Akhir
dari Penantianku *Part 6
“Hei! Kita boleh gabung disini nggak?” tnya seseorang. SIS menoleh kearah
orang tersebut, yang ternyata Alvin bersama Rio & Cakka. Shilla kembali
menundukkan kepalanya. Ify hnya berpura-pura sibuk dengan I-Phone nya. Via menatap
kedua sahabatnya dengan tatapan lelah.
“Boleh, kok. Gabung aja” jawab Via sambil tersenyum.
RAC (Rio, Alvin, Cakka) kemudian duduk. Rio didpan Ify, Alvin didpan Via,
Cakka didpan Shilla. Hanya Alvin & Via yg tampak berbincang-bincang.
Sedangkan Ify msih sibuk dgan I-Phone nya, & Shilla yg masih tertunduk.
“Ifyyyy.. Lo gak sadar klo gue ada didpan lo?” tnya Rio yg kesel sendiri
krn dicuekin terus sm Ify.
Ify mengangkat kepalanya lalu nyengir, “hehe, sorry deh.. Lgi sibuk
soalnya” .
Rio melengos. “Sibuk sm I-Phone lo itu? Jadi, lebih penting I-Phone daripd
sahabat?” tnya Rio agak kesal.
Ify merengut, “Iih.. Gtu aja udah marah” ujarnya
Rio terkekeh, “Gue bercanda aja kaliii” gemasnya sambil mencubit kedua pipi
Ify.
Ify meringis, “Aww, sakit Rioooooo” kesalnya. Rio hanya terkekeh.
AlVia yg melihat kejadian itu hnya tersenyum senang.
Sedangkan
Cakka-Shilla, mereka masih sibuk dgan pikirannya masing-masing. Hingga
akhirnya..
“Gue
duluan ke kelas ya. Kalian disini aja dulu” pamit Shilla sambil berlalu. Cakka menghela nafas lelah
“Sabar,
kka” hibur Alvin
“Shilla
Cuma butuh waktu aja, kok” hibur Rio juga
“Nnti klu
Shilla udah mulai tenang, baru lo jelasin semuanya ke dia” hibur Ify
“Tapi
sampai kpan gue nunggu dia sampe dia tenang? Gue capek..” ujar Cakka putus asa
“Hey,
Cakka yg gue kenal itu bukan Cakka yg mudah putus asa.. Ayolah.. Lo pasti bisa,
kok” hibur Via sambil memberi semangat kpd Cakka.
Rio &
Alvin menepuk-nepuk pundak Cakka, petanda member semangat kpd Cakka.
“Gue
yakin. Suatu saat, Shilla pasti bisa ngerti” ujar Ify sambil tersenyum
Cakka menatap
seluruh sahabatnya itu, “Thx, guys. Kalian emang sahabat terbaik gue” tuturnya
tulus yg dibalas anggukan
“Yaudah. Kita ke kelas aja, yuk! Udh mau bel, nih.
Mana pelajarannya Bu Ira lagi. Iih serem gue” gidik Via. Yg lain hnya tertawa
lalu beranjak dari kantin.
#Kelas
XI-2
Kelas yg
semulanya rebut, seketika hening saat Bu Ira memasuki kelas(Kirain ada setan
lewat-___-v wkwk).
“Baik
anak-anak. Bbrpa hari yg lalu saya sudah berjanji dgan kalian, akan membagi
kelompok untuk Kemah Alam minggu depan. Karna dikelas ini jumlah siswanya 36
orang, maka saya akan membagi menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok
berjumlah 6 orang.” Bu Ira(Guru Pendidikan Lingkungan Hidup*ini pelajaran di
sekolah gue :b) memberi penjelasan.
“..
kelompok 3 : Alvin, Alyssa, Ashilla, Cakka, Mario, & Sivia. Kelompok 4 :
bla bla bla” Bu Ira membagi kelompok
“Yeaayyyy!
Kita satu kelompokkk!” teriak Via girang yg dibalas anggukan oleh Ify &
Shilla.
Krn hnya
mendapat respon seperti itu, Via mengerucutkan bibirnya. “Kalian gak seneng ya,
satu kelompok sama gue?” tnya Via
Ify &
Shilla reflex menggelengkan kepalanya
“Nggak,
kok. Kita seneng satu kelompok sama lo..” jwab Ify. Shilla mengangguk.
Via
menjentikkan jarinya, “Nahh, gue tau. Ify, pasti krn ada Rio, & Shilla krn
ada Cakka. Yakan?” tebaknya. Ify & Shilla mengangguk
Via
memutar kedua bola matanya, “Hey… Kalian knp sih? Gpp kaliii. Kalian lupain
dulu semua masalah kalian. Inget, ini pelajaran loh. Klu kalian kyk gini, nilai
kalian bisa nurun” Via menasihati.
