Kamis, 27 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 6

Diposting oleh Nad di 20.43
Akhir dari Penantianku *Part 6

“Hei! Kita boleh gabung disini nggak?” tnya seseorang. SIS menoleh kearah orang tersebut, yang ternyata Alvin bersama Rio & Cakka. Shilla kembali menundukkan kepalanya. Ify hnya berpura-pura sibuk dengan I-Phone nya. Via menatap kedua sahabatnya dengan tatapan lelah.
“Boleh, kok. Gabung aja” jawab Via sambil tersenyum.
RAC (Rio, Alvin, Cakka) kemudian duduk. Rio didpan Ify, Alvin didpan Via, Cakka didpan Shilla. Hanya Alvin & Via yg tampak berbincang-bincang. Sedangkan Ify msih sibuk dgan I-Phone nya, & Shilla yg masih tertunduk.
“Ifyyyy.. Lo gak sadar klo gue ada didpan lo?” tnya Rio yg kesel sendiri krn dicuekin terus sm Ify.
Ify mengangkat kepalanya lalu nyengir, “hehe, sorry deh.. Lgi sibuk soalnya” .
Rio melengos. “Sibuk sm I-Phone lo itu? Jadi, lebih penting I-Phone daripd sahabat?” tnya Rio agak kesal.
Ify merengut, “Iih.. Gtu aja udah marah” ujarnya
Rio terkekeh, “Gue bercanda aja kaliii” gemasnya sambil mencubit kedua pipi Ify.
Ify meringis, “Aww, sakit Rioooooo” kesalnya. Rio hanya terkekeh.
AlVia yg melihat kejadian itu hnya tersenyum senang.
Sedangkan Cakka-Shilla, mereka masih sibuk dgan pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya..
“Gue duluan ke kelas ya. Kalian disini aja dulu” pamit Shilla sambil berlalu. Cakka  menghela nafas lelah
“Sabar, kka” hibur Alvin
“Shilla Cuma butuh waktu aja, kok” hibur Rio juga
“Nnti klu Shilla udah mulai tenang, baru lo jelasin semuanya ke dia” hibur Ify
“Tapi sampai kpan gue nunggu dia sampe dia tenang? Gue capek..” ujar Cakka putus asa
“Hey, Cakka yg gue kenal itu bukan Cakka yg mudah putus asa.. Ayolah.. Lo pasti bisa, kok” hibur Via sambil memberi semangat kpd Cakka.
Rio & Alvin menepuk-nepuk pundak Cakka, petanda member semangat kpd Cakka.
“Gue yakin. Suatu saat, Shilla pasti bisa ngerti” ujar Ify sambil tersenyum
Cakka menatap seluruh sahabatnya itu, “Thx, guys. Kalian emang sahabat terbaik gue” tuturnya tulus yg dibalas anggukan
“Yaudah. Kita ke kelas aja, yuk! Udh mau bel, nih. Mana pelajarannya Bu Ira lagi. Iih serem gue” gidik Via. Yg lain hnya tertawa lalu beranjak dari kantin.
#Kelas XI-2
Kelas yg semulanya rebut, seketika hening saat Bu Ira memasuki kelas(Kirain ada setan lewat-___-v wkwk).
“Baik anak-anak. Bbrpa hari yg lalu saya sudah berjanji dgan kalian, akan membagi kelompok untuk Kemah Alam minggu depan. Karna dikelas ini jumlah siswanya 36 orang, maka saya akan membagi menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 6 orang.” Bu Ira(Guru Pendidikan Lingkungan Hidup*ini pelajaran di sekolah gue :b) memberi penjelasan.
“.. kelompok 3 : Alvin, Alyssa, Ashilla, Cakka, Mario, & Sivia. Kelompok 4 : bla bla bla” Bu Ira membagi kelompok
“Yeaayyyy! Kita satu kelompokkk!” teriak Via girang yg dibalas anggukan oleh Ify & Shilla.
Krn hnya mendapat respon seperti itu, Via mengerucutkan bibirnya. “Kalian gak seneng ya, satu kelompok sama gue?” tnya Via
Ify & Shilla reflex menggelengkan kepalanya
“Nggak, kok. Kita seneng satu kelompok sama lo..” jwab Ify. Shilla mengangguk.
Via menjentikkan jarinya, “Nahh, gue tau. Ify, pasti krn ada Rio, & Shilla krn ada Cakka. Yakan?” tebaknya. Ify & Shilla mengangguk
Via memutar kedua bola matanya, “Hey… Kalian knp sih? Gpp kaliii. Kalian lupain dulu semua masalah kalian. Inget, ini pelajaran loh. Klu kalian kyk gini, nilai kalian bisa nurun” Via menasihati.
Ify & Shilla saling berpandangan, lalu mereka tersenyum & memeluk Via erat. Via hnya terkekeh pelan. “Thx, Vi” bisik Ify & Shilla.
#Seminggu Kemudian
Via & Shilla menginap dirumah Ify. Pagi ini, saatnya mereka Kemah Alam. Mereka pun mempersiapkan perlengkapan yg akan mereka bawa. Bahkan, mereka bangun lebih awal.
“Vi, Shill, kalian udah selesai siap-siap belum?” tnya Ify yg sudah siap dg perlengkapannya. Ify berangkat mengenakan baju kaos sesiku berwarna putih+biru muda yg dibalut dg cardigan berwana krem, celana jeans panjang brwarna biru, & sepatu berwarna krem.
Shilla mengenakan baju berlengan panjang brwarna ungu yg dibalut dg jaket hitam, celana jeans panjang berwarna hitam, & sepatu kets berwarna ungu.
Via mengenakan baju berlengan panjang brwarna kuning+pink yg dibalut dg cardigan coklat, celana jeans panjang berwarna abu-abu, & sepatu brwarna cokelat.
“udah dongg” jwab Via & Shilla kompak.
“Oke, kita turun yuk. Sarapan dulu, baru berangkat” ajak Ify. Via & Shilla mengangguk
#Meja Makan
“Pagi, ma. Pagi, pa” sapa Ify.
“pagi juga sayang” balas mama Gina-mama Ify- & papa Tubagus-papa Ify-
“Gue gak disapa, nih?” sindir seseorang.
“Ehh, ternyata ada adek gue tersayang.. Pagi Bagas my brother..” sapa Ify sok manis.
Bagas-adk Ify- memutar bola matanya. “Jijay gue dengernya” gidik Bagas.
“yee.. Masih mending gue sapa” kesal Ify
Via & Shilla hnya tertawa melihat tingkah bagas & ify.
“Udah udah. Kalian gak malu sm Via & Shilla? Berantem mulu” lerai mama Gina
“Mending kalian sarapan dulu. Ntar kalian malah kelaperan” suruh papa Tubagus
SIS pun mengangguk patuh, lalu sarapan bersama.
Selesai sarapan, SIS pamit berangkat.
“Ma, pa, Ify pamit ya” pamit Ify sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Yg diikuti oleh Via & Shilla.
“Iya, hati-hati. Via, Shilla, tante titip Ify ya?” pinta mama Gina.
Via & Shilla mengangkat jempolnya. “Pasti tante” jawab mereka berdua.
“yaudah, kita pergi dulu.. Bagas, lo jagain mama. Soalnya kn, papa sore nnti mau pergi ke Spore(ceritanya papa Ify itu ada 2 perusahaan. Satu di Indo, satu lagi di Spore)” ingat Ify.
“iya iya.. Udah ah. Lo berangkat sono!” usir bagas
“Iyaaaaaaa” kesal Ify. Lalu, SIS pun berangkat ke sekolah(Ceritanya mereka kumpul duluu*yaiyalah-_-*).
#Global Nusantara
SIS berjalan santai kearah lapangan. Krna SIS jarang kelihatan memakai pakaian santai, maka saat ini seluruh pasang mata menatap mereka bertiga dg tatapan kagum.
SIS yg ditatap seperti itu, merasa risih sendiri.
“Ish, ga enak bget sih, jadi Most Wanted ituuu” geram Via. Shilla mengangguk sebal.
“Udah.. Syukuri aja” Ify menenangkan. Via & Shilla hanya menganggukkan kepalanya.
“Ciee yg baru nyampe.. Tuh, diliatin terus sama anak2 cowok” goda seseorang.
Ify menoleh ke orang itu lalu langsung merengut. “Rioooo.. Lo tuh ya” kesal Ify.
Rio tertawa melihat ekspresi Ify. “Iya deh iya.. Ampun deh yg jadi Most Wanted” ejeknya.
Ify menatap Rio tajam. Rio yg ngrasa takut langsung menaikkan jari telunjuk & jari tengahnya. “Piss” ujarnya sambil nyengir.
Kemudian, SIS baru sadar klu RAC hari ini tampil berbeda dg biasanya.
Rio mengenakan baju kaos hitam yg dibalut jaket berwarna biru, celana jeans panjang berwarna biru, & sepatu berwarna hitam.
Alvin mengenakan baju lengan panjang brwarna merah, jaket putih yg ia sampirkan dibahu kanannya, celana jeans hitam, & sepatu abu-abu putih.
Cakka mengenakan baju kaos putih, jaket ungu, celana jeans hitam panjang, & sepatu abu-abu.
SIS menatap RAC tanpa kedip. RAC pun melambai-lambai kan tangannya didpan wajah SIS. SIS pun tersadar.
“Eh, emm ituu. Ki..kita ngum..ngumpul ajja yuk. Anak-anak udah mulai rame tuh” ajak Ify agak gelagapan. Via & Shilla hnya menggaruk-garuk kepalanya yg tdak gatal.
RAC menaikkan sebelah alisnya, lalu mengedikkan bahu. Mereka pun beriringan berjalan kelapangan.
#Di Lapangan
Siswa-siswi kelas XI-2 sudah berkumpul dilapangan. Mereka bersiap-siap berangkat Kemah Alam.
“Baik anak-anak. Kita akan berangkat ke Bandung tepatnya didaerah Lembang, untuk melaksanakan kegiatan Kemah Alam. Kita akan menginap 3 hari 2 malam(lama amat-__-v *Alvin: bacot mulu lo! , penulis: kan gue Cuma komen-_- , Rio: woi penulis! Ini kan cerita lo. Lo yg buat itu kemah berape lama. Masa lo sendiri sih yg komen?-_- , semua: woii berisik! , penulis: wah, parah lo semua! , semua: diem lo! , penulis: *kicep* , Alvin: yaudah deh. Lanjut kecerita aja). Disana, saya dan bbrp guru pendamping akan mengadakan games. blablablabla” Bu Ira memberi penjelasan.
“Oke anak-anak, ayo kita mulai perjalanan kita. Semuanya langsung masuk kedalam bus!” perintah Pak Dave selaku guru pendamping.
“Baik pak”
#Didalam Bus
“Guys, kita duduk dimana nih? Udah pada penuh” ujar Shilla sambil celingak-celinguk. SIS minus Shilla juga melakukan hal yg sama.
“Kyknya kita gak bisa duduk bareng, deh” kata Via lemes
“Kok gtu sih, vi?” tnya Ify
Via menghela nafas. “tuh, ada 3 tempat duduk kosong. Tapi udah ada cowok yg duduk disampingnya” jelas via sambil nunjuk 3 bangku yg ia maksud.
Ify & Shilla melihat kearah yg via tunjuk.
“Udah ah. Yg penting ada tempat duduk. Duduk aja yuk!” ujar Shilla
Ify & via pun mengangguk. Mereka pun mulai berjalan kearah 3 bangku itu, yg jaraknya sedikit berjauhan.
SIS sangat terkejut saat melihat cowok” yg duduk dibangku itu. Cowok itu juga.
“LO!?” kaget SIS & 3 cwok itu yg tak lain adalah RAC.
“kok kalian belum duduk?” tnya Rio
“Kita gak dapet tempat duduk” jwab Ify mewakili Via & Shilla
“Yaudah, kalian duduk aja disamping kita-kita” kata Alvin. Via pun duduk disamping Alvin, & menyimpan barang”nya
“loh, kok gtu sih?” tnya Shilla yg dibalas anggukan oleh Ify
“kalian mau ttp berdiri disitu atau duduk disamping Rio & Cakka?” tnya Via yg mulai kesel juga ngeliat tingkah Ify & Shilla.
“Iyadeh” pasrah Ify & Shilla.
Ify duduk disamping Rio, & Shilla duduk disamping Cakka. Mereka menyimpan barang” mereka dibawah kursi. Lalu mereka mulai sibuk sendiri.
Bus pun mulai berjalan..
***
#To Be Continued ;)

Horeeee part 6 nya udah selesaiiiii ^_^
Makasiiiiiiiih bget buat para Readers yg udah mau baca;)
Maaf klu part nya makin jelek:(
Oke, tunggu part 7 nya yaaaaa;)
Comment kalian ditunggu loh yaa ;)


Info nih, username twitter gue, gue ganti:D
Jadi bukan @KarimaNadaMdna lagi. Tapi, @KarimaMdna_ (Siapa yg mau follow?-_-)

Segitu aja deh ya. Byeee:* {}

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos