya,
Fy. Dan.. Apa gue boleh nanya sesuatu sm lo?” tnya Via yg juga melepaskan
pelukannya.
“Boleh
kok, Vi. Mau nanya apa?” tnya Ify balik sambil menghapus air matanya.
“Gue
Cuma mau mastiin perasaan lo ke Rio.. aww” kata Via yg terputus krna Shilla yg
mencubit perutnya. “Aduh, Shill! Lo knpa, sih? Sakit tauu!” gerutu Via. Shilla
hnya menaikkan alisnya. Via melengos.
Ify
yg melihat tingkah kedua sahabatnya, hnya cekikikan. “Hei, udah ah. Kyk anak
kecil aja kalian. Oke, Vi. Lanjutin” ujar Ify.
Via
mengangguk, “Gini, selama Rio gaada. Apakah lo msih mikirin dia?” tnyanya.
Ify
berfikir, “Masih, Vi. Walaupun kadang-kadang sih” jwab Ify jujur.
“hmm..
Berarti, lo msih nyimpen rasa ke Rio! aww” histeris Shilla sambil meringis, krn
Via mencubit perutnya. “Sakit Viaaa” balasnya.
Via
menjulurkan lidahnya, “Biarin. Itung-itung, pembalasan yg tadi. wkwkwk”. Shilla
merengut. Ify kembali cekikikan.
“Haii
Pia bakpao” sapa seseorang.
Via
memutar kedua bola matanya. “Alpin sipit.. Nam ague itu VIA, V-I-A. Bukan pia
bakpao!” ujar Via sambil menggembungkan pipinya.
Alvin
terkekeh pelan lalu mencubit pipi Via gemas. “Via sayang.. Nam ague juga bukan
alpin sipit.. Tapi ALVIN, A-L-V-I-N” balasnya.
“KACANG
KACANG.. HARGANYA MURAHH” teriak Shilla & Ify yg merasa dikacangin.
“Haduhh..
Dunia kyk milik berdua aja, deh. Ya gak, Yo?” ujar seseorang.
“Haha,
iya kka” balas orang yg dibilang ’yo’ tadi. Yapp, siapa lagi kalau bukan Rio?
Dan yg satunya itu(?) Cakka.
“Sirik
aja lo” kesal Alvin. Sedangkan yg digituin malah ngakak.
“Emm,
knpa kalian gak masuk kelas? Bel masuk 5 menit lgi mau bunyi nih” tnya Cakka.
“Apa
peduli lo?” ujar Shilla dingin sambil berlalu begitu saja.
Rio
menaikkan alisnya, pertanada klo dia bingung. “Si Shilla kenapa?” tnya ia
kepada siapa saja yg mau menjawab.
“Kpan-kpan
gue ceritain” kata Ify yg dibalas anggukan oleh Via. Rio hnya mengangguk
pasrah. Lalu merekapun beranjak dari kantin, dan bergegas masuk ke kelas krna
bel masuk telah berbunyi.
***
#To Be Continued ;)
Halloooooooo!!
Gimana part 2 nya? Klo
gaje, maaf bget yaa:(
Maklum aja, gue kan msih
penulis amatir..
Kecuali klo gue penulis bestseller*Aminn*
Nah, part 2 nya emang
sengaja gue buat lebih panjang.
Part ini menceritakan
tentang masalalu Ify..
Insyaallah, part 3 nya
juga ada flashback gtu..
Oiya, gue juga mau minta
izin nih, sama anak-anak ICil yg namanya gue pake di cerbung/cerpen buatan gue.
Klo misalnya kakak2/temen2
gak suka sm couple yg saya pake, saya minta maaf bget. Soalnya ini ‘Just For
Fun’ ajaa. Lgipula, ini Cuma cerita doang. Maaf juga krna baru minta izin
sekarang.. ;)
Buat ICLovers, jgan lupa
kasih komentar yaa;)
Kritik/saran/request-an
dari kalian juga akan sllu gue tunggu. Klo mau lebih dekat sm gue, follow aja
twitter gue : @KarimaNadaMdna ;3
Yg punya ask.fm , boleh
curhat di ask.fm gue kok! Nih alamat ask.fm gue : ask.fm/KarimaNadaMdna ;)
Jgan pernah bosan untuk
mengunjungi blog aku yaa;)
Byeeee.. ;* {}

0 komentar:
Posting Komentar