Ify & Shilla saling berpandangan, lalu mereka
tersenyum & memeluk Via erat. Via hnya terkekeh pelan. “Thx, Vi” bisik Ify
& Shilla.
#Seminggu
Kemudian
Via &
Shilla menginap dirumah Ify. Pagi ini, saatnya mereka Kemah Alam. Mereka pun
mempersiapkan perlengkapan yg akan mereka bawa. Bahkan, mereka bangun lebih
awal.
“Vi,
Shill, kalian udah selesai siap-siap belum?” tnya Ify yg sudah siap dg
perlengkapannya. Ify berangkat mengenakan baju kaos sesiku berwarna putih+biru
muda yg dibalut dg cardigan berwana krem, celana jeans panjang brwarna biru,
& sepatu berwarna krem.
Shilla
mengenakan baju berlengan panjang brwarna ungu yg dibalut dg jaket hitam,
celana jeans panjang berwarna hitam, & sepatu kets berwarna ungu.
Via
mengenakan baju berlengan panjang brwarna kuning+pink yg dibalut dg cardigan
coklat, celana jeans panjang berwarna abu-abu, & sepatu brwarna cokelat.
“udah
dongg” jwab Via & Shilla kompak.
“Oke, kita turun yuk. Sarapan dulu, baru berangkat”
ajak Ify. Via & Shilla mengangguk
#Meja
Makan
“Pagi,
ma. Pagi, pa” sapa Ify.
“pagi
juga sayang” balas mama Gina-mama Ify- & papa Tubagus-papa Ify-
“Gue gak
disapa, nih?” sindir seseorang.
“Ehh,
ternyata ada adek gue tersayang.. Pagi Bagas my brother..” sapa Ify sok manis.
Bagas-adk
Ify- memutar bola matanya. “Jijay gue dengernya” gidik Bagas.
“yee..
Masih mending gue sapa” kesal Ify
Via &
Shilla hnya tertawa melihat tingkah bagas & ify.
“Udah
udah. Kalian gak malu sm Via & Shilla? Berantem mulu” lerai mama Gina
“Mending
kalian sarapan dulu. Ntar kalian malah kelaperan” suruh papa Tubagus
SIS pun
mengangguk patuh, lalu sarapan bersama.
Selesai
sarapan, SIS pamit berangkat.
“Ma, pa,
Ify pamit ya” pamit Ify sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Yg
diikuti oleh Via & Shilla.
“Iya,
hati-hati. Via, Shilla, tante titip Ify ya?” pinta mama Gina.
Via &
Shilla mengangkat jempolnya. “Pasti tante” jawab mereka berdua.
“yaudah,
kita pergi dulu.. Bagas, lo jagain mama. Soalnya kn, papa sore nnti mau pergi ke
Spore(ceritanya papa Ify itu ada 2 perusahaan. Satu di Indo, satu lagi di
Spore)” ingat Ify.
“iya
iya.. Udah ah. Lo berangkat sono!” usir bagas
“Iyaaaaaaa” kesal Ify. Lalu, SIS pun berangkat ke
sekolah(Ceritanya mereka kumpul duluu*yaiyalah-_-*).
#Global
Nusantara
SIS
berjalan santai kearah lapangan. Krna SIS jarang kelihatan memakai pakaian
santai, maka saat ini seluruh pasang mata menatap mereka bertiga dg tatapan
kagum.
SIS yg
ditatap seperti itu, merasa risih sendiri.
“Ish, ga
enak bget sih, jadi Most Wanted ituuu” geram Via. Shilla mengangguk sebal.
“Udah..
Syukuri aja” Ify menenangkan. Via & Shilla hanya menganggukkan kepalanya.
“Ciee yg
baru nyampe.. Tuh, diliatin terus sama anak2 cowok” goda seseorang.
Ify
menoleh ke orang itu lalu langsung merengut. “Rioooo.. Lo tuh ya” kesal Ify.
Rio
tertawa melihat ekspresi Ify. “Iya deh iya.. Ampun deh yg jadi Most Wanted”
ejeknya.
Ify
menatap Rio tajam. Rio yg ngrasa takut langsung menaikkan jari telunjuk &
jari tengahnya. “Piss” ujarnya sambil nyengir.
Kemudian,
SIS baru sadar klu RAC hari ini tampil berbeda dg biasanya.
Rio
mengenakan baju kaos hitam yg dibalut jaket berwarna biru, celana jeans panjang
berwarna biru, & sepatu berwarna hitam.
Alvin
mengenakan baju lengan panjang brwarna merah, jaket putih yg ia sampirkan
dibahu kanannya, celana jeans hitam, & sepatu abu-abu putih.
Cakka
mengenakan baju kaos putih, jaket ungu, celana jeans hitam panjang, &
sepatu abu-abu.
SIS
menatap RAC tanpa kedip. RAC pun melambai-lambai kan tangannya didpan wajah
SIS. SIS pun tersadar.
“Eh, emm
ituu. Ki..kita ngum..ngumpul ajja yuk. Anak-anak udah mulai rame tuh” ajak Ify
agak gelagapan. Via & Shilla hnya menggaruk-garuk kepalanya yg tdak gatal.
RAC menaikkan sebelah alisnya, lalu mengedikkan bahu.
Mereka pun beriringan berjalan kelapangan.
#Di
Lapangan
Siswa-siswi
kelas XI-2 sudah berkumpul dilapangan. Mereka bersiap-siap berangkat Kemah
Alam.
“Baik
anak-anak. Kita akan berangkat ke Bandung tepatnya didaerah Lembang, untuk
melaksanakan kegiatan Kemah Alam. Kita akan menginap 3 hari 2 malam(lama
amat-__-v *Alvin: bacot mulu lo! , penulis: kan gue Cuma komen-_- , Rio: woi
penulis! Ini kan cerita lo. Lo yg buat itu kemah berape lama. Masa lo sendiri
sih yg komen?-_- , semua: woii berisik! , penulis: wah, parah lo semua! , semua:
diem lo! , penulis: *kicep* , Alvin: yaudah deh. Lanjut kecerita aja). Disana,
saya dan bbrp guru pendamping akan mengadakan games. blablablabla” Bu Ira
memberi penjelasan.
“Oke
anak-anak, ayo kita mulai perjalanan kita. Semuanya langsung masuk kedalam
bus!” perintah Pak Dave selaku guru pendamping.
“Baik pak”
#Didalam
Bus
“Guys,
kita duduk dimana nih? Udah pada penuh” ujar Shilla sambil celingak-celinguk.
SIS minus Shilla juga melakukan hal yg sama.
“Kyknya
kita gak bisa duduk bareng, deh” kata Via lemes
“Kok gtu
sih, vi?” tnya Ify
Via
menghela nafas. “tuh, ada 3 tempat duduk kosong. Tapi udah ada cowok yg duduk
disampingnya” jelas via sambil nunjuk 3 bangku yg ia maksud.
Ify &
Shilla melihat kearah yg via tunjuk.
“Udah ah.
Yg penting ada tempat duduk. Duduk aja yuk!” ujar Shilla
Ify &
via pun mengangguk. Mereka pun mulai berjalan kearah 3 bangku itu, yg jaraknya
sedikit berjauhan.
SIS
sangat terkejut saat melihat cowok” yg duduk dibangku itu. Cowok itu juga.
“LO!?”
kaget SIS & 3 cwok itu yg tak lain adalah RAC.
“kok
kalian belum duduk?” tnya Rio
“Kita gak
dapet tempat duduk” jwab Ify mewakili Via & Shilla
“Yaudah,
kalian duduk aja disamping kita-kita” kata Alvin. Via pun duduk disamping
Alvin, & menyimpan barang”nya
“loh, kok
gtu sih?” tnya Shilla yg dibalas anggukan oleh Ify
“kalian
mau ttp berdiri disitu atau duduk disamping Rio & Cakka?” tnya Via yg mulai
kesel juga ngeliat tingkah Ify & Shilla.
“Iyadeh”
pasrah Ify & Shilla.
Ify duduk
disamping Rio, & Shilla duduk disamping Cakka. Mereka menyimpan barang”
mereka dibawah kursi. Lalu mereka mulai sibuk sendiri.
Bus pun
mulai berjalan..
***
#To Be
Continued ;)
Horeeee part 6 nya udah selesaiiiii
^_^
Makasiiiiiiiih bget buat para Readers
yg udah mau baca;)
Maaf klu part nya makin jelek:(
Oke, tunggu part 7 nya yaaaaa;)
Comment kalian ditunggu loh yaa ;)
Info nih, username twitter gue, gue
ganti:D
Jadi bukan @KarimaNadaMdna
lagi. Tapi, @KarimaMdna_ (Siapa yg mau follow?-_-)
Segitu aja deh ya. Byeee:* {}

0 komentar:
Posting Komentar