Sabtu, 15 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 5

Diposting oleh Nad di 20.50
Akhir dari Penantianku *Part 5

Cakka mengangguk lalu berjalan kearah kursi yg berada didpan. “Oke, guys. Gue mau nyanyi sebuah lagu yang berjudul A Thousand Years, yg gue tujukan untuk seseorang yg sangat special buat gue” ujar Cakka.

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
Standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more
One step closer
One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

          “Mksih” ujar Cakka setelah selesai bernyanyi. Yg lain bertepuk tangan riuh. Shilla menundukkan wajahnya. Ia tau betul klu lagu itu untuk dirinya. Air matanya menetes. Rasa bersalah tiba-tiba mendatanginya, Shilla memejamkan matanya. Ify & Via yg berada disamping nya hnya mampu menenangkannya.
          Cakka melihat Shilla yg sedang menundukkan kepalanya, memutuskan untuk menemuinya. Cakka telah berada dihadapannya langsung berjongkok agar bisa melihat wajah Shilla. Ia menarik dagu Shilla agar Shilla dpat menatapnya. Ify & Via yg tau keadaan memutuskan untuk pindah kesamping Rio & Alvin.
          “Please, don’t cry..” pinta Cakka sambil menghapus air mata Shilla. Tidak ada yg melihat kearah Cakka & Shilla. Krn Bu Winda & murid yg lain sedang sibuk. Bu Winda yg terus memanggil murid2 untuk mengambil nilai, & para murid yg sibuk sendiri. Shilla cs memang tadi memilih untuk duduk di pojok.
          “Gue gak nangis kok, tadi kelilipan aja” alasan Shilla
          Cakka menggelengkan kepalanya, “Kamu gak bisa bohong sm gue” ujarnya
          Shilla menghembuskan nafasnya kasar, “Tolong jgan ganggu gue lagi” pinta Shilla tegas
          Cakka menghela nafas, setelah itu berlalu dari hadapan Shilla tanpa mengucapkan satu patah kata. Shilla kembali menangis, Ify & Via hny menatap nanar sahabatnya itu. Mereka tau klu Shilla punya masalah, pasti pinginnya sendiri dulu. Maka dari itu, mereka berdua memilih untuk membiarkan Shilla sendiri.
Tak lama kemudian..
          “Mario Stevaditya, giliran kamu. Silahkan kamu maju” perintah Bu Winda.
          Rio mengangguk lalu berjalan kearah depan. “Oke, gue mau nyanyi lagu yg berjudul Temani Aku (gue suka sama lagu kk Rio yg ini, jadi gue sisipin ajaa;D wkwk)”

Hari berlalu
Bulan berlalu
Tahun pun berlalu
Lambangkan s’gala resah yang ada
Pada orang yang sama

Temani aku, rasakan cinta
Hatiku resah, oh oh
Temani aku, rasakan rindu
Hatiku gelisah, dimana

Atau hanya angan, yang akan menyiksa
Meski perlahan tapi pasti
Oh, ku jatuh cinta padamu

Temani aku rasakan cinta, ooh~
Andai kau tau, ku memendam rasa
Kadang sulit dimengerti

Temani aku, rasakan cinta
Hatiku resah…

Temani aku, rasakan rindu
Hatiku gelisah, dimana.. Ooh
Rasakan cinta..
(Temani Aku - Riostevadit)

          Tepuk tangan bergemuruh. Semua yg berada didalam ruangan itu terhanyut akan suara Rio yg lembut.
          “Mario.. Kamu bernyanyi dengan penghayatan yg luar biasa. Apakah lagu itu untuk seseorang?” komentar+goda Bu Winda.
          Rio terkekeh, “Nggak kok, bu. Biasa aja. Untuk saat ini, belum ada orang yg special buat saya” jwabnya sambil nyengir.
          Bu Winda menggeleng-geleng kan kepalanya. “Lanjut, sekarang Sivia Azizah. Sivia, maju!” perintah Bu Winda.
          Shilla yg tadi menundukkan kepalanya krn menangis, langsung menghapus air matanya & menatap Via yg juga sedang menatapnya. Shilla tersenyum, lalu memberi isyarat kpd Via agar cepat maju. ‘Gue gpp’ ujar Shilla tanpa suara kpd Ify & Via. Via mengangguk lalu berjalan kedepan.
          “Sivia, kamu mau nyanyi lagu apa?” tnya Bu Winda.
          “Saya mau nyanyi lagu Jatuh Cinta Lagi, bu” jwabnya. Bu Winda mengangguk, lalu memberi isyarat agar Via mulai bernyanyi.

Sejak pertama ku jumpa denganmu
Ada yang beda dari dirimu
Kau tatap aku dengan malu-malu
Kau buat hatiku tak menentu

Kau hampiriku katakana sesuatu
Kau bilang kau suka kepadaku
Ku membalasmu tanpa ada ragu
Ku bilang ku juga suka kamu

Ah ah ah, aku jadi milikmu
Ah ah ah, senangnya hatiku
Ah ah ah, aku semakin jatuh
Ah ah ah, jatuh hati padamu

Jatuh jatuh cinta lagi
Padamu kekasih hatiku
Rindu rindu rindu lagi
Padamu pujaan hatiku
Senyumanmu mengalihkan duniaku
Tawa candamu sanggup menenangkan aku
Berkali-kali ku jatuh cinta padamu
Fallin’ in love, fallin’ in love, fallin’ in love
Fallin’ in love with you
Fallin’ in love, fallin’ in love, fallin’ in love
Fallin’ in love with you

          Via tersenyum lebar setelah selesai bernyanyi. Suara tepuk tangan terdengar. Via memandang kearah Alvin yg juga memerhatikannya. Mereka berdua tersenyum.
          Setelah itu, bu Winda terus memanggil murid-muridnya.

#Istirahat
          SIS berada di kantin saat ini. Mereka asyik bersenda-gurau. Hingga..
          “Hei! Kita boleh gabung disini nggak?” tnya seseorang. SIS menoleh kearah orang tersebut, yang ternyata…
***
#To Be Continued ;)

Yeyeyeyeyyey! *gaje-_-
Part 5-nya selesaaaaaaaaiii:D
Wkwk, tunggu part 6 nya yaaaa;)
Makasih yg udah mau baca:D
Follow twitter gue ya => @KarimaNadaMdna , supaya bisa lebih dekat sama gue;3
Disitu, kalian bisa nanya apaaa aja. Mau kasi kritik, saran, request, terserah deh pokoknya:3
Haduhh.. gue kyknya ngebacot mulu yaa? -___-v hehe
Oke oke, byeee guys:*

Sampe ketemu di part 6;)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos