Kamis, 27 Februari 2014

Akhir dari Penantianku *Part 7

Diposting oleh Nad di 20.45
Akhir dari Penantianku *Part 7
         
Didalam perjalanan, RiFy & CakShill tidak ada yg bersuara. Hanya AlVia yg terus-terusan bercanda. Tempat duduk mereka memang agak berjauhan. Makanya, SIS yg terkadang paling heboh(piss buat IFC, SH, dan SV :v just story kok!) sekarang malah hening.
          “Eh, Vi. Rio-Ify sm Cakka-Shilla kpan balik kyk dulu lagi, sih? Capek gue ngeliat mereka diem-dieman kyk gini” tnya Alvin sambil sedikit melirik kearah RiFy & CakShill
          “Hftt.. Rio-Ify sih gaada masalah yg trllu gimana gtu. Mungkin, krn lama gak ketemu, mereka jadi canggung gtuu. Lama-kelamaan pasti deket lagi, kok. Nah, klo CakShill. Hmm, gue gatau lagi mau kyk gimana. Yg jelas, kita harus buat kisah cinta mereka jadi Happy Ending!” tekad Via
          Alvin mengangguk. “Gue setuju. Walau gimanapun juga, mereka itu sahabat kita. Kita harus buat mereka bahagia” tekad Alvin juga
          Via tersenyum senang. “Oke. Kita pasti bisa buat mereka balik lagi kyk dulu” ujar Via semangat.

#RiFy
          Ify sedang asik melihat pemandangan dri luar jendela bus(ceritanya Ify duduk didket jendela). Sedangkan Rio sedang asik memainkan I-Pod nya. Hening.
          “Hmm, Fy. Kita kyk punya masalah aja deh. Padahal kn, yg punya masalah itu Cakka ama Shilla. Bukan kita” ujar Rio memecah keheningan sambil terkekeh
          Ify menoleh kearah Rio, lalu terkekeh ringan. “Iya juga, sih” ujarnya. ‘Apa lo masih belum sadar juga, Yo?’ batin Ify sambil menatap sendu kearah luar jendela.
“Waduh, Fy. Kyknya kita bakalan kejebak macet deh” ujar Rio. Ify mengernyit heran sambil menatap Rio
          “Tuh, liat aja kedepan!” ujar Rio sambil menunjuk kearah jendela depan. Ify mengikuti arah tangan Rio menunjuk. Ify menepuk keningnya
          Gantian Rio yg mengernyit heran. “Kenapa?” tnya Rio.
          “Kan sekarang ini hari Jum’at, Yo. Nah, orang2 kn bnyak yg mulai libur.. jadilah mereka pada liburan..” jwab Ify. Rio juga menepuk keningnya, “iya juga ya” katanya
          “Bakalan lama deh sampainya” ujar Ify sedih
          Rio menatap Ify lembut. “Hey, jangan sedih dong! Daripada lo sedih, mendingan kita dengerin lagu aja. Nih” ujar Rio sambil memasangkan sebelah earphone nya ke telinga kanan Ify. Sedangkan Rio sendiri memasang sebelah earphone yg lain ketelinga kirinya.
          Ify sedikit terkejut melihat perlakuan Rio terhadapnya. Dalam hati Ify tersenyum senang. Ify menoleh kearah Rio. Dilihatnya Rio yg memejamkan matanya, ‘mungkin lagi tidur’ batin Ify. Ify pun memutuskan untuk tidur juga.
          AlVia yg berada di seberang bagian belakang RiFy(Ngerti gak? Semoga ngerti deh:D), tersenyum melihat RiFy yg sudah mulai akrab.
          “Semoga ini awal yg baik buat mereka” komentar Via yg masih menatap RiFy sambil tersenyum tipis.
          “Iya, gue harap juga gtu” komentar Alvin juga.

#CakShill
          Shilla memainkan HPnya. Ntah apa yg ia lakukan. Cakka  juga melakukan hal yg sama. Namun, sesekali ia melirik kearah Shilla yg menganggap dirinya tidak ada disitu.
          Cakka menghela nafas lelah. “Shill, sampe kpan lo bakal giniin gue terus?” tnya Cakka putus asa. Shilla tidak menghiraukannya
          “Shill, please. Dengerin gue… Lo itu salah pa..”
          “Salah paham apalagi, kka? Udah, sekarang jgan bahas masalah itu dulu. Sekarang ini kita harus fokus sama kegiatan Kemah Alam ini” Shilla memotong omongan Cakka.
          “Oke. Tapi, gue mohon jangan anggap gue gaada.. Jgan pernah cuekin gue lagi.. Sakit bget rasanya, shill” pinta Cakka
          Shilla menoleh kearah Cakka, lalu tersenyum lembut. “Akan gue usahain” tuturnya
          “Janji?”
          Shilla tersenyum, “Gue gak janji, tapi bakal gue usahain”
          Senyum manis mengembang dibibir Cakka. “Thank’s, shill” ujarnya. Shilla mengangguk

#AlVia
          “Kyknya usaha kita gak bakalan sia-sia deh” kata Via
          “PD bget” ejek Alvin
          Via mendelik. “Gue serius Alviin..” kesalnya
          Alvin terkekeh. “Iyaiya.. Gue juga berfikir kyk gtu kok” ujarnya yg dibalas anggukan oleh Via.
# 2 jam kemudian
          Rio terbangun dari tidurnya(Lama bget-_-). Ia merasa, pundak sebelah kirinya terasa agak berat. Dan ia melihat, Ify yg sedang tertidur dipundaknya.
          ‘manis’ batin Rio saat melihat wajah Ify. Ia pun mengelus puncak kepala Ify.
          “Dari dulu, lo selalu bisa mmbuat gue ngrasa nyaman saat ada didkat lo” gumam Rio lirih sambil mencium puncak kepala Ify. “Apa mungkin, gue mulai suka sama lo? Hmm, biar wktu aja yg menjawab” lanjutnya
          Lalu Rio melihat isi bus yg sepi. Disitu hnya ada ia, Ify, Alvin, & Via yg sedang tidur.
          “Vin, yg lain kemana?” tnya Rio kpd Alvin.
          “Pada turun, kita berhenti dulu bentar” jwab Alvin sambil memakan snack. Rio hnya membulatkan mulutnya.
          “Terus, Cakka-Shilla juga kemana?” tnya Rio lagi.
          “Mereka juga turun bareng tadi. Mau beli makanan katanya” jwab Alvin. Rio mengangguk-anggukkan kepalanya.
          Lalu Rio merasa Ify telah bangun. Dilihatnya Ify yg mulai duduk & mengusap wajahnya. Ify melihat kesekelilingnya. Lalu pandangannya tertuju kearah Rio.
          “Kok sepi, yo? Udah nyampe ya?” tnya Ify.
          Rio menggeleng, “Belum kok” jwabnya
          “Yg lain kemana?” tnya Ify lagi.
          “Kita lagi berhenti bentar” jwab Rio.
          “Oh gtuu.. Yaudah, kita turun juga yuk!” ajak Ify.
          Rio mengernyit, “Ngapain?” tnyanya balik.
          Ify mendelik, “Haduuhh Marioo.. Ya jalan-jalan laaah” gemas Ify
          Rio tertawa, “Iyadeh. Yuk ah” ujar Rio sambil menarik tangan Ify & menggenggamnya. Ify tersentak. Ia menatap tangannya yg digenggam oleh Rio. Kemudian ia tersenyum.
          Rio membalikkan badannya kearah Ify, lalu melepaskan genggamannya. “Kita mau kemana?” tnya Rio.
          Ify melihat-lihat toko-toko kecil yg ada disitu. Dan pandangannya terhenti di toko kecil yg menjual baju-baju kaos.
          “Kita kesitu aja, yo!” ajak Ify sambil menunjuk toko yg ia lihat tadi.
          Rio melihat kearah yg Ify mksud. Ia tersenyum, “Lo gak berubah ya! Paling gak bisa liat toko baju” ujar Rio sambil terkekeh.
          Ify menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Lalu mereka pun pergi ke toko itu. Saat memasuki toko itu, mereka berpapasan dg CakShill.
          “Hey! Kalian beli baju ya?” tnya Ify
          “Nggak kok, fy. Cuma liat-liat aja” jwab Shilla. “Yaudah, kita ke toko sebelah dulu ya” pamit Shilla yg dibalas anggukan oleh RiFy.
          “Semoga mereka bisa terus kyk gini” gumam Ify sambil menatap CakShill yg berjalan menjauh.
          “Hey, kok bengong sih?” tnya Rio membuyarkan pandangan Ify.
          “Eh, gpp kok. Masuk yuk!” ajak Ify.

# Didalam Toko
          RiFy sedang melihat-lihat baju yg ada di toko itu. Pandangan Ify tertuju ke baju kaos pria berwarna kuning-abu abu. Ia pun mengambil baju itu, lalu memerhatikannya.
          “Buat siapa, Fy?” tnya Rio yg sudah berada dibelakangnya.
          “Buat Bagas” jwab Ify singkat
          Rio meng-o-kan mulutnya lalu tersenyum. ‘lo emang baik bget’ batinnya.
          Ify menghadap kebelakang, dan dilihatnya Rio yg memegang bungkusan berwarna hijau.
“Buat siapa, yo?” tnya Ify heran.
Rio tersenyum manis. “Buat lo. Nih” jwab Rio sambil memberikan bungkusan itu ke Ify. Lalu ia kembali melihat-lihat baju lain.
          Ify memerhatikan bungkusan yg Rio berikan kepadanya. Ia melihat isinya, dan ternyata merupakan baju lengan pendek berwarna merah-hitam. Baju itu sangat manis. Model bajunya memang model yg sangat Ify sukai. Ia pun tersenyum.
Ia kembali melihat-lihat ke bagian baju pria. Dan pilihannya tertuju ke baju lengan panjang, yg memiliki motif garis berwarna merah-putih-hitam yg kelihatan mirip dg baju yg Rio belikan tadi. Ia pun mengambilnya. Ia berjalan kearah Rio yg sedang duduk di kursi yg disediakan didalam toko.
          “Yo, kira-kira ini baju bagus gak?” tnya Ify sambil melihatkan baju yg ia ambil tadi ke Rio.
          Rio nampak berfikir. “Bagus kok, Fy. Keren bget” jwabnya.
          Ify tersenyum tipis, “Berarti ini buat lo!” ujarnya.
          “Kok gtu sih?” tnya Rio.
          “Tadi kn lo beliin gue baju. Nah, sekarang gue yg beliin lo baju” tutur Ify.
          Rio terkekeh. “Yaudah deh. Mksih yaa..” ujar Rio tulus.
          Ify mengangguk. “Gue bayar bajunya dulu ya” pamit Ify lalu berjalan kearah Kasir.
          Setelah itu, Ify memberikan bungkusan yg berisi baju kaos tadi ke Rio. “Nih bajunya” kata Ify.
          Rio menerima bungkusan itu, “Makasih ya, Fy” ujarnya.
          “Seharusnya gue yg bilang makasih” kata Ify
          “Yaelah.. Udah ah, balik ke bus yuk!” ajak Rio. Ify menganggukkan kepalanya. Mereka pun kembali ke bus.
***
#To Be Continued ;)

Yeeeee selesaaaaiiiii:D
Gimana cerita mereka selama dalam kegiatan Kemah Alam?
Apakah Rio-Ify akan ttp dekat & akrab seperti tadi?
Apakah Shilla akan kembali dekat dg Cakka seperti dulu?
Nah, baca ada di part” selanjutnya;D
Okeee, byeee:*



Twitter : @KarimaMdna_ (== Difollow yaah! ;) wkwkwk

0 komentar:

Posting Komentar

 

Just Ordinary Stories Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